SAAT TEDUH
26 DESEMBER 2023
Bacaan Matius 2:1-12
*MEMBERIKAN PERSEMBAHKAN YANG TERBAIK*
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur (Matius 2:11)
Orang-orang Majus adalah orang-orang yang sangat giat mencari tempat kelahiran Yesus Sang Raja, berdasarkan tanda-tanda yang mereka peroleh sebagai ahli nujum dan ahli perbintangan. Tak peduli berapa jauh jarak yang akan mereka tempuh dan berapa lama waktu yang akan mereka lalui, mereka terus bertekad untuk menemukan dan menyembah Dia. Orang-orang Majus ini menjadi contoh yang secara tidak langsung mempermalukan semua golongan bangsa Israel, baik golongan imam kepala, ahli Taurat, orang Farisi dan golongan lainnya yang merasa diri lebih dekat dengan Tuhan dibanding siapa pun. Mereka merasa lebih religius karena merasa keturunan Abraham dan merasa sebagai bangsa pilihan Allah. Sangat kontras dengan para majus yang nota bene bukan berasal dari bangsa pilihan Allah, bahkan boleh dikata bangsa kafir yang tidak menyembah Allah. Namun demikian mereka justru lebih peka untuk menyelidiki dengan saksama ketika ada fenomena langit yang tidak biasa. Mereka akhirnya memutuskan untuk berangkat dan tanpa mengenal lelah terus mencari tempat di mana Kristus dilahirkan. Perjalanan yang begitu jauh tak menyurutkan langkah mereka untuk menemukan Yesus. Tidak hanya waktu yang mereka persembahkan, namun juga hati dan harta mereka berupa emas, kemenyan dan mur.
Melalui kisah perjalanan orang-orang Majus tersebut, mari kita introspeksi diri, seberapa giatkah kita mencari dan mengenal Tuhan? Saat ini begitu banyak pelayanan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen tanpa adanya dedikasi yang tinggi dan niat untuk memberikan yang terbaik. Misal, dalam menyanyikan pujian pun kita sering memuji Tuhan seadanya, asal bernyanyi namun tanpa hati! Atau kita terlibat dalam pelayanan ibadah, namun tanpa persiapan yang baik, yang penting asal jalan. Ikut ibadah agak lama sedikit saja rasanya sudah tidak betah, dll. Oleh karena itu Tuhan bisa saja memakai orang yang kita anggap tidak mengenal Tuhan untuk mempermalukan cara kita mencari, melayani dan menyembah Dia. Orang yang kita anggap bodoh pun bisa Tuhan pakai melalui ketekunan serta semangat perjuangannya yang patut untuk kita teladani.
Mari di hari Natal ini kita perlu berbenah diri. Apa yang akan kita persembahkan untuk Tuhan? Sudahkah kita memberikan seluruh hidup dan hati kita sebagai persembahan yang terbaik dan yang berkenan bagi Tuhan?
*SELAMAT MENGHAYATI NATAL. KIRANYA CINTA KASIH KRISTUS MENGGERAKKAN HATI KITA UNTUK MEMBERIKAN PERSEMBAHAN TERBAIK BAGI TUHAN.*
AMIN, TUHAN YESUS MEMBERKATI. 🙏🙏🙏
(Lukas Istiadi)