Jumat, 30 Juni 2023

Seruan Dalam Kesusahan

 SAAT TEDUH 

1 JULI 2023

Bacaan Mazmur 130:1-8


*SERUAN DALAM KESUSAHAN*

_”Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku”_ 

(Mazmur 130:2)


Saat kita menghadapi kesusahan, pergumulan dan penderitaan hidup, biasanya yang keluar dari mulut kita adalah keluhan, cacian, dan ungkapan kekecewaan. Selain itu saat kita terhimpit pada situasi yang sangat sulit, yang biasanya terpikir adalah berharap akan pertolongan manusia. Kita berharap bahwa dengan jabatannya, kekuasaannya, dan kepandaian manusia akan dapat mengatasi persoalan dan pergumulan kita. Namun realitanya justru sering berlawanan dengan apa yang kita harapkan : kegagalan dan kekecewaan! Kalau sudah begitu lalu kita menyalahkan keadaan, orang lain bahkan ada juga yang menyalahkan Tuhan.

Kesusahan, kesulitan dan penderitaan dapat menimpa siapapun. Namun bukan berarti Tuhan berdiam diri dan tega melihat kita dalam kondisi tersebut. Ia ingin kita terlepas dan terbebas dari hal tersebut. 

Raja Daud juga pernah mengalami situasi yang sangat sulit, namun ia bisa terlepas dari keadaan itu. Bagaimana caranya agar kita juga dapat mengalami pertolongan Tuhan?

1) *Berseru kepada Tuhan* melalui doa (ayat 1-2). Coba kita bertanya pada diri sendiri, berapa kalikah kita berdoa setiap hari? Apakah kita berdoa hanya pada situasi tertentu atau setiap kita akan melakukan aktifitas kita selalu berdoa? Apakah isi doa kita dipenuhi ucapan syukur dan penyembahan atau hanya  untuk memuaskan keinginan dan nafsu kita saja? Allah sebenarnya dapat saja memberikan apa yang kita butuhkan tanpa doa kita. Tetapi Allah mengajarkan dan meminta kita berdoa kepadaNya karena Allah ingin agar kita datang kepadaNya. Dia menginginkan persekutuan dengan kita. 

2) *Mau dan berani mengakui semua dosa* dan percaya bahwa Allah akan mengampuninya (ayat 3-4). Karena Allah berjanji barangsiapa mengaku dosa Ia adalah setia dan adil, dan Ia akan mengampuni segala kesalahan kita (I Yohanes 1:9).

3) *Menaruh semua pengharapan kepada Tuhan* (ayat 5-8). Jangan pernah menaruh harapan pada manusia, karena kita akan kecewa bahkan firman Tuhan katakan “terkutuklah orang yg mengandalkan manusia dan yg mengandalkan kekuatannya sendiri (Yeremia 17:5). Sebaliknya apabila kita menaruh harapan pada Tuhan maka berkat yang akan kita terima, seperti yang Ia firmankan “ Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan” (Yeremia 17:7).


Saudaraku terkasih, bagaimana keadaan kita saat ini? Sedang sedih, susah dan mengalami kesulitankah? Jangan putus asa. Berserulah kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya. Sesulit dan sesusah apapun keadaan kita, ingatlah janji Tuhan : _“Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakan Aku”_ (Mazmur 50:15).

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 29 Juni 2023

Jadilah Hamba yang Rendah Hati

 SAAT TEDUH 

30 JUNI 2023

Bacaan Lukas 17:7-10


*JADILAH HAMBA YANG RENDAH HATI*

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: _"Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."_

(Lukas 17:10)  


Banyak orang ketika mengambil keputusan melayani Tuhan, ia berjanji akan melayani dengan sepenuh hati, pikiran dan jiwanya. Namun ketika pelayanan yang dilakukan tidak dihargai oleh orang lain, selalu dicacat, digosip dan bahkan tidak diperhitungkan sama sekali jerih payah yang telah dilakukan, mulailah ada rasa kecewa. Perasaan kecewa tersebut lalu meracuni pikiran dan perasaan serta hatinya. Sedikit demi sedikit semangat pelayanan mulai kendor. Akhirnya ia tidak hanya kecewa kepada manusia tetapi juga kecewa kepada Tuhan. Tentu ada yang salah pada diri kita jika itu yang kita rasakan saat ini.  


Saudaraku terkasih, jika kita memang mau ambil keputusan melayani Tuhan maka kita harus siap pikul salib atau menderita. Salib itu bisa berupa kesulitan, tantangan, tidak dihargai, dijatuhkan dll. Bahkan kadang apa yang kita lakukan seakan sia-sia. Dalam situasi seperti itulah kita diuji sejauh mana kita mampu bertahan dan melaluinya. Selama motivasi pelayanan kita adalah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia maka kita pasti akan berusaha memberikan yang terbaik. Jangan pernah kita berharap penghargaan dan pujian dari manusia, karena kita pasti akan sangat kecewa. Sebagus dan sebaik apapun yang kita lakukan, manusia selalu saja akan mencari-cari kekurangan dan kesalahan kita. Terlebih jika sudah didasari oleh perasaan iri, dengki dan benci. Terus saja lakukan tugas pelayanan kita dengan sebaik mungkin. Tetap rendah hati dan selalu mampu menguasai diri. Katakan saja seperti yang Yesus katakan:  _"Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."_ (ayat 10).

Inilah hati sebagai hamba. Tidak mengejar pujian manusia melainkan mencari perkenan Tuhan. Itulah yang terpenting dalam sebuah pelayanan!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 28 Juni 2023

Pengharapan di tengah Badai Kehidupan

 SAAT TEDUH 

29 JUNI 2023

Bacaan Ibrani 6:19-20


*PENGHARAPAN DI TENGAH BADAI KEHIDUPAN*

_"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir"_

(Ibrani 6:19) 


Berbicara tentang pengharapan, tentu kita harus tahu lebih dahulu arti kata "pengharapan" itu sendiri.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi pengharapan adalah: _keinginan supaya menjadi kenyataan_.

Setiap orang pasti punya pengharapan, entah itu berupa keinginan untuk memiliki pekerjaan, memiliki pasangan hidup, memiliki anak, memiliki rumah, memiliki kedudukan,  sembuh dari sakit penyakit, lulus ujian dll. Apapun diupayakan agar pengharapan tersebut dapat diraih. Namun terkadang di luar perhitungan kita, situasi dan kondisi tidak mendukung dan berpihak kepada kita sehingga kita gagal di tengah jalan.  Tentu bagi sebagian orang hal itu menyebabkan kekecewaan, stres, depresi, sakit dan frustasi. Bahkan ada yang secara ekstrem mengakhiri hidupnya dengan bunuh dir. Mengapa seseorang bisa sampai ke tahap tersebut? Jawabnya tentu karena ia telah kehilangan pengharapan. 


Saudaraku terkasih, banyak orang kehilangan sukacita dan damai sejahtera. Bahkan sebagai orang percaya pun banyak yang merasakan hal itu. Satu-satunya kunci agar sukacita dan damai sejahtera selalu melingkupi kita adalah dengan terus memiliki pengharapan yang teguh di dalam Tuhan, bahwa Ia adalah Tuhan yang sanggup menjaga kehidupan anak-anak-Nya. Pengharapan diibaratkan bagai "sauh" atau jangkar. Fungsi sauh adalah untuk menambatkan kapal kapal ke dasar perairan supaya kapal tidak berpindah tempat karena hembusan angin, arus gelombang maupun badai. Hidup kita pun bisa diibaratkan seperti kapal. Dalam mengarungi samudera kehidupan ini, kita juga tak lepas dari terpaan angin pergumulan, arus kemajuan jaman dan badai penderitaan yang dapat menyebabkan seseorang terombang-ambing hidupnya tanpa arah dan tujuan yang jelas. Bahkan tidak hanya terombang-ambing, tanpa jangkar atau sauh yang kuat, ia akan tenggelam!

Oleh karena itu, sebagai anak-anak Tuhan kita harus memiliki pengharapan yang kuat di dalam Tuhan. Pengharapan kepada Tuhan adalah sauh atau jangkar yang kuat dan aman untuk jiwa kita karena Tuhan Yesus yang kita percaya dan menjadi sumber pengharapan kita telah masuk ke dalam surga sebagai Perintis bagi kita dan menjadi Imam Besar (ayat 19-20). Sedahsyat apapun angin, arus dan badai kehidupan menerpa kita, kita akan tetap mampu berdiri kokoh karena Tuhan yang menjaga dan menguatkan kita. Apapun kesulitan, tantangan, pergumulan dan penderitaan yang saat ini menerpa hidup kita, jangan pernah kehilangan pengharapan. Jangan berharap kepada manusia atau sesuatu di luar Tuhan, karena kita akan kecewa. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Sebab pengharapan di dalam Tuhan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:5).

Percayalah dibalik setiap hujan badai akan muncul pelangi yang indah.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 27 Juni 2023

Memuji Tuhan di Tengah Pergumulan

 SAAT TEDUH 

28 JUNI 2023

Bacaan Mazmur 115:1-18


*MEMUJI TUHAN DI TENGAH PERGUMULAN*

_"Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!"_

(Mazmur 115:17-18)


Tentu merupakan hal yang mudah bagi kita untuk bersyukur dan memuji serta memuliakan nama Tuhan pada saat semua yang kita lakukan lancar-lancar saja. Begitu pula saat kita bisa meraih kesuksesan, mendapatkan berkat kelimpahan, hidup berkecukupan dan suasana hati sedang hepi. Sementara sangat sulit bagi kita untuk mampu bersyukur dan memuji nama Tuhan tatkala hidup kita dalam kesulitan, serba kekurangan, mengalami kegagalan, kehilangan pekerjaan, dan penderitaan lainnya. Namun ketahuilah justru dalam situasi yang penuh penderitaan dan kegelapan itulah kita dapat merasakan kehadiran dan penyertaan-Nya. Kesulitan, tantangan, pergumulan dan penderitaan sering Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita untuk mendidik kita agar menjadi pribadi yang kokoh dan kuat dalam hal percaya serta mempercayakan hidup kita kepada-Nya. 


Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita bahwa selagi kita masih diberikan kesempatan hidup pakailah hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan. Sebab jika kita sudah mati, tidak dapat memuji nama Tuhan lagi (ayat 17-18).

Sesulit dan segelap apapun jalan yang harus kita lewati, tetaplah percaya kepada-Nya. Karena dengan percaya kepada Tuhan maka Ia akan menolong dan melindungi kita (ayat 9-11). Berkat-Nya akan mengalir sehingga kita akan merasakan kebahagiaan dan sukacita. 


Saudaraku terkasih, saat kita menempatkan Tuhan lebih utama dibanding pergumulan atau kesulitan kita maka kita akan dimampukan bersukacita di tengah kepedihan, kegelapan, kesukaran, kelelahan dan kehidupan yang terkadang menekan begitu berat. 

Ujian iman yang terbesar bukanlah bagaimana semangat dan dahsyatnya kita memuji Tuhan saat suasana gembira, tetapi seberapa dalam kita tetap mampu mempercayai-Nya dalam masa-masa kegelapan dan terus bersyukur memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 26 Juni 2023

Serahkan Langkah Hidup Kita

 SAAT TEDUH,

27 JUNI 2023

Bacaan: Mazmur 37:22-26


*SERAHKAN LANGKAH HIDUP KITA*

_"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya"_ (Mazmur 37:23-24)


Tuhan mengaruniakan akal budi dan kebebasan kepada manusia. Manusia bebas menentukan langkahnya masing-masing. Ketika menghadapi masa-masa sulitpun manusia memiliki kehendak bebas untuk melakukan kehendak hatinya. Namun ingat bahwa Tuhan lah yang menentukan hasil akhirnya. 


Maka sebagai orang percaya, alangkah bijaksana jika sebelum kita menentukan langkah yang akan kita ambil, serahkan semua kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang menetapkan langkah-langkah kita. Mengapa demikian? Ya, karena *TUHAN PEMEGANG KENDALI HIDUP KITA* Manusia tdk berkuasa atas dirinya sendiri. Saat Tuhan yang menetapkan langkah apa yang harus kita ambil maka IA sudah siap untuk memberikan pertolongan kepada kita. Hal itu bukan berarti jalan yang akan kita lalui mulus dan datar. Bisa saja berkelok, berbatu, penuh lembah dan bukit yang harus kita tempuh. Bisa saja kita terjatuh, namun tangan-Nya siap menopang sehingga kita tidak sampai tergeletak. Bahkan ketika semua jalan terasa buntu tertutup, *Tuhan sanggup membuka dan membalikkan keadaan kita*. Tuhan sanggup mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dukacita menjadi sukacita, kegagalan menjadi kesuksesan!

Agar semua itu bisa terjadi, berusahalah agar hidup kita *berkenan kepada-Nya*.  Hidup yg berkenan kepada Tuhan, berarti hidup seturut kehendak-Nya. Jauhi kejahatan dan lakukan kebaikan. 

Selamat berkarya, Tuhan Yesus memberkati setiap langkah perjalanan kita. 

Amin 🙏

Sabtu, 24 Juni 2023

Kasih Setia Tuhan

 RENUNGAN MINGGU 

25 JUNI 2023

Bacaan Ratapan 3:22-26


*KASIH SETIA TUHAN*

_"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"_

(Ratapan 3:22-23) 


Tuhan bukan hanya mengasihi tetapi Ia sendiri adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Tidak ada kitab manapun yang mengungkapkan Allah adalah kasih selain Alkitab. Kasih Allah adalah kasih yang muncul atas inisiatif Allah sendiri dan bukan kasih yang reaktif. Allah mengasihi kita bukan karena kita lebih dulu mengasihi Dia. Kasih Allah tidak tergantung oleh apapun. Sangat berbeda dengan kasih manusia. Manusia akan mengasihi jika ia lebih dulu dikasihi. Manusia akan menghargai jika ia dihargai dan berbuat baik karena orang lain lebih dulu berbuat baik. Sangat sulit bagi manusia untuk mengasihi dengan ketulusan ketika ia disakiti, direndahkan dan diperlakukan tidak baik. Mata ganti mata, gigi ganti gigi itulah sifat manusia. 


Bukti beberapa contoh bahwa kasih Allah adalah inisiatif pribadi Allah sendiri yaitu : 

1). Yohanes 3:16 : _"Karena *begitu besar kasih Allah* akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"_

2). Lukas 19:10 : _"Sebab Anak Manusia *datang untuk mencari dan menyelamatkan* yang hilang."_

3). Yohanes 15:16 : _"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi *Akulah yang memilih kamu*. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu"_


Saudaraku terkasih, firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita semua bahwa kasih Allah tidak pernah berakhir dan selalu baru setiap hari. Kasih-Nya tidak berhenti di ucapan melainkan diwujudnyatakan dalam tindakan. Oleh sebab itu jika saat ini ada di antara kita yang merasa begitu besar kesalahan dan dosanya, segeralah bertobat. Ketika kita merasa berat bahkan merasa salah dan berdosa di hadapan Tuhan jangan ragu bahwa setiap hari kebaikan-Nya selalu baru . Datang, bertobat dan berserulah kepada-Nya, Ia selalu siap merespon dan menjawab bahkan memulihkan hidup kita. Saat kita memulai hari yang baru, mulailah dengan harapan baru dan juga karakter baru, karena kasih Tuhan selalu baru setiap pagi. Jangan pernah meragukan kebaikan dan kasih-Nya tetapi perbaharuilah cara hidup kita agar semakin berkenan dan seturut firman Tuhan. Dengan demikian kita akan berproses terus menjadi serupa dengan Kristus. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...