Sabtu, 30 Desember 2023

Renungan Akhir tahun

 RENUNGAN MALAM AKHIR TAHUN

31 DESEMBER 2023

Bacaan Mazmur 128:1-6


*MENGAKHIRI TAHUN 2023 DENGAN KEBAHAGIAAN DAN MENGAWALI TAHUN BARU 2024 DENGAN HARAPAN* 

_"Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!"_

(Mazmur 128:1)


Hari ini kita memasuki penghujung tahun 2023. Tentu suka duka sudah kita rasakan, bahagia dan derita sudah kita lewatkan, begitu pula tangis dan tawa saling bergantian. Mari kita ambil waktu sejenak untuk merefleksikan kembali perjalanan hidup kita di tahun 2023. Sekalipun suasana dan keadaan silih berganti dan berubah, *namun ada satu yang tidak pernah berubah, yaitu kasih setia dan penyertaan Tuhan.* Maka sudah seharusnya kita panjatkan doa syukur kepada-Nya.


Kita tentu mengenal peribahasa _"barangsiapa menabur, ia akan menuai"._ Yang artinya kurang lebih : apapun yg kita terima dan rasakan selama ini tidak lain adalah hasil dari apa yang kita lakukan atau kita tabur sebelumnya. Jika kita menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan. Demikian pula sebaliknya. Haruslah dipahami bahwa hasil tuaian biasanya lebih banyak dari yg ditabur. Kita menanam 1 butir jagung pasti akan menghasilkan ratusan butir jagung. Demikian pula apa yg kita alami dan rasakan di tahun 2023, sesungguhnya juga hasil dari apa yang kita tabur sebelumnya.

Firman Tuhan saat ini mengingatkan kembali kepada kita, bagaimana caranya agar di tahun 2024 kita dapat menuai berkat-berkat Tuhan. Ada 2 hal yang harus kita tabur atau lakukan:

1. *Takut akan Tuhan* (ayat 1). Takut kepada Tuhan beda dengan takut kepada hantu. Orang yg takut kepada hantu, ia akan lari menjauh, sedang orang yg takut kepada Tuhan justru akan semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Takut kepada Tuhan adalah suatu sikap hormat dan taat kepada-Nya.

2. *Hidup menurut jalan yg ditunjukkan-Nya* (ayat 1). Itu artinya kita harus selalu tunduk dan siap melakukan semua perintah-Nya. Perintah Tuhan semua tertulis di kitab suci. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tdk membaca kitab suci. Mengapa demikian? Mazmur 19:9 _"Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya"_

Maka jika hal tersebut kita lakukan, kita akan menuai berkat-berkat Tuhan, yaitu:

(a) *Berkat kesuksesan.* Setiap jerih payah kita akan Tuhan berkati (ayat 2) Apapun yang kita kerjakan akan membuahkan hasil melimpah.

(b) *Berkat kebahagiaan* (ayat 2)

(c) *Berkat Keluarga yg harmonis* (ayat 3)

(d) *Berkat umur panjang* sehingga kita diberi kesempatan melihat anak cucu hidup bahagia dan sejahtera (ayat 5-6)


Selamat meninggalkan tahun 2023 dengan beribu kenangan yang membahagiakan dan selamat menyongsong Tahun Baru 2024 dengan berjuta harapan. Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏🙏🙏


(Lukas Istiadi)

Kamis, 28 Desember 2023

Keselamatan Bagi Semua Bngsa

 SAAT TEDUH 

29 DESEMBER 2023

Bacaan Lukas 2:21-35


*KESELAMATAN BAGI SEMUA BANGSA*

_"sebab mataku telah melihat *keselamatan* yang dari pada-Mu, yang *telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa*, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."_ (Lukas 2:30-32)


Tentu sebuah sukacita yang luar biasa bagi seseorang yang sudah sangat lama merindukan sesuatu akhirnya terwujud menjadi kenyataan. Hal itu dirasakan oleh Simeon, seorang yang hidupnya saleh dan benar di hadapan Tuhan. Ia tentu tak akan menyangka dalam penantian yang sangat lama bahkan sampai usianya senja akan bertemu dengan bayi Yesus, yaitu Penghibur yang ia nanti-nantikan. Bisa jadi sebelumnya ia telah pupus harapan untuk bisa bertemu Sang Penyelamat. Namun ternyata ia tidak hanya bertemu bahkan menatang-Nya sambil memuji Allah. Melalui pujian Simeon ketika bertemu dengan Yesus kita bisa belajar beberapa hal:

1) Ia merasakan damai sejahtera luar biasa

2) Di dalam Yesus ia menemukan keselamatan

3) Keselamatan yang Tuhan nyatakan adalah keselamatan untuk segala bangsa

4) Yesus hadir menjadi Terang Dunia.

Apa yang Simeon nyatakan bukanlah berdasar akal dan pikiran sendiri, sebab sebelum bertemu bayi Yesus, ia sudah kepenuhan Roh Kudus (ayat 25). Hal itu menunjukkan sebuah kebenaran Ilahi tentang siapa Sang Juru Selamat tersebut, yaitu Yesus sang Mesias. Namun ternyata tidak semua orang Yahudi bahkan imam kepala dan ahli Taurat mau percaya. Bahkan sampai saat inipun masih banyak orang yang tidak mau menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan masih menunggu mesias yang lain.


Saudaraku terkasih, anugerah keselamatan sudah Allah nyatakan melalui Yesus Kristus. Semua nubuatan para nabi telah tergenapi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Akankah kita meragukannya? Sama seperti Simeon, mari sambut dan terimalah kelahiran Yesus di hati kita masing-masing. Maka sukacita dan keselamatan akan memenuhi hidup kita.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas Istiadi)

Selasa, 26 Desember 2023

Kasih bukan Sekedar Slogan

 SAAT TEDUH

27 DESEMBER 2023

Bacaan 1 Yohanes 3:11-18


*KASIH BUKAN SEKEDAR SLOGAN TETAPI MEWUJUD DALAM TINDAKAN*

 _"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"_  (1 Yohanes 3:17) 


Ibadah Natal sudah kita lalui dengan segala hingar bingar kemeriahannya. Hiasan Natal dengan gemerlap warna warni lampunya sudah kita saksikan. Tema Natal _"Segala Kemuliaan Bagi Allah Dan Damai Sejahtera Di Bumi"_ sudah kita dengarkan. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah : "Apa yang kita dapatkan melalui ibadah atau perayaan Natal tersebut bagi hidup kita?" Adakah membawa perubahan? Atau  biasa-biasa saja seperti tahun-tahun sebelumnya?


Saudaraku terkasih, tema Natal tiap tahun selalu berbeda dan disesuaikan dengan situasi jaman yang sedang terjadi. Namun pada dasarnya inti tema Natal sama, yaitu Kasih dan Kepedulian!

Natal mengajarkan kita arti peduli sesama.

Kita tidak perlu kotbah muluk-muluk

jika itu hanya sebatas kata-kata.

Lebih baik berkotbah melalui tindakan nyata:

memberi makan yang kelaparan,

memberi minum yang kehausan,

memberi pakaian yang telanjang,

memberi tumpangan yang terasingkan,

menjadi juru damai di tengah perselisihan,

menjadi suluh di tengah kelamnya malam,

memberi kekuatan bagi yang lemah,

dan melakukan sesuatu yang berarti bagi yang hina papa.

Dengan demikian kasih dan kepedulian Tuhan kepada kita juga mewujud nyata di dalam setiap tindakan kita dan bukan hanya berhenti menjadi selogan semata. 

Jangan tutup hatimu dan jangan tahan kebaikanmu. Bukalah hatimu dan ulurkan tanganmu. Bagi yang kelaparan sepiring nasi lebih berarti dibanding kotbah yang berapi-api. Bagi yang sakit, perawatan dan obat lebih berarti dari sejuta nasehat dan kata-kata penghiburan. Bagi yang kesepian dan hidup dalam kesendirian, perhatian, persahabatan dan kasih sayang lebih bermakna daripada harta kekayaan.

Mari mengawali hari ketiga minggu ini dengan kembali merefleksi diri. Sudahkah kita mewujudnyatakan kasih melalui tindakan?

Amin, Tuhan Yesus memberkati 🙏


(Lukas Istiadi)

Minggu, 24 Desember 2023

Berusaha Berkenan di Hadapan Tuhan

 *REFLEKSI NATAL*

25 DESEMBER 2023

Bacaan Lukas 2:14


*BERUSAHA BERKENAN DI HADAPAN TUHAN*

_"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."_

(Lukas 2:14) 


Empat minggu adven sudah kita jalani dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Saat ini kita bersama umat Tuhan sedunia merayakan sukacita Natal yang begitu luar biasa. Tema Natal 2023 secara nasional baik Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) maupun Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) adalah _"Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi"_ Tema tersebut diambil dari firman Tuhan dalam Lukas 2:14 _"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."_

Melalui tema tersebut kita akan merefleksi kembali hakekat Natal dalam kehidupan kita. Ada 3 hal yang menjadi bahan refleksi:

1. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi. 

Natal mengajarkan kepada kita bahwa kita sebagai manusia perlu belajar rendah hati. Setinggi apapun pendidikan dan jabatan kita, sebanyak dan sekaya apapun kita, jangan sampai menjadikan diri kita takabur, tinggi hati dan ujjng-ujungnya ingin memuliakan dan meninggikan diri. Tanpa sadar banyak yang merebut kemuliaan Tuhan demi memuliakan diri sendiri. Orang sulit untuk rendah hati. Banyak yang merasa paling hebat karena memiliki gelar, kekayaan, kekuasaan dan jabatan yang tinggi. Bahkan mereka yang memangku jabatan gerejawi pun tak lepas dari hal itu. Sebutan "pelayan Tuhan" seakan hanya gelar yang disandang namun bukan yang ditandang atau yang dilakukan. Inilah perlunya kita merefleksi diri. 

2. Damai sejahtera di bumi.  Kata damai sejahtera atau shalom tidak hanya bermakna tidak adanya peperangan, tetapi juga damai secara lahir dan batin. Itulah sebabnya Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia untuk mewujudkan damai sejahtera tersebut. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan hidup jauh dari Allah telah didamaikan oleh Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Yesus datang untuk mereka yang tersisihkan, terabaikan, tersingkir, tidak dihargai bahkan terbuang. Sementara kita yang mengaku anak-anak Tuhan, justru sering membuat kekacauan, sering memfitnah, sering mengadu domba, sulit menghargai dan menghormati orang lain sehingga bukan kedamaian yang tercipta tetapi justru pertikaian dan permusuhan. Oleh sebab itu mari merefleksi diri agar Natal tahun ini benar-benar kita bisa menjadi agen damai sejahtera. Terlebih di tahun politik yang cukup panas ini, kiranya kehadiran kita bisa mendinginkannya sehingga tercipta suasana damai penuh kegembiraan.

3  Berkenan kepada Tuhan. Hidup berkenan kepada Tuhan seharusnya menjadi prioritas bagi anak-anak Tuhan. Namun realitanya kita sering mencari perkenan manusia dibanding perkenan Tuhan. Kita sering melakukan hal-hal yang menyenangkan hati manusia dibanding menyenangkan hati Tuhan. Maka sekarang saatnya kita merefleksi dan menata kembali hidup kita agar menjadi lebih berkenan di hadapan Tuhan. 

Biarlah Natal tahun ini tidak berlalu tanpa kesan. Mari jadikan momen Natal sebagai sarana untuk merefleksi diri agar kita bisa hidup berkenan kepada Tuhan sehingga damai sejahtera akan kita rasakan dan nama Tuhan kita muliakan.

Amin. Selamat merayakan hari Natal 2023 dan selamat menyongsong Tahun Baru 2024. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏🙏🙏


(Lukas lstiadi)

Sabtu, 23 Desember 2023

Sikap Hati Bunda Maria

 RENUNGAN MINGGU ADVEN KEEMPAT 

24 DESEMBER 2023

Bacaan Lukas 1:46-56


*SIKAP HATI BUNDA MARIA*

Lalu kata Maria: _"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Sebab Ia memperhatikan kerendahan hamba-Nya"_

(Lukas 1:46-48a)


Kita telah melewati minggu-minggu adven mulai minggu adven pertama sampai ketiga dengan segala makna dan permenungannya. Saat ini kita memasuki minggu adven keempat. Secara istimewa minggu adven keempat mencerminkan peristiwa yang melibatkan Maria sebagai seseorang yang dipakai Tuhan menjadi perantara lahirnya Yesus Kristus Sang Juruselamat. Sehingga pada minggu adven keempat Maria menjadi tokoh sentral untuk dibicarakan. Sosok Maria adalah sosok seorang wanita dan ibu yang patut diteladani, baik sikap, sifat maupun perilakunya. Ia adalah wanita yang taat kepada Tuhan saat menerima panggilan untuk mempertaruhkan harga diri, nama baik dan reputasi keluarga ketika harus mengandung bayi Yesus, Anak Allah yg kudus. Ketaatannya kepada Tuhan melebihi apapun. Selain itu ia memiliki sikap hati yang luar biasa yang patut diteladani, yaitu:

1. *Hati dan jiwanya selalu memuliakan Tuhan* apapun keadaannya (ayat 46)

2. *Hatinya tetap bergembira dan bersukacita* karena Tuhan Juru Selamat telah berkenan memakainya (ayat 47)

3. *Kerendahan hatinya* menjadikan dirinya berbahagia (ayat 8)

4. *Hatinya takut akan Tuhan* (ayat 50)

5. *Hatinya selalu percaya akan janji dan penyertaan Tuhan* (ayat 51-55).

6. *Hatinya sebagai seorang wanita dan seorang ibu sangat lembut dan penuh kasih* (Lukas 2:48, Yohanes 2:3).


Saudaraku terkasih, hati seorang ibu sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan keluarga. Di masa minggu adven yang keempat saat ini kiranya keteladanan Maria dapat menjadi inspirasi bukan saja bagi setiap wanita dan bagi ibu, tetapi juga bagi kita semua. Biarlah "hati Bunda Maria" juga menjadi hati kita masing-masing. 

Selamat memaknai minggu adven keempat dan selamat menyongsong Natal. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin 🙏


(Lukas lstiadi)

Jumat, 22 Desember 2023

Pilihan yang Berat namun Mendatangkan Berkat

 SAAT TEDUH MASA ADVEN 

23 DESEMBER 2023

Lukas 1:26-38


*PILIHAN YANG BERAT NAMUN MEBUAHKAN BERKAT*

Kata Maria: _“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu“_ Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:38)


Mengikut Tuhan bukan berarti semuanya dapat berjalan dengan lancar dan mulus. Bahkan siapapun yang mengikut Tuhan harus siap menerima resiko akan imannya tersebut. Kebanyakan manusia memilih mencari ‘aman’ bahkan cenderung menghindari resiko yang seharusnya ditanggungnya. Kita berpikir bahwa ketaatan kepada Tuhan hanya akan menimbulkan masalah dan kesengsaraan saja.

Di masa adven menjelang Natal kita bisa belajar tentang ketaatan dari sosok seorang wanita bernama Maria. Ia tahu bahwa ketika malaikat Tuhan memakai dirinya untuk mengandung bayi Yesus, ia akan mengalami banyak resiko, antara lain : 

1) Siap ditinggal Yusuf tunangannya, krn akan dituduh selingkuh.

2) Siap mempertaruhkan nama baiknya.

3) Akan dicemooh, bahkan bisa saja ‘disebratke’  atau diusir keluarganya karena dianggap mencemarkan nama baik keluarga.

4) Siap dikucilkan, bahkan dihukum rajam oleh masyarakat karena dituduh hamil di luar nikah.

5) Mengorbankan kebebasannya, karena harus mengasuh bayi Yesus dan mencurahkan perhatiannya untuk anak itu.   

Namun ia tetap mengambil pilihan berat yang penuh resiko itu untuk tetap taat kepada Tuhan. Dan akibat ketaatan Maria, maka Tuhan mencurahkan rahmat-Nya yang luar biasa bagi dia. Keselamatan dan sukacita Tuhan terus mengalir dalam dirinya, sehingga ia disebut wanita yang berbahagia (Lukas 1:47-48). Rahmat Tuhan juga mengalir atas bangsa-bangsa yang takut akan Dia, meninggikan orang-orang yang rendah dan melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar (Lukas 1:52-53).


Bagaimanakah dengan kehidupan kita, apakah sungguh-sungguh kita lebih memilih taat kepada Tuhan atau sebaliknya? Apakah kita siap menghadapi resiko dikucilkan, tidak dipromosikan jabatannya bahkan dicopot jabatannya, kehilangan orang terkasih dan kehilangan pekerjaan karena mempertahankan iman kita serta tetap taat pada Tuhan, atau semua itu kita abaikan demi harga diri, kesuksesan, dan kesenangan duniawi? Maria memilih taat kepada Tuhan. Meski sebuah pilihan berat namun berakhir dengan berkat. Bagaimana dengan pilihan Saudara? 

Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas Istiadi)

Senin, 18 Desember 2023

Apa yg Paling Saudara Cari di dunia ini?

 SAAT TEDUH MASA ADVEN 

19 DESEMBER 2023

Bacaan Matius 6:25-34


*APA YANG PALING SAUDARA CARI DALAM HIDUP INI?*

_"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"_

(Matius 6:33)


Jika ada yg bertanya "apa yg paling anda cari dalam hidup ini?" Tentu jawabannya berbeda-beda. Ada yang menjawab ketenteraman, kedamaian, jabatan, pekerjaan, pasangan hidup, popularitas, kekayaan dll. Jika ada yang bertanya "apa yg anda utamakan lebih dulu?", tentu ada yang menjawab keluarga, kesehatan, karir, suami, isteri dll. Jika itu yang kita cari bukan berarti mengabaikan yang lain.


Nah jika saat ini ada yang bertanya "apakah Tuhan juga yang anda cari dan utamakan dalam hidup ini?" Apa jawaban kita?

Jika kita menjawab "Ya", mari introspeksi diri benarkah Tuhan yang kita cari?. Mengapa kita mengantuk saat ibadah, padahal nonton film berjam-jam kita bertahan? Mengapa kita cepat bosan dan capek membaca firman Tuhan, sementara membaca berita yang belum tentu kebenarannya saja kita semangat bahkan meneruskan ke grup? Mengapa kita begitu memuja artis idola kita, sementara Tuhan kita acuhkan? Mengapa kita begitu antusias mendengarkan gosip sementara untuk mendengarkan pewartaan firman tak ada respek? Mengapa berdoa saja malas, sementata membicarakan kejelekan orang lain bisa berlama-lama? Benarkah kita sungguh-sungguh mencari dan mengutamakan Tuhan?  


Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita bahwa siapapun yang mencari dan mengutamakan Tuhan maka Tuhan akan menambahkan berkat. Jangan mengaku kalau kita mengasihi Tuhan tetapi tidak pernah mencari dengan sepenuh hati dan mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Minggu adven ke-3 adalah minggu sukacita. Sukacita tersebut benar-benar akan kita rasakan jika kita sungguh-sungguh mencari dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan tidak hanya mencurahkan berkat sukacita terapi juga berkat-berkat lain akan ditambahkan!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas Istiadi)

Minggu, 17 Desember 2023

Inilah yg Harus Kita Perbuat

 SAAT TEDUH MASA ADVEN 

18 DESEMBER 2023

Bacaan Lukas 3:7-18


*INILAH YANG HARUS KITA PERBUAT*

Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" (Lukas 3:10)  


Tidak terasa masa adven pertama dan kedua sudah kita lalui. Warna ungu yang menjadi ciri khas masa adven melambangkan pertobatan. Kita sebagai umat Tuhan diserukan untuk bertobat, berbenah hati dalam rangka mempersiapkan dan meluruskan jalan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Masing-masing masa adven memiliki tema sendiri-sendiri. Masa adven 1 (ungu) bertemakan *PENGHARAPAN*, masa adven 2 (ungu) bertemakan *KESETIAAN*,  masa adven 3 (pink/merah jambu) bermakna **SUKACITA* dan tema masa adven 4 (ungu) adalah *PERDAMAIAN*. Saat ini kita sudah memasuki masa adven ketiga, dimana setiap orang yang bertobat telah menerima anugerah pengampunan Tuhan, sehingga hidupnya mengalami sukacita. Dalam merayakan sukacita tersebut tentu harus disertai dengan buah pertobatan yaitu berbuat sesuatu yang Tuhan perintahkan, yaitu:

1) *Kerelaan untuk berbagi dengan orang lain* (ayat 11). Saat ini banyak orang yang menderita baik karena kekeringan, himpitan ekonomi, sulitnya mencari pekerjaan, perang maupun karena bencana alam (banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi dll). Bertobat juga memiliki makna mau memperhatikan penderitaan orang lain dan mau berbagi dengan sukacita. Berbagi tidak harus membedakan suku, agama, ras, bahasa dan bangsa.

2) *Melakukan segala sesuatu dengan kejujuran dan keadilan* (ayat 12-14). Sekarang ini banyak orang yang dirasuki keserakahan, sehingga melakukan korupsi, ketidakjujuran, penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan serta nafsu akan uang dan kekayaan. Semua itu menjadi penyebab penderitaan banyak orang. Oleh karena itu kita harus berlaku jujur dan adil apapun profesi kita.

3). *Memiliki kerendahan hati* (ayat 16). Yohanes telah memberikan teladan bagaimana ia bersikap rendah hati dengan berkata : _“membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”_ (Lukas 3:16). Ungkapan Yohanes menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa. Ia merasa lebih rendah dibanding seorang hamba atau budak. Mengapa demikian? Perlu diketahui bahwa saat itu hanya budak Yahudi yang dapat diminta untuk melepaskan tali sepatu tuannya. Dan Yohanes merasa tidak layak untuk mengerjakan hal itu.


Saudaraku terkasih, bagaimana dengan diri kita?  Sudahkah kita berbuat sesuatu sebagai buah pertobatan? Berbuatlah kebaikan dan kebajikan sebagai ungkapan syukur kita atas anugerah pengampunan Tuhan. *Lakukanlah semua perbuatan kita dilandasi dengan kerelaan dan sukacita.* 

Amin. Selamat menghayati minggu adven ke-3 dengan terus berbagi berkat sebagai wujud sukacita. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas Istiadi)

Sabtu, 16 Desember 2023

Kesaksian yg Jujur

 RENUNGAN MINGGU ADVEN KETIGA

17 DESEMBER 2023

Bacaan Yohanes 1:19-28


*KESAKSIAN YANG JUJUR*

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"

Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: _"Aku bukan Mesias."_

(Yohanes 1:19-20)


Kita sering mendengar kesaksian yang disampaikan oleh beberapa orang tentang kehidupan yang dijalani bersama Tuhan. Ada yang benar-benar sesuai keadaan, namun tak jarang ada yang dibumbui dengan hal-hal yang tidak jujur sehingga kesaksian tersebut justru terkesan ingin menonjolkan diri sendiri. 

Di beberapa kasus pengadilan, tak jarang ada pula yang mengungkapkan kesaksian sesuai fakta tetapi ada pula kesaksian dusta.

Hari ini di minggu adven ke-3 kita bisa belajar dari Yohanes Pembaptis tentang kesaksian yang diucapkan di depan banyak orang ketika ia ditanya tentang jati dirinya oleh para imam dan orang-orang Lewi. Ada 2 hal yang patut kita teladani:

1. Yohanes *jujur* mengakui bahwa ia bukan terang dan ia bukan Mesias. Dengan sikap dan perilaku yang jujur seperti itu, Yohanes mengajarkan kepada kita, bahwa kita semua ini hanyalah sarana atau alat yang dipakai oleh Tuhan. Bisa saja Yohanes mengaku bahwa dirinya sebagai nabi Elia, nabi yang akan datang bahkan mengaku sebagai Sang Mesias. Namun ia tidak melakukannya (ayat 20-21). 


2. *Kerendahan hati*. Yohanes menunjukkan kerendahan hatinya dengan berkata: _"Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. *Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.*"_ (Yohanes 1:26-27) 

Sikap kerendahan hati Yohanes menjadikan ia tahu diri akan keberadaannya. Ia tidak mau merebut kemuliaan Tuhan demi ambisi pribadi supaya diakui sebagai nabi atau sebagai Sang Mesias. Ia tetap menempatkan Tuhan Yesus sebagai Sang Mesias dan Juruselamat yang telah dinubuatkan oleh para nabi.


Saudaraku terkasih, bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Masihkah kita sering tidak jujur dan tinggi hati? Masihkah dalam memberikan kesaksian tentang kasih Tuhan bukan Tuhan yang kita tinggikan tetapi justru diri sendiri? Ingat, kita ini ibarat bulan yang memantulkan cahaya matahari. Yesus lah Sang Mesias sumber cahaya kasih yang harus kita wartakan. 

Yang harus kita lakukan sekarang dalam minggu adven ketiga adalah *memurnikan hati menyambut pengharapan* dengan sikap jujur dan rendah hati !

Amin. Selamat hari Minggu, selamat menghayati minggu adven ke-3 dan selamat beribadah.  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas lstiadi)

Kamis, 14 Desember 2023

Memuji Tuhan setiap hari

 SAAT TEDUH MASA ADVEN

15 DESEMBER 2023

Bacaan Mazmur 145:1-13


*MEMUJI TUHAN SETIAP HARI*

_"Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya"_

(Mazmur 145:2)


Terkadang orang baru bersyukur dan memuji nama Tuhan ketika hidupnya diberkati, terhindar dari mara bahaya, sehat dan berlimpah dengan kekayaan.. Sedangkan ketika hidup terasa berat, banyak persoalan, sakit, kekurangan dan menderita, yang ada hanyalah keluhan dan ratapan. 

Anugerah Tuhan sering hanya diukur secara materi. Di luar hal itu dianggap biasa saja. Kita tdk menyadari bahwa bisa bernapas itu juga suatu anugerah. Kita bisa menggerakkan seluruh anggota tubuh kita itu juga anugerah. Memiliki keluarga, punya sahabat itu juga anugerah. 


Menyadari hal di atas, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur dan memuji nama Tuhan. Daud dalam segala keadaan, baik ketika hidup dalam kejayaan maupun saat melewati lembah kekelaman', ia selalu memuji nama Tuhan. Ia terus melakukan *setiap hari* apapun keadaan dan kondisinya. Ia tahu benar bahwa dalam segala keadaan, tangan Tuhan selalu menopang dan menguatkan. Apapun yg Tuhan lakukan ajaib adanya. Daud merasakan keperkasaan, keadilan, kesetiaan dan kasih sayang Tuhan begitu nyata dalam setiap tarikan nafas dan denyut jantungnya. 

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah bersyukur dan memuji nama Tuhan *setiap hari?* Atau hanya saat ibadah saja? Atau saat semua keingingan kita tergapai? Masa adven saat ini marilah kita introspeksi diri dan sadar bahwa berkat dan anugerah Tuhan begitu luar biasa. Saudara masih bisa membaca firman Tuhan saat ini pun merupakan anugerah yg dahsyat! Untuk itu mari kita berkomitnen untuk selalu bersyukur dan memuji nama Tuhan *setiap hari untuk seterusnya dan selamanya*. 

Amin, Tuhan memberkati.


(Lukas Istiadi)

Selasa, 12 Desember 2023

Penghiburan di Masa Penantian

 SAAT TEDUH MASA ADVEN

13 DESEMBER 2023

Bacaan Yesaya 40:1-11


*PENGHIBURAN DI MASA PENANTIAN* 

_"Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu"_

(Yesaya 40:1) 


Ternyata tidak semua penantian itu membosankan dan menyedihkan. Terlebih saat kita menantikan kedatangan Tuhan. Mengapa demikian? Ada 3 hal yang membuat kita terhibur di masa-masa penantian akan kedatangan Tuhan, yaitu:

1. Adanya *PEMBEBASAN* , yaitu pembebasan dari perbudakan atau perhambaan atas dosa :  _"tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa *perhambaannya sudah berakhir,*.....  (ayat 2). Hal itu secara jelas juga dituliskan dalan Kitab Lukas 4:18-19   _"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

untuk memberitakan *pembebasan* kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk *membebaskan* orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."_

2. Adanya *PENGAMPUNAN*, atas semua dosa: _..."bahwa *kesalahannya telah diampuni,* sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya"_(ayat 2). 

Hal itu dipertegas melalui surat Kisah Para Rasul 10:43 _"Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat *pengampunan* dosa oleh karena nama-Nya."_

3. Adanya *PENYELAMATAN* bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Orang-orang percaya akan berjalan di hadapan Tuhan dan dituntun bagai anak domba (ayat 10-11). Keselamatan itu merupakan anugerah Tuhan semata karena iman kepada Tuhan Yesus seperti yang tertera dalam kitab Efesus 2:8

_"Sebab karena kasih karunia kamu *diselamatkan* oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah"_


Amin. Selamat menghayati masa adven, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas Istiadi)

Senin, 11 Desember 2023

Bertobatlah

 SAAT TEDUH MASA ADVEN 

12 DESEMBER 2023

Bacaan Markus 1:1-8


*BERTOBATLAH*

Demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: _"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."_

(Markus 1:4) 


Pertobatan merupakan hal penting dalam menghayati masa adven. Menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, pertobatan merupakan syarat mutlak  yang harus dilakukan secara pribadi oleh setiap orang percaya. Seruan pertobatan  Yohanes tidak hanya ditujukan kepada penduduk di Yerusalem dan Yudea saja tetapi juga kepada orang Farisi dan Saduki yang notabene tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selalu membanggakan diri sebagai keturunan Abraham (bd. Matius 3:9). Yohanes memperbaharui pemahaman orang Farisi dan Saduki bahwa keselamatan dari Tuhan tidak ditentukan karena ia keturunan siapa, kedudukan atau jabatannya apa; tidak juga ditentukan gelar pendidikan dan agamanya apa, tetapi oleh karena pertobatan secara pribadi yang disertai buah-buah hasil pertobatan (bd. Galatia 5:22-23). 

Seruan Yohanes tersebut juga ditujukan kepada semua kalangan, entah orang biasa, entah dari kelompok orang terhormat dan disegani, bahkan pemimpin agama atau raja sekalipun. Di hadapan Tuhan kalau salah, ya salah, dosa ya dosa! Setiap orang harus tahu dan sadar bahwa kita bukan manusia suci dan tanpa cacat cela, melainkan manusia yang banyak kesalahan, kerapuhan dan dosa sehingga harus berani untuk melakukan pertobatan.


Pengertian mendasar dari pertobatan (Yunani _"metanoia"_) adalah *berbalik arah*. Berbalik arah yang dimaksud adalah  *meninggalkan kehidupan yang lama* (kejahatan dan dosa) dan *berjalan menuju arah yang berlawanan yaitu arah yang terang di dalam Tuhan*. Berbalik arah juga bermakna berbalik dari penguasaan iblis (Efesus 2:2) kepada penguasaan Kristus dan firman-Nya (Kisah Para Rasul 26:18). Penampi ada di tangan Tuhan Yesus. Apakah ketika penampian tiba, kita termasuk gandum-Nya yang akan dimasukkan ke lumbung/sorga atau justru kita kedapatan sebagai debu jerami yang akan dibakar dalam api yang tak terpadamkan alias neraka (bd. Matius 3:12)?. Oleh karena itu, sebelum terlambat, BERTOBATLAH !!

Amin, Tuhan Yesus memberkati 🙏 


(Lukas Istiadi)

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...