SAAT TEDUH
16 MARET 2023
Bacaan Yohanes 4:1-42
*MEMANUSIAKAN MANUSIA*
Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: _"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?"_ (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
(Yohanes 4:9)
Tidak jarang orang memandang rendah bahkan mengkafirkan dan menajiskan orang lain karena alasan tertentu (perbedaan keyakinan, gender, profesi dll). Akibatnya mereka yang dianggap kafir dan rendah akan dijauhi, disingkirkan dan tidak dianggap. Hal itu juga menimpa diri seorang perempuan Samaria yang bertemu dengan Yesus. Ada dua aspek yang membuat perempuan Samaria tersebut dianggap rendah dan najis oleh kaum Yahudi:
1. Karena dia seorang perempuan. Di berbagai tempat (termasuk bangsa Yahudi waktu itu) kaum perempuan sering tidak mendapat perlakuan yang baik dan dianggap kelas dua dibanding laki-laki. Tidak jarang mereka direndahkan dan dilecehkan bahkan sering diperlakukan tidak seperti manusia melainkan seperti benda yang tidak memiliki hak dan martabat.
2. Karena dia orang Samaria. Orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria (ayat 9), karena dalam pandangan orang Yahudi, orang Samaria merupakan ras yang tidak murni karena mereka kawin campur dengan bangsa asing yang menyembah berhala sehingga terjadi sinkretisme agama. Itulah sebabnya bangsa Yahudi tidak mau bergaul dengan orang Samaria karena dianggap kafir dan najis.
Ada hal yang menarik mengapa Yohanes tidak mencantumkan nama perempuan tersebut dan lebih menekankan dari mana ia berasal yaitu Samaria. Bisa jadi Yohanes ingin menunjukkan bahwa ada seseorang perempuan Samaria yang hidupnya dijauhi oleh masyarakat dimana ia berasal karena moralnya yang kurang baik karena hobi kawin dan tinggal serumah bukan dengan suaminya (ayat 18), tetapi Tuhan Yesus justru mau bergaul dan bercakap-cakap dengan perempuan Samaria tersebut. Apa yang dilakukan oleh Yesus waktu itu tentu sangat bertentangan dengan sikap bangsa Yahudi yang tidak mau bergaul dengan orang-orang Samaria. Yesus sepertinya sengaja untuk melintasi daerah Samaria dan menemui secara pribadi perempuan Samaria yang mengambil air di sumur Yakub. Yesus ingin membuka mata orang-orang yang waktu itu merendahkan kaum perempuan dan juga menjauhi dan membenci orang Samaria. Yesus memperlakukan seorang perempuan apapun latar belakang kehidupan dan bangsanya dengan sangat manusiawi. Yesus juga tidak pernah mengkastakan orang berdasarkan status, pendidikan dan jabatan, apalagi mengkafirkan dan menajiskannya. Bagi orang-orang yang dibenci dan dijauhi oleh masyarakat Yahudi, Yesus justru menawarkan "Air Hidup" yang menyegarkan dan menyelamatkan jiwa (ayat 10). Jika minum air dari sumur maka kita akan haus lagi namun Air Hidup yang ditawarkan Tuhan Yesus akan menyegarkan jiwa, bukan hanya sementara melainkan sekali diminum akan menjadi mata air yang memancar di kedalaman hati selama-lamanya (ayat 14).
Saudaraku terkasih, apa makna yang ingin Yesus sampaikan kepada kita?
Pertama, dalam kehidupan spiritual (sebut saja beragama), bukan hanya melulu membahas tentang kesalehan, ibadah doa, penyembahan kepada Tuhan, tetapi juga harus peka dan tahu bagaimana bersikap dan mampu memperlakukan sesamanya dengan lebih manusiawi. Kedua, hidup dalam berkeyakinan juga tidak harus menghapus dan menghilangkan sisi kemanusiaan hanya karena melanggar peraturan dalam beragama.
Ketiga, agama seharusnya bisa menjadi sarana bagi kita untuk mempertemukan kita dengan Tuhan dalam ikatan cinta kasih, persamaan hak dan martabat serta semangat untuk saling menghormati dan menghargai orang lain.
Bagaimana dengan kehidupan beragama kita saat ini? Semoga menjadi permenungan bersama.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar