Senin, 17 Juli 2023

Membuka Pintu Mujizat melalui berbagi berkat

 SAAT TEDUH 

18 JULI 2023

Bacaan Yohanes 6:1-15


 *MEMBUKA PINTU MUJIZAT MELALUI BERBAGI BERKAT*

_"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"_

(Yohanes 6:9)  


Banyak orang beranggapan bahwa saat kita memberi kepada orang lain maka kita akan kehilangan. Orang hanya mau memberi karena ada "pamrih" tertentu atau karena kedekatan hubungan saja, sehingga sering mengabaikan aspek yang lebih penting, yaitu 'keadilan', "rasa kemanusiaan" dan suara "hati nurani". Sehingga kita kehilangan berkat dan hidup selalu merasa kekurangan! 


Sering kita berpikir bahwa saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain, maka kita akan kehilangan atau milik kita akan berkurang. Terlebih saat kita berada dalam kondisi berkekurangan, yang ada dalam benak kita akan berkata “Untuk dipakai sendiri saja kurang, bagaimana jika harus berbagi kepada orang lain?” Namun apabila kita menyimak firman Tuhan, kita baru sadar bahwa memberi merupakan perintah Tuhan. Mengapa kita harus memberi atau berbagi berkat? Ini landasannya:

1. *Merupakan perintah Tuhan* agar kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang (I Petrus 3:9). 

2. *Allah mau memakai kita menjadi saluran berkat* bagi seluruh bangsa (Galatia 3:8-9). 

3. *Berkat Tuhan akan melimpah dalam hidup kita* (Amsal 11:24-25).


Prinsip memberi pada saat ini sudah semakin dilupakan orang. Mereka berpikir bahwa untuk memenuhi kebutuhan saja sudah pas-pasan, bagaimana jika harus membantu orang lain? Secara hitungan matematika jika apa yang ada pada kita diberikan kepada orang lain maka milik kita akan berkurang.  Namun sebagai anak-anak Tuhan kita harus mengerti prinsip apa yang Tuhan ajarkan pada kita. *_Kuasa Tuhan tidak bisa kita batasi dengan akal dan logika_* Secara hitungan matematika 5 + 2 = 7. Tetapi di tangan Tuhan 5+2 = 5000+12. 

Firman Tuhan pagi ini menceritakan tentang kuasa dan mujizat Tuhan Yesus yang terjadi karena dimulai dari ketulusan seorang anak kecil yang rela memberikan bekal makannya berupa 5 roti dan 2 ikan kepada Tuhan Yesus karena melihat 5000 orang lebih yang kelaparan (Yohanes 6:9). Bagi kita mustahil memberi makan 5000 orang lebih hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Tetapi *di tangan Tuhan tidak ada yang mustahil.* Melalui 5 roti dan 2 ikan, Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat sehingga mampu memberi makan 5000 orang lebih sampai kenyang bahkan sisa 12 bakul penuh roti dan beberapa ikan yangtersisa (Markus 6:43)


Saudaraku terkasih,  mujizat itu juga bisa terjadi dalam hidup kita. Mulailah dengan kesediaan ”memberi dan berbagi”. Dan inilah rahasianya pemberian yang mendatangkan mujizat :

a). *Dilandasi dengan kasih* yang tulus (Markus 6:34)

b). *Mengucap syukur* dengan apa yang kita miliki (Markus 6:41). Kita sering terfokus pada keterbatasan yang kita miliki. Tetapi kuasa Tuhan melampaui segala akal dan pikiran kita. Mengucap syukur merupakan salah satu kunci untuk membuka berkat Tuhan.

c). *Lakukan dalam tindakan nyata* : “Berilah dan kamu akan diberi.......” (Lukas 6:38)

d). *Memberi dari apa yang ada pada kita* (Markus 6:38). Memberi bukanlah dari sesuatu yang tidak kita miliki, tetapi dari apa yang kita miliki. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak belajar memberi. Minta hikmat kepada Tuhan kapan saatnya kita bisa memberi. Tuhan akan menuntun kita sehingga kita akan tetap dapat memberi dari apa yang ada pada kita. Bahkan kita bisa memberi dari kekurangan kita. 

*_Jika hidup kita ingin dipenuhi mujizat, mulailah dengan berbagi berkat_*

Amin,  Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hidup Berkemenangan

Mengatasi Ketakutan   Ketakutan adalah perasaan yang seringkali muncul ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Raja Yosafat pun menjadi t...