Sabtu, 08 April 2023

Jangan salah jalan

 SAAT TEDUH

8 MEI 2023

Bacaan Yohanes 14:1-14


*JANGAN SALAH JALAN*

Kata Yesus kepadanya: _“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."_ (Yohanes 14: 6)


Ada ungkapan peribahasa "Malu bertanya sesat di jalan". Maksud dari peribahasa tersebut adalah bahwa kita tidak usah malu atau segan untuk bertanya tentang sesuatu yang belum kita ketahui, sehingga kita tidak salah atau tersesat. Persoalannya adalah kita sering gengsi bertanya karena merasa sudah pintar dan serba tahu. Ada sebagian yang beranggapan kalau orang yang sering bertanya itu dianggap bodoh. Akibatnya ketika kita sudah melangkah dan terlanjur salah atau tersesat,  kita jadi kebingungan tak tahu arah. 

Begitu pula tentang keselamatan. Ada yang begitu yakin bahwa ia tahu jalan keselamatan menurut konsep sendiri. Namun bagaimana jika apa yang diyakini tersebut salah dan terlanjur tersesat sehingga bukan keselamatan yang diperoleh namun kematian kekal.


Hari ini kita bisa belajar dari murid Yesus yang bernama Thomas. Ia tidak segan dan tidak malu untuk bertanya kepada Yesus: 

_"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"_ (ayat 5). 

Sebuah pertanyaan yang sangat mendasar mengenai jalan keselamatan yang belum dipahami secara gamblang oleh Thomas. Karena itulah Yesus memberikan jawaban akan kepastian untuk memperoleh keselamatan:

*_" AKUlah JALAN  dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."_* (ayat 6). Ada 4 hal dari pernyataan tersebut yang dapat kita pelajari :

1. *Akulah*, artinya hanya Yesuslah satu-satunya dan bukan orang lain. 

2. *"Jalan"*. Dalam pemahaman secara umum, kata "jalan" berarti sarana yang dapat kita lalui ketika kita bepergian ke suatu tempat dan melaluinya kita akan sampai ke tujuan. Begitu pula ketika kita ingin mencapai tujuan hidup kita yaitu keselamatan, maka Tuhan Yesuslah yang akan menjadi jalan dan menuntun kita sampai ke tempat tujuan, yaitu kehidupan kekal.

3. *"Kebenaran"*.  Melalui-Nya kita tidak akan tersesat dan menemukan jalan buntu karena jalan yang kita lalui sudah benar dan tidak keliru. Oleh karena itu jangan pernah tergiur oleh tawaran atau iming-iming dunia yang seolah menawarkan kebenaran tetapi ternyata kita terjerumus dan tersesat. Dalam kehidupan iman dan doa, kita sering berdoa agar Tuhan menunjukkan jalan yang benar. Padahal jalan yang benar itu sudah ada di dalam Yesus, tinggal bagaimana kita meyakini dan mengimaninya.

4.*"Hidup"*, artinya melalui Tuhan Yesus kita juga akan memperoleh kehidupan kekal dan bukan berujung pada kematian kekal. Hanya melalui Yesuslah jalan menuju kepada Bapa akan terwujud. Memang benar banyak jalan menuju Roma, tetapi ingat *hanya satu jalan menuju Bapa*, yaitu melalui Tuhan Yesus!


Saudaraku terkasih, sesulit dan serumit serta seberat apapun hidup kita, *jangan salah jalan*. Ingatlah bahwa *Yesus adalah jalan yang benar dan memberi kehidupan*. Kita harus melewati jalan tersebut karena di jalan tersebut ada jalan keluar untuk setiap permasalahan hidup kita. Di dalam Yesus tidak akan ada jalan buntu, Dia akan menuntun langkah demi langkah menuju ke tujuan hidup kita. Dia lah satu-satunya jalan keselamatan bagi kita!

Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...