Rabu, 03 Mei 2023

Hiduplah dalam Perdamaian

 SAAT TEDUH 

4 MEI 2023

Bacaan Roma 12:9-21


*HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN*

_"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"_

(Roma 12:18)


Siapa sih yang tidak ingin hidup dalam suasana penuh kedamaian, tanpa permusuhan, tidak ada perang, dan tidak ada perselisihan? Saya yakin setiap orang pasti membutuhkannya. Sayangnya suasana seperti itu hanyalah menjadi “mimpi” yang sulit terwujud. Kita sering bertikai hanya karena berbeda pendapat. Dalam menjalani kehidupan, kita masih menerapkan begitu banyak sekat-sekat pembatas, fokus pada perbedaan dan akibatnya hidup dikuasai permusuhan. Apakah itu didasari oleh perbedaan keyakinan, perbedaan pilihan, perbedaan ideologi, perbedaan suku, bangsa, budaya, perbedaan pendapat, dan lain-lain, semua itu akan semakin mempersulit terciptanya perdamaian. Hati-hati dan waspadalah, karena di tahun politik saat ini kita rawan terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan tentang siapa yang layak dan pantas memimpin negeri ini. Berbeda pilihan itu wajar dan setiap orang berhak untuk memilih dengan bebas sesuai hati nurani masing-masing. Tak perlu saling memfitnah, saling menjelekkan dan saling menjatuhkan. Kita wajib dan harus menghargai perbedaan, supaya suasana rukun dan damai tetap terjaga. 


Saudaraku terkasih,  perdamaian tidak mungkin datang sendiri tanpa usaha kita. Kita harus bertekad untuk mewujudkan perdamaian itu. Mulailah berdamai dengan diri sendiri, dengan Tuhan, dengan sesama dan berdamai dengan lingkungan kita. Pertentangan bathin yang ada diri sendiri harus segera dibereskan agar tidak menjadi konflik bathin yang akan mempengaruhi perdamaian dengan orang lain. Tuhan tidak pernah menghendaki hidup kita saling bermusuhan dengan dalih apapun. Tuhan menginginkan kita hidup dalam kedamaian dilandasi oleh kasih. Kasih yang harus mengejawantah dalam tindakan nyata dan bukan hanya ucapan atau slogan belaka (I Yohanes 3:18). 

Dalam kekristenan tidak pernah diajarkan untuk membenci orang yang berbeda keyakinan. Bahkan dengan musuhpun kita harus mengasihi, tidak mengutuk dan harus memberkati orang lain bahkan memberkati orang yang menganiaya kita. Kita tidak diajarkan untuk menutup mata atas kesulitan hidup mereka yang berbeda kepercayaan, tapi kita diminta untuk membantu dan berempati. Kita tidak diijinkan untuk bergembira atas penderitaan orang lain. Kehidupan penuh damai di dunia ini baru memungkinkan terjadi jika komponen penting pengisi dunia, yaitu kita sebagai manusia mau memulai dari diri sendiri untuk berusaha hidup rukun dan damai dengan semua orang, tanpa terkecuali.

Jangan pernah berharap menunggu perdamaian itu dari orang lain. Mulailah dari diri sendiri. Sebab jika setiap orang mau memulai hidup dalam perdamaian itu dari diri sendiri maka perdamaian yang kita impikan akan terwujud. Mari kita runtuhkan tirai kebencian dan kita hancurkan tembok permusuhan. Ulurkan tangan dan hati kita untuk bersahabat dengan semua orang. 

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...