SAAT TEDUH
15 MARET 2023
Bacaan Yohanes 4:1-42
*KEJUJURAN YANG MEMBEBASKAN*
Kata perempuan itu: _"Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."_
(Yohanes 4:17-18)
Tidak semua orang berani mengakui aib dalam dirinya. Bahkan sebisa mungkin ditutupi dengan rapat daripada diakui dan bikin malu. Tetapi apakah dengan berusaha menutup dan menyimpan aib atau dosa menjadikan kita ada damai sejahtera? Tidakkah dengan tetap berusaha menutup dan menyimpan aib justru akan membelengu hati, pikiran dan hidup kita dengan rasa bersalah yang dari hari ke hari akan semakin menyiksa? Mungkin saking rapatnya kita menutupi aib sehingga tidak ada keluarga, sahabat atau orang lain yang mengetahui, tetapi kita tidak bisa menyembunyikan aib kita di hadapan Tuhan.
Melalui perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria, kita bisa belajar tentang keterbukaan perempuan tersebut mau mengakui aib dan dosanya di hadapan Tuhan Yesus. Perempuan itu menyadari akan kelemahannya namun sekaligus mau menyatakan iman percayanya kepada Tuhan Yesus, sehingga ia dibebaskan dari belenggu rasa bersalah dan memperoleh keselamatan. Keselamatan yang telah diterimanya menjadikan perempuan Samaria tersebut bersukacita dan tanpa diminta ia mengabarkan berita keselamatan tersebut kepada orang-orang Samaria sehingga banyak jiwa yang diselamatkan. Dari hal tersebut kita dapat mengerti tentang keselamatan yang Tuhan anugerahkan ternyata tidak hanya untuk satu bangsa, dalam hal ini bangsa Yahudi tetapi juga bagi bangsa yang dianggap kafir tetapi percaya kepada Tuhan Yesus. Keselamatan dari Tuhan tidak bersifat lokal tetapi bersifat universal (bd. Yohanes 3:16).
Saudaraku terkasih, mungkin selama ini kita mirip perempuan Samaria yang berusaha serapat mungkin menutupi aib dan dosa yang pernah dilakukan. Namun di sisi lain perempuan Samaria tersebut juga mengajarkan kepada kita untuk berani terbuka dan jujur mengakui semua aib dan dosa kita kepada Tuhan. Pada awalnya sebuah kejujuran itu memang sangat menyakitkan, terlebih setelah keluarga, sahabat dan orang lain tahu pasti kita akan menerima sanksi sosial berupa olokan, cibiran dan hal-hal lain yang tidak mengenakkan. Tapi percayalah ketika kita berani berkata jujur dan mengakui aib dan dosa kita di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan mengampuni dan membebaskan kita dari ikatan rasa bersalah. Bisa kita umpamakan bahwa kejujuran itu seperti pisau operasi yang akan menyayat kulit dan daging kita lalu memotong kanker yang ada di tubuh kita. Memang sakit tetapi menyembuhkan. Dan inilah janji Tuhan bagi kita yang mau jujur mengakui dosa-dosanya : *_"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan_"*
(1 Yohanes 1:9)
Dengan pengampunan Tuhan, hidup kita akan dibebaskan dari belenggu dosa dan diubahkan menjadi hidup yang baru yaitu hidup seturut dengan kehendak Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar