Selasa, 21 Maret 2023

Lebih Takut Kepada Siapa

 SAAT TEDUH 

21 MARET 2023

Bacaan Yohanes 9:1-41


*LEBIH TAKUT KEPADA SIAPA?* 

Orang tuanya berkata demikian, karena *mereka takut kepada orang-orang Yahudi*, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, *akan dikucilkan.*

(Yohanes 9:22)  


Ternyata tidak semua orang berani bersaksi tentang kebenaran sekalipun ia telah melihat dengan mata kepala sendiri. Orang lebih senang menghindar daripada menjadi saksi yang nantinya malah akan repot sendiri. Lebih baik cari selamat dan cari aman. Begitu juga dengan orang tua dari anak yang buta sejak lahir. Sekalipun mereka telah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa anaknya telah disembuhkan oleh Yesus namun mereka berusaha untuk tidak mau terus terang demi menghindari konsekuensi kesepakatan yang telah dibuat oleh orang-orang Yahudi bahwa barangsiapa mengakui Yesus sebagai Mesias akan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat. Tampaknya ketakutan seperti itu juga masih ada sampai sekarang.  Banyak yang percaya kepada Tuhan Yesus namun takut mengakui Ia sebagai Mesias, sebagai Tuhan yang menyelamatkan manusia dari ikatan dosa. Ada yang takut dikucilkan, takut mengalami perundungan, takut diperlakukan diskriminatif, takut sulit mencari pekerjaan dll. Mereka lebih takut kepada manusia dibanding takut kepada Tuhan. Mungkin banyak yang lupa apa yang pernah Yesus katakan: _"Sebab barangsiapa *malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu,* apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus"_

(Lukas 9:26 bd. Markus 8:38). Sekarang pilih mana? Takut kepada manusia atau takut kepada Tuhan?

Teladanilah orang yang telah disembuhkan dari kebutaannya sejak lahir. Ia tahu diri, tahu bersyukur dan berani bersaksi tentang kebenaran di depan banyak orang bahkan di hadapan orang-orang Farisi. Ia tidak takut dan tidak gentar sekalipun didebat bahkan diusir oleh orang Farisi (ayat 25-34). Dengan sepenuh hati ia menyatakan iman percayanya dan mengakui Yesus sebagai Mesias, Tuhan yang menyelamatkan. Ia pun tak ragu untuk bersujud menyembah-Nya (ayat  38). Ia memilih yang benar, lebih takut kepada Tuhan dibanding kepada manusia apapun resiko yang harus ditanggungnya. 

Saudaraku terkasih, bagaimana dengan diri kita? Berani atau takutkah kita bersaksi tentang cinta kasih Tuhan Yesus yang telah kita terima sampai saat ini? Semoga kisah ini menjadi permenungan bagi kita semua. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...