SAAT TEDUH
19 MEI 2023
Bacaan Lukas 24:44-53
*_Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci_*
(Lukas 24:45)
Sekalipun para murid sudah lama mengikut Yesus dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang dilakukan oleh Yesus, baik pengajaran, mujizat, kematian hingga kebangkitan-Nya, namun mereka belum bisa menerima dengan penuh keyakinan. Mengapa demikian? Ya, karena mereka menggunakan akal pikiran manusia. Mereka tidak sadar bahwa Tuhan adalah maha kuasa. Kuasa-Nya tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran manusia yang terbatas. Tidak ada satupun yang mustahil bagi Tuhan.
Banyak orang yang menolak Yesus karena mereka tidak mengerti maksud dari kitab suci. Mereka mengandalkan pikiran dan hatinya yang keras. Mereka membatasi kuasa Tuhan dengan menolak bahkan menganggap tidak mungkin Tuhan menjadi manusia. Kalau Yesus Tuhan mengapa Ia mati, lalu siapa yang mencabut nyawaNya? Kematian Yesus bukan karena dicabut nyawaNya tetapi Ia menyerahkan dan mengambil kembali untuk membuktikan Ia bangkit dari kematian seperti apa yang Ia katakan kepada para murid dan orang-orang yang mengikuti-Nya:
_Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. *Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.* Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."_
(Yohanes 10:17-18)
Meski apa yang disampaikan Yesus sangat jelas, tetap saja para murid dan banyak orang yang sulit menerima hal itu.
Bahkan Yesus sendiri harus membuka pikiran murid-muridNya agar dapat memahami maksud keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus.
_Lalu Ia *membuka pikiran* mereka, *sehingga mereka mengerti Kitab Suci*_
(Lukas 24:45)
Saudaraku terkasih, jika Tuhan membuka pikiran murid-muridNya untuk dapat mengerti kitab suci maka ini artinya bahwa memang berita keselamatan yang dibawa oleh Tuhan Yesus bukanlah hal yang diluar pikiran manusia, namun karena *pikiran manusia itu yang masih tertutup.* Maka untuk dapat mengerti dan memahami firman Tuhan *dibutuhkan kerendahan hati, sikap yang mau untuk diajar, yang lapar dan haus akan kebenaran firman Tuhan.* Selama hati kita tetap membatasi kuasa Tuhan dengan logika dan akal pikiran kita, maka selamanya kita tidak bisa menyelami kuasa-Nya yang tidak terbatas. Jika Tuhan hanya bisa diterima sebatas akal pikiran manusia, itu bukanlah Tuhan yang maha segalanya tetapi tuhan yang tidak memiliki kuasa apapun, tuhan yang diciptakan oleh akal pikiran manusia itu sendiri.
Oleh sebab itu para murid tidak hanya dibuka pikirannya tetapi juga diperlengkapi dengan kuasa Tuhan melalui curahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Roh Kebenaran atau Roh Penghibur itu adalah Roh Kudus yang akan selalu bekerja ditengah-tengah pekabaran Injil murid-muridNya. Hanya orang yang dibuka pikirannya oleh kuasa Yesus melalui Roh Kudus yang dapat menerima dan mempercayaiNya.
Amin. Tuhan Yesus memberkati dan membuka pikiran kita agar kita sungguh-sungguh percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar