Sabtu, 08 Februari 2025

Bagaimana Melawan Kejahatan

 Bagaimana Melawan Kejahatan


Pada mulanya, hidup itu baik—baik secara jasmani maupun rohani. Faktanya, Tuhan menciptakan segala sesuatu yang ada dan menyebutnya sangat baik.


Namun kebaikan itu retak ketika seorang musuh membujuk manusia yang memiliki gambar dan rupa Tuhan untuk mempertanyakan kebaikan-Nya dan meragukan kredibilitas-Nya. Sehingga, ketika Adam dan Hawa memilih untuk mengabaikan perintah Tuhan dengan memakan dari satu-satunya pohon terlarang, mata mereka terbuka terhadap dua kekuatan yang berlawanan: kebaikan dan kejahatan.


Pertarungan antara kebaikan dan kejahatan bukan hanya tema menyeluruh dalam Alkitab, tapi sebuah tema yang menembus setiap benua, setiap budaya, dan setiap bangsa. Itu adalah tema yang tertera di buku dan film, dan dimainkan dalam kehidupan nyata. Dan alasannya kenapa begitu menyebar adalah karena adanya pertempuran nyata yang sedang terjadi.


Bertahun-tahun ini, kita masih berbagi dunia yang baik namun terjatuh ini. Tapi, jangan salah, Kerajaan Kegelapan masih berperang melawan Kerajaan Terang.


Rasul Paulus memberikan beberapa nasihat tentang topik ini kepada orang-orang percaya di Roma, dengan menulis:


“Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.”

Roma 12:21 PBTB2


Dalam pasal yang sama, Paulus menjelaskan cara-cara praktis untuk menghidupi hal ini: dengan menjauhi kejahatan, dengan berpegang teguh pada kebaikan, dengan tulus mengasihi sesama, dengan memberkati mereka yang menganiaya Anda dan menolak membalas dendam pada musuh Anda.


Contoh lainnya seperti mengampuni seseorang yang menyakiti Anda, menunjukkan kebaikan kepada orang asing, atau membela orang miskin, tersisih, dan lemah. Menaklukkan kejahatan dengan kebaikan membutuhkan pengorbanan dan penyerahan diri. Hal ini sering kali berarti mengatakan "tidak" pada keinginan manusiawi kita untuk menghukum dan membalas, dan sebaliknya memilih untuk dengan rendah hati melayani orang-orang yang hancur seperti Yesus yang melayani kita dengan rendah hati dan rela berkorban.


Kita memang memiliki musuh—yang misinya adalah untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, membingungkan, memutarbalikkan, dan memecah belah, menipu, mengalihkan perhatian, dan merusak.


Namun yang lebih penting, kita memiliki Tuhan—yang misinya adalah untuk menebus, menghidupkan kembali, dan memulihkan. Dia berspesialisasi dalam menyatukan kembali hal-hal yang rusak. Dia mampu menghidupkan kembali orang mati dan membuat segala sesuatu menjadi baru.


Jadi ketika Anda melihat kejahatan mendatangkan malapetaka di seluruh dunia, dalam hidup orang-orang di sekitar Anda, dan bahkan dalam hati Anda sendiri, ingatlah… Tuhan itu lebih besar. Tuhan itu lebih hebat. Anda tidak sendirian dalam pertempuran ini. Dan karena kita sudah mengetahui akhir ceritanya, kita bisa bertarung dari tempat kemenangan!


Sama seperti kegelapan yang tidak bisa hadir saat dipenuhi cahaya, kejahatan tidak bisa menang saat dikalahkan oleh kebaikan. Jadi hari ini, pikirkan beberapa cara untuk melawan kejahatan dengan berbuat baik kepada orang-orang di sekitar Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...