Sabtu, 04 Maret 2023

Pembalasan adalah Hak Tuhan

 SAAT TEDUH 

4 MARET 2023

Bacaan Roma 12:9-21


*PEMBALASAN ADALAH HAK TUHAN*

_"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan"_

(Roma 12:19) 


Rasa ingin membalas pasti terlintas di benak kita, baik ketika orang berbuat kebaikan ataupun kejahatan. Jika ada orang yang pernah berbuat baik dan mau menolong saat kesusahan tentu kita ingin membalas budi atas kebaikan mereka. Begitu pula saat ada orang berbuat jahat, merendahkan kita, berlaku diskriminatif, dan perlakuan yang tidak menyenangkan lainnya, kita pun rasanya ingin membalas. Tetapi bersyukurlah karena sebagai orang Kristen kita diingatkan oleh Tuhan untuk *"tidak mengambil alih"* hak Tuhan, yaitu pembalasan. Dengan jelas dan tegas Tuhan berfirman: *_Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan", firman Tuhan_* (ayat 19)


Peristiwa yang terulang dan akan terus terulang adalah persekusi terhadap orang Kristen, baik berupa pembubaran ibadah, pelarangan mendirikan tempat ibadah, penyegelan gereja dll oleh oknum tertentu. Sebagai manusia biasa, kita pasti tidak terima diperlakukan seperti itu. Namun sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, kita hanya bisa menyerahkan semua itu kepada Tuhan yang memiliki hak pembalasan. Namun *sebagai warga negara kita wajib berjuang untuk menuntut persamaan hak* kepada pemerintah yang sudah ditetapkan dalam undang-undang dasar 1945 pasal 29 ayat 2. Mereka yang sengaja melakukan persekusi pun seharusnya ditindak tegas berdasar undang-undang yang berlaku. Tidak cukup minta maaf di atas materai lalu selesai dan bebas! Sementara jika yang terjadi sebaliknya, maka dikenakan pasal penghinaan dan harus dihukum, padahal sebagai warga negara kedudukan kita di hadapan hukum sama seperti tercantum dalam pasal 27 ayat 1 UUD'45.


Saudaraku terkasih, jika kita sebagai seorang ayah dan tahu anak kita dipersekusi oleh orang lain, akankah kita berdiam diri? Pasti kita tidak terima dan akan membela serta melindungi anak kita apapun resikonya. Begitu pula sebagai anak-anak Tuhan, kita memiliki Allah Bapa. Percayalah, Bapa kita tidak akan tinggal diam. Dia adalah Allah yang hidup dan tidak tidur. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan sebagai anak-anak Tuhan dalam menyikapi hal tersebut?

1. Jauhi kejahatan (ayat 9)

2. Saling mengasihi (ayat 10, 20)

3. Tetap semangat melayani Tuhan (ayat 11)

4. Bersukacita dalam pengharapan (ayat 12)

5. Sabar (ayat 12)

6. Bertekun dalam doa (ayat 12)

7. Membantu dan menolong  orang lain (ayat 13)

8. Memberkati dan tidak mengutuk (ayat 14)

9. Bersimpati dan berempati  terhadap kesusahan orang lain (ayat 15)

10. Jangan merasa pandai (ayat 16)

11. Hidup berdamai dengan semua orang (ayat 18)

12. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan (ayat 21)

Percayalah, saat kita terus melakukan perintah Bapa tersebut di atas dan tidak mengambil alih hak Tuhan, maka Bapa kita akan menunjukkan kuasa dan keadilannya.

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...