Sabtu, 25 Maret 2023

Pengharapan di tengah Penderitaan

 RENUNGAN MINGGU PRA PASKA-5

26 MARET 2023

Bacaan Yohanes 11:1-44


*PENGHARAPAN DI TENGAH PENDERITAAN*

Jawab Marta: _"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."_

(Yohanes 11 :27)


Kehidupan ini memang penuh misteri. Tidak ada seorangpun yang akan tahu kapan kehidupannya akan berakhir.  Apapun penyebabnya, yang jelas kematian membuat hati kita menjadi sangat berduka dan menderita. 

Begitu pun kematian Lazarus membuat hati Marta dan Maria sangat sedih. Lazarus adalah sahabat Yesus yang sangat dikasihi-Nya (ayat 3). Namun ketika mendengar kabar dari Marta dan Maria akan kematian Lazarus, Yesus tidak langsung ke rumah Lazarus tetapi justru sengaja tinggal 2 hari di seberang sungai Yordan (ayat 40). Padahal Marta dan Maria sangat berharap Yesus mau datang, berbelarasa atau melakukan tindakan untuk menolong Lazarus. Maka ketika Yesus datang, baik Marta maupun Maria mengatakan : _“Tuhan sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”_ (ayat 21, 32). Pernyataan Maria dan Marta tersebut seolah menyalahkan Yesus karena tidak peduli akan pergumulan keluarganya terlebih penderitaan Lazarus sahabat yang Ia kasihi. Maria dan Marta sangat berharap Yesus segera dan secepat mungkin menolong penderitaan mereka bertiga. Namun hingga 2 hari Yesus tidak datang dan Lazarus pun akhirnya dikuburkan. Tentu ada rasa kecewa, marah dan sedih yang dirasakan oleh Marta dan Maria. Bagi Maria dan Marta, Lazarus merupakan tumpuan harapan dalam keluarga mereka. Karena di Israel seorang laki-laki merupakan tulang punggung keluarga. Kematian Lazarus seakan menjadikan Maria dan Marta kehilangan pengharapan. 


Saudaraku terkasih,  tampaknya apa yang dialami dan dirasakan Maria dan Marta saat ini juga banyak dirasakan oleh banyak orang. Pengalaman Marta dan Maria bisa saja terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Ketika ada orang yang kita kasihi sakit atau menderita, maka kita maunya Tuhan segera bertindak sekarang juga untuk menolongnya. Begitu pula saat kita kehilangan orang yang kita kasihi, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan kesehatan dan kekuatan kita, seolah harapan kita sirna. Kita tidak mau penderitaan semakin berkepanjangan. Pokoknya kalau bisa sesegera mungkin Tuhan harus menolong! Itulah yang ada di benak kita. 


Saudaraku terkasih, benarkah Yesus saat itu acuh dan cuek tidak peduli dengan penderitaan Lazarus maupun kesedihan Marta dan Maria? Ternyata tidak. Jika Ia menunda tidak segera datang ke rumah Lazarus, karena Yesus punya tujuan, yaitu supaya para murid *belajar untuk percaya akan kuasaNya* (Yoh.11:15). Sekalipun sudah 4 hari Lazarus dikuburkan, Yesus sanggup membangkitkan dan menghidupkannya kembali. Untuk itu Ia menegaskan kepada Marta, Maria dan para murid-Nya: *“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya”* (Yoh.11:25-26). 

Saudara terkasih, dalam situasi seperti sekarang ini, yang Tuhan Yesus mau adalah *percaya penuh akan kuasa-Nya.* Jika Ia sanggup membangkitkan orang mati, maka *Yesus juga sanggup membangkitkan dan menghidupkan pengharapan kita!* Ia peduli dan berkuasa atas hidup kita. Tak ada sakit penyakit yang tak bisa Ia sembuhkan. Tak ada penderitaan dan pergumulan yang tak sanggup Ia lepaskan. Tuhan Yesus menantang para murid dan kita semua dengan pertanyaan : *_“PERCAYAKAH ENGKAU AKAN HAL INI?”_* (Yoh.11:26). 

Bagaimana respon kita terhadap pertanyaan Tuhan Yesus tersebut? Tidak percaya, ragu-ragu atau yakin dan percaya seperti Marta:  _"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."_ (ayat 27).

Oleh karena itu yakin dan  percayalah kepada Tuhan Yesus, maka mujizat-Nya akan terjadi atas hidup kita. Amin

Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...