RENUNGAN MINGGU
5 NOVEMBER 2023
Bacaan: Matius 23:1-12
*GAJAH DIBLANGKONI*
_“Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.”_
(Matius 23:3)
Ada pepatah atau ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi _'gajah diblangkoni', iso kojah ora iso nglakoni'_ yang artinya pandai berkotbah atau mengajar dan menasihati namun tak bisa melakukan apalagi memberi teladan yang baik sesuai dengan kotbah atau nasihat-nasihat yang dikatakan, sehingga akan dinilai sebagai orang yang munafik dan hanya membual saja.
Satunya kata dan perbuatan merupakan salah satu sifat yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang, apalagi jika ia adalah seorang pemimpin, pendidik, orang tua atau pemuka masyarakat dan terlebih tokoh agama. Hal itu dikarenakan apa yang mereka katakan menjadi panutan banyak orang. Mereka dituntut untuk memiliki integritas yang tinggi. Sangat memprihatinkan jika mereka tidak bisa dicontoh karena ucapan mereka tidak sejalan dengan tindakannya. Apa yang diajarkan dan dikotbahkan ternyata tidak dilakukan.
Dalam nats firman Tuhan yang kita baca saat ini, Yesus sangat mengecam para pemimpin agama yang tidak memiliki integritas. Mereka malah menjadi contoh negatif karena mereka hanya suka mengajarkan dan memperdebatkan hukum-hukum, tetapi tidak melakukannya. Di mimbar tampak begitu luar biasa pengajarannya, tetapi dalam praktek keseharian sungguh bertolak belakang dengan isi kotbahnya. Dengan demikian, pengajaran mereka menjadi kosong dan tidak bermakna, bahkan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mereka tidak mampu menghidupi firman Tuhan dalam praktek kehidupan nyata.
Saudaraku terkasih, memiliki komitmen untuk menyelaraskan apa yang kita ajarkan dengan apa yang kita lakukan memang tidak mudah. Apalagi melakukannya secara konsisten, baik saat dilihat orang lain maupun tidak. Kuncinya adalah tekad mendisiplin diri yang tinggi, serta berani *mempertanggungjawabkan apa yang kita ajarkan sejalan dengan apa yang kita lakukan.* Maka kita akan menjadi pemimpin, pendidik, pengajar, orang tua dan hamba Tuhan yang layak dipercaya dan diteladani oleh orang lain. *Satunya kata dan perbuatan* adalah ciri pemimpin yang berintegritas tinggi. Itulah *hidup seperti yang dikehendaki Tuhan*
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar