Senin, 03 Juni 2024

Pentingnya Berdoa

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

20 MEI 2024

Bacaan Mazmur 17:1-15


*PENTINGNYA BERDOA*

Doa Daud. _"Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu"_ (Mazmur 17:1)  


Apa yang biasanya kita rasakan dan lakukan ketika menghadapi pergumulan dan ancaman? Tidak jarang kita merasa takut, gentar, kalut, bingung dan cemas, sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin hal ini sedang terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Tentu penyebabnya masing-masing berbeda-beda. Ada yang sedang bergumul dengan sakit penyakitnya, kesulitan ekonominya, keretakan rumah tangganya, pekerjaannya dll. Apakah dengan kekuatiran, ketakutan dan kebingungan masalah akan teratasi? Mengapa kita sering menghabiskan waktu dengan hidup dalam kekalutan? Mengapa kita tidak mengambil waktu sejenak untuk menumpahkan semua pergumulan kita kepada Tuhan melalui doa? Mungkin ada di antara kita yang meragukan kekuatan doa, sehingga doa hanya dianggap sebagai "obat penenang" saja. Padahal di dalam doa ada kekuatan yang mampu mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran akan pergumulan hidup yang sedang kita alami. 


Melalui firman Tuhan yang kita renungkan dalam Mazmur 17 ini kita bisa meneladani sang pemazmur yaitu Daud saat ia sedang mengalami pergumulan, tekanan bahkan ancaman. Daud selalu berdoa dan membangun relasi yang indah dengan Tuhan. Ia menumpahkan semua perasaan, keluh kesah dan derita yang sedang dirasakannya. Bahkan saat keadaan sekeliling mengancam nyawanya, ia tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan pasti menolongnya. Daud tahu persis kepada siapa ia harus datang dan berseru. Pengalaman demi pengalaman yang telah dialami mengajarnya untuk terus bergantung hanya pada Tuhan saja. Satu hal yang perlu kita catat dan lakukan adalah Daud selalu hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan. Manusia boleh menjegal, memfitnah, menjatuhkan, mengancam dan berusaha membunuhnya, namun Daud tetap yakin bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil dan Tuhan akan menjadi Pembelanya (ayat 2). Tuhan sendirilah yang akan menyatakan kebenaran dan keadilan-Nya.


Saudaraku terkasih, doa bukan saja menjadi kekuatan bagi kita untuk bisa melewati berbagai macam badai kehidupan, namun juga sebagai sarana bagi kita untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Kedekatan dan keintiman kita dengan Tuhan menjadikan hati, pikiran dan jiwa kita akan berfokus pada Tuhan dan bukan pada pergumulan kita. Kita akan terus meyakini bahwa Tuhan pasti akan menolong apapun pergumulan kita dengan cara-Nya yang ajaib dan terkadang di luar akal dan pikiran kita. 

Mari mulai pagi ini kita berkomitmen untuk membangun kembali relasi kita dengan Tuhan melalui doa. Jangan lagi kita pandang besarnya masalah atau pergumulan yang sedang kita alami saat ini. Terus pandang wajah Tuhan maka jiwa kita akan tenteram walau hidup sedang dalam ancaman dan tetap bersukacita walau sedang diterpa bahaya.

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...