Kamis, 14 September 2023

Memberkati dan mengampuni

 SAAT TEDUH

13 SEPTEMBER 2023

Bacaan 1 Petrus 3:8-12


*KITA DIPANGGIL UNTUK MEMBERKATI DAN MENGAMPUNI*

_"dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat"_

(1 Petrus 3:9)


Seorang teman curhat dan berkata : _"Enak banget ya, orang sudah ketahuan salah penyelesaianya cuma membuat pernyataan tertulis bermaterai 10 ribu beres tanpa ada proses hukum. Kalau aku sorry, tiada maaf baginya. Pokoknya harus dihukum!"_ Begitulah ungkapan kejengkelan hatinya melihat fenomena beberapa kasus ada orang menghina dan melecehkan pihak lain tapi penyelesaiannya cukup pernyataan tertulis bermaterai 10 ribu rupiah  tanpa proses hukum, 


Dalam kasus di atas,  mungkin kita juga berpikir dan setuju dengan pendapat tersebut. Sulit bagi siapapun untuk memaafkan dan mengampuni orang yang bersalah terhadap kita. Perasaan sakit hati, marah, kecewa, jengkel pasti kita rasakan. Bahkan dalam hati ada keinginan untuk membalas perlakuannya, kalau perlu lebih berat. Tanpa permintaan maaf, mengakui kesalahan dan bertanggungjawab atas kesalahannya tampaknya sulit bagi seseorang untuk memaafkan dan mengampuni. Namun sebagai pengikut Kristus, kita harus meneladani apa yang Kristus sudah lakukan. Tak perlu kejahatan dibalas dengan kejahatan, caci maki dibalas dengan caci maki. Kita diajarkan untuk tetap mengasihi dan memberkati. Yesus Kristus memberikan teladan pengampunan tanpa syarat, bahkan ketika disesah, disiksa dan disalibkan, Yesus tetap memberikan pengampunan :_"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."_ (Lukas 23:34). Yesus mengampuni bukan karena pihak lain meminta ampun dan mengakui kesalahan, tetapi Ia melepaskan pengampunan atas kehendak sendiri dilandasi rasa kasih.   


Saudaraku terkasih, kerelaan memberikan pengampunan ternyata mendatangkan berkat. Kita dibebaskan dari belenggu yang melelahkan hati kita karena menyimpan sakit hati, dendam dan kemarahan. Pengampunan juga membuat kualitas kesehatan kita meningkat dibanding mereka yang tidak bisa mengampuni.  Berkat lainnya adalah rasa damai, tidak berpikir dan berprasangka buruk serta merasakan sukacita luar biasa. Ingat bahwa kita dipanggil untuk memperoleh berkat sekaligus menjadi saluran berkat Tuhan.  Amin, Tuhan Yesus memberkati 

Selasa, 12 September 2023

Jangan biarkan Hatimu Patah

 SAAT TEDUH 

12 SEPTEMBER 2023

Bacaan Ulangan 31:1-8


*JANGAN BIARKAN HATIMU PATAH*

_"Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."_

(Ulangan 31:8)   


Patah hati bisa dialami oleh siapapun. Patah hati tidak selamanya disebabkan karena putus cinta. Patah hati adalah kondisi dimana hati seseorang seperti patah arang, tak berdaya, sedih dan putus asa. Orang yang hatinya patah mengakibatkan semangat dan harapannyapun juga patah. Hal itu bisa dikarenakan berbagai macam pergumulan, kesulitan dan penderitaan yang dihadapi. Rasa takut, gelisah dan kuatir akan mempercepat hati menjadi patah. 


Saudaraku terkasih, jika dalam hidupmu saat ini engkau sedang dalam situasi dan masa-masa yang sulit, jangan pernah patah hati. Pegang janji Tuhan dengan penuh keyakinan. Tuhanlah yang akan memimpin setiap perjalanan kehidupan kita. Itu artinya bahwa Tuhan akan menghalau setiap tantangan, menghardik setiap ancaman, membuka setiap rintangan, menerangi setiap kegelapan dan menuntun kita sampai akhir tujuan. Tidak sedetikpun Tuhan akan membiarkan kita berjuang sendiri. Ia akan menopang saat kita terseok, mengangkat saat terjatuh dan menguatkan saat kita lemah. Ia senantiasa menyertai kita dan tak pernah tinggalkan kita. Ia akan memberi kemenangan demi kemenangan yang gemilang. Bersama Tuhan masa depan sungguh ada.

Yang perlu kita lakukan adalah percaya penuh akan pimpinan dan kuasa-Nya. Tak perlu hiraukan apa kata orang yang melemahkanmu. Berfokuslah saja pada apa yang Tuhan firmankan. Maka hati kita akan kokoh seperti karang, tak akan patah diterjang ombak pergumulan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 11 September 2023

Menyelamatkan Persaudaraan

 SAAT TEDUH 

11 SEPTEMBER 2023

Bacaan Matius 18:15-20


*MENYELAMATKAN PERSAUDARAAN* 

_"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali"_

(Matius 18:15)  


Kita sebagai makhluk sosial tentu tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Sebagai anggota keluarga, anggota komunitas, anggota jemaat dan anggota masyarakat tentu tidak terlepas dari berbagai persoalan yang melibatkan orang lain termasuk kemungkinan terjadi gesekan dan konflik satu dengan yang lainnya. Maka ada kalanya seseorang pasti pernah berbuat kesalahan atau khilaf dan itu bisa merusak persaudaraan. 

Apa yang biasanya dilakukan oleh seseorang ketika melihat orang lain berbuat kesalahan? 

Ada 4 kemungkinan:

1. Menegor tanpa mempermalukan di depan banyak orang 

2. Menegor dan mempermalukan di depan banyak orang 

3. Tidak menegor tetapi menggosip dari belakang 

4. Tidak menegor, cuek dan berpikir itu bukan urusannya, resiko biar ditanggung sendiri.

Di antara keempat hal di atas, manakah yang sering kita lakukan? Mari kita cermati bersama:

_Pertama_, jika kita menegor dengan kasih tanpa mempermalukan di depan banyak orang dan itu dilakukan empat mata maka itu adalah cara yang bijaksana seturut kehendak Tuhan. 

_Kedua_, jika kita menegor tapi tujuannya untuk mempermalukan di depan banyak orang, itu jelas akan membawa permusuhan dan perpecahan. Orang yang ditegor dan dipermalukan pasti akan tersinggung, marah, sakit hati dan menyimpan dendam.

_Ketiga_, jika kita tidak menegor tetapi menggosip di belakang, hati-hati lah karena gosip adalah senjata yang mematikan untuk "membunuh" seseorang secara perlahan. Ingat, lidah  itu tidak bertulang. Mau ngomong apa saja bisa. Melalui gosip tidak jarang kita mencemarkan dan memfitnah orang lain tanpa kita sadari. 

_Keempat_,  jika kita tidak mau menegor dan cuek karena berpikir itu bukan urusan kita dan resiko biar ditanggung sendiri maka kita adalah manusia egois karena membiarkan dosa terus terjadi dan kita pun ikut berdosa karenanya. 


Saudaraku terkasih, kita dipanggil Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia. Firman Tuhan yang kita renungkan saat ini adalah cara menegor orang lain dengan tujuan untuk menyelamatkan seseorang dari dosa serta menyelamatkan persaudaraan. Oleh sebab itu dibutuhkan hikmat Tuhan agar kita mampu menegor dan menasihati dengan bijak. Tuhan Yesus mengingatkan : _“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.”_ Menegor di bawah empat mata artinya ketika kita tahu seseorang melakukan kesalahan, tegor dan nasehatilah berdua saja dan secara diam-diam. Tunjukkan kesalahannya dengan bijaksana tanpa kesan menggurui, menghakimi apalagi mempermalukan. Bagaimanapun juga kita harus tetap menghargai sebagai pribadi yang juga berharga di mata Tuhan. Sikap menghargai orang lain dapat berdampak positif, sehingga orang yang melakukan kesalahan atau dosa lebih mudah menyadari kesalahan dan dosanya, sadar dan bertobat. Nasihat yang dilakukan diam-diam dengan bahasa yang lemah lembut dan penuh kasih dapat memulihkan dan mendatangkan pertobatan. Satu hal yang juga sangat penting diperhatikan adalah jangan sekali-kali membuka aibnya kepada orang lain sehingga menjadi rahasia umum. Itu akan lebih menyakitkan. Bertindak dan berbuatlah dengan bijaksana.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Minggu, 10 September 2023

Mendidik Sesuai Ajaran Tuhan

 RENUNGAN MINGGU 

(Penutupan Pekan Pendidikan Kristen 2023)

10 SEPTEMBER 2023

Bacaan Efesus 6:1-9


*MENDIDIK SESUAI AJARAN TUHAN*

_"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi *didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan"*_

(Efesus 6:4)  


Saudaraku terkasih, selamat pagi dan selamat hari Minggu. Hari ini kita memasuki ibadah Penutupan Pekan Pendidikan Kristen 2023. Tentu banyak hal sudah kita pelajari seputar pendidikan. Barangkali gereja juga sudah menyusun kegiatan baik berupa sarasehan, pemahaman Alkitab, dll. Peranan gereja sangat penting dalam memajukan pendidikan supaya tujuan pendidikan dapat tercapai. Pertanyaannya: Bagaimana cara pandang kita terhadap pendidikan kristen yang selama sepekan ini kita gumuli?


Sesuai dengan firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, kita jadi mengerti bahwa pendidikan Kristen itu berasal dari Tuhan. Dari Tuhan pulalah ajaran itu  disampaikan kepada manusia baik secara formal melalui lembaga pendidikan maupun secara informal melalui keluarga atau gereja. Karena Tuhan yang memprakarsainya (Ulangan 6:6-9), maka tentu saja pendidikan tersebut disifatkan oleh metode dan ciri ilahi yang khas dan dengan tujuan yang sesuai dengan kehendak-Nya pula. Artinya, Tuhan bisa memakai setiap peristiwa dan kejadian baik yang membahagiakan maupun yang menyedihkan sebagai sarana dan cara Tuhan memberikan didikan kepada umat-Nya. Tuhan juga memakai orangtua, guru, hamba Tuhan sebagai pendidik dan pengajar yang baik, yaitu mengajar dan mendidik berdasarkan ajaran dan nasihat Tuhan, bukan ajaran dan nasihat manusia. *Inti ajaran Tuhan adalah kasih.* Oleh karena itu Tuhan menasihati umat-Nya agar selalu hidup dalam kasih, baik mengasihi Tuhan, mengasihi sesama maupun mengasihi diri sendiri. Melalui didikan dan nasihat Tuhan, kita dibentuk untuk bersikap terbuka terhadap perubahan jaman yang terus berkembang. Ajaran kasih yang menjadi inti ajaran Tuhan menjadikan kita merdeka dalam berpikir, bertindak, berkata dan berinovasi namun tetap dilandasi dengan rasa tanggung jawab dan takut akan Tuhan. Model kurikulum pendidikan boleh berubah dan berkembang sesuai tuntutan jaman, namun kurikulum pendidikan Kristen tetap harus dilandasi ajaran dan nasihat Tuhan yaitu *kasih*.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Sabtu, 09 September 2023

Malas VS Rajin

 SAAT TEDUH 

9 SEPTEMBER 2023

(EDISI PEKAN PENDIDIKAN KRISTEN)

Bacaan Amsal 10:4-5; Amsal 6:6-11


*MALAS VS RAJIN*

_"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya"_

(Amsal 10:4)  


Tentu tidak ada seorangpun yang menginginkan hidupnya miskin dan serba kekurangan. Semua orang pasti menghendaki hidupnya berkecukupan dan kalau perlu berkelimpahan. Namun realitanya tidak semua orang dapat merasakan hidup berkecukupan apalagi berkelimpahan. Coba saja tanyakan kepada anak-anak kecil apa cita-cita mereka ketika dewasa nanti? Banyak yang menjawab ingin jadi dokter, pilot, tentara, bahkan ingin menjadi presiden. Tidak ada yang menjawab ingin menjadi pengemis jalanan, gelandangan, atau hidup miskin ! Itu membuktikan bahwa anak kecilpun bercita-cita ingin hidup bahagia dan juga kaya. Untuk bisa meraih semua itu tentu tidak semudah membalikkan tangan. Ada satu hal yang harus kita lakukan, yaitu rajin. Mustahil orang yang malas akan hidup berkecukupan apalagi berkelimpahan. Seperti firman Tuhan, mereka yang malas (tangan yang lamban) akan hidup dalam kemiskinan, sedang mereka yang rajin akan menjadikan kaya. Dalam Amsal 12:24 katakan: _"Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa"_

Kita semua pasti tahu, seorang pemalas baik di sekolah, di kantor maupun di lingkungan pelayanan hanya akan menjadi "pengganggu" bahkan menularkan aura negatif dan merusak. Itulah sebabnya Tuhan mengingatkan agar kita mau belajar kepada semut : 

_"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak...biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen"_

(Amsal 6:6-8)  

Seorang pemalas memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, membuang-buang waktu, bersantai ria dan tidak berpikir untuk masa depan. Oleh karena itu Tuhan menegur dengan keras kepada mereka yang bermalas-malasan: _"Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata"_

(Amsal 6:9-11).

Masihkah kita bermalas-malasan? 


Saudaraku terkasih, mari kita awali segala sesuatu dengan penuh ketekunan, kerajinan dan kesungguhan.  Tanamkan kepada anak-anak kita tentang perlunya kerajinan, kedisiplinan, kesetiaan dan kerja keras. Jauhi kemalasan agar tidak menyesal kemudian hari. Teruslah rajin menimba ilmu agar berguna hidupmu, dan teruslah rajin membaca firman Tuhan dan melakukannya agar hidupmu diberkati kelimpahan. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 08 September 2023

Long life Edication

 SAAT TEDUH 

8 SEPTEMBER 2023

(EDISI PEKAN PENDIDIKAN KRISTEN)

Bacaan: Titus 3:14


*LONG LIFE EDUCATION*

_"Dan biarlah orang-orang kita juga *belajar* melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah"_

(Titus 3:14)


Mungkin beberapa tahun lalu kita sudah selesai menempuh pendidikan secara formal, baik lulus SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi dengan berbagai gelar masing-masing sesuai disiplin ilmu yang ditempuh. Namun bukan berarti kita lalu berhenti belajar karena belajar itu sepanjang hayat kita. Dulu yang lulus S1 tahun 70 - 80 an kita  belum mengenal internet, komputer, handphone, Facebook, Twitter, instagram, WA dll. Sekarang mau tidak mau harus belajar internet untuk dapat mengikuti kemajuan teknologi. Itu artinya belajar tidak ada batas akhirnya. Melalui berbagai peristiwa kehidupan kita terus akan berproses untuk belajar. Rasanya tidak ada alasan untuk berhenti belajar jika kita tidak mau ketinggalan jaman. Jaman serba canggih dan segala sesuatu menjadi serba mudah. Namun hal itu bisa kita lakukan jika kita mau belajar menguasainya.


Saudaraku terkasih, melalui firman-Nya, Tuhan juga menghendaki agar kita mau belajar terus tanpa henti. Baik belajar tentang pengetahuan dalam hal dunia maupun pengetahuan di bidang kerohanian. Melalui suratnya kepada Titus, rasul Paulus menghendaki agar orang-orang percaya waktu itu mau terus belajar agar hidup mereka menghasilkan buah yang baik. Jika berhenti belajar akibatnya juga akan berhenti berbuah. Sepandai apapun seseorang tetap harus mau terus belajar agar semakin berhikmat dan bijaksana sehingga bisa memberikan pertimbangan yang tetap dalam mengambil keputusan. Dalam Amsal 1:5 sangat jelas mengatakan hal itu :_"baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan"_

Bahkan ketika kita sedang dalam pergumulan, kita dimampukan untuk belajar dari hal tersebut seperti apa yang Daud katakan dalam Mazmur 119:71 yaitu: 

_"Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku *belajar* ketetapan-ketetapan-Mu"_. 

Oleh karena itu mari kita terus mengembangkan potensi diri dengan terus belajar melalui berbagai hal. Banyak kesempatan emas yang dapat kita raih dengan belajar. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Sabtu, 02 September 2023

Ingatlah ketika jiwamu gundah

 SAAT TEDUH

2 SEPTEMBER 2023

Mazmur 42:1-6


*INGATLAH KETIKA JIWAMU GUNDAH*

_"Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan"_

(Mazmur 42:5)


Berbagai kesulitan hidup dapat menjadikan hati dan jiwa kita tertekan dan gelisah. Jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan keputusasaan. Rasa putus asa dapat memunculkan sikap pesimis dan negatif. Bayangan jalan buntu, kegagalan selalu menghantui kita. Dunia seakan tampak begitu suram dan gelap tanpa cahaya. Lalu mulai menyalahkan orang lain dan lingkungan, itu merupakan ciri-ciri jiwa yang tertekan, gundah gulana dan putus asa.


Tekanan jiwa dan perasaan gundah dapat menimpa siapapun, baik laki-laki maupun perempuan, baik kaya maupun miskin, baik orang dewasa maupun anak-anak semuanya bisa mengalami tekanan jiwa. Tekanan jiwa tersebut bisa disebabkan oleh kondisi keuangan, sakit-penyakit, relasi antar keluarga yang tidak harmonis, kekuatiran akan hari depan, dll.


Saudara terkasih, tertekan dan gundahkah jiwamu saat ini? Jika ya, jangan biarkan semakin menekan sehingga saudara berada pada titik terendah, yaitu ‘putus asa’. Kita bisa mengubah situasi itu menjadi sebaliknya. Jiwa yang tertekan dan gelisah dapat diubah menjadi jiwa yang penuh pujian dan gairah. Bagaimana caranya?

1) *Selalu merindukan Tuhan* (ayat 2). Orang yang memiliki kerinduan ibarat kita sedang haus dan menginginkan segera mendapatkan air untuk melepaskan dahaga. Ada keinginan yang menggebu dan merasa lega jika telah menemukannya. Perasaan rindu inilah yang harus kita miliki.

2) *Datang kepada Tuhan* (ayat 3). Rindu yang terpendam tak akan hilang jika tidak menemukan yang dirindukan. Maka kita perlu datang kepada Tuhan sehingga rasa rindu itu terobati. 

3) *Melangkah ke rumah Tuhan* (ayat 5). Ini merupakan sebuah tindakan aktif untuk lebih mendekatkan diri kepada sumber pengharapan dan sukacita kita, sehingga kita mampu bersukacita dalam segala keadaan. Sukacita itu bagai air yg akan mengikis dan membersihkan _'noda'_ yang bernama kekecewaan, kebencian, sakit hati, dendam, kekuatiran dan keputusasaan.

4) *Berharap kepadaTuhan* (ayat 6b). Orang yang berharap kepada Tuhan akan diberkati. Jangan menaruh pengharapan kepada manusia karena kita akan kecewa. Hanya Tuhan lah yang dapat kita andalkan. 

5. *Bersyukur selalu* (ayat 6c). Saat kita mampu mensyukuri setiap berkat Tuhan, hati kita bebas dari rasa gundah gulana dan kekuatiran. 


Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 01 September 2023

Pergunakan waktu dengan tepat

 SAAT TEDUH

1 SEPTEMBER 2023

Bacaan Efesus 5:15-21


*PERGUNAKAN WAKTU DENGAN TEPAT DI TENGAH HARI-HARI YANG JAHAT*

_"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat'_

(Efesus 5:15-16) 


Tak ada seorang pun yang sanggup menghentikan waktu. Ia akan terus berjalan apapun keadaannya. Banyak di antara kita sering menyia-nyiakan bahkan membuang waktu dengan percuma. Realita membuktikan bahwa banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan hp androidnya, entah main game, nonton youtube, chating, dll. Begitu pula dalam kehidupan iman kita. Berapa banyak waktu yang kita buang sehingga kita tidak punya waktu untuk membangun relasi kita dengan Tuhan? Pernahkah kita memiliki waktu khusus dalam sehari untuk berdoa, bersaat teduh, mengucap syukur, menaikkan pujian dan bermazmur bagi Tuhan? Atau waktu yang Tuhan berikan kita buang dengan percuma hanya untuk kesenangan sendiri? 

Melalui firman Tuhan saat ini, kita diingatkan oleh Tuhan untuk *memperhatikan hidup kita dengan seksama* supaya kita tidak menjadi seperti orang bebal yang tidak bisa menggunakan waktu dengan baik dan bermanfaat. Tuhan menegaskan bahwa hari-hari yang kita lalui selalu diwarnai kejahatan : _"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya"_ (1 Petrus 5:8). 

Jika kita lengah maka kita akan diterkam dan ditelan oleh iblis sehingga iblis akan menguasai hidup kita dan menjerumuskan kita dalam tindak kejahatan.


Saudaraku terkasih, bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan waktu dengan bijaksana agar terhindar dari pengaruh hari-hari yang penuh kejahatan? 

1. *Berusaha mengerti kehendak Tuhan* (ayat 17). Supaya kita bisa mengerti kehendak Tuhan, maka kita harus selalu *membaca dan belajar* serta merenungkan firman-Nya, karena melalui firman Tuhan itulah tertulis semua kehendak Tuhan.

2. *Hidup dipenuhi Roh Kudus* (ayat 8). Itu artinya kita selalu memohon kepada Tuhan agar hidup kita selalu dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus, sehingga kita akan dihindarkan dari tindakan yang memabukkan dan membuat kita lupa diri dan tidak sadar bahwa kita sudah melakukan kejahatan.

3. *Naikkan pujian syukur kepada Tuhan* (ayat 19-20). Dengan selalu menaikkan mazmur dan pujian syukur atas semua berkat Tuhan maka kita dihindarkan dari keserakahan.

4. *Selalu rendah hati dan takut akan Tuhan* (ayat 21). Rendah hati dan takut akan Tuhan menjadikan kita terhindar dari kesombongan dan juga perbuatan dosa lainnya. Kita menyadari bahwa tidak ada yang bersembunyi bagi Tuhan. Ia tahu apa yang kita pikirkan dan lakukan. 


Untuk itu selagi kita masih diberi waktu oleh Tuhan, mari pergunakan sebaik mungkin untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan Tuhan sehingga dari waktu ke waktu kita akan dibentuk menjadi orang yang semakin bijaksana. Amin. Selamat mengawali bulan September dengan lebih memanfaatkan waktu dengan tepat. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...