Kamis, 02 Maret 2023

Pertobatan

 SAAT TEDUH

2 MARET 2023

Bacaan Matius 18:1-5


*PERTOBATAN*

_"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga"_ 

(Matius 18:3)


Banyak orang mengaku dirinya sudah bertobat, tetapi perilakunya tidak menunjukkan ciri-ciri orang yang sudah bertobat. Pertobatan tidak hanya ditunjukkan dengan aktifnya beribadah setiap minggu atau dalam kegiatan gerejawi lainnya. 

Seringkali orang berpikir bahwa pertobatan adalah sekedar mengatakan maaf atas dosa-dosa. Ini bukan pertobatan! Rasul Paulus menulis, “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”(2 Kor. 7:10).


Jika pertobatan bukan hanya mengatakan maaf, menyesal atas perbuatan dosa-dosa, maka apa pertobatan itu? Menurut defenisi Alkitab, pertobatan adalah merobah pikiran terhadap dosa yang menghasilkan dukacita Ilahi atas dosa. Hasilnya pikiran akan berubah terhadap dosa dan berusaha untuk menjauhinya, dan kehidupan akan berubah menuju kebaikan seturut kehendakTuhan.


Pertobatan sejati itu memiliki ciri-ciri :

1) Menyadari bahwa dirinya adalah manusia berdosa yang layak mendapatkan hukuman. Raja Daud menyadari akan hal itu sehingga ia berkata "Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku." (Mazmur 51:7). Kondisi keberdosaan ini ada pada setiap manusia. Sehingga apapun usaha manusia tak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri.

2) Menyadari bahwa hanya melalui iman akan pengorbanan Yesus Kristus kita beroleh keselamatan. Dosa telah menjauhkan kita dari Tuhan bahkan menjadikan kita seteru Tuhan. Melalui darah Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah,  “Kristus… telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran." (1 Petrus 2:24).

3) Menjadi manusia baru, dengan kesediaan untuk sungguh-sungguh bertobat dari dosa. Kita tidak  dapat menerima anugerah Tuhan tetapi tetap hidup dalam dosa. "… karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10).

Amin, Tuhan memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...