Jumat, 12 Januari 2024

Kunci Kebahagiaan

 SAAT TEDUH EDISI KITAB MAZMUR 

13 JANUARI 2024

Bacaan Mazmur 1:1-6


*KUNCI KEBAHAGIAAN*

_"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam"_

(Mazmur 1:1-2) 


Setiap orang pasti ingin bahagia. Kebahagiaan menjadi impian setiap orang. Meski demikian kita masing-masing punya persepsi yang berbeda-beda dalam mendefinisikan arti kebahagiaan. Perbedaan persepsi tersebut menjadikan setiap orang juga berbeda cara meraihnya. Ada yang menganggap untuk meraih kebahagiaan harus bekerja keras dan mengumpulkan sebanyak mungkin harta kekayaan, karena tanpa kekayaan kita akan hidup berkekurangan dan tidak bisa merasakan kebahagiaan. Ada pula yang sangat gigih berjuang dengan berbagai cara agar memperoleh jabatan dan kekuasaan, karena dengan jabatan dan kekuasaan yang dimiliki ia akan dihormati dan tidak direndahkan orang lain, sehingga ia merasa bahagia. Tapi ada pula yang merasa bahagia justru ketika mampu membuat orang lain menderita, sehingga dengan berbagai cara ia selalu berusaha menjatuhkan, melecehkan, memfitnah dan menebar kebencian. Ada pula yang meraih kebahagiaan dengan cara mengkonsumsi narkoba dan obat-obat terlarang. Mungkin masih banyak hal orang lakukan demi bisa merasakan kebahagiaan. 

Yang menjadi pertanyaan: Benarkah ketika jabatan, kekayaan, kekuasaan yang diraihnya dapat menjadikan seseorang merasakan kebahagiaan? Benarkah ketika dapat menghina, merendahkan dan menjatuhkan orang lain ia benar-benar bahagia? Mampukah dengan mengkonsumsi narkoba,  minuman keras ia merasakan bahagia? Bisa dipastikan kebahagiaan yang mereka rasakan adalah kebahagiaan semu. Bagaimana jika tiba-tiba ia dicopot jabatan dan kekuasaannya? Masihkah bahagia? Bagaimana jika hartanya habis karena bencana? Masihkah bahagia? Bagaimana jika orang yang difitnah, direndahkan dan dijatuhkan ternyata tetap kokoh dan santai saja. Masih bisa bahagiakah melihatnya? Bagaimana jika seseorang hidupnya sudah tergantung dengan obat terlarang? Bisa bahagiakah mereka?Sementara di sisi lain ada orang yang hidup sederhana  bahkan berkekurangan, tidak memiliki jabatan  apalagi kekuasaan, tidak suka memfitnah, tidak mengkonsumsi obat terlarang tapi hidupnya bahagia. 


Saudaraku terkasih, sesungguhnya bahagia itu sederhana dan tidak serumit yang kita bayangkan. Menurut firman Tuhan dalam Mazmur 1:1 dikatakan: _"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh'_

Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa *orang yang berbahagia adalah orang yang tidak melakukan kejahatan dan dosa*

Sedang Mazmur 1:2 mengatakan:  _"tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam"_

Secara sederhana pula dapat disimpulkan bahwa *orang yang berbahagia adalah orang yang taat melakukan firman Tuhan dengan sukacita*.

Nah, bagaimana menurut Saudara? Bahagia itu sederhana, bukan?Jangan melakukan kejahatan dan dosa, taati dan lakukan firman Tuhan maka kita akan merasakan kebahagiaan dalam arti sebenarnya. Dan inilah yang akan melengkapi kebahagiaan bagi mereka yang tidak melakukan kejahatan dan dosa serta hidup menuruti dan melakukan kehendak-Nya:

*_"Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil"_* (Mazmur 1:3)  

Itulah kunci kebahagiaan sesungguhnya. 

Selamat berbahagia di akhir pekan, karena bahagia itu sederhana....

Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏


(Lukas lstiadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...