SAAT TEDUH
11 SEPTEMBER 2023
Bacaan Matius 18:15-20
*MENYELAMATKAN PERSAUDARAAN*
_"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali"_
(Matius 18:15)
Kita sebagai makhluk sosial tentu tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Sebagai anggota keluarga, anggota komunitas, anggota jemaat dan anggota masyarakat tentu tidak terlepas dari berbagai persoalan yang melibatkan orang lain termasuk kemungkinan terjadi gesekan dan konflik satu dengan yang lainnya. Maka ada kalanya seseorang pasti pernah berbuat kesalahan atau khilaf dan itu bisa merusak persaudaraan.
Apa yang biasanya dilakukan oleh seseorang ketika melihat orang lain berbuat kesalahan?
Ada 4 kemungkinan:
1. Menegor tanpa mempermalukan di depan banyak orang
2. Menegor dan mempermalukan di depan banyak orang
3. Tidak menegor tetapi menggosip dari belakang
4. Tidak menegor, cuek dan berpikir itu bukan urusannya, resiko biar ditanggung sendiri.
Di antara keempat hal di atas, manakah yang sering kita lakukan? Mari kita cermati bersama:
_Pertama_, jika kita menegor dengan kasih tanpa mempermalukan di depan banyak orang dan itu dilakukan empat mata maka itu adalah cara yang bijaksana seturut kehendak Tuhan.
_Kedua_, jika kita menegor tapi tujuannya untuk mempermalukan di depan banyak orang, itu jelas akan membawa permusuhan dan perpecahan. Orang yang ditegor dan dipermalukan pasti akan tersinggung, marah, sakit hati dan menyimpan dendam.
_Ketiga_, jika kita tidak menegor tetapi menggosip di belakang, hati-hati lah karena gosip adalah senjata yang mematikan untuk "membunuh" seseorang secara perlahan. Ingat, lidah itu tidak bertulang. Mau ngomong apa saja bisa. Melalui gosip tidak jarang kita mencemarkan dan memfitnah orang lain tanpa kita sadari.
_Keempat_, jika kita tidak mau menegor dan cuek karena berpikir itu bukan urusan kita dan resiko biar ditanggung sendiri maka kita adalah manusia egois karena membiarkan dosa terus terjadi dan kita pun ikut berdosa karenanya.
Saudaraku terkasih, kita dipanggil Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia. Firman Tuhan yang kita renungkan saat ini adalah cara menegor orang lain dengan tujuan untuk menyelamatkan seseorang dari dosa serta menyelamatkan persaudaraan. Oleh sebab itu dibutuhkan hikmat Tuhan agar kita mampu menegor dan menasihati dengan bijak. Tuhan Yesus mengingatkan : _“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.”_ Menegor di bawah empat mata artinya ketika kita tahu seseorang melakukan kesalahan, tegor dan nasehatilah berdua saja dan secara diam-diam. Tunjukkan kesalahannya dengan bijaksana tanpa kesan menggurui, menghakimi apalagi mempermalukan. Bagaimanapun juga kita harus tetap menghargai sebagai pribadi yang juga berharga di mata Tuhan. Sikap menghargai orang lain dapat berdampak positif, sehingga orang yang melakukan kesalahan atau dosa lebih mudah menyadari kesalahan dan dosanya, sadar dan bertobat. Nasihat yang dilakukan diam-diam dengan bahasa yang lemah lembut dan penuh kasih dapat memulihkan dan mendatangkan pertobatan. Satu hal yang juga sangat penting diperhatikan adalah jangan sekali-kali membuka aibnya kepada orang lain sehingga menjadi rahasia umum. Itu akan lebih menyakitkan. Bertindak dan berbuatlah dengan bijaksana.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar