Jumat, 31 Januari 2025

Ketika Jiwamu Hancur

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

31 JANUARI 2025

Bacaan Mazmur 51:1-19


*KETIKA JIWAMU HANCUR*

_"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah"_

(Mazmur 51:19)


Adakah saat ini di antara kita yang sedang mengalami kehancuran? Bisnis hancur, usaha hancur,  rumah tangga hancur, studi hancur, pelayanan hancur bahkan seakan masa depan pun ikut hancur? Jika itu yang sedang kita alami, waspadalah karena setan akan memanfaatkan kita dengan dakwaan-dakwaan yang akan melemahkan sekaligus menghancurkan semangat bahkan iman kita!  Iblis atau setan akan mengatakan bahwa Tuhan tidak perduli dengan pergumulan kita, tidak peduli dengan masa depan kita, tidak peduli dengan apapun yang terjadi dalam hidup kita. Ia juga akan mendakwa kita bahwa kita sudah terlalu banyak dosa  sehingga Tuhan tidak akan mengampuni. Jika sampai kita berpaling dan mendengarkan suara-suara di luar suara Tuhan, hidup kita akan semakin hancur. 


Saudaraku terkasih, sehancur apapun hidupmu, sepatah apapun hatimu dan seremuk apapun jiwamu, Tuhan tetap mengasihimu. Apapun keadaanmu, Tuhan tetap pedulikanmu. Yang perlu engkau lakukan adalah membawa hati yang patah, hidup yang remuk dan jiwamu yang hancur kepada Tuhan. Ia sanggup memulihkan selama engkau mau menyerahkan setiap serpihan hidup, hati dan jiwamu kepada-Nya. Tuhan tidak pernah memandang hina diri kita  karena kita adalah ciptaan-Nya, milik-Nya dan anak-anak yang berharga di mata-Nya. Terkadang Tuhan mengijinkan kita hancur agar kita sadar bahwa betapa rapuh dan tidak berdayanya diri kita. Sebab di saat kita sedang hidup dilimpahi berkat terkadang menjadi lupa diri. Oleh sebab itu mari kita datang kepada Tuhan melalui saat teduh dan doa seraya membawa persembahan jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk sambil berkata: *_"Tuhan, sehancur apapun jiwaku, seremuk apapun hatiku, aku tetap bersyukur karena Engkau Bapa yang selalu pedulikan anak-Mu. Apapun boleh hilang dari hidupku asal aku tidak kehilangan diri-Mu. Bentuklah aku menjadi pribadi yang kuat melalui setiap badai kehidupan yang Engkau ijinkan. Karena aku yakin, Engkau akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya, Amin"_*


Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak Bersimpati apalagi Berempati

 SAAT TEDUH 

6 JULI 2023

Bacaan Markus 6:30-44


*TIDAK BERSIMPATI APALAGI BEREMPATI*

Tetapi jawab-Nya: *_"Kamu harus memberi mereka makan!"_* Kata mereka kepada-Nya: *_"Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"_*

(Markus 6:37)  


Ada hal yang sangat berlawanan tentang sikap Yesus dan para murid dalam menyikapi kondisi banyak orang yang saat itu kondisinya seperti "domba tanpa gembala" (ayat 34). Dalam hati Tuhan Yesus muncul rasa belas kasihan (simpati) sehingga menyuruh para murid untuk memberi mereka makan (empati). Namun ternyata sikap para murid sangatlah bertolak belakang dengan Sang Guru. Mereka justru meminta kepada Sang Guru untuk menyuruh orang banyak tersebut pergi supaya mereka masing-masing membeli makanan sendiri-sendiri di desa-desa atau kampung-kampung terdekat (ayat 36). Lebih parah lagi ketika Yesus memerintahkan para murid untuk memberi mereka makan, ada rasa berat untuk berkorban dan _"owel"_ untuk berbagi (ayat 37). Jangankan bersimpati, berempati saja tidak!


Saudaraku terkasih, pada jaman sekarang hal tersebut juga sering terjadi dalam kehidupan bergereja dan berjemaat. Banyak jemaat yang kondisi kehidupan mereka memprihatinkan, kelaparan, kesulitan, miskin dan butuh pertolongan.  Mereka seperti domba tanpa gembala. Sementara pihak gereja dan para pelayan Tuhan justru sibuk dengan program dan rencana yang muluk-muluk tetapi untuk mendukung rencana dan program tersebut, jemaatlah yang selalu menjadi obyek sumber dana, tanpa mempertimbangkan dan melihat kondisi mereka yang dalam kekurangan. Meskipun gereja punya banyak tabungan dana abadi tetapi hanya dikembangkan dan tidak digunakan untuk membantu mereka yang hidup dalam kesulitan, belum punya pekerjaan, kelaparan, miskin dan menderita. Tak ubahnya seperti sikap para murid waktu itu, jangankan berempati, bersimpati saja tidak. Yang mereka lakukan adalah lari dari tanggung jawab. Para murid seharusnya malu dengan ketulusan seorang anak kecil yang penuh keikhlasan mau berbagi dengan memberikan bekal yang dibawanya berupa 5 roti jelai dan 2 ikan (Yohanes 6:9). Itu suatu bentuk pengorbanan yang luar biasa dari seorang anak kecil. Ia rela memberikan semua bekalnya meskipun ia sendiri butuh dan ia juga tahu bahwa apa yang diberikan jumlahnya sangat tidak sebanding dengan makanan yang dibutuhkan untuk 5000 orang lebih. Namun keikhlasan dan pengorbanannya tidak sia-sia. Di tangan Tuhan Yesus sesuatu yang tampak kecil ternyata mampu menjadi berkat besar bagi ribuan orang. Jiwa dan sikap anak kecil tersebut seharusnya juga menjadi jiwa dan sikap para pelayan Tuhan. Gereja jangan hanya menekankan persembahan, tetapi cobalah lebih menekankan pemulihan bagi jemaat yang _"kecingkrangan"_, hidup dalam kemiskinan, kesakitan, kesulitan, pergumulan dan penderitaan. Dampingi dan kuatkan mereka melewati lembah kekelaman dan bawalah mereka ke padang rumput yang hijau.

Percayalah, kita tidak pernah akan menjadi miskin dengan memberi atau berbagi. Perhatikan firman Tuhan dalam Amsal 11:24

*_"Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan"_*

Semoga menjadi permenungan kita bersama. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Sabtu, 25 Januari 2025

Sepenuh hati

 Sepenuh Hati


Matius 13:44 memuat beberapa gambaran yang paling berdampak dari seluruh Alkitab. Bayangkan: Anda sedang berjalan melintasi ladang dan menemukan harta karun kuno, yang terlupakan oleh seluruh dunia. Anda menyadari bahwa sebidang tanah itu sedang dijual. Apa yang akan Anda lakukan? Seberapa cepat Anda akan menjual semua yang Anda miliki untuk membeli ladang itu beserta harta karunnya? Cepat? Tentu saja! Anda telah menemukan sesuatu yang sangat berharga, jauh lebih berharga daripada apa pun yang Anda miliki sebelumnya!


Yesus menggunakan gambaran ini untuk menggambarkan Kerajaan surga. Ketika Anda menemukan nilai sejati dari sesuatu yang seperti itu, Anda akan memberikan semua yang Anda miliki untuk meraihnya, untuk menjadi bagian darinya, untuk memilikinya bagi diri Anda sendiri. 


Dan apakah Kerajaan surga itu?


Kerajaan surga adalah kehendak Tuhan di bumi. Hal tersebut merupakan Injil Yesus Kristus, kabar baik bahwa kita dapat dibebaskan dari dosa dan berjalan dalam belas kasih dan kasih karunia-Nya. Kerajaan surga sudah tersedia saat ini juga. Hal tersebut merupakan undangan bagi Anda. 


Sudahkah Anda menemukannya? Sukacita, energi, dan kegembiraan menemukan harta karun yang tak ternilai di ladang adalah selayaknya menyadari bahwa Anda diundang untuk menjadi bagian dari Kerajaan Allah. Luangkan waktu sejenak untuk memahaminya. Anda sedang diundang. Sudahkah Anda mengatakan 'ya'? Akankah Anda menerimanya?


Karena ketika Anda mengatakan 'ya', nilai apa pun yang ada di dunia ini tidak akan sebanding dengan nilai Kerajaan tersebut. Alkitab tidak mengatakan bahwa orang itu pergi menjual semua yang dimilikinya untuk membeli ladang itu dalam kesedihan, ketidakpastian, atau ketakutan. Alkitab mengatakan bahwa ia pergi dengan penuh sukacita. 


Ia pergi dengan penuh sukacita karena harta karun yang ditemukannya begitu luar biasa. Dan ia dapat menjadi bagian darinya. Anda juga.

Merencanakan Masa Depan

 Merencanakan Masa Depan


Pikirkan tentang rencana Anda untuk hari ini, minggu ini, tahun ini, dan seterusnya.


Mungkin Anda ingin memulai usaha.

Mungkin Anda ingin membina keluarga.

Mungkin Anda ingin menulis buku.

Mungkin Anda ingin berkeliling dunia.

Mungkin Anda ingin memulai pelayanan.

Mungkin Anda ingin menjadi sukarelawan di kota Anda.

Mungkin Anda ingin berkebun.

Mungkin Anda ingin melunasi utang.


Alkitab mengatakan…


“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”

Amsal 19:21 TB


Membuat rencana bukanlah hal yang buruk. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa kita akan menuai apa yang kita tabur (Galatia 6:7), jadi kita harus rajin—bukan malas—untuk merencanakan masa depan dengan bijak. Tetapi pada saat yang sama, kita harus membiarkan rencana tersebut fleksibel, karena Tuhan mengetahui gambaran utuh dari hidup kita.


Tuhan selalu bekerja di dalam dan melalui umat-Nya, memberi mereka kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13). Namun terkadang, kita perlu mengatur ulang. Terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan rencana-Nya.


Tetapi bahkan saat kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, Dia selalu memikirkan kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.


Yesus meneladani bagaimana menyerahkan rencana-Nya sendiri dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita—untuk kebebasan kita. Dan, meskipun tidak mudah, hidup dan masa depan kita terlihat berbeda karena tujuan Tuhan terlaksana.


Jadi hari ini, buatlah daftar rencana dan impian Anda. Kemudian ulurkan tangan Anda ke depan, dan bayangkan menyerahkan semua impian dan rencana Anda kepada-Nya. Bayangkan semua rencana itu menguap dari tangan Anda. Lalu, mintalah Tuhan menunjukkan rencana mana yang Dia ingin berikan kembali kepada Anda dan adakah impian baru yang Dia ingin Anda terima.

Jumat, 24 Januari 2025

Kehidupan Doa

 SAAT TEDUH AKHIR PEKAN 

25 JANUARI 2025

Bacaan Efesus 3:14-21


*KEHIDUPAN DOA*

_"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita"_ (Efesus 3:20)  


Jika ada yang bertanya "bagaimana kehidupan doamu?", apa jawaban kita? Apakah kita akan menjawab: "Oh saya sih rajin berdoa, apapun yang saya lakukan selalu saya awali dengan doa". Atau "Kehidupan doa saya tidak menentu. Saya berdoa kepada Tuhan jika hanya butuh sesuatu". Mungkin juga ada yang menjawab "Kebiasaan doa saya sangat buruk, karena belum tentu tiap hari berdoa walau hanya sekali". Tentu hanya kita yang paling tahu tentang kehidupan doa kita.


Saudaraku terkasih, banyak di antara kita yang kurang menyadari betapa besar kuasa sebuah doa. Oleh karena itu dalam suratnya kepada jemaat Efesus, Paulus menekankan betapa penting membangun relasi dengan Tuhan melalui doa. Setiap pekerjaan dan pelayanan yang Paulus lakukan selalu dilandasi doa. Ia berdoa untuk kehidupan jemaat yang dilayani. Dalam suratnya kepada jemaat Efesus, ada 9 kali kata "doa" diulang (Efesus 1:16; 3:16; 3:18: 3:19; 3:20; 6:18; 6:20). Hal itu menunjukkan betapa kehidupan doa sangat penting. 


Saudaraku, jika saat ini engkau sedang memiliki pergumulan berat, 

ambillah waktu khusus untuk berdoa kepada Tuhan. 

Sebagai Bapa Ia akan setia mendegarkan setiap curahan hatimu. 

Tangan kasihNya akan selalu sigap menolongmu.

Ia akan memberi kekuatan di saat engkau letih lesu tak berdaya. 

Ia akan mengangkat saat engkau terkulai dan terjatuh. 

Ia akan menopang ketika engkau terseok. 

Ia akan menyelamatkan dikala bahaya mengancammu. 

Berdoalah, 

karena doa dapat mengubah segalanya.

Percayalah, Tuhan sanggup memberikan melebihi apa yang kita minta dan doakan. 

Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 22 Januari 2025

Serapah pembawa Berkah

 Renungan Harian

Kamis,  23 Januari 2025

Bacaan: BILANGAN 23:4-12

"*Serapah" Pembawa Berkah*

Lalu kata Balak kepada Bileam, "Apakah yang kaulakukan kepadaku? Untuk mengutuki musuhkulah aku menjemput engkau, tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka." (Bilangan 23:11)


Nenek itu menyaksikan sendiri pemuda urakan itu menjatuhkan tongkat yang ia letakkan dekat bangku tempat duduknya. Tentu saja, ia menyuruh pemuda itu mengembalikannya ke tempat semula. Dengan lagak tak tahu apa-apa, pemuda itu pura-pura tak mendengar. Permintaan si nenek diabaikannya. Akhirnya, dengan jengkel dan mengomel, nenek itu beranjak dari bangku untuk mengambil sendiri tongkatnya yang jatuh itu. Tahu-tahu, ... gedubraak!! Hanya terpaut beberapa detik, sebuah benda logam besar jatuh dari loteng, tepat menimpa bangku tempatnya duduk tadi. Selamatlah nenek itu dari bencana.


Bileam adalah tukang tenung andalan raja Moab, Balak. Namun, kitab Bilangan pasal 22-24 menceritakan kejadian yang mengherankan. Bermula dari perasaan terancam akan kedatangan bangsa Israel maka Balak sengaja mengupah Bileam untuk mengutuki bangsa itu (lih. Bil 22:5-6). Namun, melalui liku-liku berbagai kejadian yang serba janggal, nyata bahwa _Bileam tak kuasa menolak perintah dan campur tangan Tuhan_ (ay. 8). Alih-alih mengutuki Israel, akhirnya Bileam malah memberkati bangsa itu (lih. Bil 23:18-24).


_Cara Tuhan memberkati sungguh tak terbatas._ Bahkan acapkali tak disangka-sangka. Kita memang sering dibuat jengkel, kesal, dan marah oleh kehadiran orang-orang tertentu yang di mata kita membawa kerugian dan petaka saja. Ingin rasanya kita berteriak agar Tuhan menyingkirkan mereka dari kehidupan kita. *Bersabar dan percayalah kepada kuasa serta hikmat Tuhan untuk memberkati kita.* _Seorang yang berniat buruk sekalipun dapat dipakai Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya demi menghadirkan selamat dan berkat bagi kita._ --PAD/www.renunganharian.net


JIKALAU TUHAN BERKEHENDAK MEMBERKATI, 

SIAPAKAH YANG SANGGUP MENGHALANGI?

Mengenal Siapa Yesus

 SAAT TEDUH

22 JANUARI 2025

Bacaan  Yohanes 2:1-11


*MENGENAL SIAPA YESUS*

_Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: *"Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"*_ (Yohanes 2:5)  


Kita saat ini masih membahas peristiwa perkawinan di Kana, tetapi dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan mencoba mencari jawaban mengapa Maria ibu Yesus berkata kepada para pelayan : _"Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"_, padahal dengan jelas Yesus sebelumnya sudah mengatakan : "Saat-Ku belum tiba" (ayat 4). Itulah hebatnya Maria. Ia merasa yakin bahwa Yesus sanggup melakukan mujizat karena Maria sungguh *mengenal* siapa Yesus, sehingga dengan penuh keyakinan Maria percaya Yesus sanggup melakukan segala perkara. Pengenalan Maria akan siapa Yesus ia dapatkan ketika ia dijumpai malaikat Gabriel dan berkata bahwa Maria akan dipakai Tuhan dengan mengandung bayi kudus yang nantinya harus diberi nama Yesus, Anak Allah Yang Maha Tinggi (Lukas 1:26-34). Dan apa yang Maria terima dan alami serta ketahui mengenai Yesus selalu ia simpan dalam hati :  *Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.* (Lukas 1:29; 2:19). Dari hal itulah maka Maria sungguh-sungguh mengenal secara mendalam siapa Yesus. Dari berita yang ia terima baik dari malaikat Tuhan (Gabriel), orang-orang Majus dan para gembala, menjadikan Maria semakin mengenal bahwa *Yesus adalah:*

1. *Anak Allah Yang Maha Tinggi* (Lukas 1:32)

2. *Pewaris Tahta Daud* (Lukas 1:32)

3. *Raja atas kaum keturunan Yakub dan kerajaan-Nya tidak berkesudahan* (Lukas 1:33). 

4. *Juru Selamat* manusia (Lukas 2:11)


Saudaraku terkasih, apakah kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus juga sudah sungguh-sungguh mengenal Dia dengan baik? Atau sampai saat ini kita hanya tahu siapa Yesus tetapi belum mengenal secara mendalam tentang Dia? Pengenalan bunda Maria akan Yesus seharusnya juga menjadi pengenalan kita. Sehingga tak ada keraguan sedikitpun tentang kuasa-Nya yang mampu menolong dan menyelamatkan kita. Yesus lah Firman Tuhan yang menjadi manusia (Yohanes 1:14). Keilahian Yesus nyata melalui setiap mujizat yang dinyatakan-Nya *_"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan"_* (Kolose 2:9 (TB).

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 17 Januari 2025

Juga Di Sana

 Saat Teduh

18-01-2025

"Juga di Sana"


Daud, yang menjadi raja Israel di sekitar tahun 1000 SM, adalah jiwa kontemplatif yang menulis ayat kita hari ini:


“… juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”

Mazmur 139:10 TB


Catatan: Setiap kali sebuah ayat tampaknya dimulai di tengah kalimat, sebaiknya kita menyelidiki konteks cerita yang lebih luas. Dalam hal ini, Daud mengeksplorasi fakta yang mencengangkan bahwa dia tidak akan pernah bisa lari dari hadirat Tuhan. 


Daud menyadari bahwa tidak peduli apakah dia sedang duduk atau berdiri, bepergian ke luar negeri atau beristirahat di rumah, di atas langit atau di dalam kubur, mengungkapkan pikirannya atau menyimpan pikiran untuk dirinya sendiri, atau bahkan jika dia tiba-tiba berada di tepi laut paling terpencil di bumi.


Saat itulah Daud melanjutkan:


“… juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”


Juga di sana, juga di sini, bahkan di mana pun—Tuhan selalu hadir untuk memimpin dan menuntun, menguatkan dan mendukung.


Sekalipun kita berusaha menghindari Allah, atau lari dari panggilan-Nya atas hidup kita, Dia sabar mencari kita, menegur kita, mengarahkan kita. 


Satu hal yang pasti: Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.


Jadi, saat Anda mencuci piring, melihat ponsel, atau memikirkan keputusan yang sulit; saat Anda sedang bekerja keras, santai di rumah, atau menghabiskan waktu bersama orang yang Anda sayangi; saat Anda patah hati, saat Anda gembira, saat Anda ragu, saat Anda berharap, dan bahkan saat Anda membuat keputusan yang buruk …


“… juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”


Di mana pun Anda berada hari ini, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Anda tidak terjebak. Anda bukanlah pribadi yang tanpa dipedulikan orang, dan yang tidak tertolong. Puji Tuhan, tidak ada yang luput dari hadirat-Nya.


Tuhan memberkati 🙏🏻

Kamis, 16 Januari 2025

Hidup dalam pimpinan Tuhan

 SAAT TEDUH

17 JANUARI 2025

Bacaan Mazmur 48:1-15


*HIDUP DALAM PIMPINAN TUHAN*

_"Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!'_ (Mazmur 48:15)


Bukan perkara mudah untuk bisa hidup dalam pimpinan Tuhan. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan ada harga yang harus dibayar, yaitu kesediaan untuk berkorban mau meninggalkan keinginan pribadi dan bersedia mengikuti apapun perintah Tuhan. Di sinilah kita harus belajar mengekang ego kita dan berusaha untuk mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada pimpinan Tuhan.

 

Ada beberapa alasan mengapa kita harus hidup dalam pimpinan Tuhan:

1. Tuhan maha besar (ayat 2). Kebesaran nama-Nya menjadikan Ia layak disembah dan dipuji

2. Tuhan benteng perlindungan kita (ayat 4). Tak ada musuh atau badai yang mampu meruntuhkan benteng perlindungan kita, sehingga kita selalu aman di bawah pimpinan Tuhan  

3. Kasih setia Tuhan tak berkesudahan (ayat 10). Kesetiaan Tuhan tak pernah pudar. Meskipun kesetiaan  kita berubah, kesetiaan Tuhan tetap adanya. Hal itu mengajarkan kepada kita agar kita pun memiliki kesetiaan baik dengan pasangan, dalam pelayanan, dalam pekerjaan maupun dalam memegang teguh janji.

4. Tuhan maha adil (ayat 11). Keadilan Tuhan tidak perlu dipertanyakan. Ia berlaku adil dalam segala hal. 


Saudaraku terkasih, selama kita mau hidup dipimpin oleh Tuhan, maka hidup kita akan dipenuhi oleh sukacita dan sorak sorai kemenangan atas setiap pergumulan (ayat 12). Oleh karena itu mari berserah diri untuk hidup senantiasa dalam pimpinan-Nya.


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Rabu, 15 Januari 2025

Apa yang ditabur takkan sia sia

 Apa yang kita tabur, tidak akan sia-sia, Tuhan mampu melipatgandakannya

Murid Yesus berkata “Roti seharga 200 dinar tidak akan cukup untuk mereka, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Andreas berkata, “Di sini terdapat seorang anak yang mempunyai 5 roti jelai dan 2 ikan; tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Seringkali kita melihat keterbatasan kita

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu (Pengkhotbah 11:1)

Be generous, and someday you will be rewarded

Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu (Pengkhotbah 11:5)

No one can explain how a baby breathes before it is born. So how can anyone explain what God does? After all, God created everything.

Kyle MacDonald, 26 tahun, mempunyai paper clip merah (red paper clip) dan bermimpi: Bisakah menukar paper clip itu dengan sesuatu yang lebih baik, dan menukarnya dengan sesuatu yang lain —sampai dia mempunyai rumah?

Dia mengiklankan paper clip tersebut di craigslist.com dan wanita menukar pena

·Paper clip warna mera

·Ballpoint bentuk ikan

·Pegangan pintu dari keramik

·Kompor buat camping merk Coleman

·Generator kecil (seorang tentara)

·Tempat bir yg ada lampu neon tulisan Budweiser

·Snowmobile – kendaraan seperti motor untuk di salju

·Paket liburan fully paid di satu desa namanya Yahk

·Mobil van tahun 1995

·Kontrak rekaman, dengan bisa pakai studio, kirim ke produser music

·Satu tahun penginapan gratis di satu rumah di Phoenix, Arizona, seorang penyanyi

·Satu hari bersama dengan Alice Cooper

·Snow globe, hiasan bola dunia, ada salju dalamnya, tulisan kelompok musik KISS

·Satu peran dalam satu film, Colin Bernsen…koleksi 8000 snow globe

·Akhirnya, pemerintah kota setempat di Saskatchewan Kanada, menyerahkan sertifikat kepemilikan rumah untuk peran film tersebut.

Jika seseorang dapat mengubah klip kertas menjadi sebuah rumah hanya dengan motivasi dan sedikit teknik penjualan, bayangkan apa yang Tuhan dapat lakukan melalui Anda jika karunia, bakat dan kemampuan Anda sepenuhnya milik-Nya.

Potensi kita dari Tuhan, jangan disia-sia-kan. Bagaimana kita menggunakannya?

“Anda adalah satu-satunya orang di dunia yang dapat menggunakan kemampuan Anda.” Apakah Anda menggunakan apa yang telah diberikan kepada Anda, berapa pun jumlahnya? Atau, apakah Anda sudah mengubur berkat Anda dan menyembunyikannya dari orang lain?” (Zig Ziglar)

Menggemburkan Tanah Keras

 Menggemburkan Tanah Keras


Bayangkan diri Anda seorang petani, dan kehidupan Anda adalah ladang yang luas. Anda menabur benih secukupnya di tanah, dan benih ini mewakili niat, pilihan, dan tindakan Anda. Hosea menggunakan analogi serupa dalam Hosea 10:12 untuk menggambarkan umat Allah. Israel telah menaburkan benih-benih dosa dan ketidakbenaran, menyebabkan tanah di hati mereka menjadi tidak mau menerima perintah-perintah Allah. Dan tepat ketika umat Allah akan menuai penghakiman Allah, nabi Hosea berbicara dengan mendesak:


"Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia!

Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan."

Hosea 10:12


Sama seperti petani yang menuai lebih banyak daripada yang mereka tabur, Allah kita berjanji bahwa kita pun akan menuai apa yang kita tabur (Galatia 6:7-9). Namun, ayat ini juga mengajarkan bahwa menabur kebenaran saja tidak cukup. Kita juga harus menggemburkan tanah baru (Hosea 10:12). 


Hati kita menjadi seperti lahan kosong ketika kita membiarkannya mengeras dan sulit ditanami—menolak Firman dan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Namun Tuhan ingin umat-Nya mempersiapkan tanah hati mereka untuk menerima benih Firman-Nya dengan mencari Dia. Mencari Tuhan itu seperti hujan awal di musim menabur; unsur penting itulah yang menyuburkan tanah dan menyiapkannya untuk pertumbuhan benih.


Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani? 

"Inilah saatnya untuk mencari Tuhan."

"Inilah saatnya untuk mencari Tuhan."

"Inilah saatnya untuk mencari Tuhan."


Jangan menunggu. Carilah Dia dengan sungguh dan penuh harap hari ini. Renungkan Hosea 10:12; biarkan hal ini menggerakkan Anda untuk menyelidiki kehidupan Anda sendiri: Apakah Anda menabur benih kebenaran dan menuai buah kasih yang tak ternilai? Tidak ada kata terlambat untuk mencari Tuhan—arahkan hatimu kepada Dia yang berjanji akan mencurahkan kemurahan dan anugerah-Nya yang berlimpah kepadamu.

Bermazmurlah bagi Tuhan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

16 JANUARI 2025

Bacaan Mazmur 47:1-10


*BERMAZMUR BAGI TUHAN*

_"Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah"_ (Mazmur 47:7)


Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah ditebus dan diampuni dosa-dosanya, maka sudah seharusnya kita selalu menaikkan pujian atau bermazmur bagi Tuhan. 

Bermazmur bagi Tuhan artinya bernyanyi atau menaikkan nyanyian pujian sambil memainkan alat musik kepada Tuhan sebagai tanda sukacita karena perbuatan Tuhan. Oleh karena itu puji-pujian dan atau penyembahan memiliki peran penting dalam setiap peribadatan baik di gereja, dalam ibadah keluarga, dalam persekutuan doa, dalam pemahaman Alkitab bahkan dalam ibadah kedukaan pun, kita menyanyikan pujian syukur kepada Tuhan. 

Lalu bagaimana caranya kita bermazmur bagi Tuhan? Sesuai dengan firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, bermazmur atau menyanyikan pujian bagi Tuhan bisa dilakukan dengan:

1. Bertepuk tangan (ayat 2). Tentu tepuk tangan yang dimaksud adalah tepuk tangan yang dilakukan seirama dengan lagu pujian bukan asal tepuk tangan 

2. Mengelu-elukan Nama Tuhan  dengan sorak-sorai (ayat 2, 6). Sorak-sorai memuliakan Nama Tuhan tentu berbeda dengan sorak-sorai menyaksikan pertandingan atau pertunjukan. Sorak-sorai bagi kemuliaan Nama Tuhan tentunya harus keluar dari hati yang penuh ucapan syukur dan rasa hormat 

3. Diiringi sangkakala (ayat 6). Sangkakala atau terompet menggambarkan alat musik. Dengan demikian dalam bermazmur iringan musik bisa dilakukan untuk menambah khidmatnya sebuah lagu pujian

4. Dengan nyanyian pengajaran (ayat 8). Setiap syair lagu pujian yang dinyanyikan haruslah berisi tentang pengajaran, tentang nasihat, tentang penyembahan, tentang ucapan syukur dll.


Lalu mengapa kita harus bermazmur bagi Tuhan?

1. Karena Dia adalah Raja di atas segala raja di muka bumi ini (ayat 3, 8)

2. Karena Tuhan berkuasa atas semua suku-suku bangsa (ayat 4)

3. Karena Tuhan sumber berkat bagi umat kepunyaan-Nya (ayat 5)

4. Karena Tuhan duduk di takhtanya yang kudus (ayat 9)


Saudaraku terkasih, bagaimana dengan kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan? Sudahkah kita bermazmur bagi Tuhan dengan segenap dan setulus hati? Atau selama ini kita memuji Tuhan hanya di mulut tanpa hati? Oleh karena itu mari kita bermazmur bagi Tuhan tidak hanya dengan mulut tetapi juga dengan segenap hati kita. Ingat bahwa Tuhan juga bertakhta di atas puji-pujian (Mazmur 22:4).


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 

Selasa, 14 Januari 2025

Tuhan Kota Benteng kita

 SAAT TEDUH

15 JANUARI 2025

Bacaan Mazmur 46:1-12

*TUHAN KOTA BENTENG KITA*

_"TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub"_ Mazmur 46:8, 12)

Selama kita masih hidup, yang namanya kesulitan, tantangan, pergumulan dan penderitaan pasti selalu ada dan kita tidak bisa mengelak, menghindar atau menolaknya. Hidup tanpa pergumulan atau kesulitan adalah kemustahilan. Namun banyak di antara kita belum menyadari realita tersebut sehingga ketika badai penderitaan datang menerpa, mereka bukannya datang kepada Tuhan namun justru menyalahkan dan meninggalkan Tuhan. Akibatnya bukan jalan keluar atau kedamaian dan kebahagiaan yang dirasakan, tetapi justru jalan buntu dan penderitaan yang mereka temukan. 

Hari ini kita diingatkan bahwa sebesar dan seberat apapun pergumulan dan penderitaan yang kita alami, jangan menjauh dari Tuhan. Hanya Tuhan lah kota benteng perlindungan dan pertolongan kita (ayat 8). Dia lah tempat teraman di dunia ini. Walau perang di mana-mana, meski bencana alam melanda bahkan gunung-gunung goncang d dalam laut, kita akan tetap aman di dalam Tuhan sebagai kota benteng perlindungan dan keselamatan kita (ayat 2-3).

Dalam Mazmur 46, kata _"kota benteng kita ialah Allah Yakub"_ diulang 2 kali yaitu ayat 8 dan 12. Hal itu menegaskan sebuah keyakinan yang tidak perlu diragukan lagi. Milikilah sikap yang positif saat badai pergumulan datang menerpa kita, yaitu bahwa pergumulan yang hadir dalam hidup kita adalah alasan bagi kita agar kita semakin mengenal dan mengasihi-Nya. 

Saudaraku terkasih, apapun pergumulan yang sedang kita hadapi, tetaplah berlindung kepada Tuhan sebagai kota benteng perlindungan dan keselamatan kita karena: *"Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi"* (ayat 6).

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 13 Januari 2025

Tenang dalam Badai

Tenang dalam Badai

Yesaya 41:13 TB

[13] Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ”Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Salah satu kisah paling terkenal dalam kehidupan Yesus adalah menenangkan badai (Matius 8:23–27, Markus 4:35–41, dan Lukas 8:22–25).

Pikirkan tentang para murid yang berada di atas perahu bersama Yesus ketika badai yang mengancam jiwa mengamuk di laut. Mereka tidak siap menghadapinya. Panik, mereka menyadari bahwa mereka mungkin akan mati. Selama badai berlangsung, Yesus sedang tidur nyenyak.

Alih-alih melihat reaksi Yesus terhadap situasi mereka, para murid membiarkan situasi yang mereka hadapi mendikte reaksi mereka.

Setelah memohon Yesus untuk melakukan sesuatu, Dia menenangkan badai … tetapi sebelumnya Yesus bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu takut?”

Teguran lembut-Nya itu bukan karena mereka tidak percaya bahwa Yesus dapat menyelamatkan mereka dari badai, tetapi karena mereka bergumul untuk percaya bahwa Dia akan menolong mereka melewati badai itu.

Mereka tahu Yesus ada di perahu mereka, mereka hanya tidak mengerti apa yang mampu Dia lakukan sepenuhnya. 

Yesus adalah kekuatan mereka untuk melewati dan mengatasi badai. 

Yesus adalah penyedia, pelindung, penyembuh, dan pemimpin mereka.  

Yesus adalah sumber kedamaian dan kekuatan mereka. 

Dan Tuhan yang sama yang bersama dengan para murid di perahu itu juga ada bersama kita. Seperti apa pun badai yang Anda hadapi saat ini—Yesus itu dekat. Tidak ada situasi yang pernah Anda alami yang tidak ditanggung oleh Yesus di samping Anda.

Yesus telah, sedang, dan akan datang. Dia ada di awal waktu, dan Dia akan ada di akhir waktu. Dia telah melihat setiap peristiwa dalam sejarah manusia, dan Dia tidak meninggalkan siapa pun yang berseru dan percaya kepada-Nya. 

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan karakter-Nya tidak pernah berubah. Dia ada untuk Anda, dan bukan melawan Anda—itulah mengapa Anda tidak perlu takut. Dan itulah sebabnya hari ini, Anda dapat mengambil Yesaya 41:13 sebagai janji pribadi Anda sendiri: 

“Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

Minggu, 12 Januari 2025

Penguasa atas Segalanya

 Penguasa atas Segalanya


Jika Anda melihat peta dunia, Anda akan melihat banyak negara berbeda yang dipisahkan oleh garis wilayah. Masing-masing negara tersebut memiliki penguasa yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di perbatasan mereka. Sejak awal penciptaan, manusia memiliki kuasa atas sebagian tanah.


Sangat mudah untuk melihat dunia dan berpikir hanya para penguasa itu yang memiliki kendali penuh atas apa yang terjadi di tanah mereka. Namun, jika kita membaca Alkitab, kita melihat bahwa meskipun manusia memerintah di berbagai negara — Tuhan-lah yang benar-benar menguasai segalanya.


Sementara para pemimpin memiliki kekuasaan atas tanah dan rakyat mereka, Firman Tuhan mengatakan bahwa hanya Tuhan yang memiliki kuasa yang sejati. Tuhan-lah yang menciptakan segala sesuatu yang ada, jadi hanya Dia-lah yang benar-benar hebat dan berkuasa. 


Segala sesuatu di bumi dan di surga adalah milik Tuhan, dan apa pun yang terjadi di dunia, Tuhan tetaplah penguasa atas segalanya. Apa pun keputusan yang dibuat oleh para penguasa di dunia, pada akhirnya Tuhan yang mengendalikan segalanya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan layak menerima segala pujian dan kemuliaan karena kebesaran dan kekuasaan-Nya. 


Jadi luangkan waktu hari ini untuk memikirkan tentang kebesaran Allah yang menjadikan segala sesuatu yang ada, namun tetap merindukan hubungan dengan umat-Nya. Tuhan bukanlah penguasa angkuh yang mengatur dari tempat yang jauh, tetapi Dia hadir dalam kehidupan orang-orang yang memanggil-Nya Tuhan.

Sabtu, 11 Januari 2025

Belajar Bertanding yang benar

 Belajar Bertanding yang Benar


Saat kita menjadi orang Kristen dan pertama kalinya percaya kepada Yesus, kita telah memulai perjalanan iman. Kita berkomitmen untuk menjadi murid Yesus, yang mengikuti perintah-Nya, dan percaya kepada-Nya.


Rasul Paulus, dalam ajarannya kepada Timotius, mendorongnya untuk bertanding dalam pertandingan iman yang benar. Ini menyiratkan bahwa perjalanan iman sering kali akan sulit. Terkadang bisa rumit, berat, dan mengerikan. Kata-kata Paulus menjadi pengingat bahwa terkadang—iman terlihat seperti pertandingan.


Namun, ini bukan pertandingan melawan sesama manusia, perjalanan iman ini adalah pertandingan demi kebaikan, keindahan, dan kesetiaan. Kita berperang melawan sifat buruk kita sendiri, dan juga melawan musuh Tuhan di alam roh.


Berjuang itu misalnya seperti membuat keputusan yang tepat meskipun itu bukan pilihan termudah. Seperti memilih bersikap lembut ketika kita merasa mau marah. Atau memilih kasih walau sebenarnya lebih mudah menjadi egois.


Berjuang dengan baik berarti tetap setia kepada Yesus sepanjang hidup Anda. Anda dipanggil untuk hidup baru di dalam Kristus ketika menjadi orang percaya, dan Anda dipanggil untuk tetap setia sepanjang hidup Anda.


Jadi bagaimana Anda bisa tetap setia? Salah satu cara untuk memupuk kesetiaan adalah dengan membaca Firman Tuhan setiap hari. Ketika Anda secara teratur meluangkan waktu bersama-Nya, Anda mulai menyukai apa yang Tuhan sukai, dan membenci apa yang Dia benci. 


Tetapi saat Anda mencari Tuhan dengan cara ini, penting juga untuk menjalin persahabatan dengan orang-orang yang dapat menyemangati Anda. Memiliki dua atau tiga orang dalam hidup yang dapat membantu Anda tetap berpendirian teguh adalah bagian penting dari perjalanan iman Anda. Saat mempertimbangkan langkah selanjutnya yang perlu Anda ambil untuk bertanding dengan baik, ingatlah bahwa Anda tidak berjuang sendirian. Tuhan menyertai Anda—dan ketika Anda mendekat kepada-Nya, Dia akan memampukan Anda dengan memberi kekuatan yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan perjalanan iman dengan baik.

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...