SAAT TEDUH
17 MARET 2023
Bacaan Yohanes 4:1-26
*AIR HIDUP YANG MENGISI KEKOSONGAN JIWA*
Jawab Yesus kepadanya: _"Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."_
(Yohanes 4:13-14)
Kekosongan jiwa dapat dirasakan dan dialami oleh siapapun. Begitu pula yang dialami oleh perempuan Samaria dan juga orang-orang Yahudi pada saat itu. Sekalipun mereka taat dan giat beribadah namun tanpa dapat memahami hakekat ibadah yang sesungguhnya, yaitu "kasih". Sesungguhnya orang-orang Samaria dan bangsa Yahudi berasal dari garis keturunan yang sama yaitu bapa Yakub. Namun meski demikian mereka tidak bisa saling memahami, saling mengasihi dan saling berdamai. Soal Kitab Suci mereka sama-sama mempercayai Taurat Musa, namun mereka gagal dalam melihat Sang Mesias dalam diri Tuhan Yesus. Oleh sebab itu Yesus berkata kepada perempuan Samaria itu: _"Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu *air hidup*."_ (ayat 10).
Saudaraku terkasih, bisa saja apa yang perempuan Samaria itu rasakan juga kita rasakan. Serajin dan segiat apapun kita beribadah, berpelayanan bahkan rela berkorban waktu, harta bahkan nyawa tetapi tetap saja jiwa kita kosong dan hampa. Kita seumpama minum air sumur yang hanya bersifat sementara untuk
melepaskan dahaga kita. Sebanyak apapun kita minum air, tetap akan haus lagi. Untuk itulah Yesus menawarkan "air hidup" yang membuat kita tidak akan haus selamanya (ayat 14). Nah, tentu kita bertanya apa yang dimaksud "air hidup" oleh Tuhan Yesus sehingga kita tidak akan pernah haus selama-lamanya tersebut? Air hidup itu adalah Roh Kudus (baca Yohanes 7:37-39), bukan air untuk mencuci kecemaran secara fisik seperti yang dipahami oleh orang Yahudi dan perempuan Samaria selama ini. Yesus tidak memberikan air seperti air dari sumur Yakub atau air yang biasa kita minum sehari-hari, namun Dia memberikan "air hidup" yaitu Roh Kudus yang akan dicurahkan setelah kenaikan-Nya ke sorga. Roh Kudus lah yang akan menggerakkan hati dan jiwa kita dalam penyembahan yang benar. Roh Kudus lah yang memperbaharui hati dan hidup kita seturut kehendak Tuhan. Roh Kudus lah yang memampukan kita memahami kebenaran firman Tuhan sehingga jiwa kita dipenuhi oleh sukacita yang melimpah. Roh Kudus juga yang menuntun hati, pikiran, jiwa dan tindakan kita untuk memuji, menyembah dan memuliakan nama Tuhan dengan sepenuh hidup kita. Roh Kudus pula yang akan memampukan kita memancarkan cinta kasih kepada Tuhan dan sesama.
Mari kita terima "air hidup" yang Tuhan Yesus tawarkan kepada kita. Tak perlu lagi berpura-pura dalam kehidupan ibadah dan pelayanan kita yang seolah begitu luar biasa tetapi sesungguhnya jiwa kita selama ini kosong dan hampa. Mintalah agar Tuhan Yesus mencurahkan "air hidup" itu memenuhi hati dan jiwa kita, sehingga mampu menjadi mata air di dalam hidup kita yang akan terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar