Jumat, 28 Juni 2024

Kemenangan Orang yang Mengandalkan Tuhan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

29 JUNI 2024

Bacaan Mazmur 23:1-6


*KEMENANGAN ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN*

_"Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah"_ (Mazmur 23:5)


Di manapun kita berada dan sebaik apapun diri kita, pasti ada saja orang yang tidak suka. Bisa saja karena merasa tersaingi, iri hati atau suatu alasan yang tidak jelas. Kita bahkan sering dianggap musuh atau lawan, padahal kita selalu bersikap baik. Ada pula yang bersikap baik di depan kita tetapi berusaha menikam kita dari belakang. Tujuan mereka biasanya ingin menghancurkan kita, baik secara halus maupun secara terang-terangan. Hal ini harus kita sadari bahwa menjadi orang Kristen dan menjadi orang benar, baik dan jujur bukan berarti kita akan disukai dan dihormati orang lain. Selalu ada orang-orang yang akan memusuhi dan menentang kita. Kita bisa di cap sebagai orang yang sok alim, sok suci, sok baik dll. 

Hal itu juga dialami oleh Daud. Banyak orang yang memusuhi dan menginginkan kehancurannya. Ada saja orang-orang yang ingin memporak porandakan kehidupan Daud, terlebih ketika ia memperoleh keberhasilan dan kemenangan. Nyawa Daud selalu dalam ancaman dan bahaya. Namun demikian Daud tetap meyakini akan penyertaan Tuhan sehingga sekalipun ia dalam bahaya, Tuhan selalu menjaga, melindungi, memelihara dan menolong Daud. Itulah sebabnya Daud mengungkapkan demikian: _"Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah"_(ayat 5). 


Saudaraku terkasih, sesulit dan seberat apapun pergumulan kita, bahkan ketika hidup kita sedang dalam ancaman bahaya, percayalah dan percayakan sepenuhnya kepada Tuhan. Maka orang-orang atau musuh-musuh yang membenci kita akan melihat bagaimana Tuhan menolong kita. Yang sakit disembuhkan, yang lemah dikuatkan, keluarga yang retak dipulihkan, usaha semakin lancar, pelayanan diberkati bahkan kesuksesan dan keberhasilan dapat kita raih.  Apapun kesulitan, tantangan dan pergumulan yang kita hadapi, saat kita mengandalkan Tuhan, maka  Tuhan lah yang bekerja bahkan berperang mengalahkan semua musuh  atau semua kesulitan kita. Dan Tuhan akan menyiapkan hidangan berkat di hadapan lawan-lawan kita, sehingga jiwa kita menjadi segar (ayat 3).


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Selasa, 25 Juni 2024

Seberat Apapun Pergumulanmu, Tuhan Pedulikanmu

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

25 JUNI 2024

Bacaan Mazmur 22:1-32


*SEBERAT APAPUN PERGUMULANMU, TUHAN PEDULIKANMU*

_"Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya"_ (Mazmur 22:25)


Mazmur 22 merupakan Mazmur yang mengungkapkan penderitaan yang begitu mendalam sang pemazmur, yaitu Daud. Ia tidak hanya merasakan penderitaan secara fisik namun juga secara batin.  Hal itu diungkapkannya dalam ayat 7-8: _"Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya"_

Dalam situasi tersebut ternyata ia pun juga menderita secara rohani, karena merasa bahwa dalam situasi yang berat Tuhan pun seolah meninggalkan dirinya. Bahkan saat ia berseru kepada Tuhan, seolah Tuhan tidak juga mau menjawabnya (ayat 2-3). Daud mengalami titik terendah dalam imannya sehingga ia membandingkan betapa Tuhan memperhatikan seru doa nenek moyangnya (ayat 5-6), sementara seru doanya seakan dianggap angin lalu oleh Tuhan sehingga Daud merasa seperti binatang yang menjijikkan (ayat 7). Perasaan yang demikian membuat Daud menjadi tidak berdaya dan merasa tidak lagi berharga (ayat 15-16). Di dalam pikirannya, ia merasa bahwa hidupnya akan berakhir karena maut siap nenerkamnya (ayat 17-19).


Saudaraku terkasih, mungkin ada di antara kita karena ada persoalan yang tak kunjung selesai dan sangat membebani hidup kita, lalu merasakan hal serupa dengan perasaan Daud, yaitu merasa kesepian, tidak dipedulikan Tuhan, tidak berharga dan dibiarkan hancur tanpa daya. Seakan-akan bayang-bayang kelam menyelimuti hidup kita. Nah, dalam situasi seperti ini, jangan sampai kita kehilangan pengharapan apalagi putus asa. Kita harus bangkit dan terus berjuang untuk semakin menguatkan iman percaya kita kepada Tuhan. Dan itulah yang dilakukan Daud. Kesadaran Daud pulih justru ketika ia berada pada titik terendah dalam imannya. Daud sadar bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya sumber kekuatan dan satu-satunya Penolong bagi dia (ayat 20). Daud lalu mengubah ratapan dan keluhan menjadi puji-pujian (ayat 23). Mata iman Daud pun menjadi terbuka dan mampu melihat bahwa Tuhan sangat peduli kepadanya sehingga ia berkata: _"Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya"_ (ayat  25).

Kiranya hal itu juga menyadarkan kita semua bahwa *apapun keadaan dan kondisi kita, Tuhan tetap peduli.* Yang harus kita lakukan saat ini adalah tetap percaya akan kasih dan kuasa-Nya. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Ketika Hidup Dalam Lembah Kekelaman

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

26 JUNI 2024

Bacaan Mazmur 23:1-6


*KETIKA HIDUP DALAM LEMBAH KEKELAMAN*

_"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku"_

(Mazmur 23:4) 


Setiap orang pasti mengharapkan hidupnya dalam kondisi baik-baik saja. Apa yang diusahakan selalu lancar, sehat dan bahagia. Namun realitanya terkadang tidaklah demikian.  Usaha yang kita harapkan lancar justru tersendat, bisnis yang kita harapkan untung justru buntung. Akhirnya bukan tabungan tapi justru hutang yang menumpuk. Pikiran menjadi kalut, bingung dan kesehatan pun semakin menurun. Hidup seakan diliputi kegelapan dan bayang-bayang masa depan tampak kelam.


Saudaraku terkasih, selagi masih hidup, kita pasti tidak terlepas dari masalah. Tetapi sebagai umat Tuhan kita tidak perlu kuatir dan takut, karena *janji Tuhan nyata bagi setiap orang percaya*. Janji Tuhan inilah yang akan membuat perbedaan bagi setiap orang yang meyakininya.

Mazmur 23 merupakan ungkapan iman Daud yang senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Daud meyakini dan tanpa ragu sedikitpun akan janji dan penyertaan Tuhan. Daud menyebut Tuhan sebagai Gembala yang baik, yang menunjukkan bagaimana dirinya benar-benar meyakini akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan dalam situasi sekelam apapun! Sehingga Daud senantiasa memandang setiap persoalan dengan cara pandang yang positif, bahwa Tuhan pasti akan senantiasa memampukan setiap orang yang mengandalkan Dia untuk menghadapi badai kehidupan sekeras dan sesulit apapun! 

Ada 3 janji Tuhan yang Daud rasakan dan itu bisa menjadi pegangan hidup kita ketika situasi kelam menerpa hidup kita. Janji itu adalah :

1. *JANJI KENYAMANAN* (ayat 1-3). Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya sendirian. Dia senantiasa akan menyediakan kebutuhan hidup kita, baik secara rohani maupun jasmani. Apapun yang menjadi kebutuhan umat-Nya, disediakan oleh Dia menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya di dalam Yesus Kristus (Filipi 4:19). Tuhan akan membuat kita merasa nyaman dengan mencukupi semua kebutuhan kita.

2. *JANJI KEAMANAN* (ayat 4). Tuhan tidak akan membiarkan umat/domba-dombaNya berjalan sendirian. Bahkan sekalipun bahaya menghadang, sekalipun kesulitan mendera, sekalipun keadaan tidak mengenakkan kita tidak perlu takut, karena Tuhan senantiasa beserta kita. Perlindungan-Nya nyata atas hidup kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita dalam segala keadaan (Ibrani 13:5b) 

3. *JANJI KELIMPAHAN* (ayat 5-6). Tuhan menyediakan janji berkat yang melimpah bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, bahkan saat kondisi semakin kelam. Dia akan memberkati setiap usaha dan pekerjaan kita. Orang lain boleh kuatir dan berkata sulit, susah dan cemas; namun *di dalam Tuhan ada mujizat bagi yang senantiasa mengandalkan Dia.* Seumur hidup kita akan dikenyangkan oleh berkat-berkat-Nya!


Saudaraku terkasih, keadaan dunia boleh semakin kelam, tetapi janji penyertaan Tuhan nyata bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Mari kita andalkan Tuhan YESUS KRISTUS sebagai Gembala kita yang Agung. Berikan diri kita untuk bersedia dituntun oleh-Nya dan mendengarkan suara-Nya, maka ketenangan dan kebahagiaan akan menjadi milik kita!


Amin, selamat menjalani hari-hari dengan tetap mengikuti tuntunan Sang Gembala Agung. Tuhan Yesus memberkati 🙏   

Senin, 03 Juni 2024

Pentingnya Berdoa

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

20 MEI 2024

Bacaan Mazmur 17:1-15


*PENTINGNYA BERDOA*

Doa Daud. _"Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu"_ (Mazmur 17:1)  


Apa yang biasanya kita rasakan dan lakukan ketika menghadapi pergumulan dan ancaman? Tidak jarang kita merasa takut, gentar, kalut, bingung dan cemas, sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin hal ini sedang terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Tentu penyebabnya masing-masing berbeda-beda. Ada yang sedang bergumul dengan sakit penyakitnya, kesulitan ekonominya, keretakan rumah tangganya, pekerjaannya dll. Apakah dengan kekuatiran, ketakutan dan kebingungan masalah akan teratasi? Mengapa kita sering menghabiskan waktu dengan hidup dalam kekalutan? Mengapa kita tidak mengambil waktu sejenak untuk menumpahkan semua pergumulan kita kepada Tuhan melalui doa? Mungkin ada di antara kita yang meragukan kekuatan doa, sehingga doa hanya dianggap sebagai "obat penenang" saja. Padahal di dalam doa ada kekuatan yang mampu mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran akan pergumulan hidup yang sedang kita alami. 


Melalui firman Tuhan yang kita renungkan dalam Mazmur 17 ini kita bisa meneladani sang pemazmur yaitu Daud saat ia sedang mengalami pergumulan, tekanan bahkan ancaman. Daud selalu berdoa dan membangun relasi yang indah dengan Tuhan. Ia menumpahkan semua perasaan, keluh kesah dan derita yang sedang dirasakannya. Bahkan saat keadaan sekeliling mengancam nyawanya, ia tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan pasti menolongnya. Daud tahu persis kepada siapa ia harus datang dan berseru. Pengalaman demi pengalaman yang telah dialami mengajarnya untuk terus bergantung hanya pada Tuhan saja. Satu hal yang perlu kita catat dan lakukan adalah Daud selalu hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan. Manusia boleh menjegal, memfitnah, menjatuhkan, mengancam dan berusaha membunuhnya, namun Daud tetap yakin bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil dan Tuhan akan menjadi Pembelanya (ayat 2). Tuhan sendirilah yang akan menyatakan kebenaran dan keadilan-Nya.


Saudaraku terkasih, doa bukan saja menjadi kekuatan bagi kita untuk bisa melewati berbagai macam badai kehidupan, namun juga sebagai sarana bagi kita untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Kedekatan dan keintiman kita dengan Tuhan menjadikan hati, pikiran dan jiwa kita akan berfokus pada Tuhan dan bukan pada pergumulan kita. Kita akan terus meyakini bahwa Tuhan pasti akan menolong apapun pergumulan kita dengan cara-Nya yang ajaib dan terkadang di luar akal dan pikiran kita. 

Mari mulai pagi ini kita berkomitmen untuk membangun kembali relasi kita dengan Tuhan melalui doa. Jangan lagi kita pandang besarnya masalah atau pergumulan yang sedang kita alami saat ini. Terus pandang wajah Tuhan maka jiwa kita akan tenteram walau hidup sedang dalam ancaman dan tetap bersukacita walau sedang diterpa bahaya.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Melangkah dengan Benar

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

21 MEI 2024

Bacaan Mazmur 17:1-15


*MELANGKAH DENGAN BENAR*

_"langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang"_ (Mazmur 17:5) 


Orang yang hidupnya berhasil dan sukses banyak diikuti jejak langkahnya oleh banyak orang. Ada yang sukses sebagai pengusaha, wiraswasta, olahraga, artis, dll. Tak jarang kesuksesan mereka ditulis dalam buku biografi dan banyak dibeli orang sehingga menjadi best seller. Begitu banyaknya jejak-jejak kesuksesan membuat kita bingung mau mengikuti jejak langkah siapa. Karena tidak semua jejak mereka dapat menjadi jaminan bagi kesuksesan kita. 


Melalui firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, kita diingatkan oleh Daud bahwa  hanya mengikuti jejak langkah Tuhan sajalah hidup kita akan diberkati dengan keberhasilan. Terlebih ketika kita sedang menghadapi berbagai kesulitan dan pergumulan. Mengikuti jejak langkah Tuhan artinya mengikuti semua ketetapan Tuhan. Dengan mengikuti jejak langkah Tuhan, maka :

1. Langkah kita akan kokoh dan tidak goyang sekalipun jalan kehidupan yang harus kita tempuh penuh rintangan (ayat 5)

2. Tuhan akan menjawab seru doa kita (ayat 6)

3. Tuhan akan melepaskan kita dari berbagai kesulitan dan menyelamatkan kita dari kegagalan (ayat 7 bd Mazmur 1:3)

4. Kita berharga di hadapan Tuhan bagai biji mata yang senantiasa dipelihara dan dilindungi dalam naungan sayap-Nya (ayat 8)


Saudaraku terkasih, teruslah melangkah dengan benar. Ikutilah jejak Tuhan maka hidup kita tidak akan tersesat. Di dunia ini banyak jejak langkah, namun hanya jejak langkah Tuhan lah yang akan mengarahkan hidup kita pada keberhasilan dan kesuksesan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Berani Terbuka

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

22 MEI 2024

Bacaan Mazmur 17:1-15


*BERANI TERBUKA*

_"Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur"_

(Mazmur 17:3)


Tidak semua orang berani terbuka dan jujur terhadap orang lain.  Bahkan terkadang terhadap suami atau isteri yang merupakan pasangan hidupnya saja ada yang dirahasiakan, apalagi terhadap Tuhan. Kita sering tidak menyadari bahwa Tuhan tahu segalanya tentang kita.

Namun hal luar biasa telah Daud lakukan. Dengan tangan dan hati terbuka,  Daud mempersilahkan Tuhan untuk menguji dan menyelidiki hatinya (ayat 3). Daud tahu benar bahwa tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Tuhan, sebab Tuhanlah yang membentuk dan menjadikan manusia seperti yang ia nyatakan dalam Mazmur 139:13, 16 _"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.....mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya"_

Daud tidak takut jika pikiran dan hatinya diselidiki Tuhan. Hal itu terbukti bahwa ia secara pribadi mengundang Tuhan untuk menguji hatinya. Hal itu memberi pelajaran bagi kita bahwa bersikap terbuka kepada Tuhan adalah penting. Melaluinya kita belajar untuk jujur dan terbuka serta siap untuk dikoreksi, ditegur dan dibentuk oleh Tuhan menjadi pribadi yang lebih baik. 


Saudaraku terkasih, sudah saatnya kita harus berani dan jujur terhadap Tuhan dan terhadap sesama. Terkadang kejujuran itu menyakitkan tetapi melegakan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Berharga di Hadapan Tuhan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

23 MEI 2024

Bacaan Mazmur 17:1-15


*BERHARGA DI HADAPAN TUHAN*

_"Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu"_

 (Mazmur 17:8) 


Apakah pernah dalam hidup kita selama ini kita merasa tidak berharga? Baik di tengah keluarga, di lingkungan pekerjaan, bahkan dalam pelayanan? Hal itu terjadi karena kita sering tidak dianggap apalagi dihargai kehadiran bahkan apapun yang kita lakukan. Akibatnya banyak yang merasa minder, tidak percaya diri bahkan merasa tak berguna. Jika perasaan tersebut tidak teratasi akan memunculkan sikap masa bodoh, tidak mau peduli, stres bahkan depresi. Penghargaan merupakan kebutuhan secara psikologis yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi seseorang. Jika dalam dirinya merasa sudah tidak berharga lagi maka ia akan patah semangat dan putus asa. 


Saudaraku terkasih, tanpa kita sadari kita begitu sering mengharapkan penghargaan dari manusia. Jika tidak ada yang menghargai kita seakan hidup kita sudah hancur, merasa tidak berguna bagaikan sampah! Padahal banyak orang yang jatuh dalam kesombongan karena banyak dipuji, dihargai dan disanjung orang. Mengapa kita tidak berpikir jernih dan positif bahwa kita begitu berharga dalam pandangan Tuhan? Tak perlu bersedih, berkecil hati apalagi putus asa hanya karena tidak dihargai manusia. Apapun adanya kita, tetap saja berharga di mata Tuhan. Kita ibarat biji mata yang sangat penting untuk selalu dijaga, dipelihara dan dilindungi. Mata ibarat pelita tubuh yang memampukan kita untuk bisa melihat betapa indahnya dunia ini. Dengan mata orang bisa melakukan banyak hal dengan lebih mudah. Oleh sebab itu jangan pernah lagi merasa tidak berharga dan tidak berguna. Manusia boleh saja tidak menghargai kita, tetapi kita tetap berharga di mata Tuhan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tuhan Sumber Kekuatan Kita

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

24 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-2


*TUHAN SUMBER KEKUATAN KITA*

Ia berkata: _"Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!"_ (Mazmur 18:2)


Kesulitan, tantangan, pergumulan,tekanan dan penderitaan yang begitu berat sering membuat kita merasa tidak berdaya. Semua hal yang kita miliki, baik kekuatan, kekayaan, kepandaian bahkan jabatan dan kekuasaan seakan tidak ada artinya. Situasi tersebut pernah dialami oleh Daud. Sekalipun ia memiliki jabatan raja dengan kekayaan dan kekuasaan yang tinggi, namun semua tak mampu menjadi tumpuan kekuatannya. Daud sadar benar bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan baginya. Oleh sebab itu di ayat 1 ia tidak menyebut dirinya sebagai raja namun sebagai "hamba TUHAN". Baginya menjadi hamba TUHAN lebih terhormat dibanding menjadi raja yang memimpin sebuah kerajaan besar. Ia pun mengungkapkan hal itu dalam Mazmur 116:16  _"Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!"_

Nah, jika Daud saja mengakui bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan baginya, maka sudah seharusnya kita juga memiliki pemahaman yang demikian. Tuhanlah yang telah melepaskan Daud dari cengkeraman musuh dan usaha pembunuhan yang dilakukan oleh Saul (ayat 1).   Maka Daud begitu mengasihi Tuhan (ayat 2). Kasihnya kepada Tuhan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai kesulitan, tantangan dan pergumulan. Dengan kasih, Daud mampu terap menjalin relasi yang indah dengan Tuhan.  Dengan kasih, Daud mampu memberikan pengampunan bahkan tidak mau membalas perlakuan Saul meskipun Daud punya kesempatan untuk membunuhnya. Dengan kasih, Daud memiliki kerendahan dan kesadaran hati untuk segera bertobat ketika melakukan kesalahan dan dosa. Daud sadar bahwa semua kesuksesan, jabatan, kekuasaan dan kekayaan yang ia miliki tidak ada gunanya tanpa kasih (bd 1 Korintus 13:1-3).


Saudaraku terkasih, seberat apapun masalah, kesulitan, tantangan dan pergumulan yang kita hadapi, jangan putus asa. Tetaplah mengasihi Tuhan, karena Dialah sumber kekuatan kita. Dari pada-Nyalah kekuatan dan pertolongan kita. Jangan lagi kita mengandalkan kekuatan, kekayaan, kekuasaan, kepandaian dan apapun yang ada di dunia ini selain Tuhan. Jika Tuhan sanggup mengubah hujan badai menjadi pelangi pengharapan, Ia pun sanggup mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan dengan cara-Nya yang ajaib. 

Amin, Tuhan Yesus sumber kekuatan dan pertolongan memberkati kita semua 🙏

Tuhan tempat perlindungan yg Kokoh

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

25 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-3


*TUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN YANG KOKOH*

_"Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!"_


Ketika ada bahaya mengancam, setiap orang pasti ingin selamat. Mereka akan mencari tempat perlindungan yang kuat agar selamat dari berbagai mara bahaya atau bencana. Begitu pula saat kita sedang menghadapi berbagai badai kehidupan tentu juga butuh tempat untuk berlindung yang aman dan kokoh. Namun tidak ada tempat perlindungan di dunia ini yang benar-benar kokoh. Semua bisa hancur. Hanya Tuhan lah satu-satunya tempat perlindungan yang benar-benar kuat dan kokoh.

Itulah sebabnya Daud mengakui bahwa hanya TUHAN yang sanggup memberikan perlindungan dari berbagai mara bahaya dalam bentuk apapun. Dalam ayat 3 Daud mengungkapkan al itu dengan gaya bahasa metafora :  _"Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!"_

Dari ungkapan Daud tersebut dapat kita maknai sebagai berikut:

Kata _"bukit batuku"_ melukiskan keamanan dan jaminan di dalam kekuatan Allah yang kokoh (bd. Mazm 31:3-4; 42:10; 62:8);

Kata _"kubu pertahananku"_ menggambarkan tempat perlindungan dan keselamatan yang tidak dapat dimasuki musuh;

Ungkapan _"penyelamatku"_ menunjuk pada pelindung yang hidup, yaitu Yesus Kristus. 

Kata _"perisaiku"_ menggambarkan bahwa Tuhan berdiri di antara kita dan bahaya sehingga tak ada kekuatanapapunyang mampu melukai dan mengalahkan kita (bd. Kej 15:1);

Kata _"tanduk keselamatanku"_ menggambarkan kekuatan dan kuasa kemenangan untuk membebaskan dan menyelamatkan kita dari mara bahaya. 

Dan _"kota bentengku"_ merupakan ungkapan yang melukiskan sebuah tempat aman untuk berlindung dari berbagai bahaya dan  badai kehidupan.


Saudaraku terkasih, melalui firman Tuhan yang kita renungkan saat ini menegaskan kepada kita bahwa hanya Tuhan lah satu-satunya tempat perlindungan yang paling aman dan kokoh. Tak ada kuasa atau badai apapun yang sanggup menembus dan merobohkannya. Oleh sebab itu jika kita sedang menghadapi berbagai kesulitan, tantangan, pergumulan dan badai kehidupan, berlindunglah pada Tuhan. Tuhan tidak hanya melindungi, tetapi juga menyelamatkan kita, sehingga hidup kita penuh dengan sukacita.

Amin, Tuhan Yesus memberkati dan melindungi kita semua 🙏

Roh yg Menjadikanmu Anak Allah

 RENUNGAN MINGGU

26 MEI 2024

Bacaan Yohanes 3:1-17


*ROH YANG MENJADIKAN KAMU ANAK ALLAH*

_"Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh"_ 

(Yohanes 3:6)  


Sebutan "anak Allah" bagi orang percaya masih banyak yang belum  memahami dengan benar.  Firman Tuhan katakan : _"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi *anak-anak Allah*, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah"_ (Yohanes 1:12-13). Itu artinya seseorang disebut anak Allah setelah ia *dilahirkan kembali* tetapi bukan dilahirkan secara jasmani atau kedagingan, melainkan *oleh kuasa Roh Kudus.* Konsep kelahiran kembali tersebut ternyata juga banyak yang belum paham.

Bahkan orang sekelas Nikodemus saja belum bisa memahami, padahal ia adalah seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi, anggota Sanhedrin atau mahkamah agung Yahudi. Itu artinya bahwa orang seperti Nikodemus yang nota bene seorang pengajar dan punya kedudukan tinggi serta tahu tentang Taurat dan agama Yahudi saja sulit memahami konsep dilahirkan kembali, apalagi orang awam. Dari sisi lain, jikalau Nikodemus saja membutuhkan kelahiran baru untuk bisa memahami arti anak Allah, terlebih orang biasa. Kita tahu orang Farisi adalah kelompok yang menekankan kesalehan dan kesucian hidup, namun itu belumlah cukup tanpa dilahirkan kembali secara rohani menjadi ciptaan atau manusia baru.


Setiap orang bisa dilahirkan kembali dan di sebut sebagai "anak-anak Allah", dengan cara:

1. *Memiliki kerendahan hati.* Nikodemus seorang pengajar, namun menyebut Yesus sebagai "Rabi" atau guru yang diutus Allah. Padahal Yesus tidak pernah belajar dan kuliah teologia, namun Nikodemus mau belajar dan _ngangsu kawruh_ dari Yesus (ayat 2). Tanpa kerendahan hati, pikiran seseorang akan tetap tertutup untuk bisa menerima kebenaran firman Tuhan, karena yang mereka pakai adalah kebenaran diri sendiri.

2. *Memiliki kesediaan untuk dilahirkan kembali dari air dan Roh* (ayat 5). Air dan Roh menunjuk kepada benih rohani yang akan bertumbuh, berakar dan berbuah melalui proses kedekatan relasi dengan Tuhan karena tuntunan Roh Kudus. 

3. *Percaya dan menerima Yesus Kristus* sebagai Anak Tunggal Bapa yang dikaruniakan bagi dunia agar siapapun yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal (ayat 16). Karena Yesus hadir di dunia bukan untuk menghakimi namun untuk *menyelamatkan* dunia (ayat 17).


Dengan demikian, melalui kuasa Roh Kudus lah kita disebut sebagai anak-anak Allah. Dan semua itu terjadi jika kita memiliki iman,  kerendahan hati, mau dilahirkan kembali secara rohani dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Ketika Pergumulan Menyesakkan Dada

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

27 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-20


*KETIKA PERGUMULAN MENYESAKKAN DADA*

_"Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya"_

(Mazmur 18:7)


Persoalan dan pergumulan yang tidak kunjung berakhir tentu akan mengakibatkan dada terasa begitu sesak. Sakit yang tak kunjung sembuh, usaha yang selalu menemui kegagalan, pekerjaan yang tak kunjung kelar, jodoh yang tidak kunjung ketemu, skripsi yang tak kunjung selesai,  dan masih banyak lagi masalah yang menumpuk bisa menjadi pemicu munculnya perasaanì patah semangat. 


Saudaraku terkasih, bisa saja saat ini ada di antara kita yang sedang mengalami kesesakan oleh karena begitu beratnya beban pergumulan yang dialami. Daud pun pernah mengalami pergumulan yang berat seperti apa yang tertulis di ayat 5-6 : _"Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku"_ 

Yang Daud lakukan dalam situasi tersebut adalah berseru kepada Tuhan (ayat 7). Oleh sebab itu seberat apapun masalah yang kita hadapi saat ini, jangan patah semangat apalagi putus asa. Ketahuilah, terkadang Tuhan mengijinkan situasi berat terjadi atas hidup kita agar kita mau mengikuti setiap prosesnya dengan penuh iman dan kesabaran.  Melalui hal itu Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas, tangguh dan tidak mudah menyerah terhadap keadaan. Yang perlu kita lakukan adalah berseru dan berteriak minta tolong kepada TUHAN. Tuhan selalu hadir dan ada untuk kita. Seruan dan teriakan kita selalu didengar-Nya. Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga turun tangan untuk menolong dan menyelamatkan kita (ayat 8-20). Jangan takut dan gentar. Kesulitan, tantangan, pergumulan dan persoalan bukan untuk dihindari tetapi harus kita hadapi dan kita selesaikan dengan penuh keberanian dan keyakinan bahwa Tuhan akan melindungi, menolong dan menyelamatkan kita. Berseru kepada Tuhan merupakan bentuk penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan dan bukan kepada yang lain. Sekalipun jalan di depan kita tampak buntu, Tuhan sanggup membukanya. Sekalipun kegelapan menyelimuti kita, Tuhan sanggup meneranginya. Tak ada yang mustahil bagi Tuhan!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Jangan Lupa Bersyukur

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

28 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-51


*JANGAN LUPA BERSYUKUR*

_"Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu"_

(Mazmur 18:50)


Dinamika kehidupan selalu silih berganti. Ada kalanya bahagia, ada pula saatnya dimana kita merasakan kesedihan dan dukalara. Namun apapun situasinya, seharusnya relasi kita dengan Tuhan harus tetap terjaga. Banyak orang ketika sedang hidup enak dan bahagia mereka lupa kepada Tuhan.  Sementara ketika mengalami pergumulan berat, baru rajin beribadah, rajin membaca firman Tuhan dan rajin berdoa  memohon agar Tuhan menolong dan memberikan jalan keluar. Namun ketika Tuhan sudah menolong dan memecahkan masalahnya sehingga mampu keluar dari berbagai bergumulan, kita lupa bersyukur kepada TUHAN. Di sisi lain ketika usaha kita sukses, karir kita menanjak, pelayanan kita berhasil dan dikenal banyak orang, kita terjebak dalam keangkuhan dan kesombongan. Kita merasa seolah semua kesuksesan dan keberhasilan yang kita raih semata-mata karena usaha sendiri tanpa campur tangan Tuhan. 


Saudaraku terkasih,  pagi ini kita disadarkan melalui firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, dimana kita diingatkan agar tidak lupa untuk selalu bersyukur apapun keadaan kita, terlebih lagi saat Tuhan sudah menjawab pergumulan kita. Teladanilah Daud. Ia tidak hanya bersyukur ketika hidupnya sedang bahagia tetapi juga saat ia menderita (Mazmur 7:18; 42:6). Terlebih lagi ketika Tuhan menolong dan menyelamatkannya, Daud dengan segenap hati menyanyikan syukur dan bermazmur bagi Tuhan.    Bagaimana dengan kita? Mari kita mengevaluasi diri. Sudahkah kita memuji dan memuliakan nama Tuhan dalam setiap musim hidup kita? Sudahkah kita bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya apapun situasi yang kita hadapi? Jangan menunggu bahagia baru bersyukur. Bersyukurlah dalam segala keadaan maka kita akan bahagia. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 

Pujian yg Menyelamatkan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

29 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-20


*PUJIAN YANG MENYELAMATKAN*

_"Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku"_

(Mazmur 18:4)


Keselamatan merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan sesuatu. Saat seseorang akan melakukan suatu pekerjaan yang beresiko tinggi, maka ia akan menggunakan alat pelindung diri (APD) agar terhindar dari bahaya. Begitu berharganya sebuah keselamatan, ada orang tua yang memberikan nama kepada anak dengan nama yang mengandung makna keselamatan, seperti: Slamet, Sugeng, Rahayu, Widodo, Wilujeng dll. Ketika seseorang punya hajatanpun ada yang memohon keselamatan dengan melakukan ritual tertentu. Maka muncullah slogan yang berbunyi "biar lambat asal selamat" dan "utamakan keselamatan bukan kecepatan". Saat bertemu atau berpisah, kita pun sering mengucapkan "selamat datang", "selamat tinggal ", "selamat sampai tujuan", "selamat betemu lagi" dll. Dalam forum tertentu kita juga sering mengucapkan salam dengan kata "selamat",  seperti "selamat pagi", "selamat siang", "selamat sore", "selamat malam". Intinya siapapun pasti ingin selamat. 


Saudaraku terkasih, banyak cara yang dilakukan oleh manusia agar memperoleh keselamatan. Ada yang memakai alat pelindung diri,   upacara selamatan, sesaji dll. Namun pernahkah terpikir oleh kita bahwa "pujian" kepada Tuhan membuat hidup kita ditolong dan diselamatkan oleh-Nya? Itulah yang dilakukan Daud ketika ia menghadapi pergumulan dan ancaman musuh (ayat 4). Daud menggambarkan betapa ia sudah berada di ujung tanduk kematian karena serangan dan gempuran musuh. Gambaran situasi tersebut tertulis dalam ayat 5-6: _"Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku"_

Dalam situasi genting tersebut Daud tidak tidak takut, bingung atau lari tunggang langgang, tetapi ia menaikkan "pujian", "berseru" dan "berteriak" minta pertolongan Tuhan  (ayat 4, 7). Pujian dan seruan Daud didengar Tuhan dan Tuhan pun menolongnya. Dengan begitu dahsyatnya Tuhan menyatakan kuasa-Nya sehingga musuh-musuh Daud diserakkan-Nya (ayat 8-15). Tuhan pun menolong dan menyelamatkan Daud dengan cara-Nya yang ajaib dan luar biasa (ayat 16-20).

Hal itu menyadarkan kita bahwa seberat apapun masalah yang kita hadapi, tak usah takut, cemas dan gentar. Bernyanyilah dan naikkan pujian bagi kemuliaan nama Tuhan, berseru dan berteriaklah mohon pertolongan-Nya sambil mengangkat tangan maka Tuhan akan turun tangan untuk menolong dan menyelamatkan kita!

Amin, Tuhan Yesus Kristus memberkati, menolong dan menyelamatkan kita dari berbagai pergumulan 🙏

Bersandar Kepada Tuhan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

30 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-30


*BERSANDAR PADA TUHAN*

_"Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku; Ia membawa aku ke luar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku"_

(Mazmur 18:19-20)


Banyak orang yang hidupnya bersandar kepada kekuatan, kekayaan, kekuasaan dan kemampuan diri sendiri atau kepada seseorang dan sesuatu yang dianggap mampu memberikan pertolongan. Namun realitanya kita sering kecewa karena sehebat dan sekuat apapun yang kita miliki atau orang lain miliki tak mampu menjadi sandaran yang mampu menolong kita. 

Dalam menjalani kehidupan yang penuh liku-liku, Daud menyadari benar bahwa kekuatan, jabatan, kekayaan dan kekuasaan yang dimilikinya sebagai seorang raja tak mampu menjadi tumpuan atau sandaran yang dapat menolong dan menyelamatkan dirinya. Hanya Tuhan sajalah satu-satunya tempat yang paling tepat untuk bersandar, karena hanya Tuhan lah yang mampu melindungi, menaungi, menolong dan menyelamatkan saat ia dalam kesulitan, kesesakan dan penderitaan (ayat 19-20).


Saudaraku terkasih, ketika kita mengalami krisis  kehidupan yang menyesakkan dada tentu kita ingin segera terlepas dan terbebas dari semua itu. Namun ingat, jangan pernah bersandar kepada kekuatan diri sendiri atau bersandar kepada manusia dan sesuatu di luar Tuhan. Mengapa demikian? Karena  hal itu akan mendatangkan hukuman bahkan kutukan seperti apa yang tertulis dalam Yeremia 17:5-6  Beginilah firman TUHAN: _"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk"_

Sementara orang-orang yang hidupnya bersandar atau mengandalkan Tuhan akan diberkati sebagaimana tertulis dalam   

Yeremia 17:7-8 _"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah"_

Teruslah bersandar, bertumpu, berharap dan mengandalkan Tuhan dalam setiap musim hidup kita. Segelap apapun hidup kita, Tuhan akan menyinari jalan kita :  _"Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku"_ (ayat 29).


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tuhan Meratakan Jalanku

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

31 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:31-46


*TUHAN MERATAKAN JALANKU DAN MENGUATKAN KAKIKU*

_"Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit"_ (Mazmur 18:33-34)


Perjalanan kehidupan kita tidak selamanya lurus dan mulus. Banyak tanjakan, kelokan, turunan bahkan terjal penuh dengan kerikil-kerikil tajam yang bisa membuat kita jatuh tergelincir. Gambaran tersebut melukiskan perjalanan hidup Daud yang penuh dengan kesulitan, pergumulan, tekanan, fitnahan, dan ancaman, sehingga ia merasakan bahwa jalan kehidupan yang harus dijalani sangatlah berat. Daud merasakan kesesakan yang  luar biasa.

Meski demikian Daud selalu  menyertakan dan melibatkan Tuhan dalam kondisi dan situasi apapun. Sehingga seterjal dan sesulit apapun jalan yang harus dilalui, Tuhan menguatkan dan memampukannya melalui semua rintangan tersebut.  Ia mengibaratkan dirinya bagaikan rusa yang memiliki kaki yang begitu lincah sehingga mampu melompat serta melangkah melewati rintangan demi rintangan, melompati penghalang demi penghalang yang menghadangnya hingga mampu mencapai ke puncak bukit (ayat 34). 


Saudaraku terkasih, menyadari keterbatasan dan kelemahan diri sendiri adalah langkah yang penting. Tak peduli seberapa curam, berkelok, berbatu dan terjal jalan yang akan kita lalui, selama kita senantiasa melibatkan dan menyertakan Tuhan,  maka Tuhan akan meratakan dan menguatkan kaki kita untuk terus melewati sampai ke tempat tujuan hidup yang penuh kebahagiaan dan sukacita. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Saat Kegelapan Menyelimuti Hidupmu

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

1 JUNI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-51


*SAAT KEGELAPAN MENYELIMUTI HIDUPMU*

_"Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku"_

(Mazmur 18:29)


Apa yang kita rasakan saat listrik padam di malam hari? Tentu semua menjadi gelap gulita. Kita tidak bisa melihat apapun dan tidak bisa melakukan aktifitas dengan leluasa. Satu-satunya yang terpikir oleh kita adalah menyalahkan lilin atau pelita. Namun dalam kehidupan kita, kegelapan dapat saja kita rasakan sekalipun keadaan terang benderang. Kita merasakan kegelapan ketika menemui kegagalan, jalan buntu dan pergumulan yang tidak kunjung berakhir.  Satu persoalan belum selesai muncul persoalan lain. Berbagai usaha sudah kita lakukan namun semua berakhir dengan kegagalan. Dalam keadaan seperti itu kita merasa begitu gelapnya dunia seakan tidak ada pengharapan lagi.  

Mazmur 18 merupakan ungkapan syukur Daud atas pertolongan Tuhan saat ia berada dalam kesesakan karena serangan musuh sehingga nyawanya terancam (ayat 3-7). Daud merasakan betapa gelapnya kehidupan yang harus dijalaninya. Meski demikian Daud tidak putus asa. Dalam kesesakan ia berseru dan berteriak mohon pertolongan Tuhan. Maka Tuhan pun membuat pelita Daud yaitu semangat,  iman dan harapannya bercahaya kembali (ayat 29). Daud tidak lagi merasa takut menghadapi berbagai tantangan, kesulitan, pergumulan dan ancaman karena Tuhan memberikan keberanian untuk terus melangkah menghadapi setiap persoalan hingga mencapai kemenangan. 


Saudaraku terkasih, bisa saja saat ini ada di antara kita yang oleh karena begitu beratnya beban pergumulan, dunia seakan gelap gulita tanpa seberkas cahaya apapun. Sehingga yang dirasakan saat ini adalah keinginan untuk menyerah dan putus asa. Ingat, hidup kita berharga di mata Tuhan. Tuhanlah sumber cahaya yang mampu menyingkirkan setiap kegelapan dalam hidup kita. Ingat bahwa Tuhan Yesus adalah Terang Dunia sebagaimana tertulis dalam Yohanes 8:12 :

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: _"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."_

Jika Tuhan sanggup menolong dan membuat pelita Daud bercahaya kembali, percayalah Tuhan pun sanggup mengubah kegelapan hidup kita menjadi terang bercahaya. Semua dapat kita alami saat kita meyakini akan kuasa terang Ilahi dalam Kristus Yesus Sang Terang Abadi.

Amin. Selamat mengawali bulan Juni 2024 dengan penuh semangat. Tuhan Yesus memberkati kita dengan cahaya-Nya. 🙏

Memanusiakan Manusia

 RENUNGAN MINGGU 

2 JUNI 2024

Bacaan Markus 2:23 - 3:6


*MEMANUSIAKAN MANUSIA*

Lalu kata Yesus kepada mereka: _"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"_ (Markus 2:27)

Kemudian kata-Nya kepada mereka: _"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"_ Tetapi mereka itu diam saja. (Markus 3:4)  


Kita sering menjumpai dimana rasa kemanusiaan hilang hanya karena adat atau aturan agama yang kaku. Lebih parah lagi jika aturan agama atau adat suatu kaum diterapkan untuk menekan bahkan melarang kaum lain melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan adat atau aturan agamanya. 

Itulah yang terjadi di kalangan kaum Yahudi, khususnya orang-orang Farisi ketika mereka melihat para murid Yesus yang memetik gandum pada hari sabat karena lapar (ayat 23 bd Matius 12:1) dan tindakan Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat (Markus 3:1-2). Orang-orang Farisi menganggap tindakan para murid dan Yesus merupakan suatu pelanggaran karena melakukan aktifitas yang tidak diperbolehkan di hari Sabat (ayat 24). Bagi orang-orang Farisi kekudusan hari Sabat dipahami sebagai hari yang hanya dikhususkan untuk beribadah saja dan tidak diperbolehkan melakukan aktifitas apapun sekalipun itu melakukan perbuatan kemanusiaan. Bagi orang-orang Farisi saat hari Sabat mereka lebih memilih membiarkan orang lain menderita daripada harus menolongnya. Untuk itulah ketika orang-orang Farisi menegur Yesus dan murid-murid-Nya karena melakukan tindakan kemanusiaan, Yesus balik bertanya: 

_"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"_ (Markus 3:4) 

Pertanyaan Yesus tidak bisa dijawab oleh mereka. Mereka diam seribu bahasa. 


Saudaraku terkasih, melalui 2 peristiwa yang tertulis dalam firman Tuhan yang kita renungkan saat ini,  Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa memanusiakan manusia itu lebih penting dibanding tatacara agama dan adat. Yesus mengingatkan bahwa  _"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"_ (Markus 2:27).  Bukan berarti bahwa adat atau aturan agama itu tidak penting, namun rasa kemanusiaan itu lebih penting. Orang-orang Farisi tidak memahami bahwa bekerja atau beraktivitas melakukan tindakan kemanusiaan itu juga ibadah. Dalam kitab Yakobus 1:27 dikatakan: _"Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia"_

Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Apakah kita juga sering mengabaikan rasa kemanusiaan hanya karena memegang teguh adat dan aturan agama kita? Ingat bahwa yang dimaksud Tuhan sebagai ibadah itu tidak hanya dalam bentuk ritual penyembahan kepada Tuhan yang dilakukan di tempat ibadah, namun seluruh aktifitas kita baik itu pekerjaan, tindakan yang dilakukan berupa kebaikan dan kemanusiaan itu juga sebuah ibadah. Mari kita lebih memanusiakan manusia agar ibadah kita semakin berkenan kepada Tuhan. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah seraya memanusiakan manusia. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. 

Tetap mengikuti Jalan Tuhan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

3 JUNI 2024

Bacaan Mazmur 18:21-31


*TETAP MENGIKUTI JALAN TUHAN*

_"TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku"_

(Mazmur 18:21-22)


Banyak manusia dalam mengambil keputusan sering salah dalam menentukan jalan yang harus ditempuhnya. Ada yang mengikuti jalan pikirannya sendiri, ada yang mengikuti petunjuk jalan manusia yang dianggap mumpuni, bahkan ada yang mengikuti jalan kegelapan. Mereka tidak menyadari bahwa jalan yang ditempuh dan diikuti menyesatkan dan membawa kegagalan, kehancuran bahkan kebinasaan. Baru setelah jalan yang ditempuh ternyata menjerumuskan, mereka baru sadar bahwa jalan yang diikuti ternyata salah dan menyesatkan. 

Meskipun Daud sebagai seorang raja dan memiliki penasihat yang banyak dan pintar dalam strategi perang, namun soal mengambil keputusan dalam hal apa saja, ia tetap mengikuti jalan Tuhan dan bukan nasihat manusia. Daud tidak pernah mengabaikan atau meninggalkan Tuhan dalam setiap perencanaan hidupnya. Itulah sebabnya Tuhan senantiasa memberikan pertolongan saat Daud dalam kesulitan dan menyelamatkan saat nyawanya terancam. Berkat Tuhan juga selalu mengalir dalam kehidupan Daud, sehingga ia tidak saja menjadi raja yang besar tetapi juga menjadi orang yang sangat dikasihi Tuhan.


Saudaraku terkasih, bagaimana dengan jalan yang kita ikuti dan kita tempuh selama ini? Mengikuti jalan Tuhan, mengikuti jalan pikiran sendiri, mengikuti jalan orang yang kita anggap pintar atau justru mengikuti jalan kegelapan? Jika selama ini bukan jalan Tuhan yang kita ikuti, segeralah bertobat dan berbalik. Untuk mengikuti jalan Tuhan memang tidak mudah namun mendatangkan berkat Tuhan. Lalu apa yang harus kita lakukan saat mengikuti jalan Tuhan sesuai firman yang kita renungkan saat ini?

1. Hidup benar dan menjaga kesucian (ayat 21)

2. Tidak berlaku fasik terhadap Tuhan (ayat 22)

3. Mengikuti hukum dan ketetapan Tuhan (ayat 23)

4. Berlaku jujur dan menjauhi kesalahan (ayat 24)

5. Setia mengikuti jalan Tuhan (ayat 25)

Sama seperti Daud diberkati Tuhan dengan luar biasa, begitu pula kita akan diberkati Tuhan dengan berkat yang tidak pernah kita duga. Tentu di antara kita ada yang bertanya, mengapa harus mengikuti jalan Tuhan? Jawabannya ada di ayat 31: *_"Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya"_*


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tuhan memudahkan langkah kita

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

4 JUNI 2024

Bacaan Mazmur 18:31-37


*TUHAN MEMUDAHKAN LANGKAH KITA*

_"Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah"_

(Mazmur 18:37)


Di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, baik yang membahagiakan maupun menyedihkan, kesuksesan maupun kegagalan semua ada dalam rencana-Nya. Tidak ada seorangpun yang sanggup memegang kendali hidupnya. Oleh sebab itu jangan berbangga diri saat kita sukses, atau merasa tak berguna ketika mengalami kegagalan. 


Mazmur 18 merupakan ungkapan syukur dan pujian Daud atas campur tangan Tuhan dalam setiap musim kehidupan yang dialaminya (ayat 31-37). Sikap Daud yang selalu berserah dan mengikuti jalan Tuhan, menjadikan langkahnya dipermudah (ayat 37).


Saudaraku terkasih, terkadang saat Tuhan ingin mempermudah dan melapangkan langkah kita, bukan jalan yang lurus dan mulus yang harus kita lalui melainkan jalan yang berliku dan bergelombang. Meski demikian tak perlu cemas dan kuatir karena kita memiliki Tuhan yang dapat diandalkan. Dia akan menopang, menguatkan dan menyelamatkan kita (ayat 36-37). 

Sekalipun saat ini mungkin ada di antara kita yang gundah, bingung dan kacau karena sedang melewati terjalnya pergumulan hidup,  tetaplah teguh mempercayai penyertaan Tuhan. Bisa saja jalan Tuhan bukan jalan yang termudah dan tercepat, tetapi yakinlah bahwa jalan Tuhan adalah jalan yang terbaik. Tak perlu menggerutu, mengeluh apalagi menyerah. Lalui saja dengan rasa syukur,  maka Tuhan akan mempermudah dan melapangkan langkah kita menuju kebahagiaan. 

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...