Terimalah Damai yang Kekal
Pikirkan saat Anda merasa khawatir. Bagaimana Anda menghadapinya? Mungkin Anda mencoba mengalihkan perhatian atau mungkin Anda membiarkan pikiran berpacu dengan masalah Anda. Wajar jika kita ingin menanggapi kekhawatiran dengan cara ini, tetapi Tuhan menunjukkan kepada kita cara yang lebih baik untuk menanggapinya.
Tak lama sebelum Yesus disalibkan, Dia memberitahukan murid-murid-Nya bahwa Dia akan pergi meninggalkan mereka. Khawatir akan menjalani hidup tanpa-Nya, para murid menginginkan jawaban. Tapi bukannya memberikan respons yang mereka harapkan, Yesus menyuruh para murid-Nya untuk tetap tenang dan tidak membiarkan hati mereka cemas.
Bayangkan betapa frustrasinya para pengikut Yesus. Mereka merasakan bahwa Yesus akan pergi, tetapi mereka mencoba menyelaraskan apa yang Dia katakan dengan ide-ide mereka untuk masa depan.
Mereka mempertanyakan perkataan-Nya karena mereka tidak mampu memahaminya.
Demikian juga, kita terkadang cepat untuk mencoba mencari solusi bagi permasalahan kita di saat khawatir. Kita kadang membiarkan pemahaman kita terhadap situasi yang sedang terjadi menguasai pikiran kita dan memengaruhi pembicaraan kita dengan Tuhan. Tetapi tujuan Tuhan jauh melebihi apa yang dapat kita lihat dan mengerti.
Saat Yesus menyuruh para murid untuk tenang dan tidak khawatir, Yesus melihat jauh melampaui salib–Dia melihat kebangkitan-Nya, kembali ke surga, dan kedatangan Roh Kudus.
Demikian juga, Dia melihat jauh melebihi situasi kita.
Karena kita hidup di dalam dunia yang tidak sempurna, kita akan mengalami kekecewaan dan kesukaran–namun karena kita melayani Tuhan yang baik, Dia melihat jauh melampaui hal buruk yang kita lalui. Dia melihat masa depan kita dipenuhi dengan harapan.
Yesus menyuruh murid-murid-Nya tetap tenang karena Dia ingin mereka percaya kepada-Nya. Demikian juga, Tuhan minta kita untuk tenang dalam setiap situasi sembari kita percaya kepada-Nya untuk mengatasinya demi kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.
Jadi, luangkan waktu hari ini untuk merenungkan beberapa situasi yang menyebabkan Anda khawatir. Lalu, ambil beberapa saat untuk memberitahukan Tuhan bahwa Anda percaya kepada-Nya akan setiap perkara. Bayangkan Anda menyerahkan kepada-Nya semua kekhawatiran, dan izinkan Tuhan memberikan damai-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar