Rabu, 15 Januari 2025

Bermazmurlah bagi Tuhan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

16 JANUARI 2025

Bacaan Mazmur 47:1-10


*BERMAZMUR BAGI TUHAN*

_"Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah"_ (Mazmur 47:7)


Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah ditebus dan diampuni dosa-dosanya, maka sudah seharusnya kita selalu menaikkan pujian atau bermazmur bagi Tuhan. 

Bermazmur bagi Tuhan artinya bernyanyi atau menaikkan nyanyian pujian sambil memainkan alat musik kepada Tuhan sebagai tanda sukacita karena perbuatan Tuhan. Oleh karena itu puji-pujian dan atau penyembahan memiliki peran penting dalam setiap peribadatan baik di gereja, dalam ibadah keluarga, dalam persekutuan doa, dalam pemahaman Alkitab bahkan dalam ibadah kedukaan pun, kita menyanyikan pujian syukur kepada Tuhan. 

Lalu bagaimana caranya kita bermazmur bagi Tuhan? Sesuai dengan firman Tuhan yang kita renungkan saat ini, bermazmur atau menyanyikan pujian bagi Tuhan bisa dilakukan dengan:

1. Bertepuk tangan (ayat 2). Tentu tepuk tangan yang dimaksud adalah tepuk tangan yang dilakukan seirama dengan lagu pujian bukan asal tepuk tangan 

2. Mengelu-elukan Nama Tuhan  dengan sorak-sorai (ayat 2, 6). Sorak-sorai memuliakan Nama Tuhan tentu berbeda dengan sorak-sorai menyaksikan pertandingan atau pertunjukan. Sorak-sorai bagi kemuliaan Nama Tuhan tentunya harus keluar dari hati yang penuh ucapan syukur dan rasa hormat 

3. Diiringi sangkakala (ayat 6). Sangkakala atau terompet menggambarkan alat musik. Dengan demikian dalam bermazmur iringan musik bisa dilakukan untuk menambah khidmatnya sebuah lagu pujian

4. Dengan nyanyian pengajaran (ayat 8). Setiap syair lagu pujian yang dinyanyikan haruslah berisi tentang pengajaran, tentang nasihat, tentang penyembahan, tentang ucapan syukur dll.


Lalu mengapa kita harus bermazmur bagi Tuhan?

1. Karena Dia adalah Raja di atas segala raja di muka bumi ini (ayat 3, 8)

2. Karena Tuhan berkuasa atas semua suku-suku bangsa (ayat 4)

3. Karena Tuhan sumber berkat bagi umat kepunyaan-Nya (ayat 5)

4. Karena Tuhan duduk di takhtanya yang kudus (ayat 9)


Saudaraku terkasih, bagaimana dengan kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan? Sudahkah kita bermazmur bagi Tuhan dengan segenap dan setulus hati? Atau selama ini kita memuji Tuhan hanya di mulut tanpa hati? Oleh karena itu mari kita bermazmur bagi Tuhan tidak hanya dengan mulut tetapi juga dengan segenap hati kita. Ingat bahwa Tuhan juga bertakhta di atas puji-pujian (Mazmur 22:4).


Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...