Senin, 03 Juni 2024

Ketika Pergumulan Menyesakkan Dada

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

27 MEI 2024

Bacaan Mazmur 18:1-20


*KETIKA PERGUMULAN MENYESAKKAN DADA*

_"Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya"_

(Mazmur 18:7)


Persoalan dan pergumulan yang tidak kunjung berakhir tentu akan mengakibatkan dada terasa begitu sesak. Sakit yang tak kunjung sembuh, usaha yang selalu menemui kegagalan, pekerjaan yang tak kunjung kelar, jodoh yang tidak kunjung ketemu, skripsi yang tak kunjung selesai,  dan masih banyak lagi masalah yang menumpuk bisa menjadi pemicu munculnya perasaanì patah semangat. 


Saudaraku terkasih, bisa saja saat ini ada di antara kita yang sedang mengalami kesesakan oleh karena begitu beratnya beban pergumulan yang dialami. Daud pun pernah mengalami pergumulan yang berat seperti apa yang tertulis di ayat 5-6 : _"Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku"_ 

Yang Daud lakukan dalam situasi tersebut adalah berseru kepada Tuhan (ayat 7). Oleh sebab itu seberat apapun masalah yang kita hadapi saat ini, jangan patah semangat apalagi putus asa. Ketahuilah, terkadang Tuhan mengijinkan situasi berat terjadi atas hidup kita agar kita mau mengikuti setiap prosesnya dengan penuh iman dan kesabaran.  Melalui hal itu Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas, tangguh dan tidak mudah menyerah terhadap keadaan. Yang perlu kita lakukan adalah berseru dan berteriak minta tolong kepada TUHAN. Tuhan selalu hadir dan ada untuk kita. Seruan dan teriakan kita selalu didengar-Nya. Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga turun tangan untuk menolong dan menyelamatkan kita (ayat 8-20). Jangan takut dan gentar. Kesulitan, tantangan, pergumulan dan persoalan bukan untuk dihindari tetapi harus kita hadapi dan kita selesaikan dengan penuh keberanian dan keyakinan bahwa Tuhan akan melindungi, menolong dan menyelamatkan kita. Berseru kepada Tuhan merupakan bentuk penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan dan bukan kepada yang lain. Sekalipun jalan di depan kita tampak buntu, Tuhan sanggup membukanya. Sekalipun kegelapan menyelimuti kita, Tuhan sanggup meneranginya. Tak ada yang mustahil bagi Tuhan!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...