SAAT TEDUH
29 JUNI 2023
Bacaan Ibrani 6:19-20
*PENGHARAPAN DI TENGAH BADAI KEHIDUPAN*
_"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir"_
(Ibrani 6:19)
Berbicara tentang pengharapan, tentu kita harus tahu lebih dahulu arti kata "pengharapan" itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi pengharapan adalah: _keinginan supaya menjadi kenyataan_.
Setiap orang pasti punya pengharapan, entah itu berupa keinginan untuk memiliki pekerjaan, memiliki pasangan hidup, memiliki anak, memiliki rumah, memiliki kedudukan, sembuh dari sakit penyakit, lulus ujian dll. Apapun diupayakan agar pengharapan tersebut dapat diraih. Namun terkadang di luar perhitungan kita, situasi dan kondisi tidak mendukung dan berpihak kepada kita sehingga kita gagal di tengah jalan. Tentu bagi sebagian orang hal itu menyebabkan kekecewaan, stres, depresi, sakit dan frustasi. Bahkan ada yang secara ekstrem mengakhiri hidupnya dengan bunuh dir. Mengapa seseorang bisa sampai ke tahap tersebut? Jawabnya tentu karena ia telah kehilangan pengharapan.
Saudaraku terkasih, banyak orang kehilangan sukacita dan damai sejahtera. Bahkan sebagai orang percaya pun banyak yang merasakan hal itu. Satu-satunya kunci agar sukacita dan damai sejahtera selalu melingkupi kita adalah dengan terus memiliki pengharapan yang teguh di dalam Tuhan, bahwa Ia adalah Tuhan yang sanggup menjaga kehidupan anak-anak-Nya. Pengharapan diibaratkan bagai "sauh" atau jangkar. Fungsi sauh adalah untuk menambatkan kapal kapal ke dasar perairan supaya kapal tidak berpindah tempat karena hembusan angin, arus gelombang maupun badai. Hidup kita pun bisa diibaratkan seperti kapal. Dalam mengarungi samudera kehidupan ini, kita juga tak lepas dari terpaan angin pergumulan, arus kemajuan jaman dan badai penderitaan yang dapat menyebabkan seseorang terombang-ambing hidupnya tanpa arah dan tujuan yang jelas. Bahkan tidak hanya terombang-ambing, tanpa jangkar atau sauh yang kuat, ia akan tenggelam!
Oleh karena itu, sebagai anak-anak Tuhan kita harus memiliki pengharapan yang kuat di dalam Tuhan. Pengharapan kepada Tuhan adalah sauh atau jangkar yang kuat dan aman untuk jiwa kita karena Tuhan Yesus yang kita percaya dan menjadi sumber pengharapan kita telah masuk ke dalam surga sebagai Perintis bagi kita dan menjadi Imam Besar (ayat 19-20). Sedahsyat apapun angin, arus dan badai kehidupan menerpa kita, kita akan tetap mampu berdiri kokoh karena Tuhan yang menjaga dan menguatkan kita. Apapun kesulitan, tantangan, pergumulan dan penderitaan yang saat ini menerpa hidup kita, jangan pernah kehilangan pengharapan. Jangan berharap kepada manusia atau sesuatu di luar Tuhan, karena kita akan kecewa. Berharaplah hanya kepada Tuhan. Sebab pengharapan di dalam Tuhan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:5).
Percayalah dibalik setiap hujan badai akan muncul pelangi yang indah.
Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar