Selasa, 18 Maret 2025

Iman yang Bertumbuh

 Renungan Harian

Rabu, 19 Maret 2025

Bacaan: KEJADIAN 22:1-19

Setahun: Hakim-hakim 3-5 


*Iman yang Bertumbuh*

Keesokan harinya pagi-pagi Abraham bangun, memasang pelana keledainya, dan memanggil dua hambanya beserta Ishak, anaknya ..., lalu ia berangkat ke tempat yang diberitahukan Allah kepadanya. (Kejadian 22:3)


_Salah satu tanda pertumbuhan iman dapat kita lihat melalui perubahan sikap._ Contoh, sebelumnya kerap merasa cemas, selanjutnya penuh ketenangan. Dulunya takut terhadap tantangan, sekarang berani menghadapi tantangan. Awalnya bimbang, kemudian segenap hati percaya.


Abraham disebut bapa orang beriman. Bukan karena imannya sempurna di hadapan Tuhan, _tetapi iman itu bertumbuh_. Terjadi perubahan sikap atas dasar imannya yang semakin kuat di dalam Tuhan. Sebelumnya Abraham menuruti perkataan Sara, istrinya, untuk menghampiri Hagar (Kej 16:2). Di dalam hatinya Abraham juga bimbang benarkah ia akan memiliki keturunan melalui Sara, seperti yang dijanjikan oleh Tuhan (Kej 15:4). Di kemudian hari, saat Ishak telah cukup dewasa, Tuhan menyuruhnya mempersembahkan putranya itu sebagai korban bakaran. *Lekas Abraham melaksanakan perintah Tuhan. Kali ini sama sekali ia tidak bimbang. Segenap hati ia percaya bahwa Tuhan pasti melaksanakan janji-Nya, yakni membuatnya menjadi bangsa yang besar melalui Ishak (Kej 21:12).


Saat Abraham menilik keseluruhan dari peristiwa yang telah terjadi dalam hidupnya, mengertilah ia *bahwa Tuhan selalu dapat dipercaya. Maka imannya pun bertumbuh.* Seperti seorang penabur mengharap benih yang ditaburnya itu bertumbuh, *demikian Tuhan berharap melihat pertumbuhan iman kita.* Baiklah kini kita juga menilik segenap perbuatan Tuhan. _Apakah pernah Dia mengecewakan kita? Jika tidak, saatnya untuk mengubah sikap. Mari membuang dari dalam hati perasaan-perasaan negatif seperti cemas, takut, gelisah, dan bimbang._--LIN/www.renunganharian.net


JIKA BENAR IMAN KITA BERTUMBUH

MAKA TIDAK SEHARUSNYA KITA BIMBANG DAN RAGU SEPERTI DULU.

Senin, 17 Maret 2025

Dengan Tuhan kita dapat melakukan perkara Besar

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

18 MARET 2025

Bacaan Mazmur 60:13-14


*DENGAN TUHAN KITA DAPAT MELAKUKAN PERKARA BESAR*

_"Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita"_ (Mazmur 60:14)


Shalom dan selamat pagi serta selamat mengawali hari ini dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan atas perlindungan-Nya selama kita beristirahat di malam hari. Hari ini kita kembali melanjutkan saat teduh edisi kitab Mazmur.  Kita telah sampai pada Mazmur pasal 60. Secara khusus untuk pagi ini kita akan merenungkan ayat 13 dan 14. 

Mazmur 60:13-14 berbicara tentang kekuatan dan pertolongan Allah yang memungkinkan kita melakukan perkara besar.

Ayat ini menegaskan bahwa dengan Allah, kita mampu melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan sendiri. Kata "perkara besar" merujuk pada kemenangan, keberhasilan, dan pencapaian yang signifikan. Ayat ini menyatakan bahwa dengan Allah, kita dapat mencapai hal-hal yang luar biasa. "Dialah yang akan menginjak-injak para lawan kita":  Ini menunjukkan bahwa Allah akan membantu kita mengatasi segala rintangan dan tantangan yang kita hadapi. Ayat ini memberikan kita keyakinan dan harapan. Kita tidak perlu takut menghadapi kesulitan karena Allah akan menyertai kita. Dengan kekuatan-Nya, kita dapat melakukan perkara besar dan mencapai tujuan kita.

 

Saudaraku terkasih, firman Tuhan yang kita renungkan saat ini mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat mengandalkan kekuatan sendiri atau kekuatan manusia. Semua akan sia-sia (ayat 13). Kita membutuhkan Allah untuk membantu kita mencapai tujuan dan mengatasi berbagai rintangan.

Ayat ini mendorong kita untuk memiliki keyakinan bahwa Allah akan selalu menyertai kita dan membantu kita. Dengan keyakinan kepada Allah, kita dapat menghadapi segala tantangan dengan penuh keberanian.


Saudaraku terkasih, 

Mazmur 60:13-14 adalah pengingat yang kuat bahwa dengan Allah, kita dapat melakukan perkara besar. Kita harus selalu bergantung kepada-Nya dan percaya bahwa Ia akan selalu menyertai, melindungi dan memberikan kemenangan kepada kita. Oleh sebab itu jangan pernah berkecil hati, takut dan gentar menghadapi pergumulan seberat apapun. Kita memiliki Tuhan yang maha dahsyat. 


Kesimpulan:

"Bersama Tuhan kita dapat melakukan perkara besar" bukanlah sekadar ungkapan motivasi belaka.  Ini adalah janji yang nyata bagi mereka yang percaya.  Perkara besar yang dimaksud bukan hanya pencapaian duniawi, seperti kekayaan atau popularitas, tetapi juga hal-hal yang lebih bermakna, seperti menyebarkan kasih, membantu sesama, dan membawa perubahan positif di dunia.  Kuncinya adalah iman dan ketaatan kita kepada-Nya. Dengan berserah dan berdoa, kita membuka jalan bagi Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita dan mewujudkan rencana-Nya yang luar biasa.


Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Sabtu, 15 Maret 2025

Merengkuh Salib

 RENUNGAN MINGGU PRA PASKAH KE-2

16 MARET 2025

Bacaan Lukas 13:31-35


*MERENGKUH SALIB KRISTUS*

_"Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem"_ (Lukas 13:33)  


Shalom dan selamat pagi Saudaraku terkasih. Tidak ada salahnya sebelum ibadah Minggu kita mengambil waktu teduh sejenak untuk merenungkan firman Tuhan yang terambil dari Injil Lukas 13:31-35. Jika dalam ibadah nanti ayat dan tema yang dibahas sama, setidaknya hal itu akan menambah kekayaan dalam kita memahami firman Tuhan dari berbagai aspek, sehingga iman kita akan semakin bertumbuh dan semakin kuat.

Lukas 13:31-35 melukiskan sebuah gambaran Yesus yang menerima peringatan akan bahaya yang mengintai-Nya di Yerusalem.  Namun, alih-alih melarikan diri, Ia memilih untuk tetap maju menggambarkan tekad-Nya yang tak tergoyahkan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya, meskipun itu berarti kematian di kayu salib.  Kisah ini menjadi cerminan yang kuat tentang bagaimana kita, sebagai pengikut Kristus, harus merengkuh "salib" kita sendiri berupa tantangan, penderitaan, dan pengorbanan yang datang bersama perjalanan iman kita.

Ayat-ayat ini menunjukkan pilihan sadar Yesus untuk menghadapi bahaya.  Ia tidak menghindari takdir-Nya.  Para Farisi memperingatkan-Nya tentang bahaya dari Herodes, namun Yesus tetap teguh pada tujuan-Nya.  Begitu pula, perjalanan iman kita tidak selalu mulus.  Kita akan menghadapi tantangan, kesulitan, dan bahkan penderitaan.  Namun, seperti Yesus, kita dipanggil untuk tidak melarikan diri dari "salib" kita, tetapi untuk menerimanya dengan keberanian dan ketabahan.  *_Merengkuh salib bukanlah tentang mencari penderitaan, tetapi tentang menerima dengan penuh kerelaan apa pun yang datang dalam perjalanan kita mengikuti Kristus_*

 

Yesus menggunakan metafora induk ayam yang mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya.  Ini menggambarkan kasih sayang dan perlindungan-Nya yang mendalam bagi umat-Nya.  Ia rindu untuk mengumpulkan mereka, untuk melindungi mereka dari bahaya.  Namun, banyak yang menolak perlindungan-Nya (ayat 34).  Begitu pula, kita seringkali menolak perlindungan dan bimbingan Tuhan dan lebih memilih jalan kita sendiri yang seringkali mengarah pada kesulitan dan penderitaan.  *_Merengkuh salib berarti menyadari kebutuhan kita akan perlindungan Allah dan dengan rendah hati menerima bimbingan-Nya_*

Sementara itu "Yerusalem" dalam konteks ini melambangkan tempat pengorbanan dan penebusan.  Yesus menuju Yerusalem dengan kesadaran penuh akan apa yang menanti-Nya.  Begitu pula, "Yerusalem" kita sendiri bisa berupa situasi, hubungan, atau tanggung jawab yang menuntut pengorbanan dan ketekunan dari kita.  *_Merengkuh salib berarti menerima panggilan untuk berkorban demi kebenaran, keadilan, dan kasih, bahkan jika itu berarti menghadapi kesulitan dan penolakan_*

 

Saudaraku terkasih, Yesus menyatakan kesedihan-Nya karena orang-orang yang menolak perlindungan-Nya.  Ini menunjukkan betapa dalam kasih-Nya bagi manusia.  *_Merengkuh salib berarti menerima bahwa perjalanan iman kita mungkin melibatkan pengorbanan dan kesedihan_*.  Kita mungkin menghadapi penolakan, penganiayaan, atau kehilangan.  Namun, melalui penderitaan ini, kita dapat semakin dekat kepada Allah dan mengalami kedalaman kasih-Nya.

 

Dari renungan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa *Merengkuh salib Kristus* bukanlah tentang masokisme atau mencari penderitaan.  Ini adalah tentang menerima dengan penuh kerelaan jalan yang telah ditetapkan Allah bagi kita, termasuk tantangan dan pengorbanan yang menyertainya.  Ini tentang meneladani Yesus, yang dengan rela menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan umat manusia.  Dengan merengkuh salib masing-masing, kita dapat mengalami kedalaman kasih Allah dan menemukan kekuatan dan penghiburan di tengah kesulitan.  Seperti Yesus, kita dapat menemukan tujuan dan kepuasan dalam menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan kepada kita, bahkan jika itu berarti menghadapi "Yerusalem" kita sendiri.


Kiranya firman Tuhan hari ini semakin menguatkan iman kita dalam rangka menghayati masa Pra-Paskah. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Kamis, 13 Maret 2025

Hikmat Kehidupan

 Hikmat Kehidupan


Hikmat adalah aspek utama dari kedewasaan. Kita sering berpikir untuk tumbuh dewasa seiring bertambahnya usia dan memperoleh lebih banyak pengetahuan, tetapi menjadi dewasa dalam hikmat melampaui usia. Hikmat tumbuh ketika kita belajar menerapkan pengetahuan kita pada pilihan dan situasi sehari-hari.


Yakobus, saudara Yesus dan penulis kitab Yakobus, berbicara tentang proses bertumbuh dalam kedewasaan rohani dalam Yakobus 1:1-5. Dia memberi tahu kita bahwa siapa pun yang mencari hikmat harus memintanya kepada Tuhan, dan Tuhan akan memberikannya dengan murah hati kepada siapa pun yang meminta.


Bertumbuh dalam hikmat rohani terjadi ketika kita menggunakan pengetahuan kita tentang Allah, dunia, dan diri sendiri, untuk membuat keputusan yang benar dalam cara kita bertindak, hidup, dan berbicara sebagai orang Kristen. Saat kita mengenal Tuhan lebih baik, kita bertumbuh dalam hikmat-Nya dan diperlengkapi dengan pengetahuan yang kita butuhkan untuk hidup berkelimpahan yang memuliakan Dia. Dengan cara ini, hikmat berasal dari hubungan kita dengan Tuhan. 


Tak seorang pun kekurangan hikmat karena Allah menawarkannya secara cuma-cuma melalui hubungan dengan-Nya. Saat kita mencari Dia dan hikmat-Nya, Dia memberi kita kesempatan untuk mempraktikkannya dan menumbuhkan iman kita kepada-Nya. Dan saat kita memercayakan pilihan kita kepada-Nya, kita akan melihat hikmat bertumbuh dalam hidup kita.


Jadi apa yang akan Anda lakukan untuk memupuk hikmat dalam hidup Anda? Langkah pertama adalah meminta bantuan Tuhan. Ketika Anda dengan rendah hati datang kepada Tuhan dan mengakui bahwa Anda memerlukan-Nya, Dia akan dengan murah hati memberi Anda semua hikmat yang Anda butuhkan.

Bernyanyi di Tengah Pergumulan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

14 MARET 2025

Mazmur 59:1-18


*DENGAN IMAN MEMAMPUKAN KITA BERNYANYI DI TENGAH PERGUMULAN*

_"Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku"_ (Mazmur 59:17) 


Tidak semua orang mampu menyanyikan lagu pujian syukur dan sukacita ketika sedang mengalami penderitaan dan pergumulan. Seandainya pun bisa biasanya yang dinyanyikan adalah senandung sedih dan ratapan. Tetapi dengan iman dan percaya penuh kepada Tuhan, maka hal itu dapat kita lakukan.

Mari kita belajar dari Daud. Kita tahu bahwa Daud saat itu sedang dalam kondisi dikepung musuh dan terancam jiwanya. Raja Saul yang iri kepada Daud ingin sekali melenyapkan Daud. Saul iri karena Daud lebih dielu-elukan rakyat dibanding Saul. Selain itu Saul takut takhtanya diambil alih Daud. Maka Saul selalu berikhtiar membunuh Daud dengan cara menempatkan Daud paling depan dalam peperangan dengan harapan ia tewas. Namun ternyata Daud selalu menang. Pernah juga Saul melempar lembing ke arah Daud, namun meleset. Dan akhirnya Saul mengejar dan mengepung Daud dengan mengerahkan prajuritnya. Dalam keadaan genting Daud tidak cemas, justru ia menaikkan pujian. Daud menyanyikan kekuatan Tuhan yang dipercaya mampu menolongnya dalam situasi yang genting. Daud percaya bahwa hanya Tuhan lah tempat perlindungan dan pelarian yang tepat pada waktu mengalami kesesakan. 


Saudaraku terkasih, mungkin bukan musuh dan tentara perang yang mengepung kita saat ini. Namun saat ini berbagai kesulitan, tantangan, pergumulan, kesengsaraan dan sakit penyakit yang mengepung dan mengancam jiwa kita. Cobalah kita melakukan hal yang sama dengan Daud, yaitu menyanyi memuji kebesaran Tuhan. Hilangkan ketakutan dan kecemasan. Jangan mengeluh apalagi menyalahkan pihak lain. Percayakan semua pergumulan kita kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang bertindak. Teruslah bernyanyi dengan sorak sorai penuh sukacita, maka mujizat-Nya akan melingkupi dan melindungi kita. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 11 Maret 2025

Waspada terhadap kelicikan dan kejahatan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

11 MARET 2025

Bacaan Mazmur 58:1-12


*WASPADA TERHADAP KELICIKAN DAN KEJAHATAN*

_"Sungguhkah kamu memberi keputusan yang adil, hai para penguasa? Apakah kamu hakimi anak-anak manusia dengan jujur? Malah sesuai dengan niatmu kamu melakukan kejahatan, tanganmu, menjalankan kekerasan di bumi"_ (Mazmur 58:2-3)


Shalom dan selamat pagi Saudaraku. Hari ini kita sudah sampai Mazmur pasal 58, yang bercerita tentang orang jahat yang licik dan berbahaya, seperti ular berbisa yang menyengat diam-diam. Mereka berbohong dan menipu, hati mereka penuh kejahatan.

 

Melalui firman Tuhan yang kita renungkan saat ini yaitu Mazmur 58, kita bisa belajar beberapa hal penting:

 

1. Kejahatan itu nyata:  Dunia ini memang tidak selalu baik. Ada orang jahat yang melakukan hal-hal buruk. Kita harus waspada dan hati-hati.

2. Kejahatan itu licik: Orang jahat tidak selalu terlihat jelas. Mereka sering berpura-pura baik, lalu tiba-tiba menyakiti orang lain.  Kita perlu jeli melihat tanda-tandanya.

3. Allah akan bertindak adil:  Meskipun ada banyak kejahatan, Allah melihat semuanya.  Pada waktunya, Allah akan menghukum orang jahat dan membela orang baik.

4. Kita harus berbuat baik: Kita semua bertanggung jawab untuk melawan kejahatan.  Kita harus jujur, baik hati, dan berani melawan ketidakadilan.


Oleh karena itu agar kita dapat terhindar dari kejahatan dan kelicikan maka kita harus minta pertolongan Allah. Kita bisa berdoa kepada Allah agar dilindungi dari orang jahat dan diberi kekuatan untuk melakukan hal yang benar.

 

Sebagai kesimpulan,  Mazmur 58 mengingatkan kita bahwa kejahatan dan kelicikan itu nyata dan ada, tapi jangan kuatir.  Meski realitanya seperti itu, Allah selalu ada untuk melindungi dan membela kita.  Kita harus tetap dan terus berbuat baik dan meminta pertolongan-Nya. Karena hanya dengan kebaikan makan kejahatan akan dikalahkan sebagaimana tertulis dalam kitab Roma 12:21

*_"Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!"_*


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 


*Kata mutiara:*

*_Jangan pernah berhenti berbuat baik. Jika engkau tidak menemukan orang baik, maka orang baiklah yang akan menemukanmu_*

Sabtu, 08 Maret 2025

Tempat Berlindung dari Badai

 Tempat Berlindung dari Badai


Jika Anda pernah mengalami badai kuat atau bencana alam, Anda tahu pentingnya tempat perlindungan untuk melindungi Anda. Setiap kali ada ancaman, kita membutuhkan sesuatu yang lebih kuat dari ancaman itu untuk melindungi kita.


Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita rentan terhadap serangan dari musuh rohani kita dan dari bahaya lain dalam hidup kita. Terkadang kita perlu diselamatkan dari pikiran dan kebiasaan kita. Di lain waktu kita membutuhkan seseorang untuk menyembuhkan kita dari sesuatu yang tidak dapat kita tangani sendiri.


Firman Tuhan menyebut Allah sebagai perlindungan dan tempat bernaung kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita dapat bersandar pada kekuatan dan kuasa-Nya, mengetahui bahwa Dia mampu melindungi kita dari situasi apa pun yang mungkin kita alami.


Karena Tuhan menciptakan kita, Dia benar-benar tahu apa yang terbaik untuk kita. Dia tahu bagaimana melindungi jiwa kita dan menjauhkan kita dari bahaya.


Namun, ini mengharuskan kita pergi kepada-Nya ketika kita membutuhkan pertolongan. Kita tidak dapat beristirahat di hadirat-Nya jika kita tidak meluangkan waktu di hadirat-Nya. Dia adalah perlindungan bagi mereka yang secara aktif percaya kepada-Nya dan mencari pertolongan-Nya. Terlepas dari kesulitan apa yang Anda alami, Tuhan dapat membantu Anda melewatinya.


Cara terbaik untuk mencari pertolongan Tuhan adalah melalui doa. Luangkan waktu berbicara dengan Tuhan, beri tahu Dia apa yang Anda rasakan. Mintalah kepada-Nya hal-hal yang Anda butuhkan. Saat Anda mencari hadirat-Nya dan percaya kepada-Nya, Dia akan melindungi Anda dan menjaga Anda tetap aman.

Senin, 03 Maret 2025

Tak Berubah

 Tak Berubah


Di dalam dunia yang selalu berubah, terus bergerak, selalu bergeser, kita bisa bergantung kepada Tuhan yang tak pernah berubah.


Diilhami oleh Roh Kudus, penulis kitab Ibrani berkata seperti ini:


"Yesus Kristus tetap sama, baik dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya."

Ibrani 13:8 BIMK


Sebuah nama untuk tiga bagian, atau "Pribadi", dari Tuhan adalah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dan Sang Putra–Yesus Kristus–adalah cerminan sejati Bapa, yang tidak pernah berubah.


Saat Anda membongkar misteri dahsyat bahwa Tuhan menjadi manusia dalam Pribadi Yesus Kristus, Anda dapat melihat bahwa Dia mengatakan hal-hal yang luar biasa seperti: "Saya dan Bapa adalah satu," (Yohanes 10:30) "Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa," (Yohanes 14:9) dan, "Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada." (Yohanes 17:5)


Yohanes menggambarkan Yesus sebagai Firman: "Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." (Yohanes 1:1)


Tuhan menyebut diri-Nya, "Akulah Tuhan, dan Aku tidak berubah..." (Maleakhi 3:6) Kualitas yang tidak berubah ini disebut ketetapan Tuhan.


Dari generasi ke generasi, Tuhan adalah batu karang yang teguh di mana kita bisa menempatkan iman kita.


Tuhan tidak bisa berbohong. Dia tidak bisa berlaku tak adil. Dia selalu baik. Dia selalu setia. Dia sepenuhnya sempurna. Dia selalu tetap dan konstan, bertahan dan kekal selamanya.


Jika dunia Anda terguncang, atau semua yang ada di sekitar Anda tampak berubah, atau sulit untuk membedakan mana karang yang teguh dan mana tanah yang berpasir, Anda bisa percaya, bersandar, dan menempatkan harapanmu di dalam Yesus.


Dia bukan hanya Penyelamat kita, tapi Dia juga Allah yang tak pernah berubah.

Harap Tenang

 HARAP TENANG

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 1 Petrus 4:7

Ayat bacaan: Habakuk 3:17-19

Renungan

Siapa sih tidak perlu uang? Siapa sih tidak perlu smart phone? Siapa yang tidak perlu rumah? Siapa yang tidak perlu usaha atau pekerjaan? Ya, kita semua memang masih tinggal di dunia dan Tuhan pun sangat mengerti bahwa kita semua memerlukan semuanya itu.
Oleh sebab itu percayalah, bahwa Dia sanggup memenuhi semuanya itu. Filipi 4:19 dikatakan
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Tuhan menyediakan segala keperluan kita. Namun apakah yang paling kita perlukan? Perhatikan, bahwa keselamatan kita jauh lebih penting dari pada segala keperluan yang lain.
Bayangkan jika kita memiliki segalanya tetapi tanpa keselamatan? Itulah mengapa Habakuk mengatakan aku tetap bersuka cita didalam Tuhan yang menyelamatkanku.

Mungkin ada yang bertanya; kok saya orang Kristen gagal ya? kok usaha saya gagal ya? Kemanakah Tuhan? Kita berkata padahal aku telah memilih mengikuti Tuhan, namun mengapa ini terjadi? Jangan panik saudara, tetapi jadilah tenang. Tenang? Ya jadilah tenang. Didalam kelas yang sedang ada ujian, ada tulisan "HARAP TENANG, SEDANG ADA UJIAN".

Sebab ketika Anda lebih memilih untuk bersorak sorai, beria-ria didalam hadiratNya, lebih memilih menikmati hadirat Tuhan dibanding memikirkan kegagalan atau ketidak berhasilan atau musibah yang menimpa Anda. Maka Tuhan sedang membuat kaki Anda menjadi kuat. Kaki Anda sedang disiapkan untuk dibawa naik ke bukit yaitu tempat tinggi.
Ditempat Tinggi Akan Ada Kemenangan Dari Tuhan. Amin? Haleluya.

Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah gagal, FirmanNya tidak pernah gagal. Dia paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Dia paling tahu cara memroses atau memurnikan hidup kita.
Dia Allah setia, Dia Bapa yang setia, Dia adalah kekasih yang setia, Dia adalah sahabat yang paling setia. Karena Dia selalu ada untuk kita dalam segala keadaan.

Refleksi

1.Dimanakah kita mendapatkan ketenangan? Dekat Allah kita akan tenang.

2.Pernahkah Anda mengalami kemenangan bersama Tuhan?

Praktik

Pergilah menghadap cermin dan Katakanlah kepada diri Anda, jadilah tenang.

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...