Sabtu, 22 Juli 2023

Bercahaya Seperti Matahari

 RENUNGAN MINGGU 

23 JULI 2023

Bacaan Matius 13:24-30; 36-43


*BERCAHAYA SEPERTI MATAHARI*

_"Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka"_

(Matius 13:43a) 


Ada ungkapan yang mengatakan bahwa "pohon dikenal dari buahnya". Ungkapan atau pepatah tersebut menggambarkan bahwa manusia dikenal dari perbuatannya. Oleh karena itu jangan tertipu dengan penampilan, gelar, jabatan dan kekayaan seseorang. Penampilan yang baik belum tentu perilakunya juga baik. Banyak orang tertipu karenanya. Pernahkah Bapak, Ibu dan Sdr ketika membeli barang ternyata palsu? Mengapa kita bisa terkecoh dan membeli barang tersebut padahal palsu? Ya, karena melihat luarnya sangat mirip bahkan lebih bagus dari aslinya. Dari mana kita tahu kalau itu palsu? Tentu setelah diuji oleh waktu (luntur, tidak awet, dll).

Di jaman sekarang apa sih yang tidak bisa dipalsukan? Hampir semua barang bisa dibuat palsu, bahkan cinta saja ada yang palsu. Ternyata yang palsu tidak hanya berupa barang atau cinta. Iman pun ada yang palsu !


Dalam firman Tuhan yang kita renungkan saat ini juga menceritakan tentang 2 jenis pohon yang sulit dibedakan jenisnya karena secara kasat mata dari awal pertumbuhannya tampak sama persis baik bentuk batang, akar maupun daunnya. Itulah pohon gandum dan lalang. Orang baru bisa membedakan setelah mengeluarkan buah, barulah tahu mana gandum dan mana lalang. Di dalam kehidupan berjemaat maupun dalam pelayanan juga terdapat "lalang" yang tumbuh bersama "gandum".  Oleh sebab itu jangan terkecoh dengan "pakaian rohani" seseorang, karena iblis pun bisa menyamar sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:14). Mereka bisa saja sangat aktif pelayanan, menjadi hamba atau pelayan Tuhan, pengurus gereja dll. Namun dari buah pelayanan yang dilakukan bisa dilihat apakah membangun atau merusak, mempersatukan atau menceraiberaikan, membangkitkan semangat atau mematahkan semangat, berjiwa pelayan atau berjiwa tuan, suka memberi atau suka mencuri?

Lalu bagaimana tindakan kita terhadap hal itu? Apakah "lalang" tersebut kita cabut saja? Ternyata Yesus tidak mengijinkan lalang dicabut karena bisa menyebabkan ada gandum yang ikut tercabut (ayat 29). Jalan keluarnya adalah membiarkan hingga musim tuai tiba. Di waktu itulah lalang dengan sangat mudah dipisahkan dari gandum sebab sangat jelas buahnya berbeda. Pada saat itu semua topeng kepalsuan dan kemunafikan  akan terbuka. Akan sangat jelas siapa yang berasal dari "benih gandum" yang ditaburkan oleh Tuan pemilik ladang yaitu Tuhan Yesus dan siapa yang berasal dari "benih lalang" yang ditaburkan oleh iblis sebagai musuh yang tidak kelihatan. 


Saudaraku terkasih, kita tidak perlu menuduh atau menghakimi orang lain sebagai lalang. Mari introspeksi diri saja dengan kejujuran. Mereka yang diumpamakan sebagai gandum adalah orang Kristen sejati, sedang lalang menggambarkan orang Kristen KTP ( *Kristen Tanpa Pertobatan*), yaitu identitas mereka sebagai orang Kristen hanyalah lahiriah saja dan bukan merupakan identitas jati diri dan karakter sebagai anak-anak Tuhan. 


Dalam perumpamaan ini lalang tumbuh *"di antara"* gandum dan *bukan di sebelah atau di samping* gandum (ayat 25). Itu artinya bahwa yang menjadi "lalang" itu ada di tengah-tengah jemaat dan bukan di luar jemaat. Bisa saja diri kita, atau orang percaya yang kehadirannya akan mempengaruhi, merusak dan menghancurkan gereja.

Jangan heran jika di dalam kehidupan bergereja muncul berbagai masalah, karena ada lalang yang tumbuh bersama gandum sebagai pengacau dan penghambat kemajuan pelayanan pekabaran Injil. Jangan mempercayai kekristenan seseorang hanya karena jabatannya di gereja. Ingat, tidak semua rasul Yesus itu murid sejati. Yudas Iskariot adalah salah satu rasul yang memangku jabatan penting sebagai bendahara, namun ternyata ia adalah Kristen KTP ( *Kristen Tetapi Pengkhianat*)


Lalu bagaimana cara kita agar dapat mempertahankan jati diri sebagai anak-anak Tuhan yang sejati? Tentu harus dirawat, dipupuk, disirami, dan disiangi. Baik melalui pengajaran yang sehat sesuai dengan kebenaran Tuhan, melalui pembacaan firman Tuhan, persekutuan doa, ibadah, pendalaman Alkitab, renungan, saat teduh dll. _*Teruslah bertumbuh, berakar kuat dan berbuah lebat. Dengan demikian hidup kita akan menjadi berkat serta bercahaya seperti matahari!*_

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Senin, 17 Juli 2023

Membuka Pintu Mujizat melalui berbagi berkat

 SAAT TEDUH 

18 JULI 2023

Bacaan Yohanes 6:1-15


 *MEMBUKA PINTU MUJIZAT MELALUI BERBAGI BERKAT*

_"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"_

(Yohanes 6:9)  


Banyak orang beranggapan bahwa saat kita memberi kepada orang lain maka kita akan kehilangan. Orang hanya mau memberi karena ada "pamrih" tertentu atau karena kedekatan hubungan saja, sehingga sering mengabaikan aspek yang lebih penting, yaitu 'keadilan', "rasa kemanusiaan" dan suara "hati nurani". Sehingga kita kehilangan berkat dan hidup selalu merasa kekurangan! 


Sering kita berpikir bahwa saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain, maka kita akan kehilangan atau milik kita akan berkurang. Terlebih saat kita berada dalam kondisi berkekurangan, yang ada dalam benak kita akan berkata “Untuk dipakai sendiri saja kurang, bagaimana jika harus berbagi kepada orang lain?” Namun apabila kita menyimak firman Tuhan, kita baru sadar bahwa memberi merupakan perintah Tuhan. Mengapa kita harus memberi atau berbagi berkat? Ini landasannya:

1. *Merupakan perintah Tuhan* agar kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang (I Petrus 3:9). 

2. *Allah mau memakai kita menjadi saluran berkat* bagi seluruh bangsa (Galatia 3:8-9). 

3. *Berkat Tuhan akan melimpah dalam hidup kita* (Amsal 11:24-25).


Prinsip memberi pada saat ini sudah semakin dilupakan orang. Mereka berpikir bahwa untuk memenuhi kebutuhan saja sudah pas-pasan, bagaimana jika harus membantu orang lain? Secara hitungan matematika jika apa yang ada pada kita diberikan kepada orang lain maka milik kita akan berkurang.  Namun sebagai anak-anak Tuhan kita harus mengerti prinsip apa yang Tuhan ajarkan pada kita. *_Kuasa Tuhan tidak bisa kita batasi dengan akal dan logika_* Secara hitungan matematika 5 + 2 = 7. Tetapi di tangan Tuhan 5+2 = 5000+12. 

Firman Tuhan pagi ini menceritakan tentang kuasa dan mujizat Tuhan Yesus yang terjadi karena dimulai dari ketulusan seorang anak kecil yang rela memberikan bekal makannya berupa 5 roti dan 2 ikan kepada Tuhan Yesus karena melihat 5000 orang lebih yang kelaparan (Yohanes 6:9). Bagi kita mustahil memberi makan 5000 orang lebih hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Tetapi *di tangan Tuhan tidak ada yang mustahil.* Melalui 5 roti dan 2 ikan, Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat sehingga mampu memberi makan 5000 orang lebih sampai kenyang bahkan sisa 12 bakul penuh roti dan beberapa ikan yangtersisa (Markus 6:43)


Saudaraku terkasih,  mujizat itu juga bisa terjadi dalam hidup kita. Mulailah dengan kesediaan ”memberi dan berbagi”. Dan inilah rahasianya pemberian yang mendatangkan mujizat :

a). *Dilandasi dengan kasih* yang tulus (Markus 6:34)

b). *Mengucap syukur* dengan apa yang kita miliki (Markus 6:41). Kita sering terfokus pada keterbatasan yang kita miliki. Tetapi kuasa Tuhan melampaui segala akal dan pikiran kita. Mengucap syukur merupakan salah satu kunci untuk membuka berkat Tuhan.

c). *Lakukan dalam tindakan nyata* : “Berilah dan kamu akan diberi.......” (Lukas 6:38)

d). *Memberi dari apa yang ada pada kita* (Markus 6:38). Memberi bukanlah dari sesuatu yang tidak kita miliki, tetapi dari apa yang kita miliki. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak belajar memberi. Minta hikmat kepada Tuhan kapan saatnya kita bisa memberi. Tuhan akan menuntun kita sehingga kita akan tetap dapat memberi dari apa yang ada pada kita. Bahkan kita bisa memberi dari kekurangan kita. 

*_Jika hidup kita ingin dipenuhi mujizat, mulailah dengan berbagi berkat_*

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jumat, 14 Juli 2023

Ijinkan Tuhan menguji dan menyelidiki Hati

 SAAT TEDUH 

14 JULI 2023

Bacaan Mazmur 139:1-24


*IJINKAN TUHAN MENGUJI DAN MENYELIDIKI HATI*

_"Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku"_

(Mazmur 139:23) 


Mazmur 139 merupakan sebuah doa yang penuh keberanian dari Daud. Mengapa demikian? Ya, karena Daud mau membuka diri untuk bersedia Tuhan selidiki apapun isi pikiran dan hatinya. Daud menyadari bahwa Tuhan Mahatahu dan Mahahadir, maka tidak ada satupun yang tersembunyi bagi-Nya. Sehingga tidak ada satu tempatpun yang aman untuk bersembunyi di hadapan Tuhan. Sekalipun sampai ke ujung langit maupun di tempat tergelap kita bersembunyi, Tuhan tetap mampu melihat isi pikiran dan hati kita. Serahasia dan serapat apapun kita menyembunyikan perasaan, pikiran dan hati kita, Tuhan tetap mengetahuinya. Bisa saja selama ini kita tidak jujur terhadap orang lain bahkan terhadap pasangan hidup kita dan terhadap keluarga, tetapi Tuhan mengetahuinya. Daud sadar betul bahwa Tuhanlah yang membentuk dan menjadikan manusia secara dahsyat dan ajaib. Maka Daud juga sadar betul bahwa Tuhan mengetahui apapun tentang dirinya dan sangat mengenal pribadi ciptaan-Nya. Kesediaan Daud untuk Tuhan selidiki bertujuan agar Tuhan menuntun dan meluruskan jika hatinya serong dan menyimpang dari kebenaran yang telah Tuhan tetapkan, sehingga jalan hidupnya kembali seturut kehendak Tuhan. 


Saudaraku terkasih, bagaimana dengan diri kita.  Beranikah kita seperti Daud agar Tuhan menyelidiki hati dan pikiran kita? Beranikah kita dibukakan semua pikiran dan hati kita yang selama ini kita simpan rapat-rapat? Beranikah kita jujur mengakui semua dosa dan kesalahan serta pelanggaran kita di hadapan-Nya? Maukah kita jujur dan terbuka kepada Tuhan dan juga kepada orang lain termasuk kepada pasangan hidup kita, anak-anak kita, orangtua kita dan keluarga kita? Hal itu sangat penting agar jalan hidup kita selalu dalam pimpinan Tuhan. Jangan biarkan pikiran dan hati serta perasaan yang memimpin hidup kita namun ijinkan Tuhan yang memimpin dan menuntunnya, maka hidup kita akan semakin diberkati dalam segala hal. Oleh karena itu ijinkan Tuhan menyelidiki pikiran, hati dan perasaan kita saat ini juga, maka kita akan mengalami pemulihan hidup dan merasakan sukacita yang luar biasa!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 13 Juli 2023

Firman yg Mengubah Hidup Kita

 SAAT TEDUH

13 JULI 2023

Bacaan 2 Timotius 3:14-17


*FIRMAN YANG MENGUBAH HIDUP KITA*

_Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus_.

(2 Timotius 3:15) 


Apa yang biasanya kita lakukan setelah bangun tidur? Adakah yang berdoa, membaca firman Tuhan dan mengucap syukur atas berkat perlindungan dan kesehatan yang Tuhan berikan kepada kita? Atau kita langsung melakukan kegiatan tanpa melakukan hal tersebut? Tidak tahukah bahwa dengan berdoa, baca firman Tuhan dan mengucap syukur sebelum melakukan semua aktivitas sangat penting? Sadarilah bahwa firman Tuhan akan memberikan manfaat yang luar biasa dalam hidup kita, yaitu:

1. *Memberi hikmat* (ayat 15). Dengan hikmat Tuhan, kita dapat bertindak adil dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

2. *Menuntun kepada sekelamatan oleh iman kepada Kristus Yesus* (ayat 15).

3. *Mengajar* (ayat 16). Alkitab atau Firman Tuhan adalah sumber pengajaran. Di dalamnya terdapat berbagai ilmu pengetahuan. diungkapkan

4. *Menyatakan kesalahan dan memperbaiki kelakuan* (ayat 16). Alkitab adalah sumber hukum yang berasal dari Tuhan untuk mengatur perilaku manusia. Maka perilaku yang bertentangan dengan firman Tuhan merupakan kesalahan yang harus dibenahi dan diperbaiki.

5. *Mendidik dalam kebenaran* (ayat 16). Hanya firman Tuhan lah yang mengajarkan kebenaran sejati, dimana kita harus hidup dalam kekudusan agar berkenan kepada Tuhan baik dalam pikiran, perasaan dan tindakan kita.

6. *Firman Tuhan akan memperlengkapi kita untuk setiap perbuatan baik* (ayat 17). Jadi kebaikan yang kita lakukan bukan berdasar pemahaman pribadi, namun berdasarkan hikmat Tuhan.


Saudaraku terkasih, mari kita awali setiap aktivitas kita dengan berdoa, membaca firman Tuhan dan mengucap syukur. Maka hikmat Tuhan akan terus melengkapi kita untuk menjadi orang yang semakin bijaksana. Melalui firman Tuhan itu hidup kita akan diproses dan diubahkan menjadi lebih berkenan kepada Tuhan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 06 Juli 2023

Mengadu Kepada Tuhan

 SAAT TEDUH 

7 JULI 2023

Bacaan Ayub 5:8-16


*MENGADU KEPADA TUHAN*

_"Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku"_

(Ayub 5:8)  


Apa yang biasanya dilakukan oleh anak kecil ketika mengalami kesulitan? Bisa dipastikan ia akan mencari atau mengadu kepada orang tuanya. Mengapa demikian? Tentu karena anak kecil itu tidak sanggup mengatasi masalah yang dihadapi, sehingga ia percaya bahwa ayah atau ibunya pasti akan menolongnya. Sebagai orang tua tentunya mereka akan berusaha dan berjuang untuk menolong anaknya yang sedang kesulitan. 


Bagaimana dengan diri kita? Apakah saat kita menghadapi kesulitan, tantangan, pergumulan dan penderitaan juga mengadukannya kepada Allah Bapa kita? Atau kita mengadukan kesusahan kita kepada seseorang yang kita anggap mampu memberikan pertolongan? Cara yang tepat dan bijaksana tentu kita akan mencari Allah dan mengadukan semua pergumulan kita kepada-Nya. Allah sebagai Bapa tentu tidak akan membiarkan kita anak-anak-Nya hidup dalam kesukaran dan penderitaan. Ia tidak akan berdiam diri melainkan akan bertindak untuk memberikan pertolongan. Inilah yang Tuhan lakukan sebagai Bapa saat kita datang kepadaNya untuk mengadukan semua perkara yang kita hadapi:

1. Tuhan akan melakukan perbuatan besar dan keajaiban yang tidak terduga banyaknya dalam hidup kita. Apa yang kita pikir mustahil, Tuhan jadikan nyata. Apa yang tidak mungkin dimungkinkan oleh-Nya (ayat 9)

2. Tuhan mencurahkan berkat-Nya atas hidup kita seperti hujan sehingga kita tidak mengalami kekeringan dan kekurangan (ayat 10)

3. Tuhan akan mengangkat derajad kita menjadi lebih tinggi. Sehingga mereka yang menganggap hina akan tercengang dibuatnya (ayat 11a).

4. Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi orang yang sedang dirundung dukacita dan kesusahan (ayat 11b)

5. Tuhan melindungi anak-anak-Nya dan menghindarkannya dari berbagai niat jahat (ayat 12-13)

6. Tuhan menyelamatkan kita dari fitnah dan melepaskan kita dari penindasan (ayat 15)

6. Tuhan memberikan pengharapan terhadap orang-orang kecil (ayat 16)


Saudaraku terkasih, jangan takut, jangan cemas dan jangan kuatir akan kelangsungan hidup kita. Sekalipun ada orang-orang yang tidak suka terhadap kita, tetaplah mengasihi. Sekalipun ada yang memfitnah,  tetaplah mengampuni. Sekalipun ada yang berusaha menjegal dan menjatuhkan tetaplah menyayangi. Sekalipun ada yang merendahkan tetaplah menghormati. Biarlah Allah Bapa kita yang menjadi pembela kita. Kita cukup menyerahkan semua perkara yang sedang kita alami kepada Allah Bapa. Maka Tuhan akan membuat keajaiban-keajaiban di luar akal dan pikiran kita. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 04 Juli 2023

Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat

 SAAT TEDUH 

5 JULI 2023

Bacaan Mazmur 121:1-8


*PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT*

_"Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi"_

(Mazmur 121:2 (TB) 


Ketika kita dilanda kesulitan dan pergumulan, hati kita biaaanya menjadi gelisah dan diliputi kekuatiran, kecemasan dan ketakutan. Terkadang perasaan tersebut bisa berakibat kurang baik bagi kesehatan kita. Dengan demikian kita pasti butuh pertolongan. Namun jika kita mengandalkan pertolongan dari manusia maka kita akan kecewa. Oleh sebab itu melalui pemazmur kita bisa belajar memahami secara benar bahwa hanya Tuhanlah Penolong yang sejati. Mengapa demikian:

1. *Tuhan maha kuasa.* Dialah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Dengan kuasa-Nya, Tuhan mampu melakukan segala perkara (ayat 2)

2. *Tuhan akan menguatkan ketika kita dalam keadaan terpuruk dan tidak berdaya* (ayat 3a)

3. *Tuhan tidak pernah tidur* (Gusti mboten sare). Ia selalu terjaga untuk terus memelihara dan memberkati ciptaan-Nya (ayat 3b-4)

4. *Tuhan selalu menjaga dan menaungi kita dari waktu kewaktu*0 (ayat 5-6). 

5. *Tuhan akan melindungi kita dari marabahaya yang mengancam jiwa kita* (ayat 7)

6. *Tuhan senantiasa menyertai kita sampai kapanpun*⁹ (ayat 8).


Saudaraku terkasih, apapun kesulitan dan pergumulan yang kita hadapi dan rasakan, tetaplah berharap dan bersandar akan pertolongan-Nya. Andalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, maka kita akan selalu diberkati. 

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Minggu, 02 Juli 2023

Ijinkan Tuhan Menetapkan Langkahmu

 SAAT TEDUH 

3 JULI 2023

Bacaan Mazmur 37:1-40


*IJINKAN TUHAN MENETAPKAN LANGKAHMU*

_"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya"_

(Mazmur 37:23)


Tidak jarang ada saja orang yang tidak senang dengan keberhasilan atau kesuksesan kita. Apapun langkah kita selalu saja ada yang berusaha menjegalnya. Memang aneh hidup ini, ada saja orang yang susah kalau melihat kita bahagia dan bahagia jika melihat kita menderita. Terhadap orang-orang seperti itu tidak perlu diambil hati. Kita justru merasa kasihan karena di dalam jiwa mereka ada yang tidak beres. Yang harus kita lakukan adalah tetap mengasihi dan mendoakan mereka. Jangan pedulikan apalagi sampai mempengaruhi dan menghambat bahkan menghancurkan langkah kita. Setiap langkah yang kita jalani sudah Tuhan tetapkan. Oleh sebab itu jangan menetapkan langkah kita berdasar omongan orang atau berdasar pemikiran kita. Teruslah berjalan seturut dengan ketetapan Tuhan. 


Saudaraku terkasih, tentu kita bertanya: Apa yang harus kita lakukan agar tahu bahwa Tuhan yang menetapkan langkah-langkah kita? 

1. *Berdiam diri di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia* (ayat 7a). Berdiam diri bukan berarti pasif tetapi aktif menantikan kehadiran-Nya, belajar mengikuti perintah-Nya dan taat pada jalan yang sudah ditetapkan-Nya.

2. *Berusaha hidup benar dan bekenan kepada Tuhan* (ayat 23). Hidup benar berarti menjauhi perbuatan dosa. Kebenaran yang dipakai adalah kebenaran Tuhan dan bukan menurut ukuran kebenaran manusia maupun diri sendiri. Agar kita dapat hidup berkenan kepada Tuhan tentu harus menjauhi kejahatan (ayat 27)

3. *Menyerahkan hidup kita dibawah pimpinan Tuhan* (ayat 5). Apapun keputusan yang kita ambil dalam hidup ini adalah keputusan yang harus dipimpin oleh Tuhan. Karena hanya Tuhan yang tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Mungkin saja jalan tersebut bukan jalan yang tercepat, bukan jalan termudah, bukan jalan yang rata, tetapi yakinlah bahwa jalan Tuhan adalah jalan yang terbaik bagi kita. 


Saudaraku terkasih, ketika kita menyerahkan setiap langkah hidup kita kepada Tuhan, maka Tuhan memberikan kita kekuatan sehingga kita tetap mampu melanjutkan perjalanan menuju hidup yang berhasil dan terus menjadi berkat bagi banyak orang. Bahkan sampai anak cucu kita akan selalu hidup dalam kecukupan (ayat 25-26). Inilah janji Tuhan yang menguatkan kita: _"apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya"_ (ayat 24). 

Amin. Selamat mengawali minggu ini dengan terus melangkah bersama Tuhan.  Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Sabtu, 01 Juli 2023

Tindakan kecil lebih berarti daripada omongan besar

 RENUNGAN MINGGU 

2 JULI 2023

Bacaan Matius 10:40-42


*SEKECIL APAPUN TINDAKAN, LEBIH BERARTI DARI SEBESAR APAPUN OMONGAN*

_"Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."_

(Matius 10:42)


Saat menyapu halaman depan rumah di waktu sore, kuperhatikan ada seorang ibu menuntun sepeda dari kejauhan. Begitu sudah dekat, ibu itu berhenti dan bertanya dimanakah bengkel sepeda terdekat. Kuperhatikan ternyata rantai sepedanya terlepas dari girnya. Dari raut wajahnya ibu itu tampak capai sekali. Napasnya agak sedikit ngos-ngosan karena berjalan sambil menuntun sepeda ontelnya. Aku menawarkan diri memperbaikinya karena di rumah ada kunci pas untuk mur dan baut roda belakang. Pada awalnya ibu itu menolak karena takut merepotkan, namun aku bilang tidak apa-apa karena mengembalikan rantai lepas dan terjepit diantara gir dan besi penyangga roda belakang bukan hal sulit. Tinggal kendorkan mur dan baut, lalu rantai bisa dipasang lagi dan terakhir mur baut dikencangkang kembali. Sambil menunggu rantai aku perbaiki, aku ambilkan ibu itu segelas air minum. Tidak sampai 5 menit selesai sudah aku perbaiki rantainya. Ibu itu mau memberi uang tapi aku menolak. Niatku adalah menolong. Setelah berterima kasih, ibu itupun melanjutkan perjalanannya. Wajahnya tampak berseri dan rasa capeknya seolah hilang. Aku merasa senang bisa membuat ibu itu tersenyum kembali. 


Keesokan harinya ada tamu seorang perempuan muda. Ia membawa oleh-oleh makanan tradisional. Aku heran soalnya tidak kenal dengan perempuan itu. Ternyata ia adalah anak ibu yang kemarin aku tolong memperbaiki rantai sepedanya. Ia menyampaikan terimakasih karena sudah menolong ibunya. Ibunya bercerita bahwa telah ditolong oleh bapak yang tinggal di gereja. Aku berterima kasih juga sudah dibawakan oleh-oleh. 


Saudaraku terkasih, terkadang satu tindakan kecil dan sederhana sangat berkesan bagi seseorang. Saat melihat orang lain yang sedang dalam kesulitan, biasanya hati kecil kita tergerak untuk menolongnya. Namun ego kita sering menolak padahal bukan hal yang sulit untuk dilakukan. 

Apa yang Tuhan Yesus firmankan melalui nats yang kita baca hari ini, mengingatkan kepada kita semua untuk melakukan kasih kepada sesama melalui hal-hal yang sederhana, seperti memberi secangkir air sejuk pada mereka yang kehausan, memberi pertolongan bagi yang kesusahan dan kesulitan. Sekecil dan sesederhana apapun tindakan kita jika dilandasi dengan kasih dan bukan karena ada motivasi tersembunyi maka akan berdampak besar.

Mari kita siapkan "cangkir-cangkir" berisi "air kehidupan", supaya jiwa yang haus mendapat kelegaan.

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...