SAAT TEDUH
3 Maret 2023
Bacaan 2 Timotius 4:1-8
*MENYIKAPI PENDERITAAN*
_"Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!"_
(2 Timotius 4:5)
Selama kita masih hidup di dunia pasti tidak akan terlepas dari yang namanya "penderitaan". Penderitaan tidak pandang bulu, siapapun dapat mengalaminya, termasuk kita sebagai anak-anak Tuhan. Menjadi pengikut Kristus memang suatu kebahagiaan karena di dalamnya ada keselamatan. Jangan pernah beranggapan kalau sudah percaya Kristus otomatis hidup berkelimpahan, tanpa masalah dan hidup berjalan tanpa rintangan. Jangan pula beranggapan bahwa penderitaan itu timbul akibat dosa dan kejahatan yang kita lakukan. Ingat bahwa ketika kita melakukan kebaikan, rajin beribadah, jujur, bertindak adil dan suka menolong sesama ada saja yang tidak suka bahkan mengatakan kita sok alim, sok rohani, sok suci dll. Tidak jarang karena kita hidup benar maka kita difitnah. Bahkan ketika beribadah pun ada yang membubarkan dan melarangnya. Itulah realita yang terjadi di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan kepada kita bagaimana seharusnya kita menyikapi penderitaan, terlebih penderitaan karena iman percaya kita:
1. Menguasai diri dalam segala hal (ayat 5). Ketika seseorang sedang menghadapi penderitaan maka hati dan pikirannya akan kacau, emosi memuncak, mudah tersinggung, mudah marah dan tidak bisa berpikir jernih. Itu sebabnya kita perlu menguasai diri dalam segala hal, agar tidak terjatuh dalam dosa.
2. Sabar (ayat 5). Sabar itu kata yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Meski demikian bukan berarti kita tidak bisa bersabar. Untuk bisa bersabar perlu latihan dengan kerendahan hati. Kesabaran akan membuat kita mampu berpikir jernih dan sehat, sehingga bisa mengambil keputusan yang benar.
3. Tetap kabarkan berita sukacita (ayat 5). Sekalipun dalam penderitaan kita mengalami perasaan sedih dan dukacita, tetapi kita harus terus mengabarkan berita sukacita tentang keselamatan yang Tuhan anugerahkan melalui Yesus Kristus.
4. Setia menunaikan tugas pelayanan (ayat 5). Apapun tugas pelayanan yang telah Tuhan percayakan kepada kita harus kita tunaikan sebaik mungkin. Jika pelayanan kita sebagai guru, jadilah guru yang baik. Jika tugas pelayanan kita sebagai pegawai negeri, jadilah pegawai negeri yang baik. Begitu pula kita yang berprofesi sebagai polisi, jaksa, hakim, pedagang, petani, wirausaha, tukang, dan profesi yang lain, lakukan tugas tersebut sebaik mungkin bagi kemuliaan nama Tuhan.
Saudaraku terkasih, penderitaan yang kita alami anggaplah sebagai gelanggang pertandingan iman yang harus kita lewati dan kita akhiri dengan kemenangan. Maka di akhir kehidupan kita sudah tersedia mahkota kebenaran (ayat 7-8).
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar