Minggu, 24 Desember 2023

Berusaha Berkenan di Hadapan Tuhan

 *REFLEKSI NATAL*

25 DESEMBER 2023

Bacaan Lukas 2:14


*BERUSAHA BERKENAN DI HADAPAN TUHAN*

_"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."_

(Lukas 2:14) 


Empat minggu adven sudah kita jalani dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Saat ini kita bersama umat Tuhan sedunia merayakan sukacita Natal yang begitu luar biasa. Tema Natal 2023 secara nasional baik Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) maupun Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) adalah _"Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi"_ Tema tersebut diambil dari firman Tuhan dalam Lukas 2:14 _"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."_

Melalui tema tersebut kita akan merefleksi kembali hakekat Natal dalam kehidupan kita. Ada 3 hal yang menjadi bahan refleksi:

1. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi. 

Natal mengajarkan kepada kita bahwa kita sebagai manusia perlu belajar rendah hati. Setinggi apapun pendidikan dan jabatan kita, sebanyak dan sekaya apapun kita, jangan sampai menjadikan diri kita takabur, tinggi hati dan ujjng-ujungnya ingin memuliakan dan meninggikan diri. Tanpa sadar banyak yang merebut kemuliaan Tuhan demi memuliakan diri sendiri. Orang sulit untuk rendah hati. Banyak yang merasa paling hebat karena memiliki gelar, kekayaan, kekuasaan dan jabatan yang tinggi. Bahkan mereka yang memangku jabatan gerejawi pun tak lepas dari hal itu. Sebutan "pelayan Tuhan" seakan hanya gelar yang disandang namun bukan yang ditandang atau yang dilakukan. Inilah perlunya kita merefleksi diri. 

2. Damai sejahtera di bumi.  Kata damai sejahtera atau shalom tidak hanya bermakna tidak adanya peperangan, tetapi juga damai secara lahir dan batin. Itulah sebabnya Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia untuk mewujudkan damai sejahtera tersebut. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan hidup jauh dari Allah telah didamaikan oleh Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Yesus datang untuk mereka yang tersisihkan, terabaikan, tersingkir, tidak dihargai bahkan terbuang. Sementara kita yang mengaku anak-anak Tuhan, justru sering membuat kekacauan, sering memfitnah, sering mengadu domba, sulit menghargai dan menghormati orang lain sehingga bukan kedamaian yang tercipta tetapi justru pertikaian dan permusuhan. Oleh sebab itu mari merefleksi diri agar Natal tahun ini benar-benar kita bisa menjadi agen damai sejahtera. Terlebih di tahun politik yang cukup panas ini, kiranya kehadiran kita bisa mendinginkannya sehingga tercipta suasana damai penuh kegembiraan.

3  Berkenan kepada Tuhan. Hidup berkenan kepada Tuhan seharusnya menjadi prioritas bagi anak-anak Tuhan. Namun realitanya kita sering mencari perkenan manusia dibanding perkenan Tuhan. Kita sering melakukan hal-hal yang menyenangkan hati manusia dibanding menyenangkan hati Tuhan. Maka sekarang saatnya kita merefleksi dan menata kembali hidup kita agar menjadi lebih berkenan di hadapan Tuhan. 

Biarlah Natal tahun ini tidak berlalu tanpa kesan. Mari jadikan momen Natal sebagai sarana untuk merefleksi diri agar kita bisa hidup berkenan kepada Tuhan sehingga damai sejahtera akan kita rasakan dan nama Tuhan kita muliakan.

Amin. Selamat merayakan hari Natal 2023 dan selamat menyongsong Tahun Baru 2024. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏🙏🙏


(Lukas lstiadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...