SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR
20 FEBRUARI 2025
Bacaan Mazmur 55:1-20
*TUHAN MENDENGAR TANGISANMU*
_"Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku"_
(Mazmur 55:18)
Setegar dan seteguh apapun seseorang, ada kalanya tak sanggup untuk menahan airmata ketika menghadapi pergumulan yang begitu berat. Baik ketika menderita sakit yang tak kunjung sembuh, kehilangan pekerjaan, melihat anak-anaknya tidak bisa bayar sekolah, kehilangan orang yang dicintai dll. Menangis itu sesuatu yang manusiawi dan merupakan respon emosional yang alami terhadap perasaan tertentu yang kebanyakan disebabkan oleh perasaan sedih. Tetapi ada kalanya orang bisa menangis saat mengalami perasaan sangat bahagia. Jadi tidak perlu malu dicap cengeng oleh orang lain, karena menangis dapat menyeimbangkan kegundahan dan kegelisahan dalam jiwa kita.
Daud sebagai seorang raja saja juga menangis ketika sedang mengalami pergumulan berat. Ia harus melarikan diri dari kerajaan karena serangan musuh. Yang lebih menyedihkan lagi, justru orang-orang terdekatlah yang memusuhi dan ingin merebut tahtanya, yaitu Ahitofel penasehatnya dan Absalom anak kesayangannya sendiri (ayat 13-15). Akibatnya Daud harus hidup dalam pengembaraan diliputi rasa cemas, takut, gentar dan seram (ayat 3-6). Sehingga saking beratnya pergumulan yang dihadapi, Daud berandai-andai ia memiliki sayap maka akan terbang mencari tempat yang tenang dan lari sejauh mungkin (ayat 7-8). Namun apa daya, Daud bukanlah burung yang bersayap. Ia mau tidak mau harus menghadapi realita atas kudeta yang dilakukan oleh anak kesayangannya sendiri. Tentu kita bisa membayangkan betapa hati Daud sangat sedih dan hancur. Seandainya yang melakukan hal itu bukan anak kandungnya, ia masih kuat bertahan dan tabah (ayat 13). Dalam situasi dan kondisi beban pergumulan yang begitu berat, Daud tak kuasa membendung airmatanya. Ia menangis sepanjang hari (ayat 18). Namun demikian Daud tidak pernah menyalahkan apalagi meninggalkan Tuhan. Ia yakin bahwa Tuhan akan menolongnya. Oleh sebab itu Daud berseru dalam doanya dan meyakini tanpa ragu bahwa Tuhan akan membebaskan dan menyelamatkannya (ayat 17-20).
Saudaraku terkasih, jika memang saat ini kita tak sanggup menahan airmata karena kepedihan dan duka yang mendalam, tak perlu malu atau ragu untuk menangis seraya tetap berdoa dan berseru mohon pertolongan Tuhan. Yakin dan percayalah bahwa Tuhan sanggup membebaskan dan menyelamatkan kita dari kemelut pergumulan yang sedang kita alami. Pegang janji Tuhan Yesus dalam Matius 11:28 : _*"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"*_
Oleh karena itu mari datang kepada Tuhan Yesus dan letakkan semua beban berat yang saat ini sedang kita pikul. Percayalah, mujizat-Nya akan terus bekerja sampai kita sungguh-sungguh merasa lega. Segera ambil waktu sejenak untuk berdoa dan serahkan semua persoalan, kesulitan, pergumulan dan penderitaan yang sedang kita alami. Tak perlu malu jika kita mau menumpahkan semua rasa sedih kita dengan airmata. Tuhan akan menghapus setiap tetesan airmata dan menggantikannya dengan sukacita. Tetap optimis dan percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara!
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar