SAAT TEDUH
2 SEPTEMBER 2023
Mazmur 42:1-6
*INGATLAH KETIKA JIWAMU GUNDAH*
_"Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan"_
(Mazmur 42:5)
Berbagai kesulitan hidup dapat menjadikan hati dan jiwa kita tertekan dan gelisah. Jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan keputusasaan. Rasa putus asa dapat memunculkan sikap pesimis dan negatif. Bayangan jalan buntu, kegagalan selalu menghantui kita. Dunia seakan tampak begitu suram dan gelap tanpa cahaya. Lalu mulai menyalahkan orang lain dan lingkungan, itu merupakan ciri-ciri jiwa yang tertekan, gundah gulana dan putus asa.
Tekanan jiwa dan perasaan gundah dapat menimpa siapapun, baik laki-laki maupun perempuan, baik kaya maupun miskin, baik orang dewasa maupun anak-anak semuanya bisa mengalami tekanan jiwa. Tekanan jiwa tersebut bisa disebabkan oleh kondisi keuangan, sakit-penyakit, relasi antar keluarga yang tidak harmonis, kekuatiran akan hari depan, dll.
Saudara terkasih, tertekan dan gundahkah jiwamu saat ini? Jika ya, jangan biarkan semakin menekan sehingga saudara berada pada titik terendah, yaitu ‘putus asa’. Kita bisa mengubah situasi itu menjadi sebaliknya. Jiwa yang tertekan dan gelisah dapat diubah menjadi jiwa yang penuh pujian dan gairah. Bagaimana caranya?
1) *Selalu merindukan Tuhan* (ayat 2). Orang yang memiliki kerinduan ibarat kita sedang haus dan menginginkan segera mendapatkan air untuk melepaskan dahaga. Ada keinginan yang menggebu dan merasa lega jika telah menemukannya. Perasaan rindu inilah yang harus kita miliki.
2) *Datang kepada Tuhan* (ayat 3). Rindu yang terpendam tak akan hilang jika tidak menemukan yang dirindukan. Maka kita perlu datang kepada Tuhan sehingga rasa rindu itu terobati.
3) *Melangkah ke rumah Tuhan* (ayat 5). Ini merupakan sebuah tindakan aktif untuk lebih mendekatkan diri kepada sumber pengharapan dan sukacita kita, sehingga kita mampu bersukacita dalam segala keadaan. Sukacita itu bagai air yg akan mengikis dan membersihkan _'noda'_ yang bernama kekecewaan, kebencian, sakit hati, dendam, kekuatiran dan keputusasaan.
4) *Berharap kepadaTuhan* (ayat 6b). Orang yang berharap kepada Tuhan akan diberkati. Jangan menaruh pengharapan kepada manusia karena kita akan kecewa. Hanya Tuhan lah yang dapat kita andalkan.
5. *Bersyukur selalu* (ayat 6c). Saat kita mampu mensyukuri setiap berkat Tuhan, hati kita bebas dari rasa gundah gulana dan kekuatiran.
Amin. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar