Senin, 20 Februari 2023

Bermegah Dalam Kelemahan

 SAAT TEDUH,

*BERMEGAH DALAM KELEMAHAN*

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: _"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."_ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku"

(2 Korintus 12:9)  


Bermegah dalam kelemahan tentu terdengar aneh. Biasanya orang akan bermegah karena ia memiliki kekuatan, kelebihan, kekuasaan, kepandaian dll. Orang yang bermegah dalam kekuatan, kekuasaan dan kelebihannya cenderung akan menjadi sombong dan tinggi hati. Karena memiliki kekuatan, kepandaian, kelebihan dan kekuasaan membuat manusia akan lebih mengandalkan diri sendiri. Inilah celah yang dipakai iblis untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan termasuk rasul Paulus. Bagi Paulus banyak hal yang bisa membuat ia bermegah diri. Ia berlatar belakang orang Farisi dari mazhab yang sangat keras dalam agama Yahudi. Ia seorang Yahudi keturunan suku Benyamin dan berpendidikan tinggi. Pengetahuannya soal Taurat sangat ia kuasai karena ia dididik keras oleh Gamaliel. Ia juga memiliki pengaruh kuat sebagai penganiaya orang-orang Kristen sebelum bertobat. Namun demikian setelah bertobat dan menerima panggilan Kristus secara khusus, hidupnya sangat berubah. Ia menjadi orang yang rendah hati, penginjil yang hebat, murid Kristus yang militan, penulis handal dan banyak jemaat yang didirikannya. Ia merupakan rasul yang diutus untuk penginjilan kepada orang-orang non Yahudi. Dalam perjalanan kehidupannya, Paulus ternyata memiliki penderitaan berupa rasa sakit yang sangat luar biasa  dan ia menyebut sebagai "duri dalam daging", yaitu seorang iblis yang menggocoh dirinya (ayat 7). Sudah 3 kali ia berseru kepada Tuhan agar ia dibebaskan dari rasa sakit yang melemahkan tubuhnya, namun jawaban Tuhan menyadarkan dirinya bahwa melalui rasa sakit itu kuasa Tuhan menjadi sempurna. Dari hal itulah rasul Paulus mulai belajar bermegah bukan dalam kekuatan melainkan dalam kelemahan. Ketika ia menyadari betapa lemah dirinya, maka ia terus mengandalkan Tuhan dan Tuhan memberikan kekuatan dan kemampuan yang luar biasa kepadanya.


Saudaraku terkasih, melalui firman Tuhan saat ini menyadarkan kita semua, bahwa terkadang kita harus mengalami penderitaan dan merasakan "duri dalam daging" di setiap perjalanan kehidupan, agar kita sadar bahwa di hadapan Tuhan tidak ada yang bisa kita banggakan apalagi bermegah diri. Semua keberhasilan, kesuksesan, kekuatan, kepandaian, kehormatan, kekuasaan yang mungkin kita raih saat ini, sesungguhnya merupakan kasih karunia Tuhan. Namun kita sering lupa dan menganggap apa yang kita raih semata-mata karena usaha dan jerih payah kita. Oleh karena itu, kita tak perlu mengeluh jika "duri dalam daging" itu masih kita rasakan sampai saat ini. Sama seperti Paulus, saat kita memohon agar Tuhan mencabut duri itu, Tuhan menjawab: *_"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."_*

Tetap mengucap syukur lah dalam segala keadaan. Percayalah saat kita mampu bermegah dalam kelemahan kita, maka kuasa Kristus turun menaungi kita, sehingga kita menjadi kuat oleh kuasa-Nya. 

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...