Kamis, 04 Mei 2023

Kunci Keberhasilan dalam Pelayanan

 SAAT TEDUH 

5 MEI 2023

Bacaan 1 Tesalonika 2:1-12


*KUNCI KEBERHASILAN DALAM PELAYANAN*

_"Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi"_

(1 Tesalonika 2:5) 


Banyak orang yang bercita-cita menjadi pelayan Tuhan. Cita-cita itu sangat baik dan mulia tentunya. Namun terkadang yang kurang baik adalah motivasinya menjadi pelayan atau hamba Tuhan. Apakah motivasinya benar-benar tulus mau menjangkau banyak jiwa atau justru menjangkau banyak harta? Apakah ingin memuliakan nama Tuhan atau nama sendiri yang diagungkan? Apakah benar-benar mau melayani jemaat atau justru dilayani jemaat? Motivasi pelayanan akan menentukan hasilnya apakah baik atau tidak. 


Saudaraku terkasih, jika saat ini apa yang kita lakukan dalam pelayanan terasa kurang bahkan tidak baik, kita perlu refleksi ulang tentang motivasi pelayanan kita. Melalui bacaan firman Tuhan saat ini kita bisa belajar dari rasul Paulus sehingga ia berhasil dengan luar biasa pelayanannya. Inilah rahasianya:

1. Motivasi atau maksud pelayanannya adalah "murni" dan tidak disertai tipu daya atau maksud yang tersembunyi (ayat 3)

2. Menyadari bahwa panggilan Tuhan untuk melayani adalah bentuk kepercayaan yang Tuhan berikan untuk mengabarkan Injil sukacita (ayat 4)

3. Lebih memilih menyukakan hati Tuhan daripada hati manusia (ayat 4)

4. Tidak bermulut manis dan tidak punya maksud tersembunyi (ayat 5)

5. Tidak mencari keuntungan dan pujian dari manusia (ayat 6)

6. Melayani, mengajar dengan penuh kasih dan keramahan bagai seorang ibu yang mengasuh dan merawat anaknya (ayat 7-8)

7. Hidupnya tidak menjadi beban bagi jemaat dan bagi siapapun (ayat 8-9)

8. Menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari (ayat 10)

9. Berhati seorang bapa dalam menasihati dan menguatkan anak-anaknya (ayat 11).


Nah, bagaimana dengan pelayanan kita saat ini? Murnikah pelayanan kita? Hati Tuhan atau hati manusia yang lebih kita sukakan? Adakah kita mencari keuntungan dalam pelayanan? Tidakkah kita menuntut fasilitas sehingga membebani jemaat? Sudah ramahkah dalam pergaulan kepada siapapun atau ramah hanya kepada orang-orang tertentu? Sudahkah kita memiliki hati seorang ibu dalam merawat  dan memiliki hati seorang bapa dalam menasihati dan menguatkan jemaat? Apakah kita bisa menjadi teladan dalam berpikir, berkata dan bertindak?

Jika ada yang belum kita lakukan, Tuhan masih memberikan waktu untuk memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi serupa Kristus!

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...