RENUNGAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL
2 MEI 2023
Bacaan Amsal 6:23
*PERINTAH, AJARAN DAN TEGURAN SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK*
_Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan_ (Amsal 6:23)
Setiap tanggal 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Berbicara mengenai pendidikan tentu tidak lepas dari peran guru. Guru dianggap sebagai pusat dan tumpuan pembentukan karakter sekaligus mencerdaskan anak-anak kita. Sehingga jika ada anak yang karakternya kurang baik dan kurang cerdas, maka guru pula yang menjadi tumpuan kesalahan. Kita sebagai orang tua banyak yang tidak menyadari bahwa karakter dan kecerdasan anak yang paling mendasar justru dibentuk melalui didikan orang tua. Rata-rata seorang guru mengajar dan mendidik anak kita mulai usia 3 sampai 5 tahun (PAUD). Sedangkan dari usia 0 - 3 atau 5 tahun, orang tualah yang mengasuh dan mendidik anaknya. Usia 0-5 tahun merupakan usia emas (golden age). Golden age adalah periode dimana otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Masa emas anak terjadi ketika anak berumur 0-5 tahun.
Orang tua harus tahu bagaimana memanfaatkan momen ini karena pada masa ini anak sedang kritis-kritisnya. Ini adalah waktu dimana berbagai pondasi perkembangan dan pertumbuhan terbentuk, terutama kecerdasan dan karakternya. Di masa balita, anak memperoleh banyak pengalaman baru tentang apapun. Pengalaman ini akan tertanam kuat pada alam bawah sadarnya yang akan diingat sampai dewasa. Maka sebagai orang tua harus sadar dan tahu bahwa sebagai guru tidaklah mudah membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak kita. Merubah pola pikir dan perilaku yang sudah tertanam di dalam keluarga melalui didikan orangtua bukanlah soal yang mudah. Jika sebagai orang tua salah dalam mendidik anak pada usia emas, jangan harap tahap berikutnya anak bisa dirubah karakternya dengan mudah.
Sebagai orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang berbudi luhur, cerdas dan terampil. Sejelek dan sejahat apapun watak dan perilaku orang tua, pasti menghendaki agar anaknya menjadi baik dan sukses tidak seperti orang tuanya. *Namun ingat, seorang anak tidak hanya butuh nasihat tetapi juga keteladanan dari perilaku orang tuanya.* Jangan anggap remeh karena anak kita masih kecil sehingga kita beranggapan mereka tidak mengerti apa-apa. Di usia emas itulah mereka justru punya kemampuan untuk merekam dan mengingat apa yang orang tua lakukan dan ajarkan.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita semua untuk lebih menyadari peran orang tua sebagai pendidik dan guru dalam keluarga dalam rangka membentuk karakter dan kecerdasan anak-anaknya.
Ada 3 hal yang harus kita perhatikan:
1. *Jadikan setiap perintah kita adalah perintah yang mengarahkan anak melakukan kebaikan dan kebenaran, bukan perintah yang menjerumuskan.* Sehingga perintah kita menjadi pelita bagi anak-anak kita.
2. *Ajarkanlah kepada anak-anak kita untuk taat dan takut akan Tuhan.* Karena melalui ketaatan disertai takut akan Tuhan, anak-anak kita akan terbentuk karakternya menjadi baik. Apa yang kita ajarkan akan menjadi cahaya bagi anak kita untuk bisa memilih dan memilah mana yang baik dan benar seturut kebenaran Tuhan.
3. *Orang tua harus berani menegur anak apabila anak berbuat salah.* Yang terjadi sekarang ini banyak orang tua takut menegur anaknya. Jika ada guru yang menghukum anaknya karena kesalahan, orangtua justru tidak terima dan melaporkan kepada yang berwajib dengan tuduhan penganiayaan. Anak akan semakin kurang ajar karena merasa dibela orangtuanya. _Orang tua boleh dan harus menyayangi anak, tetapi bukan berarti anak dibiarkan berbuat salah._ Bahkan firman Tuhan katakan dalam Amsal 23:14
_"Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati"_, artinya bahwa teguran keras pun perlu dilakukan jika anak kita sudah terlalu jauh terjerumus sehingga kita bisa menyelamatkan hidupnya. *Teguran yang benar akan membawa anak kita ke jalan kehidupan.*
Saudaraku terkasih, jangan lelah apalagi berputus asa dalam mendidik anak, sebab *_perintah itu pelita, ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan_* Itulah kebenaran firman Tuhan yang menjadi pedoman kita. Percayalah, akan tiba waktunya apa yang kita taburkan akan kelihatan hasilnya kelak kemudian hari. Taburkanlah hal-hal yang baik maka kitapun akan menuai kebaikan. Kita memang sudah memasuki Kurikulum Merdeka Belajar, namun tentu maksudnya bukan merdeka dalam arti bebas semau sendiri tanpa kendali. Perintah, ajaran dan teguran harus tetap diberikan kepada anak agar mereka memiliki karakter yang baik sesuai dengan firman Tuhan, yaitu : takut akan Tuhan, menghormati orang tua dan guru serta menghargai orang lain dalam berbagai perbedaan. Sebagai orang tua dan guru kita harus mampu menerapkan semboyan Ki Hajar Dewantara, yaitu *_"ing ngarsa sung teladan, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani"_*
Amin. *Selamat memperingati dan menghayati Hari Pendidikan Nasional.* Tuhan Yesus memberkati 🙏