Minggu, 30 April 2023

Tiga Macam Gembala

 SAAT TEDUH 

1 MEI 2023

Bacaan Yohanes 10:1-18


*TIGA MACAM GEMBALA*

_"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"_

(Yohanes 10:11) 


Dalam Alkitab disebutkan bahwa ada tiga macam gembala, yaitu :

1.*Gembala yang jahat* (Yehezkiel 34:2-6). Ciri gembala yang jahat adalah: ia menggembalakan dirinya sendiri dan tidak menggembalakan domba-dombanya, suka memeras dan memanfaatkan domba-dombanya untuk kepentingan pribadi, membiarkan domba-dombanya lemah, sakit dan tersesat. 2.*Gembala upahan* (Yohanes 10:12-13). Ciri-cirinya adalah: lari ketika ada bahaya yang mengancam domba-dombanya, ia membiarkan domba-dombanya terceraiberai dimangsa serigala atau binatang buas. Ia tidak memperhatikan domba-dombanya melainkan hanya memperhatikan keselamatan diri sendiri.  3.*Gembala yang baik* (Yohanes 10:9-11; 14-18 bd. Mazmur 23). Inilah karakter Gembala yang baik:

a) *Ia menjadi pintu keselamatan bagi domba-domba-Nya* (ayat 9). Keselamatan domba-domba-Nya adalah prioritas hidup-Nya. 

b) *Ia memperhatikan kebutuhan domba-domba-Nya* dengan selalu menuntun ke padang rumput (ayat 9). Ia tidak membiarkan domba-domba-Nya menderita kekurangan dan kelaparan. Bukan rumput kering yang diberikan tetapi rumput hijau yang segar.

c) *Ia memberikan nyawaNya demi melindungi domba-dombaNya* (ayat 11, 15). Ia tidak akan membiarkan domba-domba-Nya terancam bahaya. Ia siap memberikan nyawa-Nya demi keselamatan domba-domba-Nya.

d) *Ia mengenal dombaNya satu-persatu,* dan domba-domba-Nya juga mengenal-Nya. Bahkan Ia tahu jika ada satu yang tersesat pasti akan dicarinya. 


Dari ciri-ciri masing-masing tentu bukan gembala yang jahat maupun gembala upahan yang akan kita teladani, tetapi Gembala yang baik. 


Saudaraku terkasih, coba perhatikan dengan seksama di sekitar kita banyak _"domba-domba"_ yang lemah, sakit, kelaparan, tersisih, kesepian, tak terperhatikan dan tersesat. Di sinilah kita diuji sejauh mana kualitas pelayanan kita: Mau menjadi seperti gembala yang jahat, gembala upahan atau gembala yang baik? Hanya pribadi kita masing-masing dan Tuhan yang tahu. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏 

Rabu, 26 April 2023

Awas Tergelincir

 SAAT TEDUH 

27 APRIL 2023

Bacaan Mazmur 73:1-28


*AWAS TERGELINCIR!*

_"Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik"_

(Mazmur 73:2-3) 


Biasanya orang tergelincir atau terpeleset ada beberapa sebab, antara lain: jalan licin, alas kaki sudah terepes, jalan berpasir, jalan berbatu atau tidak rata, menginjak kulit pisang atau karena jalan menurun. Jika kita tergelincir karena hal-hal tersebut akibatnya pasti sakit, rasa malu saat dilihat orang atau justru kita tertawa. Namun ada salah satu penyebab seseorang tergelincir dan bisa mengakibatkan orang lain sakit hati, tersinggung, marah bahkan mengakibatkan dosa! Ya, tergelincir karena *ucapan* kita.


Dalam Mazmur 73 ini kita melihat bagaimana Asaf mengungkapkan pergumulan dan peperangan hatinya melihat orang fasik yang hidupnya jauh dari Tuhan dan berlaku tidak benar namun hidup mereka kelihatan begitu diberkati dengan kelimpahan.  Asaf bin Berekhya bin Simea adalah seorang ahli musik keturunan suku Lewi dari bani Gerson pada zaman raja Daud, seperti yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab. Ia menulis 12 mazmur dalam Kitab Mazmur, yaitu Mazmur 50, 73 sampai 83. 

Dalam pasal 73 ini Asaf mengungkapkan rasa cemburu kepada mereka yang suka membual namun hidupnya mujur. Mereka sehat, gemuk, tidak mengalami kesusahan, tidak terkena tulah, hartanya justru semakin bertambah (ayat 3-12). Melihat semua itu sang pemazmur mulai merasa sia-sia mempertahankan hati yang bersih dan hidup yang benar di hadapan Tuhan (ayat 14). 


Saudaraku terkasih, bisa saja perasaan kita hampir sama dengan Asaf ketika melihat orang lain kelihatan lebih diberkati, lebih sukses, lebih berkecukupan, lebih populer, padahal hidup mereka penuh dengan ketidak taatan, jarang beribadah, sombong dan penuh kecurangan dan kelicikan. Melihat semua itu hati kita menjadi cemburu, iri, bahkan cenderung membenci. Jika sudah demikian lalu mulailah mulut kita bergosip mengucapkan hujatan, menghakimi, menuduh dan bahkan mengatakan Tuhan tidak adil. Tanpa kita sadari kita telah berdosa karena terpeleset dan tergelincir melalui ucapan kita. 

Lalu bagaimana cara Asaf agar tidak terpeleset dan tergelincir jatuh dalam dosa? Inilah yang ia lakukan: 

1. Ia datang masuk ke tempat kudus Allah (ayat 17). Artinya apapun yang kita lihat jangan sampai menjauhkan kita dari Allah. Semakin dekat dengan Allah, kita akan semakin mengerti keadilan dan kasih Allah. 

2. Menyadari ternyata kesenangan, kekayaan, dan segala yang dimiliki oleh orang fasik sifatnya hanya sementara. Tuhan menaruh mereka di tempat licin yang setiap waktu bisa membuat mereka tergelincir atau terpeleset sehingga hidup mereka hancur, binasa dan dalam sekejap mata apa yang mereka miliki akan habis lenyap tanpa sisa (ayat 18-20).

3. Tetap berada di dekat Tuhan. Dengan berada di dekat Tuhan, maka tangan-Nya akan menuntun kita untuk selalu hidup benar, tidak iri hati terhadap orang lain dan Tuhan mengangkat kita dalam kemuliaan (ayat 23-24).

4. Menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan (ayat 28). Satu-satunya tempat perlindungan teraman di dunia hanyalah Tuhan. Dalam benteng perlindungan Tuhan, hati kita akan tenang. Tuhan sanggup membalikkan keadaan kita. 

Amin. Tetap waspada dan hati-hati agar kita tidak tergelincir dan terpeleset melalui pikiran, perkataan dan tindakan kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 25 April 2023

Jangan Jadi Batu Sandungan

 SAAT TEDUH 

26 APRIL 2023

Bacaan 1 Korintus 10:23-33


*JANGAN JADI BATU SANDUNGAN*

_"Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?"_

(1 Korintus 10:29)


Setiap pelayan Tuhan, baik pendeta, penginjil, guru agama, anggota majelis, atau apapun sebutannya pasti hidupnya menjadi sorotan orang lain. Baik pikiran, ucapan maupun perilakunya akan dijadikan pedoman atau tolok ukur bagi jemaat dan orang lain. Jika apa yang dipikir, diucapkan dan dilakukan salah maka sangat berbahaya jika ditiru oleh mereka yang belum dewasa rohani. Mereka menganggap kalau yang mereka lakukan benar karena hal tersebut juga dilakukan oleh seorang hamba atau pelayanan Tuhan. 

Pertanyaannya adalah: Apakah dengan demikian sebagai pelayan atau hamba Tuhan tidak boleh berbuat ini dan itu? Tentu boleh selama hal itu tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Apakah seorang pelayan Tuhan tidak boleh kaya? Tentu boleh selama hasil kekayaannya diperoleh dengan cara yang benar dan tidak dipamerkan di media sosial. Apakah ada larangan tertentu untuk makan dan minum bagi pelayan Tuhan? Tentu tidak selama makanan dan minuman tersebut tidak menjadi batu sandungan. Dengan tegas rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Korintus tentang hal tersebut: 

_"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah"_

(1 Korintus 10:31-32) 


Saudaraku terkasih, mungkin ada yang berpendapat bahwa kita punya kebebasan untuk melakukan apapun selama itu tidak merugikan orang lain, toh pakai uang sendiri, biaya sendiri, ngapain ngurusi pendapat orang lain? Mungkin kalau hidup kita tidak menjadi sorotan dan dipakai sebagai tolok ukur dalam beretika tidak begitu berpengaruh bagi orang lain. Namun jabatan sebagai pelayan atau hamba Tuhan bisa dipastikan akan menjadi sorotan. Kita tidak bisa terlepas dari hal tersebut. Sebagai contoh sederhana, bagaimana jika ada pendeta atau hamba Tuhan yang suka ngebut di jalanan, suka minum-minuman keras meski tidak sampai mabuk, cara berpakaian dan berdandan mengikuti tren terbaru yang kadang kurang sesuai dengan status hamba Tuhan yang disandangnya, apakah tidak risih dengan omongan jemaatnya? Ingat, jangan hanya melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan hati nurani sendiri, tetapi pertimbangkan juga keberatan-keberatan berdasarkan hati nurani orang lain (ayat 29-30). Tujuan terakhir dari pola pikir, pola hidup, ucapan maupun perbuatan kita adalah untuk kepentingan orang banyak supaya mereka beroleh keselamatan (ayat 33). 

Ingat, kita dipilih dan dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia. Oleh karena itu Tuhan memanggil kita untuk menjadi berkat dan bukan penghambat. Tuhan mengkhususkan hidup kita menjadi teladan dan bukan batu sandungan. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 19 April 2023

Tak Ada yang Sia Sia

 SAAT TEDUH

19 APRIL 2023

Bacaan  1 Korintus 15:50-58


*TAK ADA YANG SIA-SIA*

_"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia"_ (1 Korintus 15:58) 


Merasa bosan,  jenuh dan  capai bisa saja kita alami dalam melakukan aktivitas, entah itu dalam pekerjaan, hobi, atau dalam pelayanan.  Terlebih jika suasana kurang atau tidak mendukung. Tidak heran jika ada orang sudah dapat pekerjaan tetapi resign atau berhenti dari pekerjaan. Begitu pula dalam pelayanan. Ada orang yang awalnya begitu semangat dan menggebu-gebu dalam pelayanan, tetapi seiring waktu berjalan ia mulai merasa jenuh, bosan dan ingin berhenti melayani Tuhan. Ada berbagai penyebab,  baik itu berupa tantangan, kesulitan, tak ada dukungan,  kurang dihargai bahkan dapat perlakuan yang tidak mengenakkan. 


Saudaraku terkasih,  apakah saat ini kita juga merasakan  bosan,  jenuh, kecewa,  dan rasanya ingin berhenti melayani Tuhan karena merasa apa yang kita lakukan tampak sia-sia? Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita bahwa setiap kegiatan,  pekerjaan dan pelayanan serta jerih payah yang kita lakukan di dalam Tuhan tidak ada yang sia-sia karena ada upah yang besar di surga bagi setiap orang yang bertahan dan tetap setia melayani Tuhan (Lukas  6:23; Matius 5:12). Sebuah mahkota kehidupan akan Tuhan anugerahkan bagi setiap orang yang setia sampai mati (Wahyu 2:10). Bagaimana caranya agar kita dapat tetap bertahan dan setia melayani Tuhan? Melalui firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:58 ada 4 hal yang harus kita lakukan:

1. *Tetap teguh berdiri*, tidak mudah menyerah dan yakin bahwa di dalam Tuhan kita mampu bertahan menghadapi setiap persoalan dan kesulitan.  

2. *Tidak goyah* sekalipun apa yang kita lakukan tidak dihargai sebab kita melayani Tuhan bukan untuk mencari penghargaan dan  pujian dari manusia melainkan perkenalkan Tuhan.  

3. *Selalu giat* dan terus memotivasi diri agar tetap semangat  dan tekun serta rajin dalam melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan nama Tuhan.  Jauhkan dari pikiran negatif yang akan melemahkan bahkan menghancurkan semangat kita. 

4. *Membangun persekutuan dengan Tuhan.* Persekutuan yang intim dengan Tuhan akan menjadi sumber kekuatan bagi pelayanan kita (2 Timotius 1:7) dan menjadikan jerih payah kita berharga di mata Tuhan. Waktu, pikiran,  tenaga, talenta, cucuran keringat,  tetesan air mata dalam setiap pelayanan tidak ada yang sia-sia. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati 🙏

Selasa, 18 April 2023

KebangkitanNya Mempengaruhi iman orang Percaya i

 SAAT TEDUH

18 APRIL 2022

Bacaan 1 Korintus 15:12-34


*KEBANGKITANNYA MEMPERBAHARUI IMAN ORANG PERCAYA* 

_Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia._

(1 Korintus 15:20-21)


Kebangkitan Kristus merupakan tonggak kebangkitan iman Kristen. Kematian Yesus yang semula telah memporak porandakan para murid Kristus, karena apa yg mereka harapkan telah mati disalib di bukit kalvari, kini berubah drastis dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kuasa kegelapan dan kematian tak mampu mengalahkan kuasa Kristus. Yesus lah yg mengalahkan kematian. Momentum kebangkitan Kristus telah mengubah dan memperbaharui iman dan semangat para murid dan juga banyak orang yg percaya kepada Yesus. Mereka yg tadinya lari dan bersembunyi ketakutan ditangkap oleh para imam, ahli Taurat dan penguasa saat itu, telah berubah total. Mereka tak takut untuk bersaksi tentang kuasa dan kasih Tuhan. Jangankan hanya dipenjara dan disiksa, matipun mereka tak gentar menghadapinya. Sebab dengan kebangkitan Kristus, iman mereka tidak sia-sia!


Saudaraku terkasih, dalam situasi yg sulit seperti saat ini, bagaimana kondisi iman kita? Apakah seperti 'kubur kosong' tanpa pengharapan? Apakah dengan lamanya pandemi covid yg menimbulkan kesulitan demi kesulitan telah mengikis iman kita? Ingatlah bahwa penderitaan kita tdk sebanding dengan penderitaan Kristus. Kematian Yesus bukan untuk menghancurkan pengharapan kita, tetapi sebagai *bukti bahwa Ia menggenapi nubuatan-Nya* dalam Markus 9:31:  Ia berkata kepada mereka: _"Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan *tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."*_


Nah, apakah kita masih akan tetap 'nglokro' tak memiliki pengharapan lagi? Ayo bangkit!! Sebab dengan kebangkitan Kristus, iman kita tidak sia-sia. Jangan berfokus pada penderitaan kita, tetapi befokuslah pada anugerah Tuhan. Sebab penderitaan yg kita alami tdk sebanding dengan kemuliaan yg akan kita terima didalam Yesus. 

_"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita."_(Roma 8:18)


Di dalam merayakan Paskah tahun ini, jadilah agen-agen Kristus yg menghadirkan damai sejahtera ditengah-tengah penderitaan. Kuatkan mereka yg lemah dan bangkitkan mereka yg putus asa. Berikan apa yg kita miliki jika itu mampu menjadi berkat bagi sesama. Ketika banyak yang menebar kebencian, kita harus menebar cinta dan kasih sayang. Di tengah maraknya permusuhan jadilah agen perdamaian. Jangan takut menyuarakan kebenaran. Teruslah menjadi terang di tengah kegelapan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati 🙏

Senin, 17 April 2023

Makna Penting Kebangkitan Kristus

 RENUNGAN MINGGU PASKAH

17 APRIL 2022

Bacaan Lukas 24:1-12


*TIGA MAKNA PENTING KEBANGKITAN KRISTUS*

_"Ia tidak ada di sini, *Ia telah bangkit*. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea"_ (Lukas 24:6)


Tiga hari berturut-turut mulai Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi kita telah belajar memaknai karya kasih Tuhan Yesus melalui sengsara dan kematian-Nya. Hari ini kita bersama-sama bersukacita memasuki Minggu Paskah, dimana kita memperingati kuasa kebangkitan-Nya. Mari kita belajar lebih dalam tentang makna kebangkitan Yesus Kristus. Ada tiga makna penting tentang kebangkitan Yesus Kristus.

1. *Kuasa Kristus tanpa batas*. Tak ada satu kuasa apapun yg mampu membatasi kuasa Kristus, termasuk kematian. Kematian tak mampu mengalahkan kuasa Kristus. Mengapa demikian? Ya, karena Yesus Kristus adalah Tuhan. Kuasa Tuhan tiada terbatas. Sedangkan sehebat dan setinggi apapun kuasa manusia, akan berakhir dan dibatasi oleh kematian. Setelah mati manusia hanya akan kembali menjadi tanah. 

Maka jangan ragu dan bimbang. Seberat dan sebesar apapun beban hidupmu, serahkan kepada Tuhan Yesus. Ia sanggup melakukan segala perkara bahkan yg mustahil sekalipun bagi manusia. KuasaNya melampaui segala akal dan pikiran manusia. Jika Yesus sanggup bangkit dan mengalahkan kematian, Ia pun sanggup menyembuhkan sakitmu, memulihkan keadaanmu, bahkan memberkati hidupmu.

2. *Yesus menggenapi firman-Nya.* Jauh sebelum Yesus dikhianati Yudas Iskariot, ditangkap, diadili, disiksa dan disalib, Ia telah bernubuat bahwa Anak Manusia akan mati tetapi pada hari yg ketiga akan bangkit kembali (ayat 7). Dan apa yg Ia firmankan sungguh-sungguh terjadi. 

Maka kita tak perlu kuatir akan hidup kita. Jika Tuhan telah berjanji akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan di dalam Yesus, maka hal itu akan terjadi. Jika Yesus berjanji akan memberikan kelegaan ketika kita letih lesu dan berbeban berat, maka itupun akan digenapi. Tinggal bagaimana kita meyakini akan janji-janjiNya. 

3. *Kebangkitan Kristus bagi semua orang*. Berita kebangkitan Yesus Kristus telah mengejutkan dan menggemparkan banyak orang. Tetapi ternyata tidak semua orang percaya akan hal itu. Dusta mahkamah agama dengan menyuap para prajurit penjaga kubur telah memutar balikkan fakta kebenaran. Mereka disuap untuk bersaksi dusta bahwa mayat Yesus telah dicuri murid-Nya (Matius 28:11-15). Para murid waktu mendengar berita kebangkitan Kristus yg disampaikan oleh Maria Magdalena dan para perempuan lainnya pun menganggap itu sebagai berita bohong. Hanya Petruslah yg langsung bergegas untuk membuktikan akan kebenaran berita tersebut dan ia menjadi percaya karena Yesus yg telah bangkit menemuinya secara pribadi. Akhirnya murid yg lain juga percaya ketika Yesus menampakkan diri dan menemui mereka.


Saudaraku terkasih, mari beritakan kebangkitan Kristus kepada semua orang. Keselamatan bukan hanya untuk kita, tetapi untuk semua orang. Soal mereka percaya atau tidak, itu karya Roh Kudus. 

Amin. *SELAMAT PASKAH*, Tuhan Yesus memberkati 🙏

Minggu, 16 April 2023

Refleksi Sabtu Sunyi

 RENUNGAN SABTU SUNYI

16-4-2022

Bacaan Matius 27:57-61


*REFLEKSI SABTU SUNYI*

_"Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu"_ (Matius 27:61)


Siapa yg tdk hancur hatinya ketika orang yg dikasihi pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Dunia menjadi sunyi diselimuti kepedihan yg mendalam. Terlebih jika orang yg meninggalkan kita merupakan orang dimana kita manaruh semua pengharapan. Sehingga terbayang masa depan suram tanpa cahaya. 

Begitu pulalah yg dirasakan Maria Magdalena dan Maria yg lain. Yesus yg telah menolong dan mengubahkan hidupnya telah tiada. Hatinya sangat sedih dan perih melihat bagaimana Yesus didera, dihina, dicambuk dan disalibkan. Sebuah proses kematian yg sangat mengerikan yg harus ditanggung oleh Yesus hanya untuk menggantikan hukuman dosa manusia. Kini Maria hanya bisa tertunduk lunglai di depan kubur Yesus. Air matanya terus mengalir membasahi makam Yesus yg tertutup batu. Sementara senja perlahan merajut malam dan semua menjadi sunyi ...


*SABTU SUNYI*

*S* enja telah berganti   malam

*A* da kesunyian yg mencekam

*B*-atu besar telah menutup kubur    Yesus

*T*-akut dan kegentaran menyelimuti para murid

*U*-ntuk ke luar rumah pun tak berani


*S* aat semua meratap pedih

*U* jung malampun bergulir pagi

*N* un jauh terdengar berita menggemparkan

*Y* esus bangkit dari kematian

*I* a telah menggenapi sabda-Nya : _"Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati"_


Saudaraku, terkadang kita harus melewati masa-masa sunyi. Masa dimana kita bisa  berkontempelasi untuk menemukan sebuah makna bahwa di dalam kesunyian kita tidak merasa kesepian, karena disitulah kita bisa leluasa bercakap-cakap dengan Tuhan serta menghayati akan cinta kasih-Nya.


Selamat berefleksi dan menghayati Sabtu Sunyi. Tuhan Yesus memberkati 

Sabtu, 08 April 2023

Renungan Sabtu Sunyi

 RENUNGAN SABTU SUNYI (BAGIAN KEDUA)

8 APRIL 2023

Bacaan Matius 27:61


*BERKONTEMPELASI DI TENGAH KESUNYIAN*

_Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu_ (Matius 27:61)


Siapa yg tdk hancur hatinya ketika orang yg dikasihi pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Dunia menjadi sunyi diselimuti kepedihan yg mendalam. Terlebih jika orang yg meninggalkan kita merupakan orang dimana kita manaruh semua pengharapan. Sehingga terbayang masa depan suram tanpa cahaya. 

Begitu pulalah yg dirasakan Maria Magdalena dan Maria yg lain. Yesus yg telah menolong dan mengubahkan hidupnya telah tiada. Hatinya sangat sedih dan perih melihat bagaimana Yesus didera, dihina, dicambuk dan disalibkan. Sebuah proses kematian yg sangat mengerikan yg harus ditanggung oleh Yesus hanya untuk menggantikan hukuman dosa manusia. Kini Maria hanya bisa tertunduk lunglai di depan kubur Yesus. Air matanya terus mengalir membasahi makam Yesus yg tertutup batu. Sementara senja perlahan merajut malam dan semua menjadi sunyi ...


*SABTU SUNYI*

*S* enja telah berganti   malam

*A* da kesunyian yg mencekam

*B* atu besar telah menutup kubur Yesus

*T* akut dan kegentaran menyelimuti para murid

*U* ntuk ke luar rumah pun tak berani


*S* aat semua meratap pedih

*U* jung malampun bergulir pagi

*N* un jauh terdengar berita menggemparkan

*Y* esus bangkit dari kematian

*I* a telah menggenapi sabda-Nya : _"Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati"_


Saudaraku, terkadang kita harus melewati masa-masa sunyi. Masa dimana kita bisa  berkontempelasi untuk menemukan sebuah makna bahwa di dalam kesunyian kita tidak merasa kesepian, karena disitulah kita bisa leluasa bercakap-cakap dengan Tuhan serta menghayati akan cinta kasih-Nya.


Selamat berefleksi dan menghayati Sabtu Sunyi. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jangan salah jalan

 SAAT TEDUH

8 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:1-14


*JANGAN SALAH JALAN*

Kata Yesus kepadanya: _“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."_ (Yohanes 14: 6)


Ada ungkapan peribahasa "Malu bertanya sesat di jalan". Maksud dari peribahasa tersebut adalah bahwa kita tidak usah malu atau segan untuk bertanya tentang sesuatu yang belum kita ketahui, sehingga kita tidak salah atau tersesat. Persoalannya adalah kita sering gengsi bertanya karena merasa sudah pintar dan serba tahu. Ada sebagian yang beranggapan kalau orang yang sering bertanya itu dianggap bodoh. Akibatnya ketika kita sudah melangkah dan terlanjur salah atau tersesat,  kita jadi kebingungan tak tahu arah. 

Begitu pula tentang keselamatan. Ada yang begitu yakin bahwa ia tahu jalan keselamatan menurut konsep sendiri. Namun bagaimana jika apa yang diyakini tersebut salah dan terlanjur tersesat sehingga bukan keselamatan yang diperoleh namun kematian kekal.


Hari ini kita bisa belajar dari murid Yesus yang bernama Thomas. Ia tidak segan dan tidak malu untuk bertanya kepada Yesus: 

_"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"_ (ayat 5). 

Sebuah pertanyaan yang sangat mendasar mengenai jalan keselamatan yang belum dipahami secara gamblang oleh Thomas. Karena itulah Yesus memberikan jawaban akan kepastian untuk memperoleh keselamatan:

*_" AKUlah JALAN  dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."_* (ayat 6). Ada 4 hal dari pernyataan tersebut yang dapat kita pelajari :

1. *Akulah*, artinya hanya Yesuslah satu-satunya dan bukan orang lain. 

2. *"Jalan"*. Dalam pemahaman secara umum, kata "jalan" berarti sarana yang dapat kita lalui ketika kita bepergian ke suatu tempat dan melaluinya kita akan sampai ke tujuan. Begitu pula ketika kita ingin mencapai tujuan hidup kita yaitu keselamatan, maka Tuhan Yesuslah yang akan menjadi jalan dan menuntun kita sampai ke tempat tujuan, yaitu kehidupan kekal.

3. *"Kebenaran"*.  Melalui-Nya kita tidak akan tersesat dan menemukan jalan buntu karena jalan yang kita lalui sudah benar dan tidak keliru. Oleh karena itu jangan pernah tergiur oleh tawaran atau iming-iming dunia yang seolah menawarkan kebenaran tetapi ternyata kita terjerumus dan tersesat. Dalam kehidupan iman dan doa, kita sering berdoa agar Tuhan menunjukkan jalan yang benar. Padahal jalan yang benar itu sudah ada di dalam Yesus, tinggal bagaimana kita meyakini dan mengimaninya.

4.*"Hidup"*, artinya melalui Tuhan Yesus kita juga akan memperoleh kehidupan kekal dan bukan berujung pada kematian kekal. Hanya melalui Yesuslah jalan menuju kepada Bapa akan terwujud. Memang benar banyak jalan menuju Roma, tetapi ingat *hanya satu jalan menuju Bapa*, yaitu melalui Tuhan Yesus!


Saudaraku terkasih, sesulit dan serumit serta seberat apapun hidup kita, *jangan salah jalan*. Ingatlah bahwa *Yesus adalah jalan yang benar dan memberi kehidupan*. Kita harus melewati jalan tersebut karena di jalan tersebut ada jalan keluar untuk setiap permasalahan hidup kita. Di dalam Yesus tidak akan ada jalan buntu, Dia akan menuntun langkah demi langkah menuju ke tujuan hidup kita. Dia lah satu-satunya jalan keselamatan bagi kita!

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 07 April 2023

Jawaban ditengah Kegelisahan

 RENUNGAN MINGGU 

7 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:1-14


*JAWABAN DI TENGAH KEGELISAHAN* 

_"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu"_

(Yohanes 14:1-2) 


Kegelisahan bisa melanda siapapun. Tidak peduli apakah ia orang tua maupun anak-anak, apakah ia kaya atau miskin, apakah perempuan atau laki-laki, apakah berpendidikan tinggi atau rendah dll. Gelisah merupakan perasaan tidak tenang dan kuatir. Penyebab kegelisahan biasanya dikarenakan tidak adanya kepastian dari sesuatu yang kita harapkan. Bisa juga karena belum menemukan solusi atau jalan keluar dari pergumulan yang dihadapi. Kegelisahan yang terus menerus dapat mengakibatkan stres dan stres yang berkepanjangan mengakibatkan depresi dan depresi yang tidak terkendali akan mengakibatkan putus asa dan putus asa dapat mengakibatkan orang kehilangan semangat untuk hidup.

             

Saudaraku terkasih, apakah saat ini kita juga sedang mengalami kegelisahan? Bisa saja kegelisahan itu muncul karena situasi yang berat, pergumulan yang terus datang menerpa dan kesulitan yang tak kunjung berakhir membuat kita seakan menghadapi jalan yang begitu gelap. Berbagai upaya telah dilakukan, namun belum juga menemukan jalan keluar. Yang kita lihat seolah semua jalan sudah tertutup dan buntu. Namun apakah kita lalu menyerah dan putus asa? Tentu tidak! Sebagai orang beriman, kita dapat mengatasi rasa gelisah dan menemukan jalan ke luar terindah. Bagaimana caranya?

1. *Percaya kepada Allah dan kepada Tuhan Yesus* (Yoh.14:1). Percaya berarti meyakini sepenuhnya akan kedaulatan Allah tanpa rasa ragu sedikitpun. Karena dengan percaya, mujizat Allah akan menjadi nyata dalam hidup kita.

2. *Pegang semua janji Allah* (Yoh.14:2). Janji-Nya itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah berdusta. Ia menjanjikan tidak hanya perlindungan dan pemeliharaan-Nya selama kita hidup di dunia, tetapi juga janji akan kehidupan kekal di sorga.

3. *Yakin bahwa hanya Yesus lah satu-satunya jalan yang benar* yang akan menuntun kita kepada kehidupan dan bukan kematian (Yoh.14:6). Melalui Yesuslah kita mengenal Allah Bapa kita dengan benar. Karena di dalam diri Yesus lah, Tuhan menyatakan diri-Nya (Yoh.14:10-11)

4. *Teruslah berkarya dan bersaksi tentang kasih Tuhan* kepada semua orang melalui pekerjaan kita masing-masing (Yoh.14:12). Jika kita sebagai guru, jadilah guru yang bekerja dengan sungguh-sungguh penuh pengabdian untuk mencerdaskan anak bangsa. Jika kita menjadi hamba Tuhan, lakukanlah pekerjaan pelayanan dengan kasih, melalui aplikasi satunya kotbah dan tindakan. Jika kita menjadi abdi negara, jadilah abdi negara yang bertanggungjawab untuk memikirkan kesejahteraan rakyat. Apapun pekerjaan dan profesi kita, mari lakukan sebaik mungkin dengan satu motivasi bagi kemuliaan nama Tuhan.

5. *Sampaikanlah permintaan kita dalam Nama Yesus* (Yoh.14:13-14). Dalam nama Yesus ada kuasa. Apapun yang menyebabkan kegelisahan kita saat ini, sampaikan kepada Bapa di dalam nama Yesus. Maka Yesus akan melakukannya supaya nama Bapa dipermuliakan. Inilah *jawaban kegelisahan* yang Yesus berikan bagi orang yang percaya kepada-Nya. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...