SAAT TEDUH
22 MARET 2023
Bacaan Yohanes 9:1-41
*PERCAYA ITU BUTUH PROSES*
Katanya: *_"Aku percaya, Tuhan!"_* Lalu ia sujud menyembah-Nya
(Yohanes 9:38)
Untuk menjadi percaya kepada Tuhan Yesus bukanlah perkara yang mudah. Banyak tantangan, godaan dan hambatan yang harus dilalui. Ada yang tidak bertahan dan akhirnya _"nggliwar"_ menyangkali imannya. Tetapi orang yang mampu bertahan akan sampai pada puncak pengakuan iman percayanya kepada Tuhan Yesus.
Firman Tuhan saat ini kita masih membahas tentang orang yang buta sejak lahir dari perspektif proses pertumbuhan iman percayanya. Sejak ia disembuhkan oleh Yesus, maka menimbulkan pertentangan di antara masyarakat Yahudi. Pertentang tersebut muncul karena Yesus menyembuhkan orang buta tersebut tepat pada hari Sabat, sehingga Yesus dianggap melakukan pelanggaran karena dianggap tidak memelihara hari Sabat. Bahkan masyarakat Yahudi yang masih taat memelihara hari Sabat mengatakan bahwa Yesus tidak datang dari Allah sebab Ia tidak memelihara hari Sabat. Namun ada pula sebagian kelompok yang ragu dan bertanya bagaimana mungkin orang berdosa dapat melakukan mujizat yang luar biasa (ayat 16). Orang-orang yang menentang atau kontra dengan peristiwa tersebut termasuk orang-orang Farisi akhirnya menanyakan langsung kepada orang buta yang telah disembuhkan Yesus. Orang buta tersebut dicecar secara bertubi-tubi baik oleh masyarakat Yahudi terlebih oleh orang-orang Farisi. Kesempatan tersebut tidak dibuang sia-sia oleh orang buta untuk bersaksi tentang mujizat yang telah diterimanya. Semula ia hanya menyebut "Orang yang disebut Yesus itu" (ayat 11). Jawaban orang buta tersebut tidak menimbulkan reaksi yang berarti. Namun karena didesak oleh orang Farisi maka ia menjawab "Ia adalah seorang nabi" (ayat 17). Melalui jawaban tersebut mulailah muncul reaksi yang luar biasa. Suasana semakin memanas dan memunculkan perdebatan yang luar biasa. Orang Yahudi terap tidak percaya dan akhirnya memanggil orang tuanya. Namun karena jawaban orangtuanya tidak memuaskan, maka orang buta tersebut dipanggil sekali lagi dan diintimidasi untuk mau mengatakan bahwa orang yang telah menyembuhkannya, yaitu Yesus adalah orang berdosa (ayat 24). Orang buta itupun menjawab dengan penuh hikmat: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; *tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."* (ayat 25). Sekalipun dibawah intimidasi orang-orang Yahudi, mantan orang buta tersebut tidak ciut nyalinya bahkan menyindir mereka dengan berkata: "Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" (ayat 27). Merasa tersinggung atas jawaban orang buta tersebut maka mereka lalu mengusirnya. Dalam situasi yang terkucilkan dan tersingkirkan mantan orang buta tersebut bertemu Yesus dan di situlah ia menyatakan iman percayanya kepada Yesus: *"Aku percaya, Tuhan!"* Lalu ia sujud menyembah-Nya. (ayat 38)
Saudaraku terkasih, memang tidak mudah untuk mengakui iman percaya kita kepada Tuhan Yesus. Ada proses panjang yang harus kita lalui dan terkadang bahkan sering menyakitkan dan melukai hati kita. Bisa saja kita menerima perlakuan buruk dari keluarga, masyarakat dan orang-orang yang tidak percaya akan kemesiasan Yesus. Kita bisa _"disebratkan"_ atau diusir dan tidak diakui sebagai anggota keluarga, kita dikucilkan, kita dipersulit untuk melakukan ibadah bahkan dibubarkan saat ibadah, kita sulit mendapat ijin mendirikan tempat ibadah dll. Namun tetaplah setia pada iman percaya kita. Karena Tuhan Yesus menjanjikan berkat mahkota kehidupan bagi siapapun yang setia sampai akhir seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu 2:10
_"Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita..... Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan"_
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar