Hati yang Mengikuti Tuhan
Saat kita menanam biji apel, kita berharap akan tumbuh pohon apel. Yang menentukan jenis pohon yang akan tumbuh di dalam tanah adalah biji dan akarnya.
Demikian juga, saat kita menjadi milik Tuhan kita berharap kebaikan dan kebenaran akan tumbuh di dalam hidup kita. Buah dari perbuatan kitalah yang menyingkapkan biji apa yang telah kita tanam.
Salah satu cara untuk mengenali pekerjaan Tuhan dalam hidup kita adalah dengan mengamati buah apa yang kita hasilkan. Tanda dari hidup yang bertumbuh dalam Tuhan adalah hati yang rindu untuk hidup dan bertindak seturut dengan Firman Tuhan. Hanya orang-orang yang menghabiskan waktu dengan Tuhan yang bisa menghasilkan tindakan seperti ini dalam hidup mereka.
Yohanes memperingatkan kita untuk waspada terhadap jenis buah yang kita hasilkan dalam hidup kita. Saat kita benar-benar menjadi milik Tuhan, dan kita menghabiskan waktu bersama Dia, hidup kita akan menghasilkan kebaikan dan kebenaran secara alami.
Tujuannya bukan untuk menyombongkan diri dengan banyaknya kebaikan yang kita lakukan, sebaliknya, untuk menumbuhkan hati yang rela berkorban untuk kebaikan orang lain dalam nama Yesus. Kita mungkin tidak sempurna, namun hati kita seharusnya ingin mengikuti Tuhan.
Ambil beberapa saat untuk mengingat kembali semua pikiran dan tindakan Anda seminggu terakhir ini. Apakah semua itu mencerminkan hati yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan? Pikirkan beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk meluangkan waktu bersama Tuhan secara teratur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar