Selasa, 30 Mei 2023

Merespon Undangan Kelegaan

 SAAT TEDUH 

30 MEI 2023

Bacaan Matius 11:16-17, 28-30 


MERESPON UNDANGAN KELEGAAN

“Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung”

(Matius 11:16-17)


Saudaraku, di tengah-tengah kehidupan sekarang ini jangan heran jika kita menerima respon yang tidak baik bahkan ditolak saat kita mengajak orang lain untuk hidup seturut kehendak Tuhan. Tidak jarang kita dicap sok alim, sok rohani dan sok sok yang lain. Pokoknya apapun yang kita lakukan serba salah. Lalu apakah kita akan berhenti untuk melakukan hal yang baik dan benar? Tentu tidak! Kebaikan demi kebaikan harus kita lakukan sekalipun tidak diterima oleh orang lain. Tetaplah berbuat baik sekalipun yang kita terima respon yang tidak baik. 

 

Tawaran Yesus untuk memberikan kelegaan bagi orang banyak ternyata juga tidak ditanggapi dengan baik. Kebebalan hati mereka telah membutakan nurani sehingga mereka lebih senang memikul sendiri beban kehidupan yang berat dibanding merespon kebaikan Tuhan. Firman Tuhan dan hukum-hukum Tuhan sudah tidak digubris lagi. Yang lebih mereka pentingkan adalah urusan, kebutuhan dan kepentingan pribadi dan merasa diri sudah hidup benar. Maka untuk orang-orang seperti itu diumpamakan oleh Yesus sebagai anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Ungkapan _‘tidak menari dan tidak berkabung’_ adalah respon yang masa bodoh dan cuek terhadap kasih karunia Tuhan.

 

Sebagai orang beriman, bagaimana respon kita terhadap firman Tuhan dan hukum-hukumNya? Apakah cuek atau dengan semangat dan hati terbuka mau menerimanya? Ingat, kita tidak mungkin kuat dan sanggup mengangkat sendirian beratnya beban kehidupan. Serahkan bebanmu kepada Yesus, maka kelegaan akan engkau dapatkan seperti yang Ia janjikan: _"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"_ (ayat 28)

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 29 Mei 2023

Kecewakah Engkau

 SAAT TEDUH 

29 MEI 2023

Bacaan Kolose 3:23-24


*KECEWAKAH ENGKAU?*

_"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia"_

(Kolose 3:23)


Pernahkah kita kecewa setelah melakukan sesuatu? Entah itu pekerjaan, tugas, tindakan maupun pelayanan? Apa yang membuat kita merasa begitu kecewa? Imbalan kah? Pujian kah? Penghargaan kah? Ataukah apa yang kita dapatkan jauh dari apa yang kita harapkan? Kita berharap dapat imbalan tetapi ternyata jauh dari jerih payah yang kita keluarkan. Kita berharap pujian ternyata cemoohan yang kita dapatkan. Kita berharap  dihargai tetapi sedikitpun tidak ada yang menghargai. Padahal kita sudah melakukan dengan sungguh-sungguh dan sebaik mungkin. Akhirnya kita merasa begitu sangat kecewa. Rasa kecewa tersebut berakibat semangat menjadi kendor, sedikit demi sedikit melemah dan akhirnya apa yang dilakukan hanya setengah hati bahkan seenak dan sesuka hati sendiri. Orang Jawa bilang _"gelem yo ngene, ora gelem yo wis"_ (mau ya begini tidak mau ya sudah).


Saudaraku terkasih, sebenarnya hanya ada satu hal yang sering tidak kita sadari dan menjadi penyebab rasa kecewa itu muncul, yaitu : *tujuan* kita. Apa sih tujuan kita melakukan sesuatu, baik tugas, pekerjaan maupun pelayanan? Untuk siapa kita melakukan semua itu? Untuk manusia atau untuk Tuhan? Mencari pujian manusia atau pujian Tuhan? Mencari perkenan manusia atau perkenan Tuhan? Jika selama ini tujuan kita mencari pujian, perkenan dan penghargaan dari manusia pasti kita akan kecewa! Sehebat, sebaik dan sekeras apapun kita melakukannya, jangan harap manusia akan selalu memuji dan menghargai kita. Terlebih jika sudah ada perasaan tidak suka, tetap saja akan dicela. Ibarat pepatah Jawa _"kencana katon wingka"_ (emas terlihat seperti pecahan gerabah atau kreweng). Yang bagus saja jika ada rasa tidak suka akan dibilang jelek, apalagi yang jelek entah mau dibilang apa?

Oleh sebab itu mulai saat ini, ubah tujuan kita dalam bekerja atau berpelayanan. Seperti firman Tuhan yang kita renungkan saat ini: 

_"Apa pun juga yang kamu perbuat, *perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan* dan bukan untuk manusia"_ (Kolose 3:23). Ketika tujuan pekerjaan dan pelayanan kita adalah untuk Tuhan, maka kita akan melakukan dengan penuh sukacita dan sepenuh hati. Biarlah orang tidak memuji dan menghargai kita, yang penting kita sudah melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Percayalah bahwa apapun yang kita perbuat baik melalui pekerjaan maupun pelayanan jika semua untuk kemuliaan Tuhan maka jerih payah kita tidak akan sia-sia, seperti apa yang tertulis dalam 1 Korintus 15:58 _"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia"_

Manusia bisa saja mengecewakanmu, tidak menghargaimu, sama sekali tidak menganggapmu bahkan menghinamu. Namun satu hal yang perlu engkau tahu: Tuhan sanggup mengubah kehinaan menjadi kemuliaan!!

Amin. Selamat mengawali minggu kerja dengan penuh semangat. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Minggu, 28 Mei 2023

Menjadi Aliran Berkat Tuhan

 RENUNGAN MINGGU 

28 MEI 2023

Bacaan Yohanes 7:37-39


*MENJADI ALIRAN BERKAT TUHAN*

_"Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."_

(Yohanes 7:38) 


Sehebat, sepandai, sekaya dan sepopuler apapun seseorang tetapi hidupnya tidak bisa menjadi berkat maka akan terasa sia-sia. Kita sebagai pengikut Kristus dipanggil untuk menjadi aliran berkat Tuhan.  Bagaimana caranya supaya hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang?

1. *Memiliki rasa "haus"* (ayat 37). Kata ‘haus’ dalam pengertian sehari-hari (secara jasmani) menunjukkan bahwa mulut kita merasakan butuh air agar rasa haus atau dahaga tersebut hilang. Rasa haus tersebut akan mendorong kita untuk berusaha bagaimana caranya agar segera terpuaskan dengan meminum air. Begitu pula dalam konteks rohani, kalau seseorang merasakan bahwa dirinya mempunyai kebutuhan akan kasih, keselamatan dan pengampunan dosa, maka ia akan berusaha agar mendapatkan "air hidup" yang hanya dapat diperoleh melalui Tuhan Yesus.

2. *Datang dan minum air hidup melalui sumbernya yaitu Yesus Kristus* (ayat 37b). Datang dan minum itu artinya *"percaya"*, sama seperti yang ditegaskan oleh Yesus dalam ayat 38a : _"Barangsiapa percaya kepadaKu..."_

Oleh karena itu siapapun yang merasa bahwa dirinya mempunyai kebutuhan rohani ini, maka ayat 37 ini merupakan undangan dari Yesus bagi siapapun untuk datang dan percaya kepadaNya! 


Saudaraku terkasih, dengan memiliki rasa haus dan datang serta minum "air hidup" yang Tuhan Yesus berikan, maka hidup kita akan dapat mengalirkan aliran-aliran air hidup. Hal itu menunjukkan bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan menerima:

a) *Curahan Roh Kudus* (ayat 39). Pada masa hidup Yesus, curahan Roh Kudus diberikan kepada para murid setelah kenaikan-Nya ke sorga, yaitu pada peristiwa pentakosta. Namun pada jaman ini, ketika seseorang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka ia akan  menerima curahan Roh Kudus, dan tidak perlu menunggu pentakosta. Roh Kudus itulah yang akan selalu mengiringi dan menuntun hidup setiap orang percaya. 

b) *Dipuaskan kebutuhan rohaninya sampai berlimpah-limpah* sehingga ia bisa menjadi alat Tuhan untuk menjadi aliran berkat bagi kebutuhan rohani orang lain. Hidupnya akan menjadi aliran-aliran berkat Tuhan melalui talenta yang Tuhan berikan kepadanya. 

Oleh karena itu kita sebagai orang Kristen jangan hanya mau menerima berkat saja dari orang lain, tetapi jadilah juga berkat bagi orang lain. Saya yakin setiap hari kita pasti menerima berkat Tuhan baik secara jasmani (pekerjaan, gaji, makanan, pakaian, tempat tinggal dll) maupun berkat rohani melalui kiriman saat teduh, pembacaan firman Tuhan, sukacita, perlindungan, damai sejahtera dll. Terpikirkah oleh kita untuk mau berbagi berkat kepada orang lain? Air sumur akan kotor dan berbau bahkan menjadi kering jika tidak pernah ditimba dan diambil airnya. Begitu pula orang yang tidak mau berbagi berkat. Namun semakin sering air sumur ditimba dan diambil airnya, ia akan menjadi jernih dan tidak habis sekalipun ditimba terus. Begitu pula hidup seseorang yang mau berbagi berkat. 

Inilah makna hidup di dalam pimpinan Roh Tuhan. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 26 Mei 2023

Ia Sanggup Melakukan Segala Perkara

 SAAT TEDUH 

26 MEI 2023

Bacaan Efesus 3:14-21


*IA SANGGUP MELAKUKAN SEGALA PERKARA*

_"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita"_

(Efesus 3:20)  


Terkadang kita melihat orang yang begitu rajin pelayanan, rajin persekutuan, bahkan rajin dan aktif dalam kegiatan gerejawi, tetapi ketika mengalami pergumulan yang tak kunjung reda hatinya mulai bimbang dan ragu. Ia mulai undur dari kegiatan gereja, meninggalkan persekutuan dan tidak lagi aktif pelayanan. 


Saudaraku terkasih, aktif pelayanan, persekutuan maupun berkegiatan gereja tidak menjamin seseorang memahami kasih dan kuasa Tuhan dengan benar. Pemahaman yang kurang benar tentang hal itu sering membuat kita keliru dalam memahami rencana Tuhan. Kita sering menganggap Tuhan tidak peduli dan tidak mengasihi kita karena membiarkan kita mengalami pergumulan. Padahal pergumulan sering Tuhan ijinkan terjadi untuk menguji sejauh mana kita percaya akan cinta kasih dan kuasaNya. Bahkan pergumulan juga diijinkan Tuhan untuk menguji sejauh mana kesetiaan kita dalam melayani-Nya dan kesungguhan kita dalam memohon pertolongan-Nya melalui doa-doa kita. Sekalipun jaman sekarang semua bisa serba instan, namun dalam hal berdoa tidaklah demikian. Doa butuh iman, ketekunan dan kesungguhan. Melalui iman, ketekunan dan kesungguhan tersebut Tuhan sanggup melakukan melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan. Bahkan Tuhan sanggup melakukan segala perkara yang tampak mustahil bagi manusia. 


Saudaraku terkasih, jika saat ini engkau sedang memiliki pergumulan berat, 

ambillah waktu khusus untuk berdoa kepada Tuhan. 

Sebagai Bapa Ia akan setia mendegarkan setiap curahan hatimu. 

Tangan kasihNya akan selalu sigap menolongmu.

Ia akan memberi kekuatan di saat engkau letih lesu tak berdaya. 

Ia akan mengangkat saat engkau terkulai dan terjatuh. 

Ia akan menopang ketika engkau terseok. 

Ia akan menyelamatkan dikala bahaya mengancammu. 

Berdoalah, 

karena doa dapat mengubah segalanya.

Percayalah, Tuhan sanggup memberikan melebihi apa yang kita minta dan doakan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 25 Mei 2023

Setia Menabur

 SAAT TEDUH 

25 MEI 2023

Bacaan Pengkotbah 11:1-8


*SETIA MENABUR*

_"Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik"_

(Pengkhotbah 11:6) 


Dalam kehidupan ini kita mengenal istilah hukum tabur tuai. Barang siapa menabur sedikit akan menuai sedikit. Sebaliknya barangsiapa menabur banyak akan menuai banyak juga. Tentu dari sekian benih yang kita tabur, kita tidak tahu benih mana yang akan tumbuh dan menghasilkan buah. Setidaknya semakin banyak benih ditabur maka semakin banyak pula benih yang akan tumbuh dan berbuah. Namun itupun tidak berhenti sampai di situ. Masih ada faktor lain yang mempengaruhi, antara lain : kesuburan tanah, cara mengolah tanah, cara menyiram, cara memupuk, cara menyiangi tanaman pengganggu dll. 


Begitu pula dengan kehidupan melayani Tuhan. Harus dipahami oleh setiap orang percaya bahwa melayani Tuhan itu tidak hanya tugas dan tanggung jawab hamba Tuhan melainkan merupakan kesempatan dan tanggung jawab semua orang Kristen yang telah menerima anugerah keselamatan. Kita adalah "petani" yang harus menaburkan "benih firman Tuhan" setiap hari. Mungkin ada yang berpikir bahwa untuk bisa menabur atau memberitakan firman Tuhan haruslah sekolah teologia dulu, atau setidaknya hafal dan mengerti kitab suci. Itu tidak salah, namun tidak menjadi jaminan bahwa mereka yang sekolah teologi, hafal kitab suci dan berjabatan hamba Tuhan adalah penabur yang baik. Bagaimana mungkin kalau menabur hanya seminggu sekali berharap hasilnya akan banyak? Apalagi jika tidak disiram, dipupuk, dan dipelihara? Kita siapapun itu bisa menabur dan memberitakan firman Tuhan  setiap saat. Bagaimana caranya? Melalui kehidupan kita tentunya. Ingatlah bahwa: _"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang *dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.* Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah ..."_ (2 Korintus 3:2-3). 

Melalui ide-ide hasil pemikiran kita, tutur kata dan cara penyampaian bahasa, tindakan kita dan semua karya yang kita hasilkan sesungguhnya adalah sarana untuk menaburkan firman Tuhan, yang Tuhan anugerahkan di dalam diri kita. Masalahnya apakah kita berani menyaksikan itu kepada orang lain, bahwa semua itu datang dari kasih Allah yang besar bagi kita, melalui karya Yesus?


Saudaraku terkasih, melalui firman Tuhan dalam Pengkhotbah 11:6, Tuhan mengingatkan kepada kita untuk rajin menaburkan firman Tuhan pagi-pagi hari dan tidak lelah terus menjadi berkat melalui pekerjaan tangan atau karya kita. Kita tidak perlu merisaukan hasilnya. Kita hanya bertugas menabur, memelihara, memupuk dan menyiram sedang Tuhan lah yang memberi pertumbuhan hingga akhirnya berbuah lebat. Disini dibutuhkan kesetiaan, komitmen dan kerja keras. Ingat bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati kerja keras kita : _"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai"_ ( Mazmur 126:5)

Teruslah menabur firman Tuhan melalui hidup kita. Jangan suam-suam kuku. Jadilah "petani-petani" Tuhan yang tangguh dan setia. Pergunakan setiap hari waktu pagi-pagi untuk menabur benih firman Tuhan, maka Tuhan akan memberikan pertumbuhan dan buah yang lebat diluar apa yang kita bayangkan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 24 Mei 2023

Teguran

 SAAT TEDUH 

24 MEI 2023

Bacaan 2 Timotius 4:1-8


*TEGURAN*

_"Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran"_

(2 Timotius 4:2) 


Tentu kita pernah menegur (menegor) atau ditegur seseorang karena melakukan kesalahan atau sesuatu yang kurang pas. Apa yang kita rasakan saat mendapat teguran? Jujur pasti banyak yang sakit hati, tersinggung, marah bahkan tidak suka. Adakah di antara kita yang berterima kasih saat mendapat teguran karena ada kesalahan atau dosa yang kita lakukan? Bisa dipastikan jika ada pasti jumlahnya sangat sedikit. 


Saudaraku terkasih, apa sih yang dimaksud dengan teguran? Menurut kamus besar bahasa Indonesia,  teguran adalah usaha untuk memperingatkan seseorang agar sadar dengan apa yang telah dilakukannya sehingga ia kembali ke jalan yang benar. Sebagai orang Kristen kita harus berani mengatakan sesuatu yang benar di atas benar dan salah di atas salah (bisa menegur) tetapi kita tidak hanya punya tugas menegur tetapi kita juga punya tugas untuk menasihati dan memberitahukan apa yang benar dan yang salah. Terkadang kita susah untuk menegur orang yang bersalah, karena dia punya status sosial, ekonomi atau bahkan keagamaan yang lebih tinggi dari kita sehingga kita takut untuk menegur mereka. Sikap seperti ini justru akan semakin menjerumuskan dan membiarkan seseorang terus melakukan kesalahan atau bahkan dosa. Bahkan ketika kita tahu ada orang yang berbuat salah atau dosa tetapi kita membiarkan saja maka kitapun ikut berdosa. Namun jika kita sudah menegur tetapi ia tetap berbuat salah dan dosa, maka kita tidak ikut berdosa. 

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius menasihati sekalipun Timotius masih muda, namun sebagai seorang pelayan Tuhan harus memiliki keberanian untuk menegur, menasehati dan mengajar mereka yang berbuat kesalahan atau dosa supaya kembali ke jalan yang benar sesuai dengan firman Tuhan. Tentu tidak hanya bermodal keberanian tetapi juga hikmat Tuhan, kesabaran, pengajaran dan penguasaan diri (ayat 2, 5).

Dengan hikmat Tuhan, kesabaran, pengajaran dan penguasaan diri itu kita akan memiliki cara yang benar dalam menegur orang lain. Tentu kita akan menegur dengan cara yang bijaksana, penuh kasih dan kelembutan, tidak menghakimi dan tidak mempermalukan di depan orang banyak. Dalam Amsal 25:12 dikatakan: _"Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar"_ 

Teguran hendaknya lebih bersifat personal atau empat mata. Satu hal lagi yang tidak boleh dilakukan adalah mengumbar aib orang tersebut karena akibatnya bukannya ia menjadi bertobat tetapi justru terhilang. Ingat bahwa jika satu orang bertobat maka malaikat Tuhan akan bersukacita dan bersorak-sorai (Lukas 15:10). 

Lalu bagaimana sikap kita yang benar jika mendapat teguran? Tentu harus menerima dengan kerendahan hati dan bersyukur karena ada orang yang peduli terhadap diri kita sehingga kita tidak dibiarkan semakin jatuh terperosok ke dalam kesalahan dan dosa. Sikap tersebut akan menjadikan diri kita semakin bijaksana, berakal budi dan berhikmat (Amsal 15:31-32; 29:15).

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 23 Mei 2023

Pelayanan itu Memberi

 SAAT TEDUH 

23 MEI 2023

Bacaan 2 Timotius 4:1-8


*PELAYANAN ITU MEMBERI*

_"Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran"_

(2 Timotius 4:2)


Banyak orang mengambil keputusan melayani Tuhan dengan motivasi yang salah. Mereka berpikir bahwa dengan melayani Tuhan hidupnya akan enak, serba kecukupan dll. Terlebih jika menjadi pelayan di sebuah gereja yang kaya, tentu akan memiliki fasilitas yang yang boleh dikatakan lebih dari cukup. 

Pernah ada teman yang bertanya kepada saya: Apa sih yang kamu dapat dalam melayani Tuhan melalui share saat teduh setiap pagi? Dibayar saja tidak, bahkan mereka yang diberkati dengan membaca renungan yang kau buat, belum tentu berterima kasih padamu?  Saat engkau capek, badan sakit tetap saja engkau tidak berhenti berbagi saat teduh. Memangnya ada yang peduli denganmu, memangnya ada yangpedulidenganpergumulandankesulitanmu?


Saudaraku terkasih, jika dalam pelayanan orang hanya berpikir tentang apa yang akan diterima maka ia akan selalu merasa berkekurangan. Jika yang diterima tidak sesuai dengan apa yang diharapkan bisa dipastikan pelayanan yang diberikan tidak maksimal. Bahkan meskipun fasilitas yang diterima lebih dari cukup, eh masih saja menggerutu, tidak bersyukur dan tidak maksimal dalam melayani Tuhan. Saat pertama pelayanan kebanyakan menggebu-gebu, setelahnya dipenuhi dengan keluhan dan gerutu.

*Pelayanan itu bukan soal menerima, tetapi soal memberi.* Pelayanan itu jangan menghitung seberapa banyak ia menerima berkat tetapi bagaimana caranya agar ia menjadi saluran berkat. Pelayanan itu bukan soal fasilitas tetapi soal kontinyuitas. Pelayanan itu bukan soal hitung-hitungan cuan tetapi soal kesetiaan. Pelayanan itu jangan mempertimbangkan lahan subur tetapi bagaimana kita mampu bersyukur. 

Jangan hanya bersemangat pelayanan ketika hidup kita senang dan berkecukupan. Kesetiaan pelayanan tidak mengenal waktu apakah baik atau tidak baik, saat sehat atau sakit, ketika pagi atau malam. Milikilah motivasi pelayanan agar apa yang kita lakukan bisa menjadi berkat. Jika kita bisa memahami bahwa pelayanan itu memberi maka seberat apapun rintangan yang dihadapi akan mampu  kita lewati. Dengan motivasi pelayanan yang benar akan menjadikanmu terus bersinar. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita semua 🙏

Senin, 22 Mei 2023

Doa Yesus bagi Murid-murid Nya

 SAAT TEDUH 

22 MEI 2023

Bacaan Yohanes 17:1-26


*DOA YESUS BAGI MURID-MURIDNYA*

_"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka"_

(Yohanes 17:9-10)  


Ketika berdoa, apa yang terlintas dalam pikiran kita? Lebih banyak memohon untuk kepentingan diri sendiri atau untuk orang lain? Jika kita mau jujur, pasti isi doa kita lebih banyak untuk diri sendiri. Terlebih jika kita sedang mengalami masa-masa sulit dan berat, hampir semua permohonan adalah untuk diri sendiri agar dilepaskan dari beban pergumulan yang sedang kita alami. Beratnya beban pergumulan hidup sering membuat kita lupa untuk berdoa bagi orang lain. Tetapi hari ini kita bisa belajar dari doa Yesus bagi murid-murid-Nya. Ia memohon secara khusus kepada Bapa untuk:

1. *Melihara* kehidupan murid-murid-Nya (ayat 11-16). Memelihara yang dimaksud adalah menjaga, merawat, melindungi, menyelamatkan dan mencukupi mereka sesuai dengan kekayaan dan kemulian-Nya. 

2. *Menguduskan* para murid  (ayat 17-19). Menguduskan dalam arti agar kehidupan para murid selalu dituntun dalam kebenaran dan dijauhkan dari tindakan dosa. 

3. *Mempersatukan* para murid (ayat 11, 22-23). Mempersatukan artinya menjadikan bersatu atau menyatukan berbagai karakter dalam rangka menyatukan visi dan misi Ilahi untuk mengabarkan Injil keselamatan bagi semua bangsa. Melalui kesatuan Bapa, Yesus dan para murid dunia menjadi tahu dan percaya bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. 

4. *Mempermuliakan* para murid (ayat 24-26). Yesus tidak hanya menginginkan murid-murid-Nya dipelihara, disatukan dan dikuduskan tetapi juga dipermuliakan sama seperti Ia dipermuliakan oleh Bapa. Itu artinya bahwa para murid dan setiap orang yang percaya kepada-Nya akan hidup dalam kemuliaan bersama Tuhan Yesus di sorga.


Saudaraku terkasih, jika Tuhan Yesus dalam situasi genting dengan pergumulan yang begitu berat menjelang penderitaan dan kematian di kayu salib saja tetap memikirkan kepentingan para murid dan orang-orang yang percaya kepada-Nya, bagaimana dengan kita? Masih mampukah kita berdoa bagi orang lain juga? Mari kita menghayati dan meneladani tindakan Yesus.   Berdoalah untuk orang-orang yang menderita, berdoalah bagi pelayan-pelayan Tuhan,  berdoalah bagi bangsa dan negara, berdoalah bagi pemerintah dan berdoalah bagi siapapun yang butuh dukungan doa. Dengan mendoakan orang lain bukan saja mampu mengubah orang lain tetapi juga mengubah diri kita. Doa tidak hanya mendatangkan berkat bagi orang lain tetapi juga berkat bagi diri kita. 

Amin. Selamat mengawali minggu ini dengan belajar untuk berdoa bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Minggu, 21 Mei 2023

Menjadi Satu Kesatuan

 RENUNGAN MINGGU   

21 MEI 2023

Bacaan Yohanes 17:1-11

             

*MENJADI SATU KESATUAN*

_“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, *supaya mereka menjadi satu* sama seperti Kita”_ 

(Yohanes 17:11b)


Pernahkan Saudara bertanya, “Mengapa seringkali dalam keluarga tidak ada kerukunan? Mengapa dalam pekerjaaan sering jegal-jegalan? Mengapa dalam pergaulan sering saling menjatuhkan? Mengapa dalam pelayanan pun sering terjadi perselisihan?”. Gereja yang diharapkan menjadi sarana untuk bisa saling bersekutu dan mempererat kesatuan, ternyata belum bisa berbuat banyak. Perpecahan justru sering muncul dari dalam gereja sendiri. Gereja yang satu menganggap doktrinnya paling benar, lainnya kurang benar. Jemaat yang satu menganggap dirinya paling hebat, paling tahu, paling pintar, dan yang lainnya dianggap tidak tahu apa-apa.  

Jika yang terjadi seperti itu tentulah sangat memprihatinkan. Oleh karena itu sebelum Yesus kembali ke sorga, Ia meminta kepada Bapa agar semua orang percaya memiliki *kesatuan* (Yohanes 17:11, 20-21). 


Saudaraku terkasih,  Tuhan menghendaki agar umat-Nya selalu hidup rukun satu dengan yang lain. Orang yang ingin hidup rukun dan bersatu harus memiliki kesehatian. Kita adalah anggota tubuh Kristus yang terhubung satu dengan yang lain. Setiap organ-organ dalam tubuh kita perlu memiliki kesatuan. Jika masing-masing anggota tubuh berdiri sendiri-sendiri maka tidak akan berfungsi dengan baik serta tidak dapat menjalankan tugasnya masing-masing. Kesatuan tiap anggota tubuh akan menghasilkan banyak sekali karya yang luar biasa. Begitu juga kesatuan jemaat akan mengasilkan buah pelayanan yang luar biasa. Setiap orang percaya memiliki talenta yang berbeda tetapi semua itu janganlah membuat kita kehilangan kesatuan. Kalau kita memiliki kerendahan hati, rasa "handarbeni" atau memiliki, cinta kasih yang kuat maka kita akan bersedia berada dalam kebenaran Firman Tuhan untuk saling membantu dan menguatkan. _“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”_ (Efesus 4:2). 

 Amin ! Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Sabtu, 20 Mei 2023

Dipanggil dan Diutus Menjadi Saksi

 SAAT TEDUH 

20 MEI 2023

Bacaan Lukas 24:44-53


*DIPANGGIL DAN DIUTUS MENJADI SAKSI*

_"Kamu adalah saksi dari semuanya ini"_

(Lukas 24:48)  


Wejangan atau pesan terakhir Yesus sebelum kenaikan-Nya ke sorga kepada para murid adalah menjadi saksi Kristus. Sebelum kita lanjutkan mari memahami dulu apa definisi saksi? Saksi adalah orang yang dapat memberikan dan dia alami sendiri dengan menyebutkan alasan dari pengertiannya itu.

Jika para murid diminta menjadi saksi maka ada 2 hal penting yang harus dipahami, yaitu :

1. Mereka menjadi saksi mata atas semua yang mereka alami dan saksikan selama hidup bersama Tuhan Yesus sampai kepada peristiwa kenaikan-Nya ke sorga.

2. Mereka juga harus memberikan kesaksian kepada banyak orang tentang berita sukacita yaitu Injil keselamatan bagi semua bangsa.


Dalam hukum saksi dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Saksi kebenaran, yaitu mereka yang benar-benar mendengar sendiri, melihat dengan mata kepala sendiri dan mengalami sendiri atas sebuah peristiwa yang terjadi pada waktu itu. Kebenaran saksi itu akan sangat kuat jika didukung oleh saksi lain yang juga mendengar, melihat dan mengalami sendiri. Dengan demikian jika murid Yesus ada 12 orang ditambah orang lain yang juga menyaksikan semua tentang kehidupan Yesus dari lahir, dewasa, menderita, mati di kayu salib, bangkit dari kematian hingga kenaikan-Nya ke sorga merupakan saksi yang kuat dan tidak terbantahkan secara hukum. 

2. Saksi palsu, yaitu mereka yang tidak merasakan, mengalami dan melihat sendiri tetapi mengklaim seolah-olah apa yang disampaikan merupakan sebuah kebenaran. Bagaimana mungkin jika mereka tidak menyaksikan sendiri apalagi hidup setelah ratusan tahun dari sebuah peristiwa bisa mengklaim sebagai saksi mata. Bisa dipastikan itu adalah saksi palsu alias saksi dusta! Isinya pasti karangan dan bisa dipastikan tidak benar. 


Yesus sebelum naik ke sorga berkata kepada para murid: _"Kamu adalah saksi dari semuanya ini"_

(Lukas 24:48). Itu artinya mereka merupakan saksi mata langsung sebagai orang yang terlibat langsung, mengalami langsung, merasakan langsung dan melihat langsung atas semua peristiwa yang menyangkut kehidupan Yesus. Oleh sebab itu agar kesaksian mereka benar-benar kuat maka mereka selalu dipimpin oleh Roh Kebenaran. Dengan demikian mereka adalah saksi-saksi kebenaran dan bukan saksi-saksi palsu atau saksi-saksi dusta! Maka sejak peristiwa turunnya Roh Kudus maka tersebarlah mereka ke penjuru wilayah mulai dari Yerusalem sampai ke ujung dunia untuk terus menjadi saksi kebenaran akan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Oleh tuntunan Roh Kudus mereka juga menuliskan semua yang mereka alami di dalam kitab suci yang sekarang ini kita miliki dan kita baca.

Saat ini tugas menjadi saksi adalah tanggung jawab kita semua. Sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh penebusan Yesus, kitapun dipanggil dan diutus untuk menjadi saksi-saksi kebenaran agar banyak orang diselamatkan dan tidak disesatkan oleh saksi-saksi dusta!

Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 

Jumat, 19 Mei 2023

Buka Hati untuk Menerima FirmanNya

 SAAT TEDUH 

19 MEI 2023

Bacaan Lukas 24:44-53


*_Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci_*

(Lukas 24:45)  


Sekalipun para murid sudah lama mengikut Yesus dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang dilakukan oleh Yesus, baik pengajaran, mujizat, kematian hingga kebangkitan-Nya, namun mereka belum bisa menerima dengan penuh keyakinan. Mengapa demikian? Ya,  karena mereka menggunakan akal pikiran manusia. Mereka tidak sadar bahwa Tuhan adalah maha kuasa. Kuasa-Nya tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia yang terbatas. Tidak ada satupun yang mustahil bagi Tuhan.


Banyak orang yang menolak Yesus karena mereka tidak mengerti maksud dari kitab suci. Mereka mengandalkan pikiran dan hatinya yang keras. Mereka membatasi kuasa Tuhan dengan menolak bahkan menganggap tidak mungkin Tuhan menjadi manusia. Kalau Yesus Tuhan mengapa Ia mati, lalu siapa yang mencabut nyawaNya? Kematian Yesus bukan karena dicabut nyawaNya tetapi Ia menyerahkan dan mengambil kembali untuk membuktikan Ia bangkit dari kematian seperti apa yang Ia katakan kepada para murid dan orang-orang yang mengikuti-Nya: 

_Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. *Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.* Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."_

(Yohanes 10:17-18) 

Meski apa yang disampaikan Yesus sangat jelas, tetap saja para murid dan banyak orang yang sulit menerima hal itu.

Bahkan Yesus sendiri harus membuka pikiran murid-muridNya agar dapat memahami maksud keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus.  

_Lalu Ia *membuka pikiran* mereka, *sehingga mereka mengerti Kitab Suci*_

(Lukas 24:45)  


Saudaraku terkasih, jika Tuhan membuka pikiran murid-muridNya untuk dapat mengerti kitab suci maka ini artinya bahwa memang berita keselamatan yang dibawa oleh Tuhan Yesus bukanlah hal yang diluar pikiran manusia, namun karena *pikiran manusia itu yang masih tertutup.* Maka untuk dapat mengerti dan memahami firman Tuhan *dibutuhkan kerendahan hati, sikap yang mau untuk diajar, yang lapar dan haus akan kebenaran firman Tuhan.* Selama hati kita tetap membatasi kuasa Tuhan dengan logika dan akal pikiran kita, maka selamanya kita tidak bisa menyelami kuasa-Nya yang tidak terbatas. Jika Tuhan hanya bisa diterima sebatas akal pikiran manusia, itu bukanlah Tuhan yang maha segalanya tetapi tuhan yang tidak memiliki kuasa apapun, tuhan yang diciptakan oleh akal pikiran manusia itu sendiri. 

Oleh sebab itu para murid tidak hanya dibuka pikirannya tetapi juga diperlengkapi dengan kuasa Tuhan melalui curahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Roh Kebenaran atau Roh Penghibur itu adalah Roh Kudus yang akan selalu bekerja ditengah-tengah pekabaran Injil murid-muridNya. Hanya orang yang dibuka pikirannya oleh kuasa Yesus melalui Roh Kudus yang dapat menerima dan mempercayaiNya. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati dan membuka pikiran kita agar kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat 🙏

Kamis, 18 Mei 2023

Berkat dan Pengharapan

 RENUNGAN KENAIKAN TUHAN YESUS 

18 MEI 2023

Bacaan Lukas 24:44-53


*BERKAT DAN PENGHARAPAN*

_"dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem"_

(Lukas 24:47)


Hari ini, 18 Mei 2023 kita memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Baik kebangkitan maupun kenaikan-Nya meninggalkan berkat dan pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. 

 Adapun berkat dan pengharapan itu adalah :

1. Tergenapinya nubuatan Tuhan melalui Taurat Musa dan kitab para nabi (Lukas 24: 44, 46). Apa yang tertulis baik di kitab Taurat maupun kitab para nabi tentang Mesias telah digenapi dalam diri Tuhan Yesus. 

2. Ada pengampunan dosa bagi semua orang yang bertobat. Dalam nama Yesus ada jaminan pengampunan dosa bagi siapapun yang bertobat (Lukas 24:47).

3. Yesus tetap menyertai kita melalui Roh Kudus yang dijanjikan-Nya (Lukas 24:49 bd Yohanes 14:16-17). Roh Kebenaran, Roh Penghibur atau Roh Kudus itulah yang akan selalu mengiringi, mendampingi, menolong, menghibur dan menguatkan saat kita harus melewati badai pergumulan. 

4. Hidup diberkati oleh-Nya (Lukas 24:50). Berkat Tuhan tentu merupakan berkat yang mendatangkan damai sejahtera. 

5. Ia menyediakan tempat bagi kita di sorga (Yohanes 14:1-4). Ini merupakan jaminan akan keselamatan kekal 

6. Yesus akan datang kembali (Yohanes 14:18; Kisah Para Rasul 1:11). Kedatangan-Nya kedua kali akan mengangkat orang-orang percaya dan menghakimi orang yang tidak percaya kepada-Nya. 

7. Berkat sukacita mengalir dalam hati bagi setiap orang yang menyembah-Nya (ayat  52)


Saudaraku terkasih, peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga merupakan perpisahan antara para murid dengan Tuhan Yesus yang membawa kesedihan dan rasa haru. Tetapi dibalik semua itu, ada pengharapan bahwa Ia pergi untuk kembali. Yang Tuhan inginkan agar kita terus mau bersaksi tentang cinta kasih Tuhan kepada semua orang. Beritakan bahwa _“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”_ (Yohanes 3:16).

Amin. Selamat memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga. Jadilah saksi dan pewarta cinta kasih-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏.

Rabu, 17 Mei 2023

Berkat Ketaatan

 SAAT TEDUH

17 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:15-21


*BERKAT KETAATAN* 

_"Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu"_

(Yohanes 14:20)  


Siapa sih orang tua yang tidak senang memiliki seorang anak yang taat? Bisa dipastikan semua orang tua merasa senang. Begitu pula seorang guru juga akan merasa senang memiliki murid yang taat. Ketaatan seorang anak atau murud tidak hanya menyenangkan hati orang tua atau guru tetapi juga membuat orang tua dan guru sangat respek bahkan tidak segan memberikan sesuatu yang berharga bagi anak tersebut. Demikian pula Tuhan Yesus. Ia menjanjikan berkat bagi setiap orang percaya yang benar-benar mau taat memegang dan melakukan perintah-Nya. Adapun berkat ketaatan itu adalah:

1. Hidup dalam tuntunan Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran atau Roh Penghibur (Yunani : _Parakletos_). Dialah yang akan menyertai selamanya kehidupan orang-orang yang hidup dalam ketaatan (ayat 16, 17, 26).

2. Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus akan berdiam di hati kita (ayat 17, 20). Dengan demikian hidup kita senantiasa dikendalikan oleh-Nya sehingga kita dapat hidup seturut dengan kehendak Tuhan. 

3. Dikasihi oleh Allah Bapa dan Tuhan Yesus (ayat 21).

4. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita (ayat 21). Melalui pernyataan diri-Nya itulah kita akan dituntun supaya menjadi serupa dengan Kristus. 


Saudaraku terkasih, ketaatan merupakan wujud nyata kita mengasihi Tuhan. Jika ada yang mengatakan bahwa dirinya mengasihi Tuhan tetapi tidak memegang dan melakukan perintah-Nya, maka ia telah berdusta. Kasih kepada Tuhan tidak bisa dilepaskan dari ketaatan. Ketaatan akan terwujud melalui kerelaannya mau melakukan semua perintah Tuhan. Sekalipun kita rajin beribadah, rajin berdoa, rajin berpelayanan tetapi jika dalam kehidupan sehari-hari tidak menuruti perintah Tuhan, kita bukanlah anak-anak yang taat. Jangan bangga dengan apa yang selama ini sudah kita lakukan untuk Tuhan jika tidak pernah disertai dengan ketaatan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua serta menjadikan kita sebagai orang yang terus hidup dalam ketaatan. 🙏

Selasa, 16 Mei 2023

Penolong yang selalu Menyertai kita

 SAAT TEDUH 

16 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:15-26


*PENOLONG YANG SELALU MENYERTAI KITA*

_"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya"_

(Yohanes 14:16)  


Sebagai seorang murid tentu akan merasa gelisah ketika sang Guru menyampaikan bahwa Dia akan pergi untuk menyerahkan dirinya ditangkap, disiksa dan disalibkan. Tentu mereka tidak hanya gelisah tetapi juga bersedih dan kehilangan tempat berpegang dan tempat meminta pertolongan. Tuhan Yesus menyadari betul akan kegelisahan para murid. Saat para murid masih bersama Tuhan Yesus, kapanpun mereka mengalami kesulitan para murid akan segera mencari dan meminta pertolonganNya dan apapun masalahnya segera dapat teratasi. Maka tidak heran kegelisahan para murid begitu terasa ketika mereka mendengar bahwa akan ditinggalkan oleh sang Guru. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berpesan agar para murid tidak gelisah dan tetap percaya kepada-Nya (Yohanes 14:1). Tuhan Yesus akan meminta kepada Bapa seorang Penolong yang lain yang akan terus menyertai para murid pasca kepergianNya (ayat 16).  Siapakah Penolong yang lain itu? Mari kita pahami sesuai dengan firman Tuhan supaya kita tidak disesatkan oleh pemahaman yang lain.


1. *Penolong yang lain adalah ROH KEBENARAN.* Dia bukan manusia atau nabi melainkan Roh Kudus. Dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan bahwa dunia *tidak melihat Dia* dan tidak mengenal Dia. *Hanya para murid atau orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus yang mengenal Dia* karena Dia menyertai hidup kita dan tinggal di dalam hati kita (ayat 17).

2. *Penolong yang lain adalah ROH PENGHIBUR*. Perhatikan firman Tuhan dalam Yohanes 14:26: 

_"tetapi Penghibur, *yaitu Roh Kudus*, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu"_

Tegas dan jelas bahwa Penolong yang lain bukanlah manusia yang diutus Tuhan melainkan Roh Kudus yang sebentar lagi kita peringati dalam ibadah Pentakosta.


Saudaraku terkasih, melalui Roh Kudus itulah dalam keadaan apapun dan seberat apapun kita akan dikuatkan dan dihiburkan. Roh Kudus akan menuntun, membimbing para murid agar mampu mempertahankan iman dan identitasnya sebagai murid Tuhan Yesus. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 15 Mei 2023

PenyertaanNya Sempurna

 SAAT TEDUH 

15 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:15-21


*PENYERTAAN-NYA SEMPURNA*

_"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu"_

(Yohanes 14:18)  


Tentu kondisinya akan sangat berbeda ketika kita masih punya orang tua dibanding saat hidup tanpa orang tua alias yatim piatu. Terlebih jika kita masih kecil dan belum bisa mandiri. Hidup pasti akan terasa begitu berat, begitu susah dan tidak tahu harus berbuat apa. Hidup dalam kesendirian dan merasa kesepian membuat kita seolah tak berdaya. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup kita, sehingga hati kita terasa gamang dan hampa. Sementara saat masih ada ayah dan ibu, kita bisa bermanja, bisa mengadu, bisa minta tolong bantuannya dll. Itu semua tak bisa kita lakukan lagi ketika kita jadi anak yatim piatu. 


Saudaraku terkasih, sebagai orang percaya kita tidak akan dibiarkan menjadi yatim piatu dalam iman. Penyertaan Tuhan nyata sempurna di dalam Yesus Kristus. Memang secara jasmani Tuhan Yesus sudah naik ke sorga. Namun bukan berarti kita ditinggalkan sendirian. Ia tetap menyertai setiap perjalanan kehidupan kita dengan mengirim seorang Penolong yaitu Roh Kebenaran (parakletos). Yesus tidak pernah menelantarkan kita. Roh Kudus akan mendampingi, menuntun dan menolong kita. Kehidupan para murid selepas kepergian Yesus waktu itu dijalani bukan dalam kesendirian dan kesepian, namun akan tetap bersemangat dan kuat untuk melakukan setiap perintah Tuhan dalam segala medan dan segala keadaan. Penyertaan Tuhan Yesus sempurna seperti yang telah dijanjikan-Nya: 

_"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."_

(Ibrani 13:5)

Oleh sebab itu apapun pergumulan kita saat ini, teruslah melangkah dengan penuh sukacita. 

Amin. Selamat mengawali minggu ini dengan senyuman 😊.  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Minggu, 14 Mei 2023

Kasih dan Ketaatan

 RENUNGAN MINGGU 

14 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:15-21


*KASIH DAN KETAATAN*

_"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."_

(Yohanes 14:21) 


Kita semua tahu bahwa Tuhan begitu mengasihi kita. Kasih-Nya telah dibuktikan dengan berbagai cara bahkan terkadang dalam peristiwa yang tidak masuk akal. Kitab Yohanes 3:16 menuliskan bukti kasih Tuhan yang begitu luar biasa: _"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"_

Kalau Tuhan saja begitu besar mengasihi kita, maka pertanyaannya adalah "Apakah kita juga mengasihi Tuhan?". Tentu banyak yang menjawab "sudah" dengan dibuktikan melalui keaktifannya beribadah, berdoa, ikut persekutuan, berpersembahan dan berpelayanan. Namun apakah itu sudah cukup sebagai bukti kita mengasihi Tuhan? Bagaimana jika dalam kehidupan sehari-hari kita masih suka berdusta, korupsi, mencuri, selingkuh, dendam, dan tindakan tidak terpuji lainnya? Ternyata bukti mengasihi Tuhan tidak hanya sebatas kegiatan rohani atau kegiatan keagamaan saja. Dengan tegas Tuhan Yesus menekankan bahwa bukti mengasihi Allah adalah *memegang dan melakukan perintah-Nya*. Perintah Tuhan sudah sangat jelas tertulis dalam 10 hukum Tuhan (Keluaran 20:1-17) atau hukum kasih (Matius 22:37-40). Itupun harus dilakukan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi kita. Mungkin ada orang yang mengasihi Tuhan pada saat senang, berkecukupan dan hidup dalam kesuksesan. Namun apakah kita juga mampu tetap setia mengasihi Tuhan ketika hidup kita dilanda kesulitan, pergumulan, kegagalan dan penderitaan?


Saudaraku terkasih, untuk bisa mengasihi Tuhan butuh ketaatan. Tuhan Yesus mengatakan: _"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan *menuruti segala perintah-Ku"*_ (Yohanes 14:15). Kata "menuruti segala perintah-Ku" mengandung makna sebuah *ketaatan*. Tanpa ketaatan kita tidak mungkin bisa melakukan perintah-Nya. Oleh sebab itu apapun masalah, kesulitan, pergumulan dan penderitaan yang kita alami saat ini jangan sampai melunturkan ketaatan kita kepada Tuhan dan mengakibatkan kita terjatuh dalam dosa. Kiranya kasih Tuhan memampukan kita tetap hidup dalam kebenaran dan ketaatan. 

Amin.  Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 12 Mei 2023

Karakter Pemimpin

 SAAT TEDUH 

12 MEI 2023

Bacaan Lukas 7:1-10


*KARAKTER PEMIMPIN*

_"Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.."_

(Lukas 7:2)  


Peran seorang pemimpin dalam memajukan kelompok, organisasi, perusahaan, kesatuan bahkan negara sangat penting. Oleh karena itu seorang pemimpin yang baik harus memiliki karakter yang baik pula. Karakter pemimpin sangat menentukan apakah kelompok, organisasi, lembaga atau negara yang dipimpinnya mengalami kemajuan atau tidak!

Biasanya kalau seseorang sudah menjadi pemimpin, punya jabatan dan kedudukan tinggi, ada kecenderungan untuk menjadi sombong, pongah dan tinggi hati. Ia berharap semua orang menghargai dan menghormatinya. Yang tidak mau menghargai dan menghormati dianggap sebagai orang yang tidak tahu diri. Jika hal itu juga terjadi di dalam kehidupan berjemaat, tentu akan sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus, _“barangsiapa ingin menjadi yang terbesar maka harus menjadi pelayan dan siapa ingin menjadi yang terkemuka, maka ia harus menjadi hamba bagi semuanya"_ (Markus 10:43-44)


Hari ini kita akan belajar tentang karakter seseorang pemimpin yang baik dengan tujuan jika kita kelak dipercaya menjadi pemimpin atau bahkan saat ini sudah jadi pemimpin, maka setidaknya karakter tersebut dapat kita miliki. Adapun karakter tersebut dapat kita teladani dari karakter seorang perwira Roma di Kapernaum, yaitu :

1. *Menghargai bawahan* bahkan hambanya yang yang sakit dan hampir mati saja ia perjuangkan agar sembuh kembali (ayat 2). Karakter yang saat ini sulit ditemukan. Biasanya bawahan sering diperlakukan kurang manusiawi apalagi statusnya hanya seorang  hamba. Kecenderungan seseorang akan lebih menghargai orang yang selevel atau lebih tinggi. Dalam bergaulnya pun hanya pilih-pilih. Cara memperlakukan satu orang dengan lainnyapun akan berbeda tergantung status sosialnya. Perwira itu tidaklah demikian. Ia sangat menghargai hambanya yang sudah sekarat dan hampir mati.

2. *Mampu membangun relasi yang baik dengan orang lain* (ayat 3-4). Bukan saja dengan kalangan atas dan tokoh agama tetapi dengan masyarakat biasa mampu menjalin relasi dengan baik

3.*Memiliki kasih*. Kasihnya tidak hanya ditujukan untuk orang sebangsanya (Roma) namun juga ia juga mengasihi bangsa Yahudi yg notabene bangsa yang dijajah waktu itu (ayat 5).

4. *Memiliki kemurahan hati* Bahkan pembangunan rumah ibadat/sinagoge ia yang membiayainya (ayat 5). Untuk yang satu ini sepertinya amat sangat amat sulit sekali kita temukan. Yang ada adalah menghambat bahkan membubarkan ibadah dan melarang pendirian rumah ibadat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini dan dianutnya. 

5. *Memiliki kerendahan hati* (ayat 6-7). Meski berjabatan perwira tetapi ia menempatkan orang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. 

6.*Memiliki iman* yang luar biasa (ayat 9). Iman perwira itu langsung diakui oleh Tuhan Yesus sendiri. Perwira itu yakin dan percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pasti terjadi pada diri hambanya yang sakit keras dan hampir mati. Matius 8:8 menuliskan: Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: _"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, *katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh"*_.

Melalui imannya yang luar biasa itulah berkat kesembuhan turun atas hambanya yang sangat dihargainya, sehingga hamba itu sembuh kembali (ayat 10 bd Matius 8:13).


Saudaraku terkasih, jika saat ini atau mungkin kelak Saudara diberkati Tuhan menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin negara, pemimpin dalam pemerintahan, pemimpin instansi, pemimpin agama atau pemimpin organisasi, jadilah pemimpin yang memiliki kualitas karakter yang baik. Keberhasilan seorang pemimpin bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang melayani dan menghargai dia, namun terlihat dari seberapa banyak dia bisa melayani dan menghargai orang lain.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 11 Mei 2023

Undangan yang Melegakan

 SAAT TEDUH 

11 MEI 2023

Bacaan Matius 11:25-30


*UNDANGAN YANG MELEGAKAN*

_"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"_

(Matius 11:28)


Kita pasti sudah pernah menerima undangan dari seseorang, baik secara lisan maupun tertulis. Bisa undangan makan, ulang tahun, pernikahan, ucap syukur, dll. Tentu yang diundang (biasanya) adalah kerabat, orang terdekat, sahabat, kenalan, dan rekan kerja. Setidaknya orang yang diundang adalah mereka yang dipandang baik, terhormat dan terpandang. Karena dengan mengundang mereka maka harga diri kita juga akan naik. Jarang sekali orang mengundang tamu undangan dari kalangan orang terpinggirkan, miskin, anak jalanan, tuna wisma dan mereka yang hidupnya serba susah dan kekurangan. 


Saudaraku terkasih, hari ini kita dapat undangan istimewa. Tak perlu rendah diri, minder, apalagi malu dengan keadaan kita. Undangan kali ini bukan untuk mereka yang merasa hidupnya sudah begitu baik, saleh dan serba berkecukupan. Undangan ini ditujukan kepada siapapun yang merasa hidupnya penuh dosa, terbuang, tersisihkan, hidup dalam kegelapan, kesulitan, pergumulan, penderitaan dan berbeban berat. Tidak peduli seberapa hancur hidup kita, saat kita datang menanggapi undangan tersebut maka hidup kita akan dipulihkan sehingga kita memperoleh kelegaan. Itulah undangan yang Tuhan Yesus sampaikan kepada saya dan saudara. Kita sering letih, lesu bahkan sudah merasa tak sanggup lagi menjalani kehidupan yang penuh pergumulan dan penderitaan berat sehingga kita tidak mampu lagi memikulnya. Namun bersyukurlah karena Tuhan Yesus berkenan mengundang kita datang kepada-Nya dan Ia berjanji akan menolong dan memberikan kelegaan:

_"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"_

(Matius 11:28).

Bagaimana kita merespon undangan tersebut,? Jika kita merasa sudah baik-baik saja, merasa tidak memiliki beban pergumulan, merasa tidak memiliki dosa dan beban hidup tentu tidak akan merespon atau menanggapi undangan tersebut. Tetapi jika kita merasa betapa beratnya beban hidup yang saat ini kita rasakan, tidak ada salahnya kita datang dan meletakkan semua beban hidup kita kepada Kristus. Yesus. Percayalah, Ia sanggup membangkitkan pengharapan, memulihkan keadaan sehingga hati kita menjadi lega dan penuh sukacita. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 10 Mei 2023

Membangun Diri

 SAAT TEDUH 

10 MEI 2023

Bacaan Yudas 1:17-23


*MEMBANGUN DIRI*

_"Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus"_

(Yudas 1:20)  


Pada jaman sekarang kemajuan teknologi sangat pesat. Melalui internet kita bisa mengakses apapun, baik artikel, video, berita dll. Di satu sisi kita bisa semakin bertambah ilmu dan wawasan, tetapi di sisi lain kita bisa terjerumus ke hal yang tidak baik jika kita tidak hati-hati dalam menyaring informasi. Ada hal yang bisa menjadikan kita semakin kuat, tetapi ada pula yang membuat kita lemah dan tersesat. Banyak tulisan atau konten yang membangkitkan semangat tetapi banyak pula yang menghancurkan. Untuk itulah diperlukan hikmat Allah agar kita mampu membangun diri sehingga tetap kuat menghadapi informasi yang sering melemahkan iman percaya kita. 


Saudaraku terkasih, melaui suratnya, Yudas (hamba Yesus dan saudara Yakobus) mengingatkan kepada semua orang yang dipanggil dalam kasih Kristus untuk terus membangun diri agar mampu bertahan menghadapi guru-guru palsu dengan ajaran yang menyesatkan, para penghujat maupun pengejek-pengejek yang mengikuti nafsu dunia dan bertujuan memecah belah serta melemahkan iman. Oleh sebab itu sebagai umat pilihan Tuhan, cara yang terbaik menghadapi hal tersebut adalah melalui "membangun diri" dengan cara:

1. Meletakkan pondasi iman kita di dalam Tuhan Yesus (ayat 20). Pondasi yang kuat akan membuat sebuah bangunan menjadi kuat. Begitu pula pondasi iman yang kuat tidak akan runtuh walau dihempas badai pergumulan. 

2. Berdoa dalam Roh Kudus (ayat 20).  Dengan berdoa kita akan selalu dituntun oleh Roh Tuhan sehingga kita tetap mampu berjalan dalam kebenaran. 

3. Memelihara diri dalam kasih Allah melalui kasih kita kepada sesama (ayat 21-23a). Kasih kita akan terus bertumbuh jika kita terus membangun relasi yang indah dengan Tuhan melalui doa dan merenungkan firman-Nya. 

4. Menjauhi dosa dan kecemaran (ayat 23b), karena dosa dan kecemaran akan menghancurkan pondasi iman.

Teruslah membangun diri agar kita mampu kokoh berdiri walau kesulitan, pergumulan, tantangan datang silih berganti. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 09 Mei 2023

Ia Sediakan tempat bagi kita

 SAAT TEDUH 

9 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:1-14


*IA SEDIAKAN TEMPAT BAGI KITA*

_"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu"_

(Yohanes 14:2)  


Tempat tinggal, rumah atau papan merupakan salah satu kebutuhan primer selain sandang dan pangan. Betapa susahnya jika kita tidak punya tempat tinggal. Maka tidak heran bagi mereka yang belum memiliki rumah atau tempat tinggal sendiri, mereka mencari kost atau kontrakan rumah untuk disewa. Bagi sekelompok kecil yang tidak mampu sewa tempat tinggal karena kondisi ekonomi, mereka terpaksa tinggal di kolong jembatan. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya sebuah tempat tinggal bagi kita. Karena tempat tinggal menjadi tempat berlindung dari hujan dan panas, tempat beristirahat, tempat bernaung bersama keluarga, dll.

Begitu pula kehidupan kita kelak setelah tidak ada di dunia ini. Orang berlomba-lomba ingin tinggal di "tempat tinggal" yang kekal, yaitu sorga. Dalam konteks bacaan firman Tuhan saat ini kata  "tempat tinggal" (Yunani : μονή - MONÊ, singular; μοναι - MONAI, plural), berasal dari kata μένω - MENÔ, yaitu "tinggal/ mendiami", sehingga dapat diterjemahkan "tempat tinggal." Tuhan Yesus menekankan bahwa kita kelak akan tinggal bersama dengan Allah Bapa di sana. 

Tuhan Yesus bersabda: _"Aku pergi ... untuk menyediakan tempat bagi kalian"_. Yesus itu bukan malaikat atau nabi  yang hanya mampu sebatas mengabarkan pesan dari Allah Sang Pemilik sorga. Yesus Kristus bukan sekedar pembawa kabar, tetapi Ia adalah jalan yang benar menuju kehidupan abadi di sorga (ayat 6). Hanya Dia lah yang mampu mempersiapkan "rumah di sorga" bagi pengikut-pengikut-Nya. Yesus dan Allah Bapa adalah satu (ayat  10). *Dia adalah pemilik sorga, maka tempat di sorga ini hanya bisa disiapkan dan disediakan oleh pemiliknya.* 

Dalam menjawab kegelisahan para murid, Tuhan Yesus tidak hanya memberikan perintah untuk percaya, tetapi juga memberikan suatu janji agar para murid tetap percaya kepada-Nya bahwa Dia pergi menyediakan tempat bagi mereka, dan Dia akan kembali menjemput mereka untuk tinggal bersama dengan Bapa di sorga. Itulah *janji pengharapan* akan kepastian hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan tidak ada seorangpun baik manusia atau malaikat yang mampu memberikan janji tersebut selain Tuhan Yesus!


Saudaraku terkasih, mungkin di dunia ini kita tidak memiliki tempat tinggal atau rumah milik sendiri. Tak perlu gelisah karena rumah di dunia ini hanya bersifat sementara. Tuhan Yesus sudah sediakan tempat tinggal abadi di sorga. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah "percaya" akan janji-Nya tersebut (ayat 1).

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 08 Mei 2023

Jangan Salah Jalan

 SAAT TEDUH

8 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:1-14


*JANGAN SALAH JALAN*

Kata Yesus kepadanya: _“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."_ (Yohanes 14: 6)


Ada ungkapan peribahasa "Malu bertanya sesat di jalan". Maksud dari peribahasa tersebut adalah bahwa kita tidak usah malu atau segan untuk bertanya tentang sesuatu yang belum kita ketahui, sehingga kita tidak salah atau tersesat. Persoalannya adalah kita sering gengsi bertanya karena merasa sudah pintar dan serba tahu. Ada sebagian yang beranggapan kalau orang yang sering bertanya itu dianggap bodoh. Akibatnya ketika kita sudah melangkah dan terlanjur salah atau tersesat,  kita jadi kebingungan tak tahu arah. 

Begitu pula tentang keselamatan. Ada yang begitu yakin bahwa ia tahu jalan keselamatan menurut konsep sendiri. Namun bagaimana jika apa yang diyakini tersebut salah dan terlanjur tersesat sehingga bukan keselamatan yang diperoleh namun kematian kekal.


Hari ini kita bisa belajar dari murid Yesus yang bernama Thomas. Ia tidak segan dan tidak malu untuk bertanya kepada Yesus: 

_"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"_ (ayat 5). 

Sebuah pertanyaan yang sangat mendasar mengenai jalan keselamatan yang belum dipahami secara gamblang oleh Thomas. Karena itulah Yesus memberikan jawaban akan kepastian untuk memperoleh keselamatan:

*_" AKUlah JALAN  dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."_* (ayat 6). Ada 4 hal dari pernyataan tersebut yang dapat kita pelajari :

1. *Akulah*, artinya hanya Yesuslah satu-satunya dan bukan orang lain. 

2. *"Jalan"*. Dalam pemahaman secara umum, kata "jalan" berarti sarana yang dapat kita lalui ketika kita bepergian ke suatu tempat dan melaluinya kita akan sampai ke tujuan. Begitu pula ketika kita ingin mencapai tujuan hidup kita yaitu keselamatan, maka Tuhan Yesuslah yang akan menjadi jalan dan menuntun kita sampai ke tempat tujuan, yaitu kehidupan kekal.

3. *"Kebenaran"*.  Melalui-Nya kita tidak akan tersesat dan menemukan jalan buntu karena jalan yang kita lalui sudah benar dan tidak keliru. Oleh karena itu jangan pernah tergiur oleh tawaran atau iming-iming dunia yang seolah menawarkan kebenaran tetapi ternyata kita terjerumus dan tersesat. Dalam kehidupan iman dan doa, kita sering berdoa agar Tuhan menunjukkan jalan yang benar. Padahal jalan yang benar itu sudah ada di dalam Yesus, tinggal bagaimana kita meyakini dan mengimaninya.

4.*"Hidup"*, artinya melalui Tuhan Yesus kita juga akan memperoleh kehidupan kekal dan bukan berujung pada kematian kekal. Hanya melalui Yesuslah jalan menuju kepada Bapa akan terwujud. Memang benar banyak jalan menuju Roma, tetapi ingat *hanya satu jalan menuju Bapa*, yaitu melalui Tuhan Yesus!


Saudaraku terkasih, sesulit dan serumit serta seberat apapun hidup kita, *jangan salah jalan*. Ingatlah bahwa *Yesus adalah jalan yang benar dan memberi kehidupan*. Kita harus melewati jalan tersebut karena di jalan tersebut ada jalan keluar untuk setiap permasalahan hidup kita. Di dalam Yesus tidak akan ada jalan buntu, Dia akan menuntun langkah demi langkah menuju ke tujuan hidup kita. Dia lah satu-satunya jalan keselamatan bagi kita!

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Minggu, 07 Mei 2023

Jawaban di tengah Kegelisahan

 RENUNGAN MINGGU 

7 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:1-14


*JAWABAN DI TENGAH KEGELISAHAN* 

_"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu"_

(Yohanes 14:1-2) 


Kegelisahan bisa melanda siapapun. Tidak peduli apakah ia orang tua maupun anak-anak, apakah ia kaya atau miskin, apakah perempuan atau laki-laki, apakah berpendidikan tinggi atau rendah dll. Gelisah merupakan perasaan tidak tenang dan kuatir. Penyebab kegelisahan biasanya dikarenakan tidak adanya kepastian dari sesuatu yang kita harapkan. Bisa juga karena belum menemukan solusi atau jalan keluar dari pergumulan yang dihadapi. Kegelisahan yang terus menerus dapat mengakibatkan stres dan stres yang berkepanjangan mengakibatkan depresi dan depresi yang tidak terkendali akan mengakibatkan putus asa dan putus asa dapat mengakibatkan orang kehilangan semangat untuk hidup.

             

Saudaraku terkasih, apakah saat ini kita juga sedang mengalami kegelisahan? Bisa saja kegelisahan itu muncul karena situasi yang berat, pergumulan yang terus datang menerpa dan kesulitan yang tak kunjung berakhir membuat kita seakan menghadapi jalan yang begitu gelap. Berbagai upaya telah dilakukan, namun belum juga menemukan jalan keluar. Yang kita lihat seolah semua jalan sudah tertutup dan buntu. Namun apakah kita lalu menyerah dan putus asa? Tentu tidak! Sebagai orang beriman, kita dapat mengatasi rasa gelisah dan menemukan jalan ke luar terindah. Bagaimana caranya?

1. *Percaya kepada Allah dan kepada Tuhan Yesus* (Yoh.14:1). Percaya berarti meyakini sepenuhnya akan kedaulatan Allah tanpa rasa ragu sedikitpun. Karena dengan percaya, mujizat Allah akan menjadi nyata dalam hidup kita.

2. *Pegang semua janji Allah* (Yoh.14:2). Janji-Nya itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah berdusta. Ia menjanjikan tidak hanya perlindungan dan pemeliharaan-Nya selama kita hidup di dunia, tetapi juga janji akan kehidupan kekal di sorga.

3. *Yakin bahwa hanya Yesus lah satu-satunya jalan yang benar* yang akan menuntun kita kepada kehidupan dan bukan kematian (Yoh.14:6). Melalui Yesuslah kita mengenal Allah Bapa kita dengan benar. Karena di dalam diri Yesus lah, Tuhan menyatakan diri-Nya (Yoh.14:10-11)

4. *Teruslah berkarya dan bersaksi tentang kasih Tuhan* kepada semua orang melalui pekerjaan kita masing-masing (Yoh.14:12). Jika kita sebagai guru, jadilah guru yang bekerja dengan sungguh-sungguh penuh pengabdian untuk mencerdaskan anak bangsa. Jika kita menjadi hamba Tuhan, lakukanlah pekerjaan pelayanan dengan kasih, melalui aplikasi satunya kotbah dan tindakan. Jika kita menjadi abdi negara, jadilah abdi negara yang bertanggungjawab untuk memikirkan kesejahteraan rakyat. Apapun pekerjaan dan profesi kita, mari lakukan sebaik mungkin dengan satu motivasi bagi kemuliaan nama Tuhan.

5. *Sampaikanlah permintaan kita dalam Nama Yesus* (Yoh.14:13-14). Dalam nama Yesus ada kuasa. Apapun yang menyebabkan kegelisahan kita saat ini, sampaikan kepada Bapa di dalam nama Yesus. Maka Yesus akan melakukannya supaya nama Bapa dipermuliakan. Inilah *jawaban kegelisahan* yang Yesus berikan bagi orang yang percaya kepada-Nya. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 05 Mei 2023

Hidup Menjadi Berkat

 SAAT TEDUH 

6 MEI 2023

Bacaan 1 Petrus 4:7-11


*HIDUP MENJADI BERKAT*

_"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah"_

(1 Petrus 4:10)


Kita pasti sudah pernah mendengar bahkan ada yang hafal syair lagu di bawah ini:

_Hidup ini adalah kesempatan_ 

_Hidup ini untuk melayani Tuhan_ 

_Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri_

_Hidup ini harus jadi berkat..._

_Oh Tuhan pakailah hidupku_

_Selagi aku masih kuat_

_Bila saatnya nanti, 'ku tak berdaya lagi_

_Hidup ini sudah jadi berkat_


Nah, bagaimana caranya agar kita yang sampai saat ini masih diberikan kesempatan untuk hidup agar hidup kita tidak sia-sia namun mampu menjadi berkat? Sesuai dengan firman Tuhan yang kita renungkan saat ini maka inilah hal yang harus kita lakukan agar hidup kita menjadi berkat:

1. Mampu menguasai diri (ayat 7). Artinya kita mampu menguasai pikiran, perasaan, ucapan dan perbuatan kita agar tidak mudah terpancing oleh emosi ketika menghadapi persoalan atau pergumulan. Dengan penguasaan diri kita tidak mudah marah, mampu berpikir jernih, tidak _"grusa-grusu"_ atau sembrono dalam mengambil keputusan. 

2. Memiliki ketenangan (ayat 7). Ketenangan membuat seseorang lebih bisa fokus dan tidak salah arah.

3. Rajin berdoa (ayat 7). Doa harus menjadi gaya hidup kita. Doa bukan sekedar kewajiban namun sudah merupakan kebutuhan kita.

4. Mengasihi dengan sungguh-sungguh (ayat 8). Kasih yang kita berikan harus kasih yang kudus dan tulus, bukan karena ada pamrih tertentu. Kasih yang mampu melintasi sekat-sekat perbedaan. Kasih yang tidak pilih-pilih.

5. Siap menolong orang lain yang sedang kesusahan dengan ikhlas (ayat 9). 

6. Memaksimalkan karunia, talenta dan kemampuan kita untuk melayani Tuhan (ayat 10). Jangan pendam karunia dan talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jika ada yang diberikan suara yang merdu, biarlah digunakan untuk memuji Tuhan. Bila ada yang dikaruniai menulis, tulislah kata-kata dan kalimat yang membangun, memotivasi dan menyemangati orang lain. Jika ada yang dikaruniai mengajar, ajarkanlah hal-hal yang baik. Apapun karunia dan talenta yang Tuhan berikan kepada kita, pakailah untuk menjadi saluran berkat bagi sesama dan bagi kemuliaan nama Tuhan (ayat 11).


Saudaraku terkasih, kita diberi kesempatan hidup hanya sekali. Pakailah kesempatan itu untuk hidup lebih bermakna, yaitu menjadi berkat bagi banyak orang. Semakin kita banyak menjadi berkat maka semakin banyak pula Tuhan mencurahkan berkat bagi kita. 

Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 04 Mei 2023

Kunci Keberhasilan dalam Pelayanan

 SAAT TEDUH 

5 MEI 2023

Bacaan 1 Tesalonika 2:1-12


*KUNCI KEBERHASILAN DALAM PELAYANAN*

_"Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi"_

(1 Tesalonika 2:5) 


Banyak orang yang bercita-cita menjadi pelayan Tuhan. Cita-cita itu sangat baik dan mulia tentunya. Namun terkadang yang kurang baik adalah motivasinya menjadi pelayan atau hamba Tuhan. Apakah motivasinya benar-benar tulus mau menjangkau banyak jiwa atau justru menjangkau banyak harta? Apakah ingin memuliakan nama Tuhan atau nama sendiri yang diagungkan? Apakah benar-benar mau melayani jemaat atau justru dilayani jemaat? Motivasi pelayanan akan menentukan hasilnya apakah baik atau tidak. 


Saudaraku terkasih, jika saat ini apa yang kita lakukan dalam pelayanan terasa kurang bahkan tidak baik, kita perlu refleksi ulang tentang motivasi pelayanan kita. Melalui bacaan firman Tuhan saat ini kita bisa belajar dari rasul Paulus sehingga ia berhasil dengan luar biasa pelayanannya. Inilah rahasianya:

1. Motivasi atau maksud pelayanannya adalah "murni" dan tidak disertai tipu daya atau maksud yang tersembunyi (ayat 3)

2. Menyadari bahwa panggilan Tuhan untuk melayani adalah bentuk kepercayaan yang Tuhan berikan untuk mengabarkan Injil sukacita (ayat 4)

3. Lebih memilih menyukakan hati Tuhan daripada hati manusia (ayat 4)

4. Tidak bermulut manis dan tidak punya maksud tersembunyi (ayat 5)

5. Tidak mencari keuntungan dan pujian dari manusia (ayat 6)

6. Melayani, mengajar dengan penuh kasih dan keramahan bagai seorang ibu yang mengasuh dan merawat anaknya (ayat 7-8)

7. Hidupnya tidak menjadi beban bagi jemaat dan bagi siapapun (ayat 8-9)

8. Menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari (ayat 10)

9. Berhati seorang bapa dalam menasihati dan menguatkan anak-anaknya (ayat 11).


Nah, bagaimana dengan pelayanan kita saat ini? Murnikah pelayanan kita? Hati Tuhan atau hati manusia yang lebih kita sukakan? Adakah kita mencari keuntungan dalam pelayanan? Tidakkah kita menuntut fasilitas sehingga membebani jemaat? Sudah ramahkah dalam pergaulan kepada siapapun atau ramah hanya kepada orang-orang tertentu? Sudahkah kita memiliki hati seorang ibu dalam merawat  dan memiliki hati seorang bapa dalam menasihati dan menguatkan jemaat? Apakah kita bisa menjadi teladan dalam berpikir, berkata dan bertindak?

Jika ada yang belum kita lakukan, Tuhan masih memberikan waktu untuk memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi serupa Kristus!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 03 Mei 2023

Hiduplah dalam Perdamaian

 SAAT TEDUH 

4 MEI 2023

Bacaan Roma 12:9-21


*HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN*

_"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"_

(Roma 12:18)


Siapa sih yang tidak ingin hidup dalam suasana penuh kedamaian, tanpa permusuhan, tidak ada perang, dan tidak ada perselisihan? Saya yakin setiap orang pasti membutuhkannya. Sayangnya suasana seperti itu hanyalah menjadi “mimpi” yang sulit terwujud. Kita sering bertikai hanya karena berbeda pendapat. Dalam menjalani kehidupan, kita masih menerapkan begitu banyak sekat-sekat pembatas, fokus pada perbedaan dan akibatnya hidup dikuasai permusuhan. Apakah itu didasari oleh perbedaan keyakinan, perbedaan pilihan, perbedaan ideologi, perbedaan suku, bangsa, budaya, perbedaan pendapat, dan lain-lain, semua itu akan semakin mempersulit terciptanya perdamaian. Hati-hati dan waspadalah, karena di tahun politik saat ini kita rawan terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan tentang siapa yang layak dan pantas memimpin negeri ini. Berbeda pilihan itu wajar dan setiap orang berhak untuk memilih dengan bebas sesuai hati nurani masing-masing. Tak perlu saling memfitnah, saling menjelekkan dan saling menjatuhkan. Kita wajib dan harus menghargai perbedaan, supaya suasana rukun dan damai tetap terjaga. 


Saudaraku terkasih,  perdamaian tidak mungkin datang sendiri tanpa usaha kita. Kita harus bertekad untuk mewujudkan perdamaian itu. Mulailah berdamai dengan diri sendiri, dengan Tuhan, dengan sesama dan berdamai dengan lingkungan kita. Pertentangan bathin yang ada diri sendiri harus segera dibereskan agar tidak menjadi konflik bathin yang akan mempengaruhi perdamaian dengan orang lain. Tuhan tidak pernah menghendaki hidup kita saling bermusuhan dengan dalih apapun. Tuhan menginginkan kita hidup dalam kedamaian dilandasi oleh kasih. Kasih yang harus mengejawantah dalam tindakan nyata dan bukan hanya ucapan atau slogan belaka (I Yohanes 3:18). 

Dalam kekristenan tidak pernah diajarkan untuk membenci orang yang berbeda keyakinan. Bahkan dengan musuhpun kita harus mengasihi, tidak mengutuk dan harus memberkati orang lain bahkan memberkati orang yang menganiaya kita. Kita tidak diajarkan untuk menutup mata atas kesulitan hidup mereka yang berbeda kepercayaan, tapi kita diminta untuk membantu dan berempati. Kita tidak diijinkan untuk bergembira atas penderitaan orang lain. Kehidupan penuh damai di dunia ini baru memungkinkan terjadi jika komponen penting pengisi dunia, yaitu kita sebagai manusia mau memulai dari diri sendiri untuk berusaha hidup rukun dan damai dengan semua orang, tanpa terkecuali.

Jangan pernah berharap menunggu perdamaian itu dari orang lain. Mulailah dari diri sendiri. Sebab jika setiap orang mau memulai hidup dalam perdamaian itu dari diri sendiri maka perdamaian yang kita impikan akan terwujud. Mari kita runtuhkan tirai kebencian dan kita hancurkan tembok permusuhan. Ulurkan tangan dan hati kita untuk bersahabat dengan semua orang. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 02 Mei 2023

Kasih Menuntut Ketaatan

 SAAT TEDUH 

3 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:15-31

             

*KASIH MENUNTUT KETAATAN*

_“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”_ (Yohanes 14:15)

 

Dalam hidup ini pasti ada seseorang yang tidak kita sukai. Entah karena ia pernah menyakiti hati kita, tidak menghargai kita atau karena hal lain. Pernahkan saudara diperintah oleh seseorang yang tidak disukai? Apa reaksi dan perasaan saudara? Apakah dengan rela dan senang hati mau melakukannya? Atau sebaliknya, kita sama sekali tidak mau melakukannya? Seandainyapun ada yang mau melakukan, pasti akan dilakukan dengan berat hati dan hasilnya tidak maksimal. Sebaliknya, bagaimana jika yang memerintah itu orang yang kita cintai dan kasihi? Bisa dipastikan kita akan senang hati dan ikhlas melakukannya, dan kita akan memberikan yang terbaik untuk menyenangkan hatinya.


Tuhan pun menginginkan supaya kita menumbuhkan rasa kasih kita kepada-Nya. Kasih yang tumbuh berdasarkan pemahaman bahwa kita sudah diberkati dan diselamatkan-Nya. Karena tanpa kasih yang murni, tidak mungkin kita melakukan perintah Tuhan, apalagi mentaati segala perintah-Nya. Suatu kebohongan besar jika ada yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi tidak mau melakukan perintah-Nya. 

Namun setiap orang yang mau melakukan segala perintah Tuhan dengan dilandasi kasih akan mendatangkan berkat. Inilah berkat yang telah dijanjikan-Nya:

1. *Berkat penyertaan-Nya melalui Roh Kudus* (Yoh. 14:16). Melalui Roh Kudus itulah Tuhan akan senantiasa memberikan pertolongan kepada kita saat kita mengalami pergumulan dan kesulitan. Dia pula yang akan memberikan penghiburan dan kekuatan di saat kita berduka. 

2. *Berkat pemeliharaan* (Yoh. 14:18). Kita tidak akan dibiarkan sebagai yatim piatu. Tuhan hadir sebagai Bapa kita. Ia akan mencukupi segala keperluan kita sesuai dengan kekayaan dan kemulian-Nya. 

3. *Berkat kasih Tuhan* (Yoh. 14:21). Kasih Bapa kepada kita tak bisa kita nilai dan ukur dengan apapun. Kasih-Nya begitu dalam, luas dan tinggi melebihi apapun. 


Saudaraku terkasih, mari kita melakukan semua perintah Tuhan dengan didasari oleh kasih dan ketaatan. Percayalah, berkat Tuhan akan tercurah atas hidup kita. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 01 Mei 2023

Hardiknas

 RENUNGAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL

2 MEI 2023

Bacaan Amsal 6:23


*PERINTAH, AJARAN DAN TEGURAN SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK*

_Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan_ (Amsal 6:23)  


Setiap tanggal 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Berbicara mengenai pendidikan tentu tidak lepas dari peran guru. Guru dianggap sebagai pusat dan tumpuan pembentukan karakter sekaligus mencerdaskan anak-anak kita. Sehingga jika ada anak yang karakternya kurang baik dan kurang cerdas, maka guru pula yang menjadi tumpuan kesalahan. Kita sebagai orang tua banyak yang tidak menyadari bahwa karakter dan kecerdasan anak yang paling mendasar justru dibentuk melalui didikan orang tua. Rata-rata seorang guru mengajar dan mendidik anak kita mulai usia 3 sampai 5 tahun (PAUD). Sedangkan dari usia 0 - 3 atau 5 tahun, orang tualah yang mengasuh dan mendidik anaknya. Usia 0-5 tahun merupakan usia emas (golden age). Golden age adalah periode dimana otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Masa emas anak terjadi ketika anak berumur 0-5 tahun.

Orang tua harus tahu bagaimana memanfaatkan momen ini karena pada masa ini anak sedang kritis-kritisnya. Ini adalah waktu dimana berbagai pondasi perkembangan dan pertumbuhan terbentuk, terutama kecerdasan dan karakternya. Di masa balita, anak memperoleh banyak pengalaman baru tentang apapun. Pengalaman ini akan tertanam kuat pada alam bawah sadarnya yang akan diingat sampai dewasa. Maka sebagai orang tua harus sadar dan tahu bahwa sebagai guru tidaklah mudah membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak kita. Merubah pola pikir dan perilaku yang sudah tertanam di dalam keluarga melalui didikan orangtua bukanlah soal yang mudah. Jika sebagai orang tua salah  dalam mendidik anak pada usia emas, jangan harap tahap berikutnya anak bisa dirubah karakternya dengan mudah. 


Sebagai orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang berbudi luhur, cerdas dan terampil. Sejelek dan sejahat apapun watak dan perilaku orang tua, pasti menghendaki agar anaknya menjadi baik dan sukses tidak seperti orang tuanya. *Namun ingat, seorang anak tidak hanya butuh nasihat tetapi juga keteladanan dari perilaku orang tuanya.* Jangan anggap remeh karena anak kita masih kecil sehingga kita beranggapan mereka tidak mengerti apa-apa. Di usia emas itulah mereka justru punya kemampuan untuk merekam dan mengingat apa yang orang tua lakukan dan ajarkan.


Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita semua untuk lebih menyadari peran orang tua sebagai pendidik dan guru dalam keluarga dalam rangka membentuk karakter dan kecerdasan anak-anaknya. 

Ada 3 hal yang harus kita perhatikan:

1. *Jadikan setiap perintah kita adalah perintah yang mengarahkan anak melakukan kebaikan dan kebenaran, bukan perintah yang menjerumuskan.* Sehingga perintah kita menjadi pelita bagi anak-anak kita. 

2. *Ajarkanlah kepada anak-anak kita untuk taat dan takut akan Tuhan.* Karena melalui ketaatan disertai takut akan Tuhan, anak-anak kita akan terbentuk karakternya menjadi baik. Apa yang kita ajarkan akan menjadi cahaya bagi anak kita untuk bisa memilih dan memilah mana yang baik dan benar seturut kebenaran Tuhan. 

3. *Orang tua harus berani menegur anak apabila anak berbuat salah.* Yang terjadi sekarang ini banyak orang tua takut menegur anaknya. Jika ada guru yang menghukum anaknya karena kesalahan, orangtua justru tidak terima dan melaporkan kepada yang berwajib dengan tuduhan penganiayaan. Anak akan semakin kurang ajar karena merasa dibela orangtuanya. _Orang tua boleh dan harus menyayangi anak, tetapi bukan berarti anak dibiarkan berbuat salah._ Bahkan firman Tuhan katakan dalam Amsal 23:14

_"Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati"_, artinya bahwa teguran keras pun perlu dilakukan jika anak kita sudah terlalu jauh terjerumus sehingga kita bisa menyelamatkan hidupnya. *Teguran yang benar akan membawa anak kita ke jalan kehidupan.*


Saudaraku terkasih,  jangan lelah apalagi berputus asa dalam mendidik anak, sebab *_perintah itu pelita, ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan_* Itulah kebenaran firman Tuhan yang menjadi pedoman kita. Percayalah, akan tiba waktunya apa yang kita taburkan akan kelihatan hasilnya kelak kemudian hari. Taburkanlah hal-hal yang baik maka kitapun akan menuai kebaikan. Kita memang sudah memasuki Kurikulum Merdeka Belajar, namun tentu maksudnya bukan merdeka dalam arti bebas semau sendiri tanpa kendali. Perintah, ajaran dan teguran harus tetap diberikan kepada anak agar mereka memiliki karakter yang baik sesuai dengan firman Tuhan, yaitu : takut akan Tuhan, menghormati orang tua dan guru serta menghargai orang lain dalam berbagai perbedaan. Sebagai orang tua dan guru kita harus mampu menerapkan semboyan Ki Hajar Dewantara, yaitu *_"ing ngarsa sung teladan, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani"_*

Amin. *Selamat memperingati dan menghayati Hari Pendidikan Nasional.* Tuhan Yesus memberkati 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...