Senin, 03 Februari 2025

Paradigma Baru

 Paradigma Baru


Sebelum Yesus, umat Allah berada di bawah hukum Musa. Mengenai hal luka dan kerugian pribadi, peraturannya jelas dan tampak adil: mata ganti mata, gigi ganti gigi (Keluaran 21:24). Pada dasarnya, untuk setiap luka yang ditimbulkan oleh seseorang, luka yang sama harus ditimpakan kepada orang tersebut.


Namun kemudian, Yesus datang. Yesus membalikkan gagasan tentang keadilan. Dalam Khotbah di Bukit yang terkenal dalam Matius 5, Yesus berkata: 


"Kamu telah mendengar yang difirmankan: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu."

Matius 5:38-39 PBTB2


Yesus tidak hanya mengubah pemahaman umat Tuhan tentang cara mereka memperlakukan orang lain. Dia mengkhotbahkan paradigma yang benar-benar baru:


Kasihilah orang lain meskipun mereka membencimu. 

Layanilah orang lain meskipun mereka berlaku buruk kepadamu. 

Berdoalah untuk orang lain meskipun mereka bersalah kepadamu.


Rasul Petrus, yang kemungkinan besar menulis kitab 1 dan 2 Petrus, adalah salah satu murid Yesus pada masa Khotbah di Bukit. Dalam suratnya kepada orang-orang percaya bertahun-tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Petrus mengulangi ajaran Yesus:


Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat."

1 Petrus 3:9 PBTB2


Tidak ada sesuatu pun yang Yesus minta dari kita tanpa Ia teladani. Jika Dia bertindak berdasarkan paradigma mata ganti mata, gigi ganti gigi, bagaimana kita bisa diselamatkan melalui pengorbanan-Nya? Karena kasih dan pengampunan yang murni, Yesus memberikan nyawa-Nya bagi kita. Ia menawarkan paradigma baru. Dia mengajari kita cara yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...