SAAT TEDUH
24 MARET 2023
Bacaan Yohanes 9:1-41
*BELAJAR MEMAHAMI PEKERJAAN TUHAN*
Jawab Yesus: _"Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia"_
(Yohanes 9:3)
Terkadang kita sulit memahami karya dan pekerjaan Tuhan di dalam kehidupan yang kita jalani. Hal itu sering terjadi dikarenakan pikiran kita sering dibatasi oleh aturan-aturan, legalitas, dogma dll. Pola pikir para murid juga demikian ketika melihat orang yang buta sejak lahir. Mereka terkungkung dalam pemahaman "tabur-tuai" dan "sebab-akibat" sehingga menganggap kebutaan orang tersebut disebabkan karena kesalahan atau dosa orang buta tersebut atau dosa orang tuanya. Begitu pula orang-orang Yahudi dari golongan Farisi menganggap apa yang dilakukan Yesus sekalipun itu sebuah kebaikan namun dianggap suatu pelanggaran karena dilakukan pada hari Sabat. Bagi orang Farisi pemahaman mereka mengenai hukum keempat dari Hukum Taurat adalah larangan bagi orang untuk melakukan kegiatan apapun termasuk menyembuhkan orang sakit. Suatu pemahaman yang "saklek" alias harga mati. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan itu Maha Kuasa. Tidak ada satupun yang mampu menghalangi bahkan menggagalkan rencana dan karya-Nya. Sedangkan bagi Yesus hari Sabat adalah ketetapan-Nya dan setiap manusia adalah ciptaan-Nya. Maka, dengan kesadaran penuh Ia memulihkannya. Itulah makna Sabat yang seutuhnya, yakni terjadinya pemulihan bagi ciptaan-Nya, karena di hari Sabat Tuhan mencurahkan berkat-Nya (Kejadian 2:3).
Saudaraku terkasih, kitapun sering memiliki pikiran serupa dengan para murid dan juga orang-orang Farisi. Sehingga terkadang kita tidak bisa menerima dengan akal pikiran kita ketika melihat orang lain diberkati Tuhan dengan luar biasa hanya karena di dalam pandangan kita mereka itu miskin, tidak berpendidikan, tidak rajin pelayanan, dll. Sekalipun mata kita sehat dan bisa melihat dengan jelas tetapi ternyata hati kita masih "buta" sehingga tidak mampu melihat pekerjaan Tuhan dinyatakan kepada siapapun dan melalui apapun. Maka kepada para murid Yesus meluruskan pandangan mereka yang keliru bahwa tidak semua peristiwa yang terjadi dalam diri seseorang itu akibat hukum tabur tuai atau sebab akibat. Tuhan bisa memakai apapun dan siapapun untuk menyatakan pekerjaan-Nya, sehingga kita menjadi sadar bahwa manusia tidak berhak mengatur Tuhan dalam mewujudkan kehendak dan kedaulatan-Nya terhadap semua ciptaan-Nya. Jangan gunakan akal pikiran kita, kepandaian kita atau apapun dalam diri kita untuk melihat pekerjaan Tuhan. Gunakan hati dan iman kita dengan baik, maka tidak hanya mata kita tetapi juga hati kita akan mampu melihat setiap pekerjaan Tuhan dinyatakan. Dengan demikian tidak ada lagi perasaan menduga-duga dan iri hati terhadap orang lain yang hidupnya diberkati Tuhan. Berfokuslah pada berkat Tuhan yang telah kita terima dan bersyukurlah, maka hati kita yang masih buta akan dicelikkan sehingga mampu melihat setiap pekerjaan Tuhan dinyatakan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar