SAAT TEDUH
24 MEI 2023
Bacaan 2 Timotius 4:1-8
*TEGURAN*
_"Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran"_
(2 Timotius 4:2)
Tentu kita pernah menegur (menegor) atau ditegur seseorang karena melakukan kesalahan atau sesuatu yang kurang pas. Apa yang kita rasakan saat mendapat teguran? Jujur pasti banyak yang sakit hati, tersinggung, marah bahkan tidak suka. Adakah di antara kita yang berterima kasih saat mendapat teguran karena ada kesalahan atau dosa yang kita lakukan? Bisa dipastikan jika ada pasti jumlahnya sangat sedikit.
Saudaraku terkasih, apa sih yang dimaksud dengan teguran? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, teguran adalah usaha untuk memperingatkan seseorang agar sadar dengan apa yang telah dilakukannya sehingga ia kembali ke jalan yang benar. Sebagai orang Kristen kita harus berani mengatakan sesuatu yang benar di atas benar dan salah di atas salah (bisa menegur) tetapi kita tidak hanya punya tugas menegur tetapi kita juga punya tugas untuk menasihati dan memberitahukan apa yang benar dan yang salah. Terkadang kita susah untuk menegur orang yang bersalah, karena dia punya status sosial, ekonomi atau bahkan keagamaan yang lebih tinggi dari kita sehingga kita takut untuk menegur mereka. Sikap seperti ini justru akan semakin menjerumuskan dan membiarkan seseorang terus melakukan kesalahan atau bahkan dosa. Bahkan ketika kita tahu ada orang yang berbuat salah atau dosa tetapi kita membiarkan saja maka kitapun ikut berdosa. Namun jika kita sudah menegur tetapi ia tetap berbuat salah dan dosa, maka kita tidak ikut berdosa.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius menasihati sekalipun Timotius masih muda, namun sebagai seorang pelayan Tuhan harus memiliki keberanian untuk menegur, menasehati dan mengajar mereka yang berbuat kesalahan atau dosa supaya kembali ke jalan yang benar sesuai dengan firman Tuhan. Tentu tidak hanya bermodal keberanian tetapi juga hikmat Tuhan, kesabaran, pengajaran dan penguasaan diri (ayat 2, 5).
Dengan hikmat Tuhan, kesabaran, pengajaran dan penguasaan diri itu kita akan memiliki cara yang benar dalam menegur orang lain. Tentu kita akan menegur dengan cara yang bijaksana, penuh kasih dan kelembutan, tidak menghakimi dan tidak mempermalukan di depan orang banyak. Dalam Amsal 25:12 dikatakan: _"Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar"_
Teguran hendaknya lebih bersifat personal atau empat mata. Satu hal lagi yang tidak boleh dilakukan adalah mengumbar aib orang tersebut karena akibatnya bukannya ia menjadi bertobat tetapi justru terhilang. Ingat bahwa jika satu orang bertobat maka malaikat Tuhan akan bersukacita dan bersorak-sorai (Lukas 15:10).
Lalu bagaimana sikap kita yang benar jika mendapat teguran? Tentu harus menerima dengan kerendahan hati dan bersyukur karena ada orang yang peduli terhadap diri kita sehingga kita tidak dibiarkan semakin jatuh terperosok ke dalam kesalahan dan dosa. Sikap tersebut akan menjadikan diri kita semakin bijaksana, berakal budi dan berhikmat (Amsal 15:31-32; 29:15).
Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar