SAAT TEDUH
31 MARET 2023
Bacaan Yohanes 12:37-43
*KEHORMATAN SIAPA YANG KITA CARI?*
_"Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah"_
(Yohanes 12:43 )
Sekalipun ada beberapa pemimpin Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus, namun mereka takut untuk bersaksi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa sebagai pemimpin ternyata tidak bisa menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya karena sikap tersebut menunjukkan bahwa mereka lebih suka mencari kehormatan manusia dibanding kehormatan dari Tuhan. Bahkan di kisah sebelumnya ketika Yesus berbicara di rumah ibadah di Kapernaum, apa yang Yesus katakan kepada orang-orang Yahudi juga kepada para murid-Nya dianggap sebagai ucapan yang keras sehingga sebagian murid-Nya memilih untuk mundur:
_Mulai dari waktu itu *banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri* dan tidak lagi mengikut Dia_ (Yohanes 6:66). Mereka mengurungkan niatnya untuk mengikut Yesus karena takut kehilangan hormat dari manusia. Tak seorang pun ingin dimusuhi, tiap orang ingin dihargai dan dihormati. Itulah sebabnya kita sering kali rela membayar dengan harga mahal demi mencari kehormatan manusia. Kita lebih memilih menyenangkan hati manusia dibanding menyenangkan hati Tuhan.
Saudaraku terkasih, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, mari kita belajar dari kehidupan pelayanan Tuhan Yesus. Kurang baik apa Yesus dalam pelayanan: Ia menolong banyak orang yang memiliki pergumulan, baik menyembuhkan orang sakit, menguatkan mereka yang tidak berdaya, mengenyangkan mereka yang lapar, membangkitkan orang mati, menghibur yang sedih dll. Apakah dengan demikian Yesus disanjung dan dipuji banyak orang? Realitanya Ia tetap dibenci dan dimusuhi. Namun apakah hal itu membuat Ia berhenti untuk menyampaikan kebenaran? Tidak! Sekalipun penderitaan dan kematian di atas kayu salib ada di depan mata, Yesus lebih memilih taat kepada Bapa dibanding mencari kehormatan manusia (Filipi 2:5-11).
Sadarilah bahwa ketika kita memusatkan keinginan hanya untuk diri sendiri dan mencari kehormatan manusia maka hal itu akan sulit terpenuhi. Sebaik apapun kita berbuat, pasti ada yang tidak suka. Jika kita ingin mendapat penghormatan Tuhan, mentaati kehendak-Nya adalah hal yang utama. Jika ingin sikap orang lain berubah, maka kita perlu mengubah terlebih dahulu diri kita. Jadilah pemimpin atau pribadi yang bisa diteladani. Jangan takut ketika kita tidak mendapat kehormatan manusia karena kehormatan manusia sering tidak mengubah pribadi kita menjadi baik justru menjadikan kita semakin tinggi hati. Carilah kehormatan Tuhan, maka kita akan diubahkan menjadi pribadi yang rendah hati, setia, taat, diberkati dan mampu menjadi berkat bagi banyak orang.
Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua π