SAAT TEDUH
8 MARET 2023
Bacaan Roma 12:9-21
*KASIH YANG NYATA*
_"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik"_
(Roma 12:9)
Kita sering menjumpai orang yang suka berpura-pura. Ada yang berpura-pura sakit, berpura-pura baik, berpura-pura menolong, berpura-pura bego, berpura-pura mati, berpura-pura tidak tahu dan kepura-puraan lainnya. Dalam kamus besar bahasa Indonesia arti berpura-pura adalah: tampak berbuat (bekerja, melakukan, dan sebagainya ), tetapi sebenarnya tidak berbuat atau tidak berniat berbuat; berbuat seolah-olah; berlagak.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita agar tidak berpura-pura mengasihi. Kasih harus diwujudnyatakan dengan ketulusan bukan dengan kepura-puraan. Jangan mengasihi Tuhan dengan berpura-pura ibadah padahal hatinya tidak tertuju kepada-Nya. Jangan mengasihi sesama dengan berpura-pura baik padahal hatinya dipenuhi kebencian bahkan niat jahat. Apapun yang kita lakukan jika hanya berpura-pura maka kita telah melakukan dosa yaitu penipuan.
Kasih merupakan inti ajaran Tuhan, sehingga setiap orang Kristen harus berusaha menyatakan kasih dalam semua aspek kehidupan. Kasih Tuhan kepada manusia berdosa sudah dinyatakan melalui pengorbanan Kristus. Maka kitapun juga berkewajiban menyatakan kasih kita baik kepada Tuhan maupun kepada sesama.
Saudaraku terkasih, marilah kita hidup apa adanya. Tak perlu bersandiwara atau berpura-pura. Lebih baik hidup jujur. Orang yang suka berpura-pura pasti akan mendapat malu jika kebuka kedoknya. Sedangkan orang yang jujur akan diberkati dan dikasihi Tuhan:
_Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya_ ( Amsal 16:13).
Oleh karena itu mari berusaha mewujudnyatakan kasih kita tanpa berpura-pura. Kasih yang tulus tak pernah pilih-pilih. Jangankan dengan saudara, teman atau kerabat, dengan musuhpun kita harus tetap mengasihinya.
Amin. Selamat mengasihi dengan ketulusan dan bukan dengan kepura-puraan! Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Bahan diskusi:
1. Pernahkah Saudara berpura-pura? Dalam hal apa?
2. Apa yang Saudara rasakan saat berpura-pura? Biasa saja, santai, senang menikmatinya, atau ada rasa bersalah? Mengapa muncul rasa demikian?
3. Bagaimana cara Saudara menunjukkan kasih tanpa berpura-pura?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar