Merencanakan Masa Depan
Pikirkan tentang rencana Anda untuk hari ini, minggu ini, tahun ini, dan seterusnya.
Mungkin Anda ingin memulai usaha.
Mungkin Anda ingin membina keluarga.
Mungkin Anda ingin menulis buku.
Mungkin Anda ingin berkeliling dunia.
Mungkin Anda ingin memulai pelayanan.
Mungkin Anda ingin menjadi sukarelawan di kota Anda.
Mungkin Anda ingin berkebun.
Mungkin Anda ingin melunasi utang.
Alkitab mengatakan…
“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”
Amsal 19:21 TB
Membuat rencana bukanlah hal yang buruk. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa kita akan menuai apa yang kita tabur (Galatia 6:7), jadi kita harus rajin—bukan malas—untuk merencanakan masa depan dengan bijak. Tetapi pada saat yang sama, kita harus membiarkan rencana tersebut fleksibel, karena Tuhan mengetahui gambaran utuh dari hidup kita.
Tuhan selalu bekerja di dalam dan melalui umat-Nya, memberi mereka kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13). Namun terkadang, kita perlu mengatur ulang. Terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan rencana-Nya.
Tetapi bahkan saat kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, Dia selalu memikirkan kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.
Yesus meneladani bagaimana menyerahkan rencana-Nya sendiri dengan memberikan nyawa-Nya bagi kita—untuk kebebasan kita. Dan, meskipun tidak mudah, hidup dan masa depan kita terlihat berbeda karena tujuan Tuhan terlaksana.
Jadi hari ini, buatlah daftar rencana dan impian Anda. Kemudian ulurkan tangan Anda ke depan, dan bayangkan menyerahkan semua impian dan rencana Anda kepada-Nya. Bayangkan semua rencana itu menguap dari tangan Anda. Lalu, mintalah Tuhan menunjukkan rencana mana yang Dia ingin berikan kembali kepada Anda dan adakah impian baru yang Dia ingin Anda terima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar