Jumat, 17 Maret 2023

Tuhan Tidak Peduli Latar Belakangmu

 SAAT TEDUH AKHIR PEKAN 

18 MARET 2023

Bacaan Yohanes 4:1-42


*TUHAN TIDAK PEDULI LATAR BELAKANGMU*

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: _"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?"_ (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria)

(Yohanes 4:9)  


Enam hari sudah kita belajar dari kisah perempuan Samaria. Dan hari ini adalah hari ke tujuh kita masih membahas tentang perempuan Samaria. Kiranya kita dalam belajar firman Tuhan tidak bosan tetapi justru mau diperkaya dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang kasih Tuhan. 


Dalam pergaulan sehari-hari baik di tengah keluarga, di tengah lingkungan kerja, di tengah komunitas, di tengah masyarakat bahkan di tengah-tengah kehidupan berjemaat kita sering melihat orang pilih-pilih dalam bergaul dan berteman. Ada yang memilih berdasarkan kesamaan profesi, kesamaan hobi, kesamaan status sosial, kesamaan keyakinan, kesamaan pandangan, kesamaan suku, kesamaan asal gereja,  dan kesamaan lainnya. Cara dan sikap seperti itu pasti akan mengakibatkan kita menjadi terkotak-kotak dan sulit untuk bisa menjadi "garam dan terang" dan berkat bagi sesama. Jika kita memperhatikan dan menyimak lebih dalam perkataan perempuan Samaria kepada Yesus dalam Yohanes 4:9 _"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?"_ (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria), maka kita akan tahu bahwa orang Yahudi tidak mau bergaul, berteman apalagi bersahabat dengan orang Samaria. Tentu ada latar belakang sejarah masa lalu yang menjadikan sikap seperti itu, sehingga bangsa Yahudi menganggap orang Samaria itu kafir karena perkawinan campur dengan bangsa non Yahudi (dan hal itu sudah pernah kita bahas pada saat teduh sebelumnya). Namun Yesus tidaklah demikian. Ia tidak memandang status, latar belakang kehidupan pribadi atau hal lainnya. Respon Yesus justru mau lebih dahului membuka pembicaraan bahkan minta minum kepada perempuan Samaria tersebut. Tentu hal itu sangat berbeda dengan perlakuan orang Yahudi pada umumnya, terlebih jika mengetahui latar belakang dan perilaku yang buruk karena sering berganti pasangan bahkan ia hidup "kumpul kebo" dengan laki-laki yang bukan suaminya (ayat 18). 


Saudaraku terkasih, dari hal tersebut di atas kita semakin tahu tentang sifat Allah di dalam Tuhan Yesus.  Allah kita bukanlah Allah yang pilih-pilih umat-Nya dengan melihat latar belakangnya. Manusia adalah makhluk yang diciptakan, dihembusi nafas Ilahi oleh Allah sendiri. Kasih dan penerimaan Tuhan kepada manusia tidak berdasar pada moral, status sosial, latar belakang, pengalaman, maupun kegagalan seseorang. Kasih-Nya kepada manusia adalah sebuah pemberian dan merupakan karunia yang tidak ternilai harganya.  Setiap orang bahkan setiap pribadi memiliki kesempatan yang sama untuk menerima dan menikmati cinta kasih Tuhan. Tak perlu ragu dan takut datang kepada Tuhan Yesus. Seburuk dan sekelam apapun hidupmu, engkau tetap diterima-Nya dengan tangan terbuka dan melalui pelukan hangat kasih-Nya, Ia akan mengampuni dan mengubah hidupmu menjadi manusia baru. Misi Yesus datang ke dunia adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang  (Lukas 19:10). Ia datang ke dunia tidak sekedar ingin menebus dosa, tetapi juga berelasi dan berkomunikasi dengan manusia. Melalui percakapan yang sederhana, Yesus mau mendengarkan apa yang menjadi pergumulan dan penderitaan manusia. Yang menjadi pertanyaan adalah: "apakah ketika kita memiliki masalah, kesulitan, kegagalan, kejatuhan, ketakutan, pergumulan dan penderitaan, kita mau bercakap-cakap dengan Tuhan?". Percayalah, Tuhan Yesus mau mendengarkan, menolong dan memberi kelegaan kepada kita. Sekalipun perempuan Samaria itu belum mengakui dan menceritakan kehidupan dan identitasnya, namun Tuhan Yesus sudah tahu semuanya. Yang Yesus inginkan adalah berani berkata jujur mengakui kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan serta bertobat dan berbalik kepada-Nya. Tuhan pasti akan mengampuni dan memulihkan hidup kita. Ia adalah Bapa yang penuh kasih dan mau menerima anak-anak-Nya apa adanya tanpa melihat apalagi mengungkit-ungkit latar belakang kehidupan kita. Ketika dengan kerendahan hati kita mau mengakui dosa dan bertobat, Tuhan sanggup mengubah hati dan hidup kita menjadi baru. 

Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...