SAAT TEDUH
25 MEI 2023
Bacaan Pengkotbah 11:1-8
*SETIA MENABUR*
_"Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik"_
(Pengkhotbah 11:6)
Dalam kehidupan ini kita mengenal istilah hukum tabur tuai. Barang siapa menabur sedikit akan menuai sedikit. Sebaliknya barangsiapa menabur banyak akan menuai banyak juga. Tentu dari sekian benih yang kita tabur, kita tidak tahu benih mana yang akan tumbuh dan menghasilkan buah. Setidaknya semakin banyak benih ditabur maka semakin banyak pula benih yang akan tumbuh dan berbuah. Namun itupun tidak berhenti sampai di situ. Masih ada faktor lain yang mempengaruhi, antara lain : kesuburan tanah, cara mengolah tanah, cara menyiram, cara memupuk, cara menyiangi tanaman pengganggu dll.
Begitu pula dengan kehidupan melayani Tuhan. Harus dipahami oleh setiap orang percaya bahwa melayani Tuhan itu tidak hanya tugas dan tanggung jawab hamba Tuhan melainkan merupakan kesempatan dan tanggung jawab semua orang Kristen yang telah menerima anugerah keselamatan. Kita adalah "petani" yang harus menaburkan "benih firman Tuhan" setiap hari. Mungkin ada yang berpikir bahwa untuk bisa menabur atau memberitakan firman Tuhan haruslah sekolah teologia dulu, atau setidaknya hafal dan mengerti kitab suci. Itu tidak salah, namun tidak menjadi jaminan bahwa mereka yang sekolah teologi, hafal kitab suci dan berjabatan hamba Tuhan adalah penabur yang baik. Bagaimana mungkin kalau menabur hanya seminggu sekali berharap hasilnya akan banyak? Apalagi jika tidak disiram, dipupuk, dan dipelihara? Kita siapapun itu bisa menabur dan memberitakan firman Tuhan setiap saat. Bagaimana caranya? Melalui kehidupan kita tentunya. Ingatlah bahwa: _"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang *dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.* Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah ..."_ (2 Korintus 3:2-3).
Melalui ide-ide hasil pemikiran kita, tutur kata dan cara penyampaian bahasa, tindakan kita dan semua karya yang kita hasilkan sesungguhnya adalah sarana untuk menaburkan firman Tuhan, yang Tuhan anugerahkan di dalam diri kita. Masalahnya apakah kita berani menyaksikan itu kepada orang lain, bahwa semua itu datang dari kasih Allah yang besar bagi kita, melalui karya Yesus?
Saudaraku terkasih, melalui firman Tuhan dalam Pengkhotbah 11:6, Tuhan mengingatkan kepada kita untuk rajin menaburkan firman Tuhan pagi-pagi hari dan tidak lelah terus menjadi berkat melalui pekerjaan tangan atau karya kita. Kita tidak perlu merisaukan hasilnya. Kita hanya bertugas menabur, memelihara, memupuk dan menyiram sedang Tuhan lah yang memberi pertumbuhan hingga akhirnya berbuah lebat. Disini dibutuhkan kesetiaan, komitmen dan kerja keras. Ingat bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati kerja keras kita : _"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai"_ ( Mazmur 126:5)
Teruslah menabur firman Tuhan melalui hidup kita. Jangan suam-suam kuku. Jadilah "petani-petani" Tuhan yang tangguh dan setia. Pergunakan setiap hari waktu pagi-pagi untuk menabur benih firman Tuhan, maka Tuhan akan memberikan pertumbuhan dan buah yang lebat diluar apa yang kita bayangkan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar