Minggu, 12 Maret 2023

Mengubah Hati Tanpa Menghakimi

 SAAT TEDUH 

13 MARET 2023

Bacaan Yohanes 4:1-42


*MENGUBAH HATI TANPA MENGHAKIMI*

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: _"Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."_

(Yohanes 4:39)  


Betapa sering kita menghakimi seseorang tanpa lebih dahulu tahu duduk persoalannya. Terlebih jika itu menyangkut sebuah tindakan yang kita anggap melanggar perintah Tuhan. Lebih parah lagi jika yang kita lakukan tidak hanya menghakimi namun juga menyebar aib orang tersebut ke orang lain bahkan menyindir di atas mimbar. Tentu jika orang tersebut mendengar atau mengetahuinya pasti akan sakit hati dan besar kemungkinan akan undur dari kehidupan berjemaat. 

Kita bisa belajar melalui bagaimana cara Tuhan Yesus memperlakukan seorang perempuan Samaria. Meski Ia tahu kehidupan pribadi perempuan tersebut khususnya dalam kehidupan perkawinan dan rumah tangganya, namun Ia sama sekali tidak menghakimi apalagi bergosip dan menyebarkan aib. Yesus bisa memahami apa yang menjadi pergumulan perempuan Samaria tersebut dan menerima apa adanya. Sekalipun orang Samaria pada waktu itu tidak bergaul dengan orang Yahudi, namun karena Yesus mau membuka percakapan dan tidak menjaga jarak atau menganggap orang Samaria sebagai orang asing, maka perempuan Samaria tersebut mau membuka diri tentang kehidupannya. Cara Yesus yang penuh perhatian, mau minta minum dan berdialog dengan penuh persahabatan mampu mengubah hati perempuan Samaria menjadi percaya bahwa Yesus adalah Kristus  yaitu Sang Mesias yang dinantikan baik oleh bangsa Yahudi maupun bangsa Samaria dan bangsa-bangsa lain. Hati perempuan Samaria yang telah diubahkan menjadi kesaksian yang luar biasa. Melalui kesaksian kepada orang-orang Samaria, banyak jiwa yang dimenangkan dan percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat Dunia seperti apa yang tertulis dalam Yohanes 4:42 :.... dan mereka berkata kepada perempuan itu: _"Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."_


Saudaraku terkasih, dari kisah tersebut kita bisa mengambil hikmahnya bahwa pendekatan secara pribadi dan tanpa menghakimi akan mampu mengubah hati. Ikut bersimpati dan berempati lebih mulia daripada menghakimi. Dengan menghakimi seakan menganggap kita lebih, baik lebih suci dan itu justru akan menambah beban luka hati. Seandainya pun ada perbedaan pandangan dan keyakinan terhadap seseorang, kita tak perlu ngotot apalagi bersitegang. Dalam pelayanan kita tidak bertujuan untuk memenangkan perdebatan melainkan memenangkan jiwa yang terhilang. Satu jiwa dimenangkan, seribu malaikat sorga bersukacita penuh pujian. Mari mengubah hati tanpa menghakimi namun ubahlah hati dengan rasa peduli dan mengasihi.  

Amin. Selamat mengawali hari dengan semangat dan kerendahan hati. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...