SAAT TEDUH
24 FEBRUARI 2025
Bacaan Mazmur 55:17-24
*MENYERAHKAN KEKUATIRAN*
_"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah"_(Mazmur 55:23)
Shalom dan selamat mengawali minggu ini dengan penuh semangat dan optimisme.
Saudaraku terkasih,
Kekuatiran bisa melanda siapapun, tak peduli pria atau wanita, tua atau muda, kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau rendah. Kekuatiran lebih banyak disebabkan karena tidak memiliki kepastian terhadap apa yang diharapkan dalam kehidupan. Biasanya yang menyebabkan munculnya rasa kuatir adalah masalah ekonomi yang menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari, kepastian akan masa depan, dan hal yang sering tidak disadari oleh manusia adalah menempatkan Tuhan bukan pada prioritas utama dalam kehidupannya (lebih mengutamakan hal-hal duniawi seperti karir, kekayaan, jabatan dll).
Ciri-ciri orang yang sedang mengalami kekuatiran adalah: cemas, takut, was-was, bingung, galau dll.
Saudaraku terkasih, apakah saat ini kita juga sedang mengalami kekuatiran? Apa yang kita kuatirkan? Apakah dengan rasa kuatir itu menjadikan diri kita baik-baik saja? Apakah dengan kekuatiran lalu masalah cepat teratasi dan cepat selesai? Apakah dengan kekuatiran, relasi kita dengan Tuhan semakin dekat? Apakah kekuatiran menjadikan iman kita semakin bertumbuh dan kuat? Tentu tidak, bukan?
Oleh sebab itu Yesus berfirman: _"Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai"_ (Matius 6:25a).
Itu artinya bahwa kita tidak perlu merasa kuatir. Lalu bagaimana caranya agar kita mampu mengatasi rasa kuatir tersebut?
*Pertama,* mari kita perhatikan firman Tuhan yang kita renungkan saat ini: _*"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN*, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah"_ (Mazmur 55:23).
Ya, kita harus *menyerahkan* kekuatiran kita kepada Tuhan. Kata "menyerahkan" berarti mempercayakan secara penuh seluruh kekuatiran kita kepada Tuhan. Bisa juga berarti memindahkan semua beban kekuatiran itu kepada Tuhan. Saat semua kekuatiran kita serahkan kepada Tuhan, maka Tuhan akan *memelihara* hidup kita. Kata "memelihara" artinya sangat luas. Bisa berarti menjaga, merawat, melindungi, mencukupi keperluan dan menyelamatkan. Jika Tuhan berjanji akan memelihara kita, maka percayalah bahwa Tuhan bertanggung jawab penuh atas hidup kita, atas keperluan kita, atas keselamatan kita dan juga atas masa depan kita. Tuhan adalah *Jehova Jireh*, yaitu Allah yang menyediakan semua keperluan kita menurut kekayaan dan kemulian-Nya di dalam Yesus Kristus. Oleh sebab itu mari serahkan semua kekuatiran kita kepada Tuhan, maka Tuhan tidak hanya memelihara terapi juga tidak akan membiarkan kaki kita goyah sekalipun begitu dahsyat badai kehidupan menerpa kita.
*Kedua,* _"Tetapi *carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,* maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"_
(Matius 6:33).
Hal ini berarti kita harus mengubah skala prioritas hidup kita dari hal-hal yang bersifat materi menjadi hal-hal yang bersifat rohani. Kalau dulu kita menempatkan harta benda, sandang, papan, pangan, jabatan dan kekuasaan sebagai kebutuhan primer, maka ubahlah agar Tuhan yang menjadi kebutuhan primer dalam hidup kita. Yakinlah ketika kita mentaati kehendak Tuhan dan hidup dalam kebenaran menjadi prioritas utama, maka Tuhan akan menambahkan berkat-berkat-Nya terhadap apa yang kita perlukan. Maka jangan tunda lagi, serahkan semua kekuatiran kita saat ini juga. Tuhan pasti akan bertindak menolong dan mencukupi keperluan kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua. 🙏