Senin, 03 Juni 2024

Memanusiakan Manusia

 RENUNGAN MINGGU 

2 JUNI 2024

Bacaan Markus 2:23 - 3:6


*MEMANUSIAKAN MANUSIA*

Lalu kata Yesus kepada mereka: _"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"_ (Markus 2:27)

Kemudian kata-Nya kepada mereka: _"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"_ Tetapi mereka itu diam saja. (Markus 3:4)  


Kita sering menjumpai dimana rasa kemanusiaan hilang hanya karena adat atau aturan agama yang kaku. Lebih parah lagi jika aturan agama atau adat suatu kaum diterapkan untuk menekan bahkan melarang kaum lain melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan adat atau aturan agamanya. 

Itulah yang terjadi di kalangan kaum Yahudi, khususnya orang-orang Farisi ketika mereka melihat para murid Yesus yang memetik gandum pada hari sabat karena lapar (ayat 23 bd Matius 12:1) dan tindakan Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat (Markus 3:1-2). Orang-orang Farisi menganggap tindakan para murid dan Yesus merupakan suatu pelanggaran karena melakukan aktifitas yang tidak diperbolehkan di hari Sabat (ayat 24). Bagi orang-orang Farisi kekudusan hari Sabat dipahami sebagai hari yang hanya dikhususkan untuk beribadah saja dan tidak diperbolehkan melakukan aktifitas apapun sekalipun itu melakukan perbuatan kemanusiaan. Bagi orang-orang Farisi saat hari Sabat mereka lebih memilih membiarkan orang lain menderita daripada harus menolongnya. Untuk itulah ketika orang-orang Farisi menegur Yesus dan murid-murid-Nya karena melakukan tindakan kemanusiaan, Yesus balik bertanya: 

_"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"_ (Markus 3:4) 

Pertanyaan Yesus tidak bisa dijawab oleh mereka. Mereka diam seribu bahasa. 


Saudaraku terkasih, melalui 2 peristiwa yang tertulis dalam firman Tuhan yang kita renungkan saat ini,  Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa memanusiakan manusia itu lebih penting dibanding tatacara agama dan adat. Yesus mengingatkan bahwa  _"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"_ (Markus 2:27).  Bukan berarti bahwa adat atau aturan agama itu tidak penting, namun rasa kemanusiaan itu lebih penting. Orang-orang Farisi tidak memahami bahwa bekerja atau beraktivitas melakukan tindakan kemanusiaan itu juga ibadah. Dalam kitab Yakobus 1:27 dikatakan: _"Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia"_

Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Apakah kita juga sering mengabaikan rasa kemanusiaan hanya karena memegang teguh adat dan aturan agama kita? Ingat bahwa yang dimaksud Tuhan sebagai ibadah itu tidak hanya dalam bentuk ritual penyembahan kepada Tuhan yang dilakukan di tempat ibadah, namun seluruh aktifitas kita baik itu pekerjaan, tindakan yang dilakukan berupa kebaikan dan kemanusiaan itu juga sebuah ibadah. Mari kita lebih memanusiakan manusia agar ibadah kita semakin berkenan kepada Tuhan. 

Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah seraya memanusiakan manusia. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...