RENUNGAN MINGGU
23 JULI 2023
Bacaan Matius 13:24-30; 36-43
*BERCAHAYA SEPERTI MATAHARI*
_"Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka"_
(Matius 13:43a)
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa "pohon dikenal dari buahnya". Ungkapan atau pepatah tersebut menggambarkan bahwa manusia dikenal dari perbuatannya. Oleh karena itu jangan tertipu dengan penampilan, gelar, jabatan dan kekayaan seseorang. Penampilan yang baik belum tentu perilakunya juga baik. Banyak orang tertipu karenanya. Pernahkah Bapak, Ibu dan Sdr ketika membeli barang ternyata palsu? Mengapa kita bisa terkecoh dan membeli barang tersebut padahal palsu? Ya, karena melihat luarnya sangat mirip bahkan lebih bagus dari aslinya. Dari mana kita tahu kalau itu palsu? Tentu setelah diuji oleh waktu (luntur, tidak awet, dll).
Di jaman sekarang apa sih yang tidak bisa dipalsukan? Hampir semua barang bisa dibuat palsu, bahkan cinta saja ada yang palsu. Ternyata yang palsu tidak hanya berupa barang atau cinta. Iman pun ada yang palsu !
Dalam firman Tuhan yang kita renungkan saat ini juga menceritakan tentang 2 jenis pohon yang sulit dibedakan jenisnya karena secara kasat mata dari awal pertumbuhannya tampak sama persis baik bentuk batang, akar maupun daunnya. Itulah pohon gandum dan lalang. Orang baru bisa membedakan setelah mengeluarkan buah, barulah tahu mana gandum dan mana lalang. Di dalam kehidupan berjemaat maupun dalam pelayanan juga terdapat "lalang" yang tumbuh bersama "gandum". Oleh sebab itu jangan terkecoh dengan "pakaian rohani" seseorang, karena iblis pun bisa menyamar sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:14). Mereka bisa saja sangat aktif pelayanan, menjadi hamba atau pelayan Tuhan, pengurus gereja dll. Namun dari buah pelayanan yang dilakukan bisa dilihat apakah membangun atau merusak, mempersatukan atau menceraiberaikan, membangkitkan semangat atau mematahkan semangat, berjiwa pelayan atau berjiwa tuan, suka memberi atau suka mencuri?
Lalu bagaimana tindakan kita terhadap hal itu? Apakah "lalang" tersebut kita cabut saja? Ternyata Yesus tidak mengijinkan lalang dicabut karena bisa menyebabkan ada gandum yang ikut tercabut (ayat 29). Jalan keluarnya adalah membiarkan hingga musim tuai tiba. Di waktu itulah lalang dengan sangat mudah dipisahkan dari gandum sebab sangat jelas buahnya berbeda. Pada saat itu semua topeng kepalsuan dan kemunafikan akan terbuka. Akan sangat jelas siapa yang berasal dari "benih gandum" yang ditaburkan oleh Tuan pemilik ladang yaitu Tuhan Yesus dan siapa yang berasal dari "benih lalang" yang ditaburkan oleh iblis sebagai musuh yang tidak kelihatan.
Saudaraku terkasih, kita tidak perlu menuduh atau menghakimi orang lain sebagai lalang. Mari introspeksi diri saja dengan kejujuran. Mereka yang diumpamakan sebagai gandum adalah orang Kristen sejati, sedang lalang menggambarkan orang Kristen KTP ( *Kristen Tanpa Pertobatan*), yaitu identitas mereka sebagai orang Kristen hanyalah lahiriah saja dan bukan merupakan identitas jati diri dan karakter sebagai anak-anak Tuhan.
Dalam perumpamaan ini lalang tumbuh *"di antara"* gandum dan *bukan di sebelah atau di samping* gandum (ayat 25). Itu artinya bahwa yang menjadi "lalang" itu ada di tengah-tengah jemaat dan bukan di luar jemaat. Bisa saja diri kita, atau orang percaya yang kehadirannya akan mempengaruhi, merusak dan menghancurkan gereja.
Jangan heran jika di dalam kehidupan bergereja muncul berbagai masalah, karena ada lalang yang tumbuh bersama gandum sebagai pengacau dan penghambat kemajuan pelayanan pekabaran Injil. Jangan mempercayai kekristenan seseorang hanya karena jabatannya di gereja. Ingat, tidak semua rasul Yesus itu murid sejati. Yudas Iskariot adalah salah satu rasul yang memangku jabatan penting sebagai bendahara, namun ternyata ia adalah Kristen KTP ( *Kristen Tetapi Pengkhianat*)
Lalu bagaimana cara kita agar dapat mempertahankan jati diri sebagai anak-anak Tuhan yang sejati? Tentu harus dirawat, dipupuk, disirami, dan disiangi. Baik melalui pengajaran yang sehat sesuai dengan kebenaran Tuhan, melalui pembacaan firman Tuhan, persekutuan doa, ibadah, pendalaman Alkitab, renungan, saat teduh dll. _*Teruslah bertumbuh, berakar kuat dan berbuah lebat. Dengan demikian hidup kita akan menjadi berkat serta bercahaya seperti matahari!*_
Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏